Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Ancaman buat Sidiq


__ADS_3

...Ancaman buat Sidiq...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


Anak buah Bujang dari Kulon kaget mendengar ucapan Yasin. Tidak menduga Yasin tahu banyak tentang jerat Sukma....?!?


"Persetan dengan bukan kamu...!" Kemudian orang itu mengeluarkan cambuk dan menyerang Yasin. Berikutnya Kaka Srenggi pun menyetsng Yasin langsung mengeluarkan ajian Gumbolo geni.


Mendapatkan serangan mendadak dari anak buah Bujang tersebut Yasin melompat mundur. Namun belum lagi kakinya menginjak tanah Yasin sudah harus menahan aji Gumbolo Geni kalau Srenggi.


Dengan pertahanan Lembu sekilan dan jurus suci hijaiyah 'Qof' Yasin menahan Kobaran api Gumbolo Geni Kala Srenggi. Kala Srenggi terpental, Namun Yasin harus kembali menerima serangan cambuk yang ujungnya mengandung racun jerat Sukma.


Menghindari serangan senjata lentur memang lebih sulit dibanding Menghindari senjata keras. Untung saja Yasin masih cukup gesit. Sehingga dengan sedikit bergeser mampu menghindari dan berhasil menangkap bagian tengah cambuk.


Dengan mengerahkan kekuatan Yasin berhasil merebut cambuk tersebut. Dan dengan cepat menyerang anak buah Bujang dengan cambuk yang sendiri. Dan cambuk yang mengandung racun jerat Sukma itu memakan tuannya sendiri.


"Otang....!" Teriak Kalau Srenggi melihat kawannya jatuh tak berkulai. Dan segera membawa Orang anak buah Bujang kabur.


Yasin membiarkan musuhnya kabur, kemudian mencari air bersih membersihkan diri dipatit kecil dekat pemakaman.


Cambuk musuh pun dia simpan dengan membungkus ujung nya agar tidak mengenai orang.


Setelah membersihkan diri Yasin pun mengambil air untuk membangunkan orang-orang yang terkena Sirep.


"Aku merasakan anak anakku dalam bahaya, apakah kekuatan mereka telah berkumpul saat ini?" Kata Yasin dalam hati.


Yasin juga teringat ucapan Fatimah saat dia mau berangkat tadi. Jika Fatimah merasa was was, saat ini pun Yasin merasakan was was. Dan teringat dengan anak-anak nya.


Setelah membangunkan orang-orang yang terkena Sirep. Orang-orang tersebut kemudian membenahi makam anaknya Margono yang amblas ke bawah.


Yasin pun segera minta diri untuk pulang ke rumah nya.


.....


.....


.....


Sesampainya di rumah Yasin tidak langsung masuk ke kamar tidur. Melainkan ke kamar mandi menyempurnakan bersuci agar hilang semua aura negatif yang masih menempel. Juga mengganti semua pakaiannya dengan yang masih suci.


Fatimah pun di kamar tidak dapat tidur menunggu kedatangan suaminya.


"Bagaimana mas keadaannya?" Tanya Fatimah saat Yasin masuk ke kamar.


"Sudah agak terlambat, Kafan sudah berhasil ditangani curi untuk keperluan mistis ki Marto Sentono dan kelompoknya." Jawab Yasin.


"Lantas bagaimana?" Tanya Fatimah lagi.


"Untuk jenasah dan makam sudah terkondisi, tapi yang jadi beban pikiran aku sekarang adalah kumpulnya mereka dan menyatukan kekuatan." Jawab Yasin.


"Fatimah jadi merinding mas, dan rasa khawatir malah semakin kuat. Apa yang harus kita lakukan, dan bagaimana dengan anak-anak kita?" Kata Fatimah.


"Kita banyak berdoa saja, mohon keselamatan semoga saja tidak terjadi apapun." Ucap Yasin menghibur Fatimah. Meski Yasin sendiri merasakan hal yang sama.


Namun sebagai kepala rumah tangga, sebagai pemimpin tentu Yasin harus bisa menenangkan hati istrinya.


"Mas gak punya rencana, langkah apa yang harus diambil agar Anak-anak kita terhindar dari mata bahaya?" Tanya Fatimah.


"Tentu ada lah, ayah mana yang tega biarkan anak anaknya dalam bahaya, aku capek tidur dulu yuk." Ucap Yasin memeluk istrinya sambil berbaring.


"Fatimah pun balas memeluk Yasin, Namun Fatimah yang paham tentang urat dan peredaran darah sangat terkejut. Saat memeluk Yasin suaminya merasakan peredaran darah suaminya mengalir sangat cepat. Belum lagi deru nafas Yasin yang terasa di pipinya.


" Mas tadi habis bertarung, dan mengeluarkan banyak tenaga ya?" Tanya Fatimah.


"Iya tapi gak papa kok, istirahat dulu saja besok pagi kita lanjutkan ngobrolnya." Jawab Yasin yang tidak mungkin bohong jika soal itu. Karena Fatimah istrinya sangat Ahli dalam hal itu. Bohong seperti apapun pasti akan ketahuan kalau sudah bertemu ahlinya, pikir Yasin.


