Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Sidiq ikut dilatih Yuyut


__ADS_3

Reader tercinta


Author coba perbaiki dan kurangi typo.


Mohon koreksinya di kolom komentar.


Terimakasih.


...🙏🙏🙏...


Selamat membaca


...........


Aku orang tuanya tidak mengijinkan.” Ucap Yasin.


“Tapi aku sudah dapat restu.” Jawab sosok itu.


“Restu dari siapa ?” Tanya Yasin.


“Restu dari aku....!” jawab sosok lain yang membuat Yasin semakin kaget.


“Yuyut....???” seru Yasin kemudian.


“Kenapa kamu melarang Jafar ?” Tanya Yuyut.


“Dia masih terlalu kecil Yuyut, saya kasihan sama Jafar kalo pagi kelelahan.” Jawab Yasin.


“Kamu pikir Yuyut mau celakakan Jafar ? Ini juga demi dia karena kamu sudah waktunya untuk berdiam diri sebentar lagi biar anak anak kamu yang bergerak.” Kata Yuyut Siti Aminah.


“Tapi Yut ?”


 Kata kata Yasin di potong Yuyut.


“Tidak usah tapi tapian, Yuyut juga sekalian mau panggil anak kamu Sidiq sekarang.” Jawab Yuyut.


Sesaat kemudian kudengar Yuyut membaca tawasul dengan urutan lengkap dan terakhir kali dikhususkan buat Sidiq anak Yasin.


“..........ila khususuon ruh wal jasady Sidiq Sekartaddji bin Ahmad Sidiq........... “ kemudian membaca doa


........ ikhroj fi buyutika......


Dan tak lama kemudian aku lihat Sidiq juga keluar rumah sama dengan Jafar tadi dalam posisi mata terpejam. “ owh ini rupanya yang digunakan Yuyut untuk memanggil Jafar selama ini, pantas saja Jafar merasa seperti mimpi. Padahal ini bukan sekedar mimpi, tapi real terjadi Jafar dilatih kanuragan oleh Yuyut. Dan di bantu sosok yang bernama Ahmad Muhammad tersebut.” Kata Yasin dalam hati.


“Kamu tidak usah khawatir, kedua anak lelakimu ini akan aku didik, dan khusus Sidiq akan aku latih kesabaran biar gak seperti ayahnya. Untung saja Jafar gak ngikutin sifat kamu yang keras kepala…!” ucap Yuyut Siti Aminah membuat Yasin jadi terdiam.


“Iya yut…!” jawab Yasib singkat.


“Sudah kamu sekarang masuk rumah gak usah khawatirkan anak anak kamu !” perintah Yuyut Siti Aminah.


Yasin gak punya pilihan lain kecuali mengikuti kata kata yuyut Siti Aminah, masuk rumah dan meninggalkan kedua anaknya dilatih kanuragan okeh Yuyut Siti Aminah.


Yasin yang mau menceritakan kejadian itu dengan Fatimah istrinya tidak jadi melihat istrinya tidur dengan pulas. Sehingga dia lebih memilih untuk ikut tidur disamping istrinya.


*****


Yasin POV


Aku dibangunkan Fatimah menjelang subuh.


“Mas udah hampir subuh, katanya mau begadang ngawasin Jafar ? kok malah tahu tahu tidur disamping Fatimah sih ?” Tanya Fatimah Istriku.


“Udah semalam aku ikutin Jafar keluar rumah, bahkan gak hanya Jafar bahkan semalam Sidiq juga dipanggil keluar oleh Yuyut.” Jawabku malas malasan masih ngantuk.


“Maksutnya dipanggil Yuyut bagaimana mas  kok Sidiq juga ikut keluar Fatimah malah jadi bingung ?” Tanya lanjut Fatimah.


“Nanti saja aku ceritakan, bikin kopi dulu gih, biar mata gak lengket…!” jawabku pada Fatimah.


“Iiih dasar bilang saja minta kopi gak usah alasan buat menunda cerita tentang anak.” sahut Fatimah dongkol. Sambil berjalan ke dapur memasak air buat nyeduh kopi.


Aku pun ikutan bangun dan segera menuju ke kamar mandi.


“Wudhu sekalian sholat napa mas dari pada Cuma ngopi doing !” ucap Fatimah.


“Kalo gak ngopi dulu mata ngantuk banget jadi malah gak konsen sholat nanti.” Kilahku pad Fatimah.


