Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Pertarungan Ala Ninjitsu Steve Vs Yuki


__ADS_3

Reader tercinta


Author coba perbaiki dan kurangi typo.


Mohon koreksinya di kolom komentar.


Terimakasih.


...🙏🙏🙏...


Selamat membaca


...........


Steve menjadi sangat marah dan segera menyerang orang tersebut dengan gerakan yang tak kalah cepat dengan serangan orang itu. sehingga orang tersebut pun harus melompat menghindar saat posisi berdirinya belum sepenuhnya sempurna. Sehingga sedikit terlambat, karena pukulan Steve sempat mendarat di punggungnya. Dan orang tersebut tersungkur hampir jatuh dan Ponco sudah siap menyambut dengan pukulan yang lain…!!!


Namun di luar dugaan semuanya, orang itu dapat menjejakkan kakinya dan menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Bahkan justru bisa mendaratkan pukulan ke Ponco. Sehingga Ponco terpelanting jatuh, tidak menduga sama sekali mendapatkan pukulan dari Ninja itu.


Steve segera memerintahkan anak buahnya untuk mengepung orang itu, dan segera anak buah Steve mengurung rapat orang itu. Seakan tidak memberikan jalan keluar untuk lari. Dan pada saat Master Ninjitsu itu terkepung dia segera mengambil sesuatu dari kantongnya. Dan membantingnya di lantai, sehingga menimbulkan ledakan kecil disertai asap putih yang menimbulkan Aroma khusus yang menyengat. Semua menutup hidung dan memalingkan muka menghindari asap tersebut.


Hanya sesaat asap itu kemudian hilang dan semua kembali seperti semula mengawasi Master Ninjitsu tersebut. namun semua kaget karena Master Ninjitsu tersebut seakan lenyap dari permukaan bumi tanpa terlihat sama sekali. Semua kebingungan karena hampir tidak mungkin ada celah untuk meloloskan diri dari kepungan mereka.


Bahkan Rahardian yang memantau pertarungan tersebut dari layar monitor juga tidak melihat keberadaan orang tersebut.


“Ninja itu bisa menghilang…!” teriak salah satu bodyguard Rahardian.


“Tidak, dia masih di sekitar kita, hanya bersembunyi disuatu tempat saja. Dengus nafasnya masih dapat aku rasakan. Semua harap berhati hati.” Ucap Steve memperingatkan anak buahnya.


Sebenarnya Ninja tersebut hanya berkamuflase menggunakan kain putih dan menempel rapat di dinding rumah Rahardian yang berwarna putih juga. Sehingga keberadaanya tidak tampak oleh pengepung nya.


“Siapkan senjata kalian semua, sebentar lagi orang itu akan muncul…!” perintah Steve ke anak buahnya.


Steve sendiri menyiapkan pisau kembarnya yang menjadi senjata andalan dirinya. Sementara anak buahnya pun sudah bersiap dengan senjata masing masing. Dan tiba tiba mereka kembali dikejutkan dengan suara ledakan kecil dan kemunculan asap putih. Namun kali ini tidak mengeluarkan aroma hanya membuat mata sedikit perih. Sehingga beberapa detik mereka terpaksa menutup mata. Dan saat mereka semua membuka mata. Ninja itu sudah bisa menawan salah seorang diantara anak buah Steve. Dengan mengarahkan pedang Katana ke arah leher anak  buah Steve tersebut.


Steve menjadi ragu untuk menyerang, karena keselamatan anak buahnya terancam senjata mematikan tersebut. namun di sisi lain Steve menganggap orang itu juga membahayakan Rahardian bosnya jika tidak di tangkap.


Steve berpikir sesaat mencari peluang untuk melemparkan salah satu pisau kembarnya dengan perhitungan yang tepat tentunya. Namun kali ini lawan Steve seorang Master Ninjitsu yang mampu membaca gerakan mata Steve dan memperkirakan gerakan apa yang akan dilakukan Steve.


