Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Jafar vs Gandung Santosa yang dibantu Marto Sentono


__ADS_3

...Jafar vs Gandung Santosa yang dibantu Marto Sentono...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


Dan Jafar terlempar keras ke arah Riska, dengan membawa sebilah belati di tangannya.


“Awas Riska….!” Tiba tiba Ari muncul dan berteriak mengkhawatirkan Riska. Karena tahu Jafar meluncur ke  arahnya dengan belati terhunus…!?!


Jafar yang terlempar kencang namun telah menerapkan Ajian Tatar bayunya itu dengan kecepatan yang tidak kasat mata berhasil memutus tali yang mengikat Riska.


“Mbak Riska sudah terlepas dari tali, sekali gerakan tangan mbak Riska bisa lari nanti saat melihat mas Sidiq atau yang lain muncul.” Bisik Jafar sambil bergelantungan di tiang yang digunakan mengikat Riska.


Riska yang masih tersumpal mulutnya tidak dapat menjawab.


Kemudian Jafar dengan cepat meluncur ke arah Yasin menyerang Yasin yang sudah bersiap menyambut Jafar kembali. Dan kali ini keduanya saling baku hantam menggunakan jurus juras Hijaiyah yang diajarkan Yasin kepada Jafar.


Sementara Yasin justru menangkis dan menghindari dengan jurus jurus lain agar tidak ketahuan hubungan keduanya.


“Jangan gunakan jurus itu Jafar, cari jurus yang lain saja.” Bisik Yasin kepada Jafar sambil memutar tubuhnya menghindari serangan Jafar.


Jafar Pun segera mengganti jurus jurusnya dengan jurus jurus lain dan jurus kembangan dari yang diajarkan ke anak anak pesantren AL-Huda.


…..


…..


…..


Sementara itu, Sidiq bersama Ihsan menyusup ke Padepokan melalui pintu belakang padepokan tersebut untuk menyelamatkan Muksin dan Arsyad yang disekap di ruang khusu. Dengan penjagaan beberapa orang atas perintah ki Marto Sentono.


“Diq, ada orang yang menjaga di belakang ruangan itu juga.” Ucap Ihsan.


“Iya, tenang saja kita buat orang itu pingsan baru kita masuk ke dalam.” Ucap Sidiq.


Kemudian Sidiq pun mendekati penjaga tersebut dengan pelan pelan. Dan sekali pukul penjaga itu langsung pingsan.


Ihsan segera dipanggil Sidiq untuk mendekat. Namun Ihsan yang belum pengalaman itu saat turun menimbulkan suara yang cukup keras. Sehingga terdengar seorang penjaga lain dan hendak menangkap Ihsan.


Namun sidiq dengan Sayeti Anginnya segera melumpuhkan penjaga itu sebelum menyentuh Ihsan.


“Jangan bikin suara San, hati hati kamu ikat orang ini aku ikat yang satunya lagi>” Kata Sidiq.


“Iya Diq, sori…!” Jawab Ihsan.

__ADS_1


Kemudian Ihsan mengikat penjaga yang hampir saja menangkapnya itu.


Kemudian segera menyusul Sidiq mendekati ruang penyekapan tersebut


Namun Ihsan dan Sidiq menjadi kaget bahkan Ihsan hampir saja menjerit. Karena saat hendak menuruni pari tersebut di bawah banyak berkeliaran ular ular berbisa berbagai jenis.


“Aduh aku gak berani diq, aku takut sama ular…!” ucap Ihsan.


“Yasudah aku saja yang turun dan akan masuk bebaskan Arsyad dan Muksin.” Jawab Sidiq.


Kemudian Sidiq membalut kakinya dengan kain yang cukup tebal dari telapak kaki sampai ke pahanya. Kain yang sudah disiapkan dan direndam minyak tanah tersebut mengeluarkan aroma yang menyengat sehingga ular ular itu menjauhi kaki Sidiq.bahkan tetesan minyak itupun seakan menjadi sebuah garis jalan yang tidak satupun ular berani mendekati.


“Ternyata ular ular ini memang sangat takut dengan minyak tanah.” Batin Sidiq sambil pelan pelan berjalan menyeberangi parit tanpa air berisi ular tersebut. Namun saat sampai di ujung Sidiq kesulitan naik karena di jalur naik juga ditempati ular ular yang hendak berganti kulit. Ular ular itu menempel pada dahan dahan untuk melepas kulit lamanya setelah melakukan puasa sekitar empat puluh hari.


