
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Jafar diserang Dalang Anyi Anyi...
Saat Wiratmojo membuka sebuah tabir tempat Ki Munding Suro bertapa, Wiratmojo kaget mencari keberadaan gurunya. WIratmojo tidak menemukan Gurunya yang sedang bertapa tersebut.
“Guru…guru sudah berhasil Moksa kah ?” teriak Wiratmojo yang didengar oleh Jafar,Sena dan Pak Suhadi…!
Suara Wiratmojo terdengar oleh Jafar, Sena juga Pak Suhadi.
“Kayaknya hanya tinggal satu orang itu saja yang menyertai Ki Munding Suro,” ucap Sena.
“Sepertinya begitu Paman, tapi jangan sampai mengurangi kewaspadaan kita,” jawab Jafar.
“Apa yang harus kita lakukan selanjutnya ?” tanya Pak Suhadi.
“Jafar akan hampiri orang tersebut, Paman berdua amati dari sini,” kata Jafar.
“Hati hati Jafar,beri tanda jika butuh kami,” kata Sena.
Jafar hanya mengangguk dan tersenyum, kemudian mendatangi Wiratmojo yang mencari keberadaan Ki Munding Suro.
“Di mana dua orang teman kamu yang kakak beradik itu Ki Wiratmojo ?” Jafar bertanya dengan keras. Sehingga Wirat mojo kaget dengan kehadiran Jafar yang tak terduga.
“Kurang ajar kamu, selalu saja mengganggu urusan kami,” ucap Wiratmojo.
“Selama kamu selalu mengganggu masyarakat, maka aku akan selalu mengganggu kamu,” jawab Jafar.
“Apa urusan kamu ?” bentak Wiratmojo.
“Membasmi kebatilan adalah urusanku, jawab Jafar tenang.
“Rupanya kamu belum tahu, jika sekarang aku memiliki dua Batara Karang sebagai penguat ilmu Karang yang aku miliki,” ucap Wiratmojo.
Jafar kaget mendengar Wiratmojo mempunyai dua Batara Karang. “Apa itu yang satu adalah Ki Munding Suro yang gagal Moksa ?” Pikir Jafar.
“Aku tidak peduli kamu punya Batara Karang berapapun, yang jelas tindakan menyesatkan warga dan membahayakan nyawa warga. Terutama adalah nyawa para gadis muda,” ucap Jafar.
“Sudahlah, aku akan meninggalkan tempat ini. Tak ada urusan lagi di antara kita,” ucap Wiratmojo.
“Pertanggung jawaban kamu atas tindakan kamu selama ini di mana ?” tanya Jafar.
“Itu bukan aku, wanita itu bukan aku yang membunuh. Lagian sudah biasa dalam peperangan ada yang terbunuh,” ucap Wiratmojo.
Jafar yang mendengar itu jadi marah, merasa Wiratmojo tidak menghargai nyawa seseorang sama sekali.
“Kalau tidak aku cegah maka akan banyak korban waktu itu. Dan lebih baik manusia seperti kamu lah yang harusnya dilenyapkan,” Teriak Jafar.
“Apa boleh buat, jika kamu mau coba ilmu karang yang aku miliki sekarang,” ucap Wiratmojo segera menyiapkan Ilmu Karang.
Jafar tak mau ambil resiko segera juga mencabut Golok Hitam sebagai senjata hadapi ilmu karang. Tapi Wiratmojo terlalu percaya diri, merasa mendapat bantuan dari dua Batara Karang Gurunya, Ki Munding Suro juga guru dari Ki Munding Suro itu sendiri.
Tiba tiba Sena muncul dan berteriak.
“Jafar, jangan gunakan senjata itu. tangkap orang itu hidup hidup agar tahu keberadaan dua murid Ki Munding yang lain,” teriak Sena.
Jafar pun menyimpan kembali Golok Hitam tersebut. Kemudian Jafar membaca doa khusus yang diajarkan padanya. Kemudian dalam pandangan Jafar dihadapan Jafar muncul seperti sebuah layar yang menayangkan Ayat ayat Al-Quran.
Ayat ayat yang muncul tersebut merupakan ayat yang berupa doa untuk menghadapi ilmu Karang. Pertama kali Jafar menggunakan kelebihan Stambul Al-Quran yang dia miliki. Akan selalu muncul doa pelindung yang dibutuhkan dari ayat ayat Al-Quran. Selama Jafar masih menjaga dirinya suci dari hadast besar dan hadats kecil.
__ADS_1
Stambul Al-Quran yang diwarisi dari eyangnya Sidiq Ali, kini telah menjadi milik Jafar secara resmi. Jafar semakin bertambah keimanan dan kepasrahan kepada Allah Swt. Bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendaknya.
Dengan segera Jafar membaca Ayat ayat Yang muncul dihadapannya seperti dalam sebuah layar. Hal itu hanya bisa dilihat oleh Jafar sendiri. Wiratmojo hanya heran melihat Jafar menyimpan kembali Golok Hitamnya. Bahkan Tidak melihat Jafar menggunakan ajian atau jurus jurus tertentu. Hanya melihat mulut Jafar yang bergerak melantunkan ayat ayat suci Al-Quran.
“Mantra apa yang dia gunakan, rasanya aku seperti merinding meski tidak mendengar mantra yang diucapkan.”
Wiratmojo bertanya dalam hati, hatinya jadi agak grogi melihat Jafar terlihat santai menghadapi ilmu karang yang sudah disiapkan.
Wiratmojo segera menyerang Jafar yang tetap khusyuk melantunkan doa doa tersebut. Saat wiratmojo hampir menyentuh Jafar dengan ilmu karangnya Sena dan Pak Suhadi ikut tegang. Namun yang terjadi kemudian justru tubuh Wiratmojo yang terpental jauh.
Ilmu karang yang diandalkan tidak mampu menembus benteng gaib dari doa doa yang dilantunkan Jafar. Meski tidak tampak oleh mata manusia, tubuh Jafar terlindungi cahaya tipis namun sangat kuat. Karena setiap Surat, setiap ayat bahkan setiap huruf dalam Al-Quran dijaga oleh malaikat.
Atas izin Allah ilmu apapun tidak akan menang melawan keutamaan doa tersebut. Seperti salah satu Ayat yang muncul dan dihadapan Jafar. Yang artinya, “Dan katakanlah, kebenaran telah datang dan kebatilan akan sirna. Sesungguhnya kebatilan akan sirna. ( QS : Al-Isra ayat 81 ). Dalam Pandangan Jafar ayat itu dan satu ayat sebelum dan sesudahnya muncul beberapa kali dan dibaca sampai akhirnya berganti dengan ayat lainya.
Wiratmojo yang terlempar kembali bangkit dan bersiap menyerang Jafar kembali yang tidak bergeser sedikitpun dari tempatnya berdiri.
Saat bangkit, Wiratmojo yang melihat keberadaan Sena berubah pikiran dan akan menyerang Sena. Sena dan Jafar tidak menyadari jika Wiratmojo akan berbuat licik dengan menyerang Sena. Sehingga Sena yang berada di samping Jafar pun tidak melakukan persiapan apapun.
Tahu-tahu Wiratmojo melompat dan menyerang ke arah Sena dengan cepat menggunakan Ilmu Karang yang dimilikinya.
Pak Suhadi yang berada agak jauh jadi menjerit mengkhawatirkan Sena yang diserang tiba-tiba. Diluar dugaan semuanya, termasuk Wiratmojo sendiri dari tubuh Jafar muncul selarik cahaya Putih yang menghadang serangan Wiratmojo kepada Sena.
Wiratmojo jadi terjatuh kembali, kemudian dengan gusar berbalik hendak menyerang Pak Suhadi dan mendekat ke arah Pak Suhadi. Sena pun gantian panik karena melihat Wiratmojo yang mendekati Pak Suhadi dan Hendak menyerangnya.
Akan tetapi kembali terjadi sebuah kejadian yang mengejutkan, dari tubuh Jafar melesat cahaya yang menghantam ke tubuh Wiratmojo. Dan kali ini Wiratmojo sampai menjerit dan jatuh berguling di tanah.
Wiratmojo berusaha bangkit kembali untuk menyerang Jafar, yang dianggap sebagai sumber masalah. Namun Beberapa Kali Wiratmojo berusaha bangkit tapi tidak berhasil. Tubuh Wiratmojo sangat lemah setelah terkena hantaman cahaya yang muncul dari tubuh Jafar.
]Sena bermaksud mendekati Wiratmojo yang tidak dapat bangkit tersebut. Namun tiba-tiba Jafar berteriak.
“Jangan didekati dulu Paman, tunggu sampai dia melepas ilmu karangnya,” Teriak Jafar.
Sena pun menghentikan langkahnya, kemudian menghampiri Jafar yang sudah selesai membaca ayat ayat Al-Quran yang muncul di hadapan Jafar tadi.
“Kamu sudah selesai Jafar ?” tanya Sena.
“Iya Jafar gapapa, malah semakin menguatkan bukti Doa dalam Ayat Al-Quran itu penuh mukjizat,” jawab Sena.
“Luar biasa kamu Nak, dari kecil sudah menunjukkan kehebatan yang tidak dimiliki orang lain,” ucap Pak Suhadi yang tiba tiba muncul.
“Dua anak Mas Yasin memiliki karakter yang berbeda, namun bisa saling melengkapi,” sahut Sena.
Kemudian Jafar mengajak Sena dan Pak Suhadi mendekati tubuh Wiratmojo yang masih tergeletak.
“Maaf Paman, semakin paman melawan maka semakin Paman akan merasa kehilangan tenaga,” ucap Jafar.
“Bunuh saja aku sekarang, jangan perlakukan aku seperti ini,” kata Wiratmojo masih dengan muka marah dan benci kepada Jafar.
“Saya bukan pembunuh Paman, apalagi pada lawan yang sudah tak berdaya,” jawab Jafar.
“Kamu menyerah saja, jangan sampai kamu menyesal nanti,” ucap Sena ikut bicara.
“Betul Ki Sanak, kami tidak menyakiti kamu karena kami memang tidak suka dengan kekerasan. Hanya menggunakan kanuragan untuk membela diri dan melindungi yang lemah saja,” sahut Pak Suhadi.
“Persetan dengan omong kosong kalian, aku tidak akan percaya omongan orang seperti kalian,” teriak Wiratmojo.
Sena menahan Pak Suhadi yang hendak menampar wajah Wiratmojo yang sudah dianggap keterlaluan.
“”Jangan Pak, dia masih dilapisi ilmu karang. Kalau kita menyentuhnya justr berbahaya bagi kita. Memang dia sengaja memancing emosi kita,” ucap Sena.
Pak Suhadi pun menahan tangannya, untung saja Sena memperingatkan Pak suhadi sehingga tidak terpancing provokasi Wiratmojo.
Ketika Jafar, Sena dan Pak Suhadi sedang membujuk Wiratmojo untuk melepaskan ilmu karangnya. Tiba-tiba terdengar suara yang tidak nampak wujudnya.
“Kalian jangan merasa senang dulu sekarang, sebentar lagi akan datang musuh kalian yang akan mencabut nyawa Kalian,”
Sebuah suara mengejutkan Jafar, Sena dan Pak Suhadi.
__ADS_1
“Guru…tolong Saya guru…!” teriak WIratmojo yang menangani jika itu adalah suara gurunya Ki Munding Suro.
Tidak terdengar jawaban, namun tiba tiba melesat sebuah benda dari angkasa dan menghantam tanah di depan JAfar dan lainnya. Untunglah saat itu dari tubuh Jafar kembali muncul pagar gaib sehingga ketiga orang itu selamat tidak terkena ledakan benda tersebut. Meski membuat tanah berhamburan ke atas dan meninggalkan sebuah lubang besar di hadapan mereka.
“Kemana Wiratmojo tadi ?” tanya Sena.
Setelah keadaan kembali normal tanah yang berhamburan di udara sudah tidak ada Jafar, Sena dan Pak suhadi kaget melihat kemunculan seseorang di samping mereka.
“Abah Guru ?” ucap Jafar langsung bangkit dan menyalami gurunya Kyai Syuhada.
“Untunglah Abah bisa menghalau Serangan Dalang Anyi anyi saat kalian lengah tadi,” ucap Kyai Syuhada.
“Jadi itu tadi bukan Ki Munding Suro ?” tanya Jafar.
“Bukan, dalang Anyi anyi hanya memanfaatkan bentuk suara Ki Munding Suro untuk menipu kalian. Itu adalah suara Dalang Anyi anyi yang menyerang kalian dari dalam penjara,” jawab Kyai Syuhada.
“Maaf Kyai, terus Wiratmojo murid Ki Munding Suro tadi kemana ?” tanya Sena.
“Dia ikut dibawa ke dunia dalang Anyi anyi, dia lebih memilih bersekutu dengan Jin tersebut. dan saat ini dia jadi budak di sana,” jawab Kyai Syuhada.
“Kasihan sekali paman itu Abah, tidak bisakah tadi ditolong ?” tanya Jafar.
“Jika tubuh sudah dikuasai nafsu tidak ada yang bisa kita lakukan. Ingat Paman Nabi Abu Lahab saja tetap tidak mau beriman. Meski Nabi sudah berkali kali mengajak beriman. Apa lagi hanya kita, jangan merasa membawa kunci Hidayah.” Kata Kyai Syuhada.
“Iya Bah” jawab Jafar.
“Sekarang kamu langsung ikut aku Jafar, kakakmu Sidiq sudah menunggu bersama Abah gurunya di suatu tempat,” kata Kyai Syuhada.
Jafar Pun berpamitan dengan Sena Pamannya dan Pak Suhadi sahabat Sena. Kemudian Kyai Syuhada berpesan kepada Sena dan Pak Suhadi.
“Jika kalian nanti menemukan bentuk kemaksiatan yang sudah sangat terbuka tanpa ada rasa malu. Cepat cepatlah kalian kontak Jafar dan ayahnya, karena itu pertanda akan munculnya dalang Anyi anyi yang lepas dari penjara,” kata Kyai Syuhada. Beberapa saat setelah selesai bicara Wujud Kyai Syuhada dan Jafar pun segera lenyap dari pandangan Sena dan Pak Suhadi.
Kyai Syuhada langsung membawa Jafar menemui Sidiq yang sedang berada di markas Farayaka. Dengan ajian Tatar bayu dalam kecepatan kilat keduanya pun sudah sampai ke tempat Sidiq bersama Farayaka. Dan disitu juga sudah ada Kyai Nurudin guru dari Sidiq.
…..
“Assalamu’alaikum…!?” ucap Jafar dan Kyai Nurudin.
“Wa’alaikummussalaam…Jafar, kok kamu malah ke sini ?” tanya Sidiq Heran. Farayaka dan anak buahnya pun bengong melihat Sidiq dan Jafar yang bagai pinang dibelah dua tersebut.
“Itu Jafaro kembaran kamu ya ?” tanya Farayaka, yang menyebut Jafar dengan Jafaro.
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
Rekomendasi Novel :
Â
Â
Â
Â
Â
__ADS_1