"Gak pengen dipijit dulu?" Tanya Fatimah.

__ADS_1


"Besok saja, udah malem banget kamu juga pasti Capek kan." Jawab Yasin.


Fatimah hanya nurut saja, kembali memeluk Yasin Suaminya yang kelihatanya sudah lelah dan mengantuk.


.....


.....


.....


Sementara itu Kala Srenggi yang membawa otang ke markas persembunyian segera melaporkan kejadian yang dialaminya bersama otang.


"Kurang ajar,,,, Cepat baringkan Orang di balai itu Kita tunggu ki Gede Paneluh, biar dia sementara yang obati." Teriak ki Marto Sentono.


Dan teriakan ki Marto di dengar oleh Bujang, kemudian keluar dari kamar mendengar suara ribut ribut.


"Kunaon eta budak?" [Kenapa itu anak ] tanya Bujang yang hanya bercelana kolor dan telanjang dada.


Kemudian Kala Srenggi menjelaskan apa yang terjadi dengan Otang yang terkena senjata milik dia sendiri saat bertempur dengan Yasin.


"Jalma gelo, kudu di paehan ku aing nyana mah. [Orang gila harus dibunuh itu orang ]." Bujang dari Kulon marah besar.


Kemudian mengeluarkan sesuatu dari kantong baju yang digantung di kamarnya. Sebuah serbuk putih di masukkan ke mulutnya otang, kemudian di susul dengan air putih agar bubuk tersebut tertelan. Rupanya itu adalah penawar dari racun Jerat Sukma.


Sesaat kemudian Otang siuman meski belum bisa bangkit dari balai bambu.


"Dasar goblok sia mah, ngelawan Jalma hiji ge eleh...!" [Dasar goblok kamu, lawan satu orang saja kalah] bentak Bujang pada Otang.


"Orang itu gak bisa di anggap enteng ki Bujang, Ilmu nya lumayan tinggi dan anaknya sangt cerdas." Kata ki Marto.


" Kagak peduli, ni Bujang dari Kulon Jawara tak terkalahkan. Sekali libas kampus tuh orang." Teriak Bujang alias Dadang.


"Percaya ki Bujang, tapi tentu beda dengan muridmu yang belum sehebat ki Bujang." Kata ki Marto.


"Cepat atur biar segera aku habisi mereka!?! " Ucap Bujang.


"Bentar lagi matahari terbit, ki Bujang bersenang senang senang dulu saja. Kalau kurang puas nanti kita carikan lagi." Kata ki Marto.


"Jelas atuh, hiji mah moal cukup jeung aing mah. [satu gak cukup bagiku]." Kata Bujang.


Sebuah kebiasaan pengikut Sosro Sukmo yang menjadikan aktivitas mesum tersebut sebagai sarat ritual. Baik bagi yang mencari kekayaan maupun ilmu kesaktian. [ISYAROH \= Masuk dimensi makhluk astral ].


Tak lama kemudian Jalu datang dengan membawa kain Kafan hasil nglandak. dengan penampilan yang sangat menjijikkan.


Tubuh penuh tanah dan darah busuk mayat serta aroma yang membuat ingin muntah. Aroma busuk bangkai manusia dari kafan yang dibawa dan yang menempel di tubuh Jalur.


Cepat cepat Gede Paneluh menolong Jalu yang hampir pingsan. Dan membaringkan di Altar Pamujan. [Batu pipih tempat mempersembahkan tumbal untuk pemujaan.]


Dengan ubo rampe yang sudah di siapkan Gede Paneluh melakukan ritual Pemujaan untuk mengundang khodam termasuk jin qorin orang-orang /mayat-mayat yang dikalahkan Jalu dalam ritual nglandak.


Setelah selesai membaca Mantra dan melakukan ritual. Dalam sekejap tubuh Jalu mengejang hebat, serta raungan aneh keluar dari mulut Jalu.


Jalu menjadi manusia setengah siluman, kadang berwujud Jalu kadang tampak seperti sosok mengerikan. sebuah proses menyatunya khodam khodam dengan tubuh Jalu.


Dan Jalu benar-benar sudah menjadi pengikut setia Iblish. Sorot matanya makin bengis, memancarkan aura orang yang haus darah.


"Cepat mandi air kembang yang sudah aku siapkan." Kata Gede Paneluh pada Jalu.


Jalu mengikuti perintah Gede Paneluh, berjalan dengan tatapan mata kosong dan langkah kaku seperti Zombie.


Baru setelah selesai dimandikan dengan air kembang. Jalu bisa diajak komunikasi, ritual pengisian khodam dan Ajian popok wewe pada Jalu selesai sudah.


Kini Jalu bisa menghilang dengan aji popok wewe nya.


"Bagus adi Jalu, sekarang Ilmu giling wesi mu sempurna, aji popok wewe sudah kamu kuasai. Dan Sekaligus aji malih warno juga kamu dapatkan." kata Gede Paneluh.


"Terimakasih kakang, semua karena bantuan kamu." Jawab Jalu.


