
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Sidiq &Yasin Saling keluarksn racun...
“Jika memungkinkan istri Yasin kita culik dan kita jadikan anggota wanita dalam Pancamakarapuja. Jika tidak memungkinkan maka setelah acara itu kita tetap culik dan kita jadikan budak nafsu disini. Biar lebih menyakitkan ayah dan anak itu.” Ucap Wiratmojo.
Â
Semua tertegun dengan usulan Wiratmojo tersebut, dan semua berpikir memang jika hal itu terjadi pasti akan jauh menyakitkan daripada sekedar membunuh mereka semua…!?!
Â
“Ide gila Kang Wirat Tapi Gagak Seta suka dengar itu.” Kata Gagak Seta.
“Ah iya, kedengaranya seru kalau bisa begitu, apa perlu aku dan kakang Seta yang berangkat menculik kesana ? Asal ada yang nunjukin tempatnya. Bagi kami berdua tidak ada masalah.” Sahut Jaladara.
Â
“Tidak…kita harus fokus dengan Pancamakarapuja dulu.” Jangan sampai gagal karena masalah lain.” Jawab Ki Munding Suro.
Maka Semua hanya bisa menurut ketika Ki Munding Suro sudah bicara seperti itu.Semua disibukkan dengan kegiatan persiapan upacara Pancamakarapuja.
…..
…..
…..
Pak Lurah Broto bersama Istrinya dan Riska pun bersiap berangkat ke rumah Yasin. Namun sempat tertunda dengan kejadian Laras yang tiba-tiba.
“Mas Broto mau kemana kok sekeluarga ?” Tanya Laras.
“Mau menjenguk Pak Yasin, kata Riska baru sakit.” Jawab Ayahnya Riska.
“Mau ikut sekalian bulik ?” Tanya Riska.
“Boleh tapi ganggu gak nanti, Laras juga mau berterima kasih pada pak Yasin. Dulu beberapa kali menolong Laras dari maut, tapi belum sempat ucapkan terima kasih.” Ucap Laras.
“Yasudah cepat naik anak kamu dirumah gak papa sendiri ?” Tanya Pak Lurah Broto.
“Gak papa kok, ada yang jagain dia.” Jawab Laras.
Akhirnya Riska dan keluarga plus Laras pun meluncur ke rumah Yasin.
…..
Sesampainya di rumah Yasin keluarga Yasin pun sedang berkumpul setelah Yasin selesai di bekam oleh Tabib Ali sekalian merawat Sidiq.
“Assalaamu’alaikum…!” Sapa Pak Lurah Broto.
“Wa’alaikummussalam warahmattullah… eeh Pak Lurah, silahkan masuk Pak Lurah.” Jawab Yasin.
“Terrrimakasih Pak Yasin, bagaimana sudah sehat Pak ? Kata putriku Pak Yasin sakit ?” Ucap Pak Lurah Broto.
“Alhamdulillah Pak, sudah mendingan kok. Riska tahu dari mana kalau saya sakit ?” Tanya Yasin.
“Riska dengar dari Lita teman sekolah Riska Pak.” Jawab Riska.
“Tunggu nak… apakah Lita yang kamu Maksud itu adalah Dina Arlita anak saya ?” Tanya Arlita Fernando istri Tabib Ali.
“Iya Tante, kalau disekolah panggilanya Lita memang.” Jawab Riska.
“Owh begitu, nak Riska ini kan yang dulu pernah bertemu di Al-Huda Abi. Waktu ayahnya sakit itu, Abi masih ingat kan ?” Tanya Arlita pada Tabib Ali.
“Iya Mi, Abi ingat kok, bagaimana kondisi Pak Lurah apa sudah sehat juga ?” Tanya balik Tabib Ali ke Pak Lurah broto.
Dan suasana rumah Yasin pun semakin menjadi ramai saat itu. Obrolan dari beberapa orang dengan topik yang bermacam macam. Sampai akhirnya tanpa sengaja mereka menyebut nama Sidiq yang masih tertidur karena habis melawan Khodam Golok Hitam.