“Wah dasar, punya suami tukang berdalih susah di ingetin.” Ucap Fatimah menyindirku.


Aku memang punya kebiasaan begitu, kalo bangun langsung ngopi sebelum solat malam, bahkan gak mesti solat malamnya tapi ngopinya pasti. Kadang juga di tegur Fatimah, kalo bangun Cuma ngopi tapi ga solat malam.


Tapi aku beralasan supaya gak di anggap wajib, jadi kadang kala gak melakukan solat malam membedakan yang sunah dan yang wajib, jawabku.


“Nih mas kopinya ! sekarang ceritakan apa yang terjadi semalam !” pinta Fatimah padaku.


Aku menyeruput kopi lebih dahulu sebelum memulai cerita, dan tentu saja menyalakan rokok, gak enak ngopi tidak sambil merokok kata orang orang dan kataku juga.


Kemudian aku mulai menceritakan dari awal melihat Jafar bangkit dan keluar dalam posisi mata terpejam. Kemudian bertemu dengan sosok yang bernama Ahmad Muhammad sampai dengan kedatangan Yuyut Siti Aminah. Serta sampai kedatangan Sidiq dengan posisi juga mata terpejam seperti tidur. Kemudian yuyut menyuruhku kembali masuk kerumah. Karena Sidiq dan Jafar akan dilatih Kanuragan oleh yuyut.


“Lah apa gak bahaya jika Sidiq juga dilatih, karena Sidiq mewarisi sifat keras kamu mas ?” ucap Fatimah.


“Insya Allah gak, kata Yuyut khusus Sidiq akan dilatih kesabaran. Tapi gak kamu gak Yuyut kalo ngomongin aku selalu begitu sih. padahal aku juga gak keras keras amat sama orang ?!?” kataku pada Fatimah.


Fatimah hanya tertawa mendengar jawabanku, membuat aku jadi sedikit dongkol.


“Yang menilai itu orang lain mas, bukan diri sendiri. Mungkin menurut mas gak keras tapi kalo menurut orang lain keras ya harus introspeksi lah.” Jawab Fatimah.

__ADS_1


 “Aah kamu ini bisanya ngejek aku terus !” gerutuku ke Fatimah.


“Gak gitu juga kali mas, Fatimah hanya mengingatkan saja kalo ma situ perlu lebih menahan diri. Mungkin seperti Sidiq juga dia merasa dirinya tidak terlalu keras. Tap kan orang lain yang menilai dia keras karena memang Sidiq itu keras. Maaf sidiq juga anak kita, tapi ini hanya sebagai gambaran buat kamu saja mas.” Jawab Fatimah.


Aku jadi berpikir, bener juga kata Fatimah istriku itu, mungkin aku merasa kalo sikapku biasa saja tapi orang lain yang menilai aku terlalu keras. Baiklah memang ada baiknya jika aku harus introspeksi diriku sendiri.


“iya deh, aku akan mencoba lebih bersabar sekarang.” Jawabku pada Fatimah.


“Nah gitu dong mas, terus bagaimana dengan sidiq dan jafar semalam ?” Tanya Fatimah.


“Gak tahu, aku disuruh masuk ke rumah lagi sama Yuyut. Tapi ternyata di belakang rumah kita itu memang digunakan sebagai tempat latihan mereka.” Kataku pada Fatimah.


Kemudian terdengar adzan subuh, Fatimah membangunkan anak anak untuk diajak sholat subuh. agak susah membangunkan Jafar dan Sidiq. Karena mereka semalam habis di latih Yuyut untuk olah kanuragan.


*****


setelah subuh kebetulan hari minggu jadi anak anakku libur sekolah. Hal itu aku manfaatkan untuk mengobrol dengan Sidiq dan Jafar.


“Semalam tidur nyenyak Sidiq “ tanyaku pada Sidiq.


“Semalam sidiq mimpi ketemu Yuyut Yah. Terus diajarin banyak hal.” Jawab Sidiq.


“Kalo kamu Jafar ?” tanyaku kemudian pada Jafar.


“Nyenyak Yah.” Jawab Jafar berbohong.


 “Kalo Sidiq mimpi apa sama Yuyut ?” tanyaku pada Sidiq lagi.


“Sidiq mimpi diajarin pencak silat sama dek jafar, dek Jafar hebat lo yah. Banyak yang kalah sama dek Jafar.” Kata Sidiq membuat Jafar kaget. Karena keduanya memang benar benar di latih Yuyut bersamaan bukan hanya mimpi.


“Mas Sidiq mimpi dilatih pencak silat sama Yuyut ?” Tanya Jafar.


“Iya, tapi kamu belum tahu Yuyut karena kamu masih kecil saat Yuyut meninggal.” Jawab Sidiq.


Jafar hanya terdiam, karena semalam pun Jafar juga dilatih oleh Yuyut bareng dengan Sidiq. Namun Jafar memilih diam tidak bercerita pada  Sidiq.


“Yuyut itu seperti apa sih mas Sidiq ?” Tanya Jafar memastikan.


“Yuyut itu nenek nenek yang masih kuat pencak silat, dan sangat hebat. Ayah saja takut sama Yuyut ya yah ?” kata sidiq.


“beneran yah ?” sahut Jafar.


“Iya bener Jafar, ayah gak hanya takut sama Yuyut tapi juga hormat sama beliau. Karena Yuyut itu adalah nenek nya bunda kalian. Jadi kalian harus selalu mendoakan Yuyut biar Yuyut makin bangga sama Kalian.” Jawabku.


Sidiq dan Jafar hanya diam mendengarkan aku bicara, memberikan nasehat agar mereka selalu mendoakan leluhurnya.


“Nisa juga pingin ketemu yuyut yah ?” sahut nisa anak bungsuku.


“Nisa belum kenal yuyut dan belum pernah bertemu Yuyut. Kenapa ingin bertemu Yuyut ?” Tanya Fatimah pada Nisa.


“Nisa juga pingin kayak mas Sidiq bisa ketemu Yuyut meski dalam mimpi ?” jawab Nisa polos.


“Nisa pingin ikut belajar silat biar hebat kayak Yuyut, seperti kata mas Sidiq.” Jawab Nisa.


“Nisa kan cewek masak mau belajar silat juga ?” tanyaku ke Nisa.


“Aah ayah, kan Yuyut itu juga cewek yah jadi gak papa kan ?” kata Nisa.


Aku jadi terdiam gak bisa membantah ucapan Nisa.


“Tapi kalo Yuyut itu kan hidup di jaman dulu Nisa, jadi jaman dulu perempuan juga banyak yang belajar silat untuk jaga diri, kalo Nisa kan sudah di lindungi mas Sidiq dan mas Jafar, apa lagi ada Panji juga Wisnu yang nanti juga akan ikut ngaji dan tinggal disini.” Jawab Fatimah.


“Beneran Bunda, dek Panji mau tinggal disini juga sama dek wisnu ?” Tanya Sidiq pada Fatimah.


“Iya Sidiq, kalian akan banyak punya teman di rumah nanti.” Jawab Fatimah.


“wah Sidiq jadi seneng nanti mereka sidiq ajak belajar main gitar juga ya buna ?” Tanya sidiq girang.


“terserah kalo mereka juga mau.” Jawab Fatimah kemudian.


Jafar hany diam mendengarkan percakapan kakak dan adiknya. Seperti ada sesuatau yang dipikirkan olej Jafar.


“Kamu kenapa Jafar kok diam saja dari tadi ?” tanyaku pada Jafar.


“gak kok yah gak papa.” Jawab Jafar seperti sadar dari lamunan.


Sebagai ayah kandungnya aku tentu tahu jika Jafar sedang memikirkan sesuatu yang mengganjal di hatinya. Dan aku mencoba untuk mengetahui apa yang menjadi ganjalan di hati Jafar anakku.


“Bagaimana kalo hari ini kita jala jalan, mau ke pantai atau mau ke lihat gunung ?” tanyaku pada ketiga anakku. Sebenarnya hanya mau mencari waktu ngobrol berdua dengan Jafar dengan membiarkan sidiq dan Nisa bermain main. Karena kalo Jafar sendiri anaknya lebih suka menyendiri jika di ajak jalan jalan ke tempat wisata.


“Ke pantai saja yah, Nisa pingin lihat omba pantai.” Jawab Nisa.


“Sidiq ikut dek Nisa saja yah.” Jawab Sidiq.


“Kalo Jafar mau kemana ?” Tanya Fatimah ikut bicara.


“Jafar ikut saja bunda kemana saja juga boleh.” Jawab Jafar tanpa ekspresi berbeda dengan Sidiq dan Nisa yang tampak girang ketika mau diajak jalan jalan.


“Ya sudah kalian sekarang siap siap mandi dan ganti baju nanti kita berangkat agak siangan dikit.’ Kataku pada ketiga anakku.


 Sidiq dan Nisa pun langsung beranjak dan pergi mandi dengan perasaan gembira. Sedangkan Jafar masih tetap duduk tanpa ekspresi apapun.


“Jafar, kamu sedang mikirin apa, ayah perhatikan dari tadi kamu seperti gelisah sekali ?” tanyaku pada jafar setelah Sidiq dan Nisa pergi.


“Jafar bingung yah, kok mimpi mas Sidiq sama dengan mimpi nya Jafar ?” jawab Jafar.

__ADS_1


Rupanya itu yang mengganjal di hati Jafar anakku, batinku.


“ayah tahu itu Jafar, tapi belum saatnya kamu dan Sidiq tahu. Nanti suatu saat kamu juga akan tahu.” Jawabku pada Jafar.


“Tapi yah, apa yang dibilang mas Sidiq itu tadi benar. Karena semalam Jafar latih tanding dengan beberapa anak anak juga. Dan di situ juga mas Sidiq.” Jawab Jafar.


“Jafar, ayah dan bunda sudah tahu apa yang kamu alami dan sidiq alami semalam. Tapi sementara ini Sidiq mas mu belum tahu, jadi jangan ceritakan ke mas mu dulu !” kata Fatimah ikut menjelaskan pada Jafar.


“Maksut bunda ?” Tanya Jafar kemudian/


“Maksut Bunda, kamu dan Sidiq dilatih kanuragan oleh Yuyut namun dalam keadaan kalian tidak sadar seperti mimpi tapi itu bukan mimpi nak. Itu beneran terjadi. Dan kamu belum bisa memahami hal tersebut. suatu saat kamu baru akan mengerti kenapa itu bisa terjadi.” Jawab Fatimah.


“Jafar kamu mandi dulu sana, itu ada tamu jangan suka mendengarkan jika ayah bicara pada tau ya !” kataku pada Jafar.


“Iya yah.” Jawab Jafar sambik melangkah pergi.


Kemudian kedua tamu itu aku persilahkan masuk, yang tak lain adalah tetangga kami yang kadang ikut kegiatan mujahadah di rumahku.


Setelah memberi dan menjawab salam kedua tamuku itu aku persilahkan untuk duduk, sementara Fatimah istriku ke dapur menyiapkan minuman buat tamu.


“Ada apa bapak bapak kok tumben pagi pagi sudah menyempatkan diri mengunjungi kami ?” Tanyaku pada kedua tamuku itu.


“Maaf pak yasin kalo kehadiran kami mengganggu suasana bahagia keluarga bapak.” Kata salah tamu yang bernama pak Subar dan satunya adalah pak Surat.


“Aah gak kok, kami hanya ngobrol santai saja tadi mumpung hari minggu.” Jawabku pada pak Subar.


“Begini pak, saya dan pak Surat ini semalam di datangi orang, tapi maaf sebelumnya saya hanya bertanya karena tidak tahu ini pak.” Kata pak Subar menjeda bicaranya.


“Tanya saja pak, tidak usah sungkan kalo bisa ya saya jawab kalo tidak bisa ya saya akan bilang saya tidak bisa menjawab.” Kataku kemudian.


“saya dan pak Surat di datangi seseorang yang mengaku seorang ustadz. Dan beliau bilang kalo acara Mujahadah yang bapak lakukan dan saya kadang ikut itu adalah perbuatan Bid’ah tidak di lakukan Rasulullah. Dan mengatakan hal itu tidak boleh pak, karena termasuk mengada ada saja.” Kata pak Subar.


“Terus apa lagi yang beliau katakana pada bapak berdua ?” tanyaku kemudian.


Beliau juga mengatakan jika mendoakan orang meninggal itu tidak boleh pak. Karena orang yang meninggal itu amalnya sudah putus jadi sia sia di doakan.” Kata pak Subar.


Aku agak kaget mendengar perkataan pak Subar, bahkan sedikit marah dengan orang yang menyampaikan hal tersebut. namun aku sudah berjanji jika akan lebih bersabar menghadapi persoalan apapun. “baiknya aku bikin suasana ini jadi suasana bercanda saja biar gak terlalu tegang.” Kataku dalam hati.