"Tunjukkan ilmu malih warno mu sekarang, biar disaksikan yang lain." Perintah Gede Paneluh.


Jalu pun duduk bersila dan mengagumkan kedua tangannya di ulu hatinya. Komat Kamit baca Mantra-mantra, sesaat kemudian wujud Jalu berubah seperti sosok Riska pacarnya Sidiq.


Semua terbelalak melihat kemampuan Jalu. yang bisa 'Mancolo putro mancolo Putri' [ berubah wujud dengan wajah orang yang dibayangkan ].


"Nanti dengan wujud itu kamu jebak salah satu anak Yasin, kamu giring ke satu tempat dan kita bantai ramai ramai. Dengan begitu kita habisi satu persatu keluarga Yasin." Kata Gede Paneluh bangga.

__ADS_1


Lengkap sudah ragam kekuatan di kubu ki Marto Sentono. Dengan beragam Ilmu kesaktian yang langka. Dan mereka sudah mengatur siasat, Pertama dengan menjebak Sidiq dengan menggunakan sosok Riska.


.....


.....


.....


Pagi hari saat Sidiq usai menjalankan sholat Subuh, dipanggil oleh abah gurunya Kyai Nurudin.


"Sidiq,,, Abah ini sudah tua lebih tua dari Ayahmu. Dan Abah juga pernah muda seperti kamu. Jadi abah tahu apa yang Pemuda seusia kamu pikirkan." Kata abah gurunya Sidiq.


"Iya bah." Jawab Sidiq singkat.


"Abah pesan, abah tidak melarang kamu suka dengan lawan jenis karena itu kodratnya manusia. Tapi hindari hal hal yang bisa menjerumuskan. Semisal berduaan dengan lawan jenis. Apalagi bila keduanya saling suka, itu berbahaya." Tegas abah gurunya Sidiq.


Sidiq terdiam, "seingat ku aku sekarang tidak pernah berdua saja dengan Riska. kecuali saat berangkat sekolah, belajar di rumahnya pun ceweknya tiga cowoknya dua. Apa ya maksud abah guru." kata Sidiq dalam hati.


"Ingat betul betul pesan abah Sidiq, jangan sampai kamu langgar...!" Kata abah gurunya Sidiq.


"Iya bah.Jawab Sidiq.


Setelah itu Sidiq pun diperintahkan untuk bersial berangkat ke sekolah.


.....


Dan dilain tempat pada saat yang sama, Jafar pun sedang dipanggil abah gurunya Kyai Syuhada.


" Jafar, kamu nanti sekolah bawa motor Nia ya, terus pulang sekolah ke Al-Hikmah. Berikan surat ini kepada kang Nurudin. Jangan pulang sebelum mendapatkan jawaban dari kang Nurudin abah gurunya Sidiq kakakmu." Kata Kyai Syuhada.


Jafar pun menyanggupi perintah abah gurunya tersebut.


setelah menyelesaikan tugas sehari-harinya Jafar segera berangkat ke sekolah menggunakan motor Nia.


.....


Di Rumah Yasin, yang sedang gelisah ditegur oleh Fatimah.


"Kenapa mas, kalau ada sesuatu berbagilah dengan istri. Jangan dipendam sendirian." Jarak Fatimah.


"Jujur aku ingat anak anak, hari ini ada jadwal melatih di Al-Hikmah. Aku pengen berangkat awal menemui kang Nurudin dan besoknya menemui kang Syuhada. Membicarakan hal yang terjadi semalam." Jawab Yasin.


"Iya gapapa, kan demi anak anak juga." Jawab Fatimah.


"Maksudnya jika nanti Sena dan Nurul datang Fatt yang bisa jelasin ke Nurul ya tentang Sufi." Ucap Yasin.


"InsyaAllah mas, mudah mudahan dik Nurul juga bisa tenang. Kalau dulu mungkin termakan gosip tentang Sufi dan masih muda juga. Jadi mudah marah, sekarang insya Allah sudah tidak." Jawab Fatimah.


"Iya mudah-mudahan begitu.Jaesb Yasin.


Baik Yasin maupun Fatimah masing masing menyembunyikan perasaan khawatir nya terhadap anak anaknya.


Dan Yasin berencana berangkat pagi ke Al-Hikmah, karena banyak yang harus dibicarakan dengan seniornya sebagai badal ( pengganti kang Salim) mentornya Yasin.


Bersama dengan itu, ditempat ki Marto Gede Paneluh mengatur strategi menjebak Sidiq sebagai sasaran mereka.


"Usahakan jangan sampai Sidiq curiga, usahakan Sidiq percaya kamu adalah Riska." Kata Gede Paneluh.


,


"Iya kakang Jalu paham sekarang.' kata Jalu.


" Ya sudah kamu berangkat sekarang nanti kamu menyusul langsung ke lokasi yang di tentukan.' Kata Gede Paneluh.


Jalu yang dengan wujud Aslinya segera berangkat menghadang dan hendak menjebak Sidiq dengan Wujud Riska yang sebenarnya adalah Jalu dengan ilmu Malih warno....?!?


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2