Sehingga Riska jadi kaget setelah tahu Sidiq pacarnya sedang sakit.
“Maaf Pak, jadi Mas Sidiq juga sedang sakit sekarang ?” Tanya Riska.
Yasin dan Fatimah baru sadar jika disitu ada Riska teman dekat Sidiq.
__ADS_1
“Owh iya, kalau Riska mau jenguk mari Umi antar ke kamar Sidiq bersama Umi, disana juga ada Jafar adiknya.” Jawab Fatimah.
“Boleh Umi ?” Tanya Riska.
“Ya kalau sama Umi gak papa kalau sendiri gak boleh lah.” Jawab Fatimah menggoda Riska.
Kemudian Fatimah mengajak Riska menemui Sidiq ke kamarnya, karena Sidiq memang masih lemah. Beradu tenaga dengan khodam Golok Hitam. Tenaga Sidiq hampir terkuras jika tidak segera diambil alih Jafar.p
“Sidiq… dicari Riska nih ?” Kata Fatimah.
“Lah kok kamu bisa kesini sama siapa Ris ?” Tanya Sidiq.
“Sama ayah ibuku, tadinya mau jenguk ayah kamu saja. Gak taunya kamu juga sedang sakit.” Jawab Riska.
“Mbak Riska duduk sisin saja Mbak, biar Jafar naik ke tempat tidur sambil mijitin Mas Sidiq.” Kata Jafar memberikan bangkunya kepada Riska. Sementara Fatimah duduk di tepi ranjang Sidiq.
p
“Makasih ya Jafar ?” Kamu juga bolos sekolah dong Jafar ?” Tanya Riska.
“Iya mbak, mungkin bisa sampai dua hari ini Jafar bolos sekolah.” Jawab Jafar.
“Cepat sembuh Mas Sidiq, biar bisa belajar kelompok lagi, kalau gak ada kamu jadi sepi.” Ucap Riska.
“Iya…paling juga besok sudah sembuh kok.” Jawab Sidiq.
Kemudian Riska pun bicara seperlunya dengan Sidiq dan segera kembali ke tempat orang tuanya ngobrol dengan Ayah Sidiq.
“Jadi aliran sesat seperti itu benar benar ada pak Yasin ?” Tanya Pak Lurah Broto.
“Betul Pak, saya sendiri heran jika ternyata sampai saat ini pun ternyata masih ada. Saya kira iu dulu sekedar sejarah saja, saat ini saya kira sudah tidak ada.” Jawab Yasin.
“Lalu apa yang harus kita lakukan Pak, untuk meminimalisir berkembangnya aliran sesat yang mengorbankan manusia tersebut  ?” tanya Pak Lurah Broto.
“Tidak ada cara lain kecuali kita bekerja sama dan selalu mengingat Sang Pencipta Pak. Karena hanya dengan benteng Iman segala bentuk kemaksiatan itu bisa diatasi.” Jawab Yasin.
Riska yang sedikit mendengar apa yang diobrolkan itu sampai bergidik. Semnetara Laras jadi ikut nimbrug bicara.
“Iya Mas Broto, Laras juga kan dulu pernah hampir jadi korban seperti itu. Kalau tidak di tolong Pak Yasin.” Sahut Laras.
“Sudahlah Laras, jangan diungkit lagi. Aku malah jadi malu kalau kebaikan diungkit begitu, takut malah jadi riya’ nanti.” Ucap Yasin.
Suasana hening sejenak,kemudian Pak Lurah Broto pun segera berpamitan untuk pulang. Dan pada saat itu juga Sidiq sudah bisa bangun setelah diurut oleh Fatimah dan Jafar tadi di kamarnya Sidiq.
“Sudah agak baikan kok Pak Lurah, tingga menunggu pemilihan saja.” Jawab Sidiq.
“Syukurlah, kalau begitu aku pamit dulu ya Sidiq. Jaga kesehatan ingat sebentar lagi kalian akan menghadapi Ujian kelulusan.” Ucap Pak Lurah Broto sebelum meninggalkan rumah Yasin.
RIska hanya berpamitan dengan senyumannya saat mengikuti langkah ayah ibunya. Sidiq pun hanya membalas senyum juga, menjaga image di depan Ayah Bundanya.
“Kalian Ayah dan anak mengalami hal yang bertolak belakang, antara Kang Yasin dengan Sidiq anaknya.” Ucap Tabib Ali.
Semua yang mendengarkan pun jadi bingung apa maksudnya.
“Bertolak belakang bagaimana Kang ali ?” Tanya Yasin pada Tabib Ali.
“Kang Yasin terkena Ilmu karang yang anti nya adalah Golok Hitam. Sedang Sidiq terkena asap Golok Hitam yang anti nya adalah Ilmu Karang.” Jawab Tabib Ali.
“Terus selanjutnya bagaimana ?” Tanya Yasin.
“Aku punya pemikiran kalian saling keluarkan tenaga untuk sama sama menghilangkan racun yang ada pada diri kalian masing masing.” Ucap Tabib Ali.
“Maksudnya Aku dan Sidiq anakku harus saling pukul ?” Tanya Yasin.
“Anggap saja itu sebagai latihan, tapi kalian harus mengeluarkan bobot pukulan yang sama. Agar tidak melukai masing masing.” Jawab Tabib Ali.
Yasin maupun Sidiq masih ragu untuk menjawab perkataan Tabib Ali. Namun Yasin tidak menaruh curiga karena sudah kenal dengan Tabib Ali lama.
“Selama Kang Ali siap untuk memberi arahan aku rasa gak masalah. Kamu bagaimana Sidiq ?” Tanya Yasin.
“Sidiq nurut sama Ayah saja, toh demi kebaikan kita juga Ya. Seperti saat di padepokan Ki Marto dulu saja.” Jawab Sidiq.
Yasin ingat ketika harus melawan Jafar dan Sidiq di padepokan Ki Marto untuk menyelamatkan Riska waktu itu. dan sekarang Yasin juga harus melawan Sidiq untuk saing mengeluarkan Racun. Namun tiba-tiba Jafar ikut bicara.
“Tunggu Yah, Mas Sidiq…!” Kata Jafar.
“Ada apa Jafar ?” Tanya Yasin.
“Menurut hemat Jafar harus ada yang mengatur aliran tenaga yang masuk ke Mas Sidiq dan Ayah agar bisa seimbang.” Jawab Jafar.
Semua terkejut mendengar pernyataan Jafar.
__ADS_1
“Anak cerdas, dan Paman Tabib rasa orang yang tepat memang kamu yang bisa menjembatani keduanya.” Jawab Tabib Ali.
“Maksud Kang Ali ?” Tanya Yasin.
“Kalian berdua menyerang Jafar, biar Jafar bertahan dengan lebur saketi nya. Dan Jafar yang akan mengalirkan tenaga dalam Yasin ke Sidiq dan sebaliknya biar seimbang.” Jawab Tabib Ali.
“Apa tidak membahayakan Jafar adik saya Paman Tabib ?” Tanya Sidiq.
“Tentu saja tidak dengan kekuatan penuh, tapi harus secara pelan dan terukur.” Jawab Tabib Ali.
“Jafar paham paman, nanti Jafar yang akan memberi aba aba bila salah satu dari Ayah atau Mas Sidiq harus menambah atau mengurangi tenaga.” Jawab Jafar.
Kembali semua jadi tercengang dengan kecerdasan Jafar seperti itu.
“Kamu Yakin bisa Jafar ?” Tanya Fatimah ibunda Jafar yang sedikit Khawatir Jafar dijadikan penjembatan antara Yasin dan Sidiq.
“InsyaAllah Bunda doakan saja Jafar tetap bisa mengendalikan.” Jawab Jafar.
