Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Gede Paneluh dan Jalu utus wanita rusak rumah tangga Yasin


__ADS_3

...Gede Paneluh dan Jalu utus wanita rusak rumah tangga Yasin...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


"Owh...begitu, tapi om yakin kamu bisa melakukan serangan juga Jafar. Kamu memang pantas jadi anak Yasin sangat sportif dan tidak punya niat membuat lawan tanding jatuh. Sekali lagi om mau lihat kamu menghadapi Shuriken dengan tongkatmu, tapi kali ini om gunakan shuriken asli Ninja, waspadalah Jafar jangan sampai kamu terlukaโ€ฆ!โ€ Ucap Steve kepada Jafarโ€ฆ.!


Dengan tenang Jafar menerima ujian dari Steve menghindari dan menangkis shuriken atau senjata lempar Ninja.


Jafar tahu betul kapan harus menangkis dengan tongkat nya dan kapan harus menghindarinya. Sehingga Hal itu membuat Steve kagum pada Jafar.


Waktu yang hanya sepersekian detik, dapat di gunakan Jafar untuk menentukan menghindari atau menangkis senjata lempar dari Steve.


Dan itu bukan lagi merupakan faktor 'Otak' atau kecerdasan saja. Melainkan sebuah naluri seorang Pendekar menentukan dan memutuskan sebuah tindakan yang tepat.


Di samping tetap menggunakan kecerdasan untuk berimprovisasi, dalam menghadapi jurus jurus lawan yang beraneka ragam.


Dan hal itu semua dimilik oleh Jafar, Cerdik, Cerdas dan reflek atau nalurinya kuat.


" Cukup Jafar, kamu memang hebat Om yakin kamu bisa kalahkan Lady Ninja itu." Ucap Steve.


Terimakasih om, berkat arahan dari om Steve Jafar tahu kelebihan dan kekurangan seorang Lagu Ninja." Jawab Jafar.


Kemudian Steve pun mengajak Jafar dan Kholis kembali menemui Yadin Ayah Jafar.


Dan sesampainya di tempat Yadin melatih santri dan santriwati Al- Huda, Steve mendekati Yadin dan memberi hormat ala Pendekar.


Yasin pun menghentikan melatih dan membubarkan para santri untuk istirahat dulu.


Bagaimana saudara Steve, hasil pengamatan kaku pada Jafar anakku? " tanya Yasin.


"Luar biasa Saudara Yasin, anak saudara yang bernama Jafar tidak akan butuh waktu lama untuk mengalahkan Lady Ninja tersebut.


" Kamu yakin Saudara Steve?" Tanya Yasin masih ragu.


"Steve yakin sekali, Jafar tahu kapan menghindar dan kapan harus menangkis. Bahkan tahu berapa besar kekuatan yang harus dikeluarkan. Geram bagaimana untuk menghindar dan sebagainya." ucap Steve pada Yasin.


Kemudian Yasin pun kembali melanjut melatih anak-anak Santri. Sampai dengan waktu yang telah disepakati. Setelah itu Yasin pun segera berpamitan untuk pulang.


Dalam perjalanan pulang Yasin mengajak Steve untuk mencari jejak jejak Lady Ninja dengan kemampuan yang di miliki oleh Steve.


Steve memiliki kemampuan mendeteksi keberadaan Ninja karena sesama Ninja juga. Sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama. Steve pun dapat menemukan lokasi persembunyian Mutsashi selama ini.


Dan Steve pun mengajak Yadin untuk sekalian mengamati rumah persembunyian Mutsashi tersebut.


Hanya dengan beberapa kali lompatan Steve dan Yadin sudah berada di halaman rumah Mutsashi.


Susana tampak sepi, seperti tidak berpenghuni.


"Hati hati kondisi seperti ini biasanya kita justru sedang diintai dari dalam." Ucap Steve.


Belum lagi Steve selesai bicara Yasin merasakan desiran angin yang berbahaya. Dengan cepat Yasin bergeser ke samping, demikian juga dengan Steve.


Dan dua buah senjata rahasia lewat di samping Steve dan Yasin. hanya beberapa centimeter dari tubuh mereka berdua.


Kemudian Yasin mengambil sebatang kayu untuk dijadikan senjata. Dengan batang kayu tersebut dijadikan senjata untuk melindungi diri masuk ke rumah tersebut,


Dan sampai di depan pintu dengan sekali Dobrak Yasin berhasil membuka pintu rumah tersebut.


Namun sudah disambut dengan tebasan pedang katana Mutshashi.


untunglah Yasin sudah terlatih menghadapi hal begitu. Sehingga dengan mudah mengindari tebasan pedang Mutsashi bahkan berhasil memukul Mutsashi hingga pedangnya terjatuh.


Dan sejurus kemudian Yasin sudah berhasil menodongkan barang kayunya ke leher Mutsashi. sehingga Mutsashi tidak bisa bergerak lehernya tertekan senjata Yasin.


Dan Steve pun kemudian muncul dengan segera ikut menodongkan senjatanya ke Mutsashi.


"Yuki hon no teki yasuinde WA nai shikasi Rahardiano-ka. " ucap Steve menjelaskan jika musuh klan yuki bukan Yasin tapi Rahardian.

__ADS_1


"Shikasi Yasuinde wakil echi dai nashi ni shinushita." Jawab Mutsashi. Bilang Yasin merusak markas mereka.


"Yuki WA Yasuinde to hei wadeshu watashiwa shoinedesu." Steve menjelaskan jika Yuki dan Yasin sebenarnya sudah damai dan Steve berani bersaksi.


"Anata WA Taiyo Shin no namae O chihau koto O aete Shima suka? " Mutsashi meminta Steve megucap sumpah atas nama Dewa bersama Mutsashi jika Yuki sudah damai dengan Yasin.


"Haik...! " ucap Steve.


Kemudian keduanya duduk berhadapan dan saling memberi hormat. Beberapa saat kemudian Steve mengucap sumpah kemudian di ikuti oleh Mutsashi.


"seperti orang melakukan mubahalah. " pikir Yasin.


Setelah keduanya selesai melakukan sumpah, Mutsashi mendekati Yasin.


"Aku sudah saking bersumpah, jadi aku mohon kembalikan pedang kami. Atau kita buat urusan baru lagi." ucap Mutsashi.


"Baik besok aku kembali kan ke sini." jawab Yasin.


"Bukan begitu saudara Yasin, tapi dia yang akan ambil ke rumah kamu. di tempat kalian kemarin bertempur. Dan dia akan merebut dari tangan kamu. " ucap Steve.


Yasin jadi bingung dengan kemauan Mutsashi itu. Tapi mau memberi alternatif lain juga gak tahu.


"Maksudnya bagaimana Saudara Steve, aku gak paham. ?!? " Ucap Yasin.


"Gak papa hanya permainan kecil saja, ikuti saja kemauan dia besok." Ucap Steve sambil Senyum.


Mereka pun akhirnya kembali ke rumah Yasin dan Fatimah sudah menunggu dengan cemas.


"Dari mana saja sih mas kok jam segini baru sampai?" ucap Fatimah.


"Tadi sekalian mencari markas Lady Ninja bersama Steve. Dan sekalian menjelaskan jika aku dan Yukimoto dulu sudah berdamai." Jawab Yasin.


"Terus...?" Tanya Fatimah.


"Udah beres semua, tadi dia angkat sumpah dengan Steve!" jawab Yasin.


"Isi sumpah nya apa?" tanya Fatimah lagi.


"Ya gak tahu lah pakai bahasa Ninja sana!?! " Jawxb Yasin.


" iya, masak pakai bahasa Jawa atau bahasa Arab." kata Yasin.


"Yee segitunya jawabnya." Gerutu Fatimah.


Yasin hanya senyum puas bisa menggoda istrinya, begitulah percakapan mereka sehari hari. kalau gak bercanda ya saking ledek.


Malam itu Steve dan Ponco tinggal di rumah Yasin. Dan mereka mengisi waktu untuk ngobrol hingga menjelang pagi. Dengan topik pembicaraan yang tidak jelas sekedar obrolan ringan pelepas kangen antar sahabat.


.....


Sementara Gede Paneluh dan Jalu sudah mendapatkan wanita yang akan diutus untuk menghancurkan Yasin dari dalam.


"lusy... kamu harus bisa berpura-pura lembut, sehingga bisa masuk ke rumah Yasin. lumayan kamu bisa dapat cowok ganteng." Ucap Jalu.


"Yang penting bayaran nya, cowok tiap hari selalu dapat berbagai macam." ucap lusy.


"Tenang saja, Doble bunus kalu kamu bisa berhasil nanti." ucap Jalu.


Sementara Gede Paneluh memberikan arahan pada Lusy agar Yasin terjebak Melakukankan 'Mo Limo'.


Lusy yang memang cukup profesional dalam bidangnya tersebut PD bisa melakukan tugasnya dengan mudah. Karena belum tahu siapa dan bagaimana Yasin, sehingga beranggapan Yadin seperti laki laki pada umumnya yang dia jumpai.


Gede Paneluh mengatur Strategi agar Lusy bisa masuk ke rumah Yasin. Dengan cara Lusy pura pura akan diperkosa saat Yasin melintasi jalan. Gede Paneluh yakin jika Yasin akan menolong Lusy. Setelah itu adalah kewajiban Lusy untuk berusaha masuk ke rumah Yasin.


Mulailah Gede Paneluh menyelidiki jalur jalur yang biasa dilewati Yasin dan melakukan aksinya.


.....


.....


.....


"Jalur ini cukup sepi, dan selalu dilewati Yasin jika dia keluar rumah mau menuju ke Pesantren anak anaknya." Ucap Gede Paneluh.


"Lantas siapa yang akan berperan memperkosa Lady nanti?" Tanya Jalu.

__ADS_1


"Kita cari orang, jika perlu minta tolong orang orang ki Narto Sentono. Toh kita punya tujuan yang sama untuk balas dendam pada Yasin." Jawab Gede Paneluh.


"Iya juga ya, kemarin Jalu juga sudah menghubungi Jaka Santosa dan sudah buat komitmen. Apa perlu Jalu minta tolong Jaka kakang?" Tanya Jalu.


"Sudah semestinya kita bersatu, agar pekerjaan jadi lebih mudah. Kamu hubungi Jaka untuk siapkan orang aku panggil Lusy nanti sore kita amati aksi mereka dari kejauhan." Kata Gede Paneluh.


Jalu pun segera pergi menghubungi Jaka Santosa, sementara Gede Paneluh memanggil Lusy untuk bersiap memainkan peran menjebak Yasin.


.....


Di saat yang sama, Yasin bersama Steve dan Ponco sedang berembuk menanti kehadiran Mutsashi yang akan mengambil pedang Katanya.


"Apa yang harus aku lakukan nanti jika bertemu Lady Ninja tersebut saudara Steve." Tanya Yasin.


"Berikan tantangan pada Lady Ninja tersebut yang sekiranya bisa dia lakukan. Dengan taruhan pedang itu, tapi ingat harus yang sekiranya dia mampu." ucap Steve.


"Kalau ternyata dia tidak mampu bagaimana?" tanya Yasin.


"Bersiaplah melihat dia Hara kiri dihadapan kamu saudara Zain." Jawab Steve yang membuat Yadin jadi merinding. Tak kuasa membayangkan jika harus melihat seorang wanita bunuh diri dihadapan matanya.


"Tantangan apa yang Harus aku berikan kali begitu?" Tayang Yasin.