Dan saat Steve melemparkan salah satu pisau kembarnya, dengan kecepatan nya Ninja itu menangkis dengan Katana nya dengan tetap mencengkeram tawanannya. Bahkan Secepat kilat juga mengarahkan Katana nya ke salah satu pengepung nya yang lain. Sehingga dua orang anak buah Steve dalam keadaan bahaya saat ini.


Steve yang sudah merasa terlanjur basah, berniat melawan orang itu dengan resiko kemungkinan terburuk kehilangan dua anak buahnya itu. Namun gerakan Steve terhenti oleh suara Rahardian yang menggema dari speaker di ruangan itu.


“Hentikan semuanya, Ninja itu adalah tamu ku. Sengaja aku undang untuk menguji kekuatan kalian semua…!” ucap Rahardian yang beberapa saat kemudian muncul dari dalam ruangan pribadinya itu.


Dan pada saat itu semua sudah kembali menyarungkan senjatanya masing masing. Begitu mendengar suara Rahardian. Termasuk juga Master Ninjitsu itupun sudah kembali menyarungkan Katananya kembali.


“Master silahkan buka dan tunjukkan wajah asli kamu, agar teman teman bisa mengenali kamu.” Ucap Rahardian.


Master Ninjitsu itupun kembali membanting bola kecil dan kali ini mengeluarkan asap kuning. Dan hilangnya asap tersebut, menghilang pula sosok Ninja putih yang tadi ada. Berubah menjadi sosok wanita muda dan cantik. Membuat semua mata kaget, melihat kecantikan orang yang baru saja bertempur dengan mereka.


Tak satu orangpun mengira jika yang di hadapi adalah seorang wanita. Atau seorang Lady Ninja, bahkan tidak menampakkan wajah seorang pendekar. Melainkan sesosok wanita cantik dan lembut serta menawan hati.


“Owh sungguh aku tidak mengira, master adalah seorang wanita.” Ucap Rahardian.


“Nama saya Yukimoto akida,,, maaf ada yang terluka.” Ucap Yuki si Lady Ninja tersebut.


“Tidak masalah, mereka semua sudah terlatih untuk itu.” ucap Rahardian.


“Iya, kami sudah biasa mengalami luka. Dan kami mengakui kelebihan nona Yuki.” Ucap Steve.


Dan yang lainpun ikut memberi ucapan selamat datang kepada Yukimoto. Termasuk juga Ponco yang sempat terkena senjata rahasianya dan terkena pukulan Lady Ninja tersebut.


“Kuharap, tidak ada yang dendam, karena ini hanya latihan saja. Aku akan bicara pada Nona ini sebentar, kalian silahkan beristirahat dulu.” Ucap Rahardian pada para bodyguardnya. Kemudian mengajak Lady Ninja tersebut masuk ke ruangan Pribadinya.


Sedikit ada pikiran mesum pada Rahardian melihat kecantikan dan kemulusan lady Ninja tersebut. namun kalo ingat ilmu kanuragan wanita itu Rahardian pun jadi tak berani berbuat macam macam. Karena dibalik kecantikan wajahnya, tersimpan kebengisan dan kekejaman dalam dirinya.


Hal itu membuat Rahardian berlaku sopan pada wanita tersebut, tidak seperti kepada wanita lain yang dia anggap cantik. Yang biasanya pikiran nya langsung mengarah ke atas ranjang, saat ini Rahardian hanya mampu menahan saja.


“Silahkan duduk Nona, senang bisa berkenalan dan bekerja sama dengan anda.” Ucap Rahardian berbasa basi.


“Langsung saja, tugas apa yang akan diberikan pada saya. Waktu saya tidak banyak lagi.” Jawab Lady Ninja tersebut.


“Saya ingin nona menculik keluarga dari orang yang memukul anda tadi. Dia anak buah ku yang ku ragukan kesetiaannya. Bisa membawa anak buah saya yang lain sebagai teman.” Ucap Rahardian.

__ADS_1


“Saya suka kerja sendiri saja.” Jawab Lady Ninja tersebut.


“Baiklah, kalo begitu ini foto keluarganya dan berikut alamatnya. Kapan bisa kamu culik mereka ?” tanya Rahardian pada Lady Ninja tersebut.