“Satu lagi…Jafar harus memegang Golok Hitam itu sebagai media untuk menyerap tenaga dalam. Karena Sifat Golok Hitam yang menyerap energi tersebut. Kecuali Jafar sendiri yang tidak terpengaruh Golok tersebut.” Ucap Tabib Ali.
Maka mereka pun merencanakan untuk menghilangkan racun pada Sidiq dan Yasin malam hari setelah selesai mujahadah.
…..
Dan seusai Mujahadah Yasin, Tohari dan Tabib Ali menuju ke lapangan belakang rumah diikuti Sidiq dan Jafar.
“Mas Aku ikut ya ?” Teriak Wisnu yang penasaran pengen lihat proses pengobatan ala Tabib Ali tersebut.
“Iya boleh, tapi jangan berisik ya.” Kata Jafar.
“Iya Mas, Wisnu hanya pengen tahu saja.” Jawab Wisnu.
Sesampainya di lapangan Yasin bersama Sidiq dan Jafar mengikuti arahan Tabib Ali. Jafar diminta berdiri di tengah lapangan dan memegang Golok Hitam sementara Yasin dan Sidiq diperintahkan untuk menyerang Jafar yang memegang Golok Hitam secara bersamaan.
Yasin dan Sidiq pun mengambil ancang ancang untuk menyerang Jafar secara bersamaan. Yasin dan Sidiq oleh Tabib Ali diminta menggunakan Ajian yang sama yaitu Lembu sekilan. Dengan sedikit tenaga, dan nanti Jafar yang akan memberi aba aba siapa yang harus menaikan tenaganya.
Yasin segera bersiap, demikian juga Sidiq. Keduanya berdiri satu depa di samping Jafar yang sudah siap dengan golok Hitamnya. Kemudian dengan aba aba dari Jafar, Yasin dan Sidiq memukul Jafar dengan sedikit tenaga dalam.
Jafar yang sudah bersiap menerima pukulan tersebut tidak merasakan apapun, bahkan Yasin dan Sidiq yang justru merasa tersedot tenaganya. Karena Jafar memegang Golok Hitam yang bersifat menyedot tenaga dalam Lawan.
Sifat Golok Hitam seakan berpindah ke Sidiq dan menyedot tenaga Yasin dan Sidiq. Sampai berpengaruh pada Golok Hitam yang di pegang Jafar. Golok Hitam itu seperti mengepulkan asap ipis dan lama lama menjadi memerah dan mebara Golok Hitam tersebut. Sebagai pertanda jika Khodam Golok tersebut merasa terusi.
”Mas Sidiq tambah sedikit tenaga kamu !” Ucap Jafar.
“Aku merasa tenagaku tersedot.” Kata Sidiq.
“Makanya tambah tenaga biar sama dengan Ayah, baru nanti Mas Sidiq bisa saling mengeluarkan racun dalam tubuh Mas Sidiq dan Ayah.” Jawab Jafar.
Sidiq pun menambah kekuatan untuk menyamakan tenaga dalam yang dikeluarkan Yasin Ayahnya.
Tampak Golok Hitam pun semakin mengepul dan semakin membara seakan itut menerangi tempat tersebut. Jafar terus memberikan aba aba pada Yasin Dan Sidiq untuk menyamarkan tenaga yang dikeluarkan
“Aku semakin tersedot tenagaku,” Kata Sidiq.
“Ayah yang harus turunkan tenaga.” Jawab Jafar.
Yasin pun menurunkan tenaga yang dikeluarkan untuk mengimbangi Sidiq yang masih terluka tersebut.
Dan setelah keduanya seimbang dalam mengeluarkan tenaga maka Golok Hitam pun bereaksi menjadi semakin merah menyala.
Hingga pada akhirnya Yasin dan Sidiq sama sama seperti terdorong ke belakang beberapa langkah dan terjatuh di tanah...???
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
Â
Â
Â
Â
__ADS_1
Â
Â