“Gawat nih, bagaimana menghadapi ular ular yang ada di atas tersebut. padahal satu satunya pegangan adalah dahan yang dipakai ular tersebut.” Batin Sidiq yang berhenti melangkah untuk mencari jalan keluar menghadapi Ular ular berbisa yang ada diatasnya tersebut.


“Mana kata ayah saat begitu bisanya juga sedang tinggi tingginya lagi.” gerutu Sidiq.


Sidiq yang kakinya dibungkus kain yang direndam minyak tanah itu sampai merasakan kakinya tidak nyaman. Sehingga membuka sedikit ikatan kain di kakinya tersebut agar darahnya bisa beredar dengan lancar.


Tiba tiba Sidiq mendapat ide, kain yang dilepas dari salah satu kakinya tersebut dijadikan alat untuk mengusir Ular ular yang berada di dahan dahan yang akan dijadikan pegangan oleh Sidiq.


Karena ular mencium aroma minyak tanah kemudian ular itu pun pergi menjauh. Kulit ular akan melepuh jika terkena minyak tanah, sehingga takut sekali dengan minyak tanah, itulah sebenarnya rahasia yang disampaikan ke Sidiq.


Tak lama kemudian Sidiq pun berhasil masuk ke tempat Muksin dan Arsyad setelah melumpuhkan satu penjaga lagi. Dan Muksin dan Arsyad pun diajak pergi keluar oleh Sidiq. Melalui jalur ular tadi. Awalnya keduanya takut namun tetap dipaksa oleh Sidiq mengikuti langkah kaki nya yang masih basah oleh minyak tanah tersebut.


Setelah Muksin dan Arsyad berhasil naik menemui Ihsan Sidiq Justru kembali ke ruangan khusus itu lagi.


“Iya Sidiq ngerti, Sidiq hanya mau membuat tanda saja tunggu sebentar.” Jawab Sidiq.


Dan beberapa menit kemudian Sidiq pun sudah kembali dan bersama Ihsan dan Arsyad.


“Selanjutnya bagaimana sekarang Diq ?” Tanya Ihsan.


“Kamu bertiga keluar dari tempat ini temui om Rofiq. Nanti jika melihat ada kebakaran suruh bawa mobil kesini untuk selamatkan Riska.” Jawab Sidiq.


“Kamu sendiri mau kemana ?” Tanya Ihsan.


“Mau selamatkan Riska tapi nunggu kode kebakaran dulu biar semua tepat waktu.” Jawab Sidiq.


“Ihsan maupun Muksin dan Arsyad tidak paham dengan maksut Sidiq namun mereka menuruti saja dan keluar menuju ke tempat Rofiq bersiaga dengan mobil yang akan digunakan untuk menjemput Riska nanti.


Sidiq sembunyi sembunyi ngintip jalanya pertandingan yang semakin seru dengan beberapa kali terdengar teriakan dan tepuk tangan dari anggota Padepokan.


“Kenapa mas Sidiq belum mampu membakar ruang itu yah, bagaimana ini ?” Ucap Jafar Berbisik sambil pura pura menyekap leher ayahnya agar bisa berbisik.


“Tunggu sebentar lagi, kalau begitu jalankan rencana kemarin. Gunakan lebur saketi, dengan sepertiga tenaga. Tendang ayah ke arah dupa besar itu, sekalian ayah akan lukai beberapa orang disana.” Jawab YAsin sambil pura pura melepaskan cekikan Jafar.


“Iya yah, nanti Jafar akan lempar ayah dengan belati ayah harus hindari agar belati itu mengenai salah satu orang yang ada disana.” Kata Jafar.


“Baiklah, sekarang bersiaplah ayah akan banting kamu.” Kata Yasin dan sejurus kemudian Yasin mengangkat tubuh Jafar dan membanting tubuh Jafar ke tanah.

__ADS_1


Semua kembali tepuk tangan dan menganggap Yasin si Jaka Gledek sudah berhasil mengalahkan Jafar. Namun begitu Jafar bangkit lagi semua kembali menjadi tegang.


“Sungguh anak muda yang luar biasa, sayang dia anak Yasin kalau bukan akan aku jadikan dia sebagai muridku.” Ucap ki Marto Sentono.


“Iya ya ki, tapi tampaknya Jaka Gledek pun gak sembarangan, dia masih unggul sementara ini ki. Tinggal menunggu Hasil akhirnya saja.” Kata Gede Paneluh.


“Tenang saja, kalau Jaka Gledek gak bisa segera mengalahkan anak muda itu maka Gandung Santosa kaka Jaka Santosa yang akan menghadapi anak itu. Dan aku akan gunakan aji welut putih untuk membantu Gandung nanti.” Ucap ki Marto Sentono.