Setelah mengamati Foto keluarga Steve, dan melihat alamat rumah Steve. Lady Ninja tersebut menjawab.


“Besuk sore, saya bawa mereka semua kesini.” Jawab Lady Ninja tersebut.


“Baik, ini sebagai uang mukanya besuk saat menerima tawanan aku beri dua kal lipat dari ini.” ucap Rahardian.


Lady Ninja tersebut segera mengambil bungkusan berisi uang tersebut dan segera meninggalkan tempat tersebut. kali ini dia keluar dan berpenampilan seperti wanita biasa dan lemah lembut. Tidak seperti saat masuk tadi, yang menutupi seluruh tubuhnya dengan kain Putih. Saat ini dengan pakaian yang menunjukkan lekuk tubuh sexy nya dan kemulusan kulit tangan nya. Sedangkan kakinya terbungkus kain tipis hanya menunjukkan lekuk kakinya saja.


Semua hanya berdecak kagum melihat kecantikan Yuki yang berpenampilan anggun tersebut. Itulah kelebihan Yukimoto, jika di luar pekerjaan aslinya. Tidak seorangpun akan mengira dia seorang Lady Ninja. Bahkan mungkin orang akan mengira dia lebih mirip seorang Model atau bintang Film saja.


Dengan senyum manisnya Yuki pergi meninggalkan  Steve dan anak buahnya tersebut. semua menatap Yuki sampai tubuh Yuki menghilang di luar ruangan. Hanya Steve dan Ponco yang tidak berpikiran aneh aneh waktu itu. Karena semua membayangkan Yuki dengan imajinasi mereka masing masing. Sementara Steve dan Ponco justru sibuk dengan pemikiran mereka sendiri.


Steve memikirkan atau menduga, bahwa Lady Ninja itu pasti yang akan diperintahkan Rahardian untuk menculik keluarga Yasin. Meski Yasin bukanlah sahabatnya, tapi entah kenapa Steve agak merasa kuatir dengan nasip keluarga Yasin.


Sementara Ponco juga kuatir akan posisi Steve saat itu, yang mungkin akan tergusur oleh Lady Ninja itu. atau bahkan Lady Ninja itu nanti juga bisa mengancam keberadaan Steve dan Ponco di situ. Ponco pun mulai memikirkan hal hal mungkin akan terjadi, dengan hadirnya Lady Ninja tersebut.


Masih untung tidak ada yang memperhatikan perubahan Wajah Ponco dan Steve waktu itu. sehingga tidak ada yang curiga, karena semua sibuk membayangakan Yuki dengan pemikiran masing masing.


“Steve, kamu kemari sebentar…!” panggil Rahardian kepada Steve.


Steve kaget dan sedikit kuatir jika akan disalahkan Rahardian karena gagal menangkap Lady Ninja tersebut.


“Siap Bos…!” Jawab Steve singkat. Kemudian segera memasuki ruangan khusus Rahardian tersebut.


“Kamu aku beri tugas, dan kali ini jangan pulang jika belum berhasil.” Ucap Rahardian.


“Tugas apa Bos ?” tanya Steve pada Rahardian.


“Kamu awasi, rumah makan kemarin itu. dan jika Yasin musuh besar ku hadir, segera kontak aku. Karena aku ingin menguji dia bertarung dengan Lady Ninja yang tadi. Kuberi waktu kamu dua hari di sana, tugas yang lain aku anggap Free dulu selama dua hari.” Ucap Rahardian.


“Siap Bos aku akan jagain tempat itu sekarang juga.” Ucap Steve. Tanpa tahu maksud dari tugas tersebut hanya menyingkirkan Steve dari keluarganya, agar Lady Ninja tersebut dengan mudah membawa keluarga Steve.


“Kalo begitu bawalah bekal ini..!” ucap Rahardian memberikan segepok uang kepada Steve.


Kali ini Steve pun menerima dengan agak kurang semangat tidak seperti biasanya. Jika menerima uang akan sangat senang.


“Tidak, hanya ingin memberikan kepada keluarga saya dulu sebenarnya.” Ucap Steve.