"Kemarin sudah kukatakan, dia ahli senjata lempar. Beri dia tantangan seputar keahlian dia. Karena dia gak tahu jika saudara Zain pun tahu dia Shuriken Ninja." Jawab Steve.


"Aku ada ide, bagaimana jika agar tidak tampak mudah dia ditantang duel tangan kosong. baru diberi tantangan lain seputar keahlian dia dengan senjata lempar?" usul Ponco.


"Boleh juga, tapi siapa yang akan hadapi Lady Ninja itu dengan tangan kosong?" Tanya Steve.


"Aku tetua,,, aku rasa kemampuanku dengannya seimbang. Jadi jika aku sedikit mengalah tidak akan ketahuan." jawab Ponco.


"Masuk akal juga usulan kamu saudara Ponco. Tapi apa kamu tidak akan merasakan sakit nanti?" Kata Yasin.


"Tidak masalah saudara Zain, sekedar pukulan tangan kosong tidak akan berbahaya." Jawab Ponco,


"Bagaimana saudara Steve menurutmu?" tanya Yasin.


"Aku setuju pendapat saudara Ponco, tidak terlalu bahaya jika hanya tangan kosong. Tubuh Ponco cukup kuat menerima pukulan tangan kosong Lady Ninja tersebut." Ucap Steve.


"Baiklah atur saja, dan tantangan berikutnya, aku akan lempar kan tiga buah batu ke atas. Lady Ninja itu harus melempar tiga batu tersebut dengan sekali pukulan. Saya rasa itu tidak mudah, namun bagi ahli senjata lempar akan terasa mudah. Seperti saat aku menghadapi si pisau terbang yang dengan mudah melemparkan empat pisau sekaligus ke empat titik yang searah." Kata Yasin mendapatkan ide tantangan.


"Bagus Sekali itu, memang itu keahlian Shuriken Ninja." Sahut Steve.


"Kalau begitu, kita tunggu kedatangan Lady Ninja itu nanti malam. semoga Purnama tidak tertutup mendung." Ucap Yasin.


"Tenanglah saudara Zain, meski mendung Lady Ninja itu bisa merasakan desiran batu yang kamu lempar. Dan akan mudah baginya melempat batu batu yang kamu lemparkan dengan senjata nya." Jawab Steve.


"Kalau begitu sekarang aku tinggal dulu, kalian nikmati saja melatih dua anak diriku di sini. Aku akan jenguk Sidiq anakku sekaligus melatih gerakan jurus di sana." kata Yasin.


Dan Yasin pun segera berangkat ke Pondok Al- Hikmah.


.....


Di tengah perjalanan, saat Yadin melintasi area perkebunan yang cukup sepi. Tiba tiba Yadin mendengar teriakan seorang wanita.


Naluri seorang pendekar Yasin menghentikan laju motor nya mencari Arah suara wanita tersebut.


Dengan berjalan meninggalkan motornya Yasin mendekati arah Suara tersebut. Dan betapa kagetnya Yasin, mendapati wanita yang nyatid telanjang dan akan diperkosa oleh tiga orang lelaki.


Tanpa bicara Yadin pun menendang ketiga lelaki tersebut. Si wanita yang ketakutan pun langsung mendekati dan memeluk Yadin datang belakang.


"Tolong saya mau diperkosa oleh orang orang itu." teriak wanita itu, yang belum membetulkan pakaiannya iyang terbuka dan memeluk tubuh Yadin dari belakang.


"Lepaskan dulu mbak, biar orang orang itu aku beri pelajaran...!" kata Yasin berusaha melepas pelukan wanita tersebut.


Yadin merasa risih, karena wanita tersebut nyaris tubuh atasnya tidak tertutup sama sekali. Kemudian melepaskan Jaketnya dan disuruh memakai wanita tersebut...!!!


...Bersambung....


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...

__ADS_1


...๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™...


__ADS_2