
...Rahasia Vina diketahui Nisa...
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
Dan kembali Jafar terjatuh di aspal hingga lututnya lecet dan berdarah...!!?
"Jangan pancing kemarahan seorang Jafar....!!! Teriak Jafar keras.
Jafar bangkit berdiri dengan lutut yang berdarah terkena benturan batu jalanan yang runcing.
Sambil memusatkan Indera Pendengaran Jagar mencoba deteksi keberadaan musuhnya. Jafar merasakan ada getaran lembut kaki yang melangkah ke arahnya dari samping kanan.
Berpura pura membersihkan luka di lututnya Jafar sedikit membungkuk. Dengan tangan kanannya membersihkan darah yang mengalir dari luka nya. Dan dengan gerakan cepat dilandasi Tata Bayu Jafar memberikan darah dari luka nya ke arah suara langkah kaki di sebelah kanannya.
Sehingga dia musuhnya itu terkena percikan darah Jafar di baju dan tangan mereka.
Dengan cepat Jafar menyerang keduanya, yang belum menyadari ada noda darah Jafar yang menempel di tubuhnya. Sehingga dijadikan indikator keberadaannya oleh Jafar.
Dengan sangat mudah Jafar melumpuhkan keduanya tidak membutuhkan lima menit, keduanya pun Jatuh tak berkutik di rerumputan pinggir jalan. Tanpa terlihat tubuhnya, hanya noda noda darah yg sudah kering dan rumput yang meledak tertimpa beban tubuh dia orang tersebut.
Jafar berhasil menemukan cara membuat keduanya bisa terdeteksi, meski dirinya harus terluka lebih dahulu.
Jafar pun meninggalkan kedua musuhnya begitu saja. Berjalan kaki menuju ke Pondok Al-Huda. Berharap Kholis datang menjemput, sesuai pesan yang disampaikan ke Vina tadi.
"Untuk ke depan aku harus punya cara menghadapi ilmu halimun dengan cepat. Tadi sedikit terlambat sampai terluka begini. Unsur alam,,,? Tanah, Air, Angin dan Api. Mungkin itu maksud Ayahku, ilmu Hitam termasuk 'Istijrot' (Menyatu dengan Alam) jadi kelemahan nya juga dengan undur Alam juga.
baik itu ilmu halimun, ilmu kenal ataupun ilmu yang lain yang bersumber dari khodam jin. " Kata Jafar dalam hati memecahkan teka-teki yang diberikan Yasin ayahnya.
Jafar lega, meski mengalami sedikit luka tapi bisa memecahkan clue yang diberikan oleh ayahnya.
"Mas Sidiq harus aku kasih tahu soal ini. siapa tahu besok gantian mad Sidiq yang mereka serang." Kata Jafar dalam hati.
.....
Sementara Jaka dan Bayu Aji yang pura pura pingsan masih merasa kesakitan di pinggir jalan beraspal.
"Kakang Jaka gak papa?" ucap Bayu Aji yang sudah melepaskan Aji Welut putihnya.
" Ugh... sakit semua badanku Adi Bayu, kita istirahat dulu nanti kita lapor guru." Ucap Jaka Santosa.
"Iya kakang, ternyata anak tersebut tidak kalah cerdik dari Ayah nya. tubuh kita ditandai dengan noda darahnya tadi." sahut Bayu.
Hal yang tidak disadari Jaka, Ilmu tameng wojonya tidak berfungsi saat menggunakan Aji Welut putih. Sehingga dia merasakan kesakitan terkena serangan Jafar. Meskipun tanpa menggunakan lebur saketi.
Setelah dirasa cukup kuat Jaka dan Bayu beranjak bangkit dan kembali ke tempat ki Marto Sentono disembunyikan.
.....
.....
.....
__ADS_1
Sementara Jafar sudah sampai di Pondok Al-Huda dijemput oleh Kholis setelah dikasih tahu Vina.
Nisa adik Jafar pun sudah menunggu Jafarcdan Kholis ditemani Vina di pintu gerbang Pondok Pesantren.
"Mas Jafar kok bisa terluka begitu?" Tanya Nisa.
"Luka kecil gapapa." Jawab Jafar.
Kemudian Nisa ikut mengobati luka Jafar di lututnya. Sedangkan Vina kembali ke kamarnya, karena Jafar dibawa masuk ke rumah induk kyai Syuhada abah gurunya Jafar.
"Bagaimana ceritanya bisa sampai terluka begini Jafar." Tanya Kholis.
"Tadi dikeroyok dua orang pakai Aji Halimun, jadi Jafar sulit mendeteksi keberadaan mereka." Jawab Jafar.
"Aji Halimun seperti saat di padepokan itu? Apakah ki Marto yang mengeroyok kamu?" Tanya Kholis.
"Bukan ki Marto tapi kedua murid kinasih nya. Jaka Santosa dan Bayu Aji." Jawab Jafar.
"Berarti kedua muridnya pun sudah memiliki ilmu itu?" Tanya Kholis.
"Betul kang, Jafar harus kasih tahu mas Sidiq agar hati hati." Jawab Jafar.
"Hmm... Sidiq belum tahu juga?" Tanya Kholis.
"Belum Kang, Jafar juga tahu baru tadi aja." Jawab Jafar.
"Bahaya dong mas, kalau mas Sidiq belum tahu juga." Sahut Nisa.
"Iya, nanti mas Jafar kasih tahu. Sekalian nanti ada yang harus aku bicarakan." Jawab Jafar.
.....
Sehingga berbagai reaksi pun muncul, dan kali ini sasaran isi adalah Vina bukan Jafar. Karena dengan Jafar segan, dan ada juga yang karena naksir dengan Jafar. Sehingga yang menjadi sasaran kekesalan mereka adalah Vina. Yang mereka anggap tidak perlu disegani ( bagi kalangan santriwati).
Hal tersebut bukan merupakan hal yang 'aneh'. Di dalam sebuah Pondok Pesantren Salafiyah ( \= pengikut Ulama Salaf / Ulama yang hidup tiga generasi sesudah Rasulullah Muhammad SAW).
Terkadang memang Sangat Kyai membiarkan ada konflik internal untuk dijadikan sebuah gambaran kehidupan real di masyarakat. Agar kelak bisa bersikap bijak di tengah masyarakat.
.....
[Namun disini perlu Author jelaskan, jika yang Author maksud Pondok Pesantren Salafiyah berbeda dengan nama yang hampir mirip tapi tidak melainkan akhiran 'Iyah yang maksudnya adalah Pengikutnya. Agar tidak terjadi miss, tanpa bermaksud menggurui. ]
Karena selain mengajarkan Ilmu Agama secara umum ( Akidah, akhlak Fiqih dan lainnya) di dalam Pondok Pesantren Salafiyah juga dididik bagaimana bersikap dan menyikapi kehidupan masyarakat yang heterogen.
Baik berbeda madzhab maupun perbedaan lain sampai dengan bersikap dengan yang berbeda Agama. Yang disebut dengan Toleransi, tanpa meninggalkan Akidahnya. Tapi tetap bisa saling mengerti dan menghormati satu sama lain.
....
Kembali ke alur cerita
Vina akhirnya menyadari keteledorannya yang telah kelepasan bicara. Namun Vina merasa sudah telanjur dan harus berani menanggung resiko.
Bahkan Vina bertekad jika memang suatu ketika ditanya. Apakah Vina ada perasaan dengan Jafar atau tidak. Vina pun siap untuk mengakui jika mesra perasaan khusus dengan Jafar. Bahkan akan bercerita jika itu adalah usulan Abi dan Umi nya Vina. Yang menilai Jafar adalah pemuda yang baik.
Dan orang tua Vina mendorong Vina suatu saat akan menjodohkan Vina dengan Jafar jika sudah waktunya.
Meski Vina tetap berpegang prinsip tidak akan pacaran. Dalam arti tidak akan berlaku seperti muda mudi lain yang saling menyukai.
Vina berprinsip, sekedar tertarik itu soal hati yang tidak bisa dipungkiri. Selama tidak melanggar ketentuan syariah Vina tak merasa bersalah.
__ADS_1
"Mbak Vina jadi sedih, takut jadi gunjingan teman teman lain ya?" Tanya Nisa pada Vina yang dilihat nya jadi diam. Setelah Nisa menyampaikan informasi yang dia dengar dari beberapa Santrisati.
"Gak kok Nisa, mbak gak takut jadi bahan gosip. Karena mbak Vina gak suka bikin gosip, biarkan saja." Jawab Vina.