“Gak usah, Kamu kasih saja rekening istri kamu sini biar aku transfer dia. Itu khusus buat kamu saja Steve.” Ucap Rahardian yang tidak ingin Steve pulang kerumahnya. Takut berpapasan dengan Lady Ninja tersebut.


Steve pun hanya mengikuti apa permintaan Rahardian, dia memberikan Rekening istrinya kepada Rahardian. Tanpa menaruh kecurigaan apapun. Dan setelah selesai Steve pun segera meninggalkan tempat itu untuk memata matai rumah makan Pak Zul. Menanti kedatangan Yasin, entah ada perasaan ingin berbincang bincang dengan Yasin dulu. Meskipun tetap beranggapan bahwa mungkin Steve pun suatu saat harus berjibaku dengan Yasin karena keduanya dalam posisi yang berlawanan.


Dengan langkah gontai Steve segera menuju ke mobilnya untuk menuju ke rumah makan pak Zul. Sedangkan Ponco tetap pada tugas rutinnya dan masih tetap dalam pengawasan.  Sedangkan Rahardian menelpon orang khusus untuk mengawasi Steve, apakah beneran menuju ke rumah makan Pak Zul atau pergi ketempat lain.


Demikianlah seorang Rahardian, selalu menggunakan hartanya untuk mencapai keinginan dia. Steve dan Ponco yang dia curigai selalu dalam pengawasan orang. Tak ingin sedikitpun rencananya kali untuk menangkap Yasin gagal.


*****


Sementara di Rumah Yasin


Author POV


“Apa yang diucapkan Steve itu benar benar merisaukan aku.” Kata Yasin dalam hati.


Sementara Jafar dan Sidiq anak Yasin melihat Yasin ayahnya sedang gelisah menjadi ikut prihatin dengan keadaan ayahnya tersebut.


“Ayah sedang bingung mas, karena ada orang yang ingin menculik Nisa adik kita.” Ucap Jafar pada Sidiq.


“Gak akan aku biarkan satu orang pun mengganggu adik adik ku !” sungut Sidiq.


“Tapi kali ini, orangnya pasti sangat hebat, karena ayah juga sampai risau begitu.” Kata Jafar.


“Tapi aku tetap tidak akan biarkan it terjadi.” Jawab Sidiq.


“Kita lihat nanti saja mas, apa lagi mas Sidiq kan Lusa harus ke tempat mamah Arum Juga !” jawab Jafar.


“Iya sih, tapi kamu dan Nisa juga ikut kan, biar kita bersama terus dulu saja.” Ucap Sidiq.


“Iya mas, tapi jangan kasih tahu Nisa nanti dia jadi ketakutan.” Jawab Jafar.

__ADS_1


Sidiq pun hanya mengangguk saja tanpa menjawab dengan kata kata.


“Kita samperin Ayah yuk..!” Ajak Sidiq kepada Jafar.


“Jangan Mas, malah kasihan Ayah. Kita pura pura gak tahu saja tapi ikut menjaga Nisa Adik kita.” Ucap Jafar.


“Kenapa ?” tanya Sidiq.


“Ayah pasti melarang kita kalo kita mau bergerak nanti.” Ucap Jafar.


Kali ini Sidiq mengikuti ucapan Jafar Adiknya itu, karena memang ayahnya gak mungkin membiarkan Sidiq dan Jafar menentang bahaya, Yasin pasti akan melarang keras mereka terjun dalam masalah besar seperti ini.


Maka Sidiq dan Jafar pun akhirnya hanya bisa menunggu dan menunggu apa yang akan terjadi nanti.


*****


Aksi Lady Ninja Yukimoto.


“Siapa itu Hansaimura, ada darah Nipon di tubuhnya. Tapi tak apalah, Yuki hanya bekerja melaksanakan kerja.” Kata Lady Ninja itu dalam hati. Berpenampilan anggun Yukimoto menuju ke rumah Steve, dimana Yuki lebih suka menyebut Hansaimura.


Dan sesampai di rumah Steve Yuki langsung mengetuk pintu rumah Steve. Dan ternyata seorang wanita berkebangsaan jