
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Yasin dan Farhan bantu keluarga Riska...
Kami pun langsung berlari menuju sumber suara. Pak Lurah Broto ikut berteriak, melihat istrinya tak sadar dan nafasnya tersengal serta matanya melotot...!?!
"Bagaimana ini pak Yasin?" Tanya Pak Lurah Broto panik.
Dalam pandangan batinku aku melihat sosok hitam bercelana pendek tanpa baju. Rambut gimbal panjang bertaring dan bola matanya besar merah menyala.
"Maaf Pak Lurah, boleh saya mendekati istri bapak?" Tanyaku hati hati.
Pak Lurah Broto memberi isyarat memperbolehkan aku mendekat.
Kemudian aku menegur makhluk yang mencekik istri Pak Lurah Broto dengan Bahasa batin.
"Jangan ganggu bangsa kami manusia, pergilah. Dunia kita berbeda, aku tahu kamu Jin kiriman. Pergilah, keluarga ini dalam proses Taqorub ilallah." Tegur ku pada makhluk itu.
"Ghhhrrrr.... Aku diminta menempati jasad ini. Jangan ikut campur." Ucap makhluk itu.
Meski yang lain tak mendengar, tapi aku cukup jelas mendengar dengan menyamakan frekuensi.
"Ghhhrrrr... Aku sudah terima sesaji, jadi harus masuk ke jasad ini." Jawab sosok tersebut.
"Jangan salahkan aku kalau begitu." kataku.
Kemudian aku membaca ayat ayat ruqyah, untuk mengusir makhluk tersebut. Sampai akhirnya dia kepanasan dan lari.
Namun kondisi istri Pak Lurah Broto belum siuman. Walaupun sudah tidak melotot lagi. Kemudian aku meminta air putih dan menjadikan media untuk menyadarkan istri Pak Lurah Broto.
Setelah selesai, aku meminta Pak Lurah Broto yang meminumkan dan mengusap wajah istrinya dengan air tersebut.
Sampai akhirnya tersadar, dan bercerita jika m)impi di datangi makhluk yang menakutkan. Sehingga merasa dicekik lehernya.
"Banyak berdoa ya bu, agar tidak terganggu lagi." Ucap ku. Kemudian mengajak Farhan keluar dari ruang privasi Pak Lurah tersebut.
Aku dan Farhan kembali ke ruang tamu dan bicara serius.
"Tampaknya keluarga ini butuh perlindungan khusus mas. Tapi Farhan bingung kenapa keluarga ini diincar oleh musuh musuh mas!?! " Tanya Farhan.
"Aku merasakan musuh sengaja membuat banyak kekacauan. Agar memecah konsentrasi kita, kemudian akan menyerang di saat kita sedang lengah." jawabku pada Farhan.
"Lalu apa rencana mas Yasin menghadapi mereka?" Tanya Farhan.
"Pertama jelas tingkatkan kewaspadaan, kemudian membalas serangan mereka yang sporadis dengan mengejutkan. Untuk membuat mereka kaget, sehingga hentikan kekacauan dimana mana." Jawabku.
Tiba-tiba Pak Lurah Broto datang dan memberitahu jika ada hal aneh pada Istrinya.
"Maaf Pak Yasin dan Pak Farhan, kenapa istri saya selalu mengatakan mau pulang. Padahal berada di rumah sendiri ?" Pak Lurah Broto langsung bertanya.
"Coba saya ajak dialog dulu ya Pak Lurah." Jawabku.
__ADS_1
kemudian aku meminta Farhan untuk kembali memanjatkan doa. Farhan yang lebih paham dariku soal seperti ini.
Maka Farhan pun menuju Mushola keluarga Pak Lurah Broto. Sementara aku dan Pak Lurah Broto kembali menjenguk istri Pak Lurah Broto yang di tunggu Riska.
"Antar aku pulang, aku gak betah disini." ucap istri Pak Lurah Broto.
"Dari tadi begitu terus pak, minta dianterin pulang." Kata Pak Lurah Broto menjelaskan kondisi istrinya.
"Sebelumnya mohon maaf Pak, jika nanti saya terpaksa harus menyentuh istri Pak Lurah. Tampaknya memang itu bukan kemauan Bu Lurah sendiri." Jawabku.
"Tidak apa Pak, saya percaya niat bapak bukan kurang ajar." Jawab Pak Lurah Broto.
Hal pertama yang aku lakukan adalah melafalkan adzan dilanjutkan Iqomah dengan suara pelan.
Bu Lurah menjerit-jerit saat aku melantunkan adzan.
Sampai tubuhnya harus dipegangi oleh Pak Lurah Broto dan Riska karena berontak mau lari.
Aku terus melantunkan adzan sampai selesai dilanjutkan Iqomah. Kemudian baru mengajak dialog sosok yang merasuki istri Pak Lurah Broto.
"Assalamu'alaikum...! " Sapa ku pada Bu Lurah yang jasadnya dikuasai Jin.
Tidak ada Jawaban, bahkan pandangan mata Bu Lurah memancarkan rasa tidak suka padaku.
"Ngapain kamu di dalam kamar pribadiku?" Tanya Bu Lurah.
" Bu, itu Ayah nya mas Sidiq yang nolongin ibu tadi." Ucap Riska menjelaskan.
"Tidak, aku gak butuh pertolongan orang seperti itu. Suruh dia segera pergi, tamu tidak sopan masuj ke kamar pribadiku." Jawab Bu Lurah.
"Ibu gak boleh begitu, ibu tadi sakit beliau yang menolong." Ucap Riska.
Aku terus melantunkan doa doa semampuku. Tidak pedulikan apa pun ucapan Bu Lurah Broto yang bukan atas kehendak dirinya.
"Aaaa sakit... panaaass pergi kamu laki-laki biadab tidak tahu sopan masuk kamar orang seenaknya. Dasar memang laki-laki buaya mata keranjang...!" kata kata Bu Lurah tidak berlanjut.
Aku terpaksa memegang tangan kanannya dan menekan sela sela jar telunjuk dan ibu jarinya.
Bu Lurah berteriak kencang, bahkan umpatan buruk dan kasar keluar semua. Sampai Riska dan Pak Lurah Broto hendak membungkam mulut Bu Lurah Broto.
"Jangan dibungkam Pak, biarkan saja, saya tahu itu bukan kehendak Bu Lurah sendiri." Kataku.
"Tapi saya malu Pak, Pak Yasin dikata katakan kasar begitu." Ucap Pak Lurah Broto.
"Gak masalah Pak Lurah, itu tandanya Jin yang merasuki Bu Lurah tidak betah dan mau keluar." Jawabku.
Dan beberapa saat kemudian, tubuh Bu Lurah mengejang badannya terangkat bagian perut. Sampai akhirnya lemas dan Jatuh kembali. Bersamaan dengan jeritan yang dalam dari Bu Lurah Broto. Setelah itu Bu Lurah Broto pun pingsan sesaat.
Bu Lurah merasa kecapean karena tidak sadar tubuhnya digerakkan oleh Jin Khodam Jahat.
Beberapa detik kemudian baru Bu Lurah Broto sadar. Dan kaget melihat keberadaan ku di kamarnya.
"Riska, Pak...? Kok ada Pak Yasin di kamar kita?" Ucap Bu Lurah. Kali ini adalah benar-benar Bu Lurah yang Asli.
"Maaf saya sudah lancang Bu Lurah Broto. Tadi ibu pingsan dn Pak Lurah Broto minta tolong saya untuk sembuhkan ibu." Jawabku.
Kemudian Pak Lurah Broto dan Riska ikut menjelaskan. Dan Bu Lurah baru bisa mengerti duduk permasalahan yang terjadi.
Aku segera ijin keluar dari kamar pribadi Pak Lurah dan Bu Lurah Broto. Melihat Bagaimana Farhan di Mushola keluarga Pak
__ADS_1
Aku lihat Farhan seperti sedang menahan gempuran supra natural. Aku segera membantu Farhan ikut membaca doa doa khusus.
Aku mulai merasakan aura negatif ditempat itu. semakin lama semakin kuat.
"Tingkatkan doa ke Hizib Nashor mas! " kata Farhan.
Aku pun membaca Hizib Nashor dan tampak Farhan sedang berusaha mengembalikan Khodam Khodam kiriman tersebut.
Dan beberapa saat kemudian Farhan terdorong sedikit ke belakang. Untungnya bisa aku tahan.
"Sudah selesai kan, aura negatifnya kurasa sudah pergi." kataku.
"Alhamdulillah, sudah mas dan lawan yang mau pasang khodam saat ini mungkin sedang terluka." Ucap Farhan.
"Syukurlah, yang penting kamu gak papa. biarin kalau musuh yang terluka.
Flashback Off
.....
.....
.....
Author POV
Sampai tengah malam Kala Srenggi dan Otang belum juga kembali ke markas persembunyian Ki Marto.
Ki Bujang sangat Gelisah Muridnya si Otang belum juga kembali.
"Kenapa tadi tidak bersama aku saja si Otang." Gerutu Ki Bujang.
"Kita tunggu sampai besok pagi, jika belum kembali kita cari di sekitar Lokasi pertempuran mereka." Kata Ki Marto Sentono.
"Jika terjadi sesuatu pada Otang, aku tidak peduli lagi, begitu berjumpa dengan anak anak itu akan langsung pukul mereka dengan Gundolo Sosro." Ucap Ki Bujang
"Baiklah, jika itu terjadi, bahkan jika perlu kita perang secara terbuka. Sambil menunggu Ki Gede Paneluh Sembuh. Dan menunggu kehadiran Ki Munding Suro.
Kembali mereka membuat kesepakatan untuk menyatukan dan mengumpulkan semua kekuatan yang ada serta menentukan strategi ...!?!
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
Note :
Mohon maaf, kali ini part pendek dulu.
InsyaAllah episode berikutnya part panjangnya.
🙏🙏🙏
__ADS_1