"Terus kenapa mbak Vina diam saja?" Tanya Nisa.
Vina tersenyum, "apakah aku harus jujur sama Nisa adiknya Jafar. Vina lihat Nisa juga bisa pegang rahasia. Meski anak ini agak galak dan tempramental juga." kata Vina dalam hati.
"Kalau mbak Vina cerita dan minta cukup Nisa yang tahu apa Nisa bersedia ?" Kata Vina.
"InsyaAllah mbak, Nisa akan jaga Privasi mbak Vina." Jawab Nisa.
"Jujur saja mbak Vina dulu saat datang ke Pesantren ini bareng dengan Jafar kakak kamu. Mbak Vina dengan orang tua mbak Vina, dan Jafar juda dengan Ayah bunda kalian." Ucap Vina membuka cerita.
"Terus apa yang terjadi kemudian mbak Vina ?" Tanya Nisa.
"Ini rahasia kita ya, abi ku bilang kalau Jafar kakak kamu itu akan jadi suami idaman. Dan minta Vina suatu saat mau di jodohkan dengan kakak kamu Jafar." Kata Vina berbisik sambil senyum.
"Lah mbak Vina Sendiri bagaimana perasaannya dengan mas Jafar ?" tanya Nisa kemudian.
"Waktu itu sih gak ada perasaan, Kan Vina juga masih baru lulus SD seusia kamu sekarang Nisa." Jawab Vina.
"Owh begitu, kalau sekarang mbak ?" Desak Nisa.
"Setelah kenal hampir Empat tahun, dan semakin bertambah usia Vina. Sekarang mbak Vina memang jadi suka sama Jafar." kata Vina.
Nisa terdiam, tidak menduga jika Vina termasuk salah satu yang menyukai kakaknya.
"Nisa gak suka mbak Vina cerita begini, kok terus diam." Tanya Vina.
"Bukan begitu mbak,,, Nisa hanya kaget saja. Bagi Nisa yang penting mas Jafar sendiri nanti yang akan menjalani. Tapi kalau boleh tahu, dulu ada pembicaraan tidak ayah Nisa dengan Abi nya mbak Vina ?" Tanya Nisa.
"Mereka memang bicara sesuatu, tapi Vina gak tahu apa yang mereka bicarakan. Dan yang Vina tahu Abi Vina dan Ayah Vina ternyata sudah saling kenal." Jawab Vina.
"Sudah saling kenal? Dimana mereka bertemu sebelumnya mbak ?" Tanya Nisa kaget.
"Ayah kamu adalah Murid dari Abah Thoha dan Abi nya Vina adalah Murid dari Abah Armin adik seperguruan beda angkatan Abah Thoha. Ayah kamu Ahli kanuragan dan Ayah Vina Ahli pengobatan. Dan mereka dulu pernah beberapa kali bekerja sama dalam menolong masyarakat." Kata Vina menjelaskan.
Nisa mendengar penjelasan Vina jadi semakin Heran. Karena ayahnya tidak pernah bercerita apapun tentang ayah Vina dan tentang pembicaraan Ayahnya dengan Abi nya Vina, saat mereka bertemu di pesantren Al-Huda.
"sungguh aneh ayah gak pernah sedikitpun bercerita tentang ini. Apa ayah sembunyikan sesuatu dari anak anaknya?" Kata Nisa dalam hati.
"Jadi Abi nya mbak Vina seorang Tabib ?" Tanya Nisa lagi.
"Betul Nisa, dulu yang sembuhkan Umi dari sakit lamanya juga Abi. Kemudian Abi menikahi Umi yang Janda beranak satu, yaitu kak Dina teman Sekolah mas Sidiq kakak kamu." Jawab Vina.
"Jika Abi nya mbak Vina teman ayah, bisa jadi mereka memang pernah bicara perjodohan mas Jafar dan mbak Vina. Tapi setahu Nisa mas Jafar tertarik dengan ning Nia yang sekarang ikut Ayah bunda di rumah. Gak tahu lah, Nisa masih terlalu kecil kalau soal ini." Kata Nisa dalam hati.
"Apa mbak Vina sekarang status nya memang pacar mas Jafar ?" Tanya Nisa kepada Vina...!?!
...Bersambung....
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...