Sesaat kemudian Fatimah datang membawa minuman untuk tamu tamu tersebut.


“Silahkan di minum dulu pak, selagi hangat. Kita bicara santai saja tidak usah terbawa suasana tegang.” Kataku pada beliau berdua.


“Iya pak. Saya hanya sedikit bingung karena saya merasakan ketenangan saat ikut mujahadah. Namun tiba tiba ada yang mengatakan jika hal tersebut adalah salah, jadi saya bingung harus bagaimana.” Kata pak Surat ikut menambahi pembicaraan.


“Pertama kita gak usah bingung, panik takut ataupun marah pak. Memang ada orang yang punya pemikiran seperti itu. tapi kita gak usah bingung ataupun terprovokasi dengan hal tersebut.” jawabku.


“Iya pak, tapi saya sebagai orang awam kan jadi bingung, karena orang itu membawa dalil dalil dari quran dan hadits juga.” Kata pak Surat kemudian.


Rupanya faham paham aneh yang banyak bermunculan itu sekarang sudah merambah ke pedesaan, pikirku. Dan hal ini nanti akan menjadi tantangan berat bagi generasi anak anakku, kataku dalam hati.


“Kita lanjutkan terus saja kegiatan mujahadah kita, nanti kalo ada yang bilang itu salah biar saya yang menjelaskan. Karena dalil ayat quran ataupun Hadits itu tidak bisa di pahami secara mentah atau letter book saja pak. Ada asbabul nuzul ayat Quran ada asbabul wurudz dalam Hadits. Dan dalil mana yang beliau gunakan saya juga belum denger soalnya jadi tidak bisa mengomentari.” Jawabku.


“Terus kalo yang beliau bilang mendoakan orang meninggal itu tidak boleh bagaimana pak ?” Tanya Pak Subar yang tidak sabar pingin tahu jawabannya.


Aku tersenyum dulu sebelum menjawab pertanyaannya.


“Ya kalo mendoakan orang meninggal memang tidak boleh pak !” jawabku membuat kedua tamuku itu menjadi kaget.


“Lah terus bagaimana pak ?” Tanya mereka berdua berbarengan.


“Kalo mendoakan orang itu ya panjang umur, murah rejeki sehat dan sebagainya, masak mendoakan orang ( supaya ) meninggal bukan hanya dosa akhirat. Kalo yang di doakan denger bisa marah marah pak !” jawabku bercanda mengurangi ketegangan mereka berdua.


“Aah bapak ini, saya bertanya serius kok malah jawabnya bercanda sih.” kat pak surat sambil tertawa juga.


“saya sengaja member contoh bahwa apa yang kit abaca dan yang kita dengar itu bisa multi tafsir atau banyak penafsiran. Seperti kalimat, ‘menyuruh orang solat itu dosa.’ Apa yang terlintas di hati bapak bapak berdua ?” tanyaku ada beliau berdua.


“Ya kalo itu jelas kalimat yang salah pak ?” jawab mereka berdua.


“Tidak juga pak, kalimat itu bisa saja benar.” Kataku kemudian.


“Maksunya bagaimana pak ?” Tanya pak Surat penasaran.


“Kalo kalimat menyuruh orang solat itu dosa dimaksutkan menyuruh orang yang sedang menjalankan solat itu memang Dosa. Tapi kalo kalimat itu maksutnya adalah menyuruh orang ‘untuk’ menjalankan solat mala kalimat itu menjadi salah kalo dibilang dosa.” Kataku kemudian.


“Wah iya juga ya, kok kita gak kepikiran begitu ya.” Kata pak Subar.


“Tapi kata orang itu kapan kapan mau ketemu bapak dan pingin bicara langsung katanya.” Kata pak surat.


“Wah itu lebih bagus lagi kita bisa sharing gak hanya ngomong di belakang.” Jawabku pada kedua tamuku itu.


Akan lebih baik jika memang sesuatu itu di bicarakan langsung tidak hanya menyebarkan berita salah yang belum jelas kebenaranya, batinku. Dan kau akan menunggu kedatangan orang itu agar tidak timbul salah paham di kemudian hari.


*****


...Bersambung...


Jangan lupa mohon dukungan


Like


Komentar


Vote


dan lainya.

__ADS_1


Akan masuk awal Konflik.


...🙏🙏🙏...


__ADS_2