“Guru,,, itulah ilmu yang digunakan anak muda itu hingga mampu mematahkan tanganku. Dan sekarang dia akan menggunakan untuk melawan paman Zain. Bagaimana Guru ?” Ucap Jaka Berteriak panik.


Sementara itu Yasin juga sudah mempersiapkan diri menghadapi serangan lebur saketi dari Jafar. Yasin melafadzkan doa doa perlindungan untuk membentengi diri dengan Aji Lembu sekilan nya.


Semua menjadi tegang menunggu hasil pertempuran tersebut akan seperti apa. Bahkan Kholis pun semakin tidak mengerti dengan rencana Jafar dan Ayahnya, kenapa sampai harus mengeluarkan ajian yang langka tersebut. Termasuk Sidiq sendiri ikut tegang melihat ayah dan adiknya berjibaku, meski hanya sandiwara saja tapi kesan nya seperti serius bertempur.


Sementara Gede Paneluh tiba tiba berteriak.


“Itu kan ajian Lebur Saketi milik nenek sakti musuh pamanku Joyo Maruto ?” Teriak Gede Paneluh yang ternyata mengenali ajian lebur saketi dari Jafar tersebut.


“Apa Lebur Saketi, Anak semuda itu sudah mampu menguasai ajian lebur saketi ?” Tanya ki Marto Sentono.


“Iya tidak salah lagi, anak itu sangat berbahaya. Aku harus bantu yang menjaga dupa dan membaca mantra tersebut. Agar kekuatan anak itu melemah.” Ucap Gede Paneluh yang langsung berlari hendak membantu tim pembaca mantra di bawah dupa besar persembahan


Dan saat itu bersamaan dengan Jafar melancarkan pukulan lebur saketi ke Ayahnya hingga terpental Jauh. Jafar yang memastikan ayahnya hanya sengaja terpental jauh bahkan melemparkan belati kearah ayahnya untuk dihindari. Karena yang diincar adalah salah satu orang pembaca mantra.


Namun diluar perkiraan Yasin justru menangkis lemparan belati Jafar tersebut dengan double stick yang dia siapkan. Sehingga membuat Jafar terkejut. “ Kenapa Ayah tidak menghindari saja, Jafar Yakin Ayah dapat menghindari.” Batin Jafar.


Pisau belati yang dilempar Jafar itu pun berbelok arah dengan deras menuju ke  arah Gede Paneluh. Sehingga tak ada Ampun, Gede Paneluh lah yang terkena belati tersebut dan menembus betis Gede Paneluh sehingga Gede Paneluh harus dipapah dibawa ke ruang pengobatan.


Jafar hanya tersenyum melihat akal ayahnya yang masih saja cerdik membuat sebuah trik. Dan sedetik kemudian Yasin pun menjatuhkan dirinya di kumpulan orang yang membaca Mantra. Serta Sempat menyenggolkan kakinya ke arah dupa besar persembahan yang mereka lakukan.


Para Penonton berteriak dan pembaca mantra pun bubar, bahkan ada satu orang yang sampai terluka kakinya karena tertimpa yasin yang memegang double Stick. Sementar doble stiknya yang menimpa kaki orang itu hingga nyaris patah.


Yasin pura pura berusaha bangkit, namun sengaja jatuh lagi menimpa pembaca mantra yang lain. Hingga seluruh pembaca Mantra itu pun bubar. Barulah Yasin benar benar berdiri tegak dan hendak menghampiri Jafar kembali. Dengan Double Stick di tangan yang sudah siap untuk dipergunakan menghadapi Jafar.


“Jaka Gledek, kamu istirahat sebentar biar Gandung Santosa yang menghadapi anak itu…!” Ucap ki Marto Sentono.


Orang yang bernama Gandung Santosa kakak dari Jaka Santosa pun Maju menghampiri Jafar. Yasin memberi kode ke Jafar agar mendekat ke tower air. Karena Yasin melihat ki Marto Sentono Sudah menggunakan Aji welut putihnya. Yasin pun segera membuka mata batinnya agar tetap bisa melihat keberadaan ki Marto Sentono.


Dan ternyata memang ki Marto Sentono mendekati Jafar secara diam diam. Ki Marto Sentono yang tidak kasat mata itu mendekati Jafar Pelan pelan dan tahu tahu sudah mendekap tubuh Jafar dengan erat. Sehingga Jafar tak mampu menggerakkan tangannya. Dan hal itu diketahui oleh Gandung Santosa, sehingga Gandung Santosa memukul kepala Jafar seperti sedang bermain main saja tanpa mendapatkan perlawanan sedikitpun dari Jafar….!?!


...Bersambung....


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


 


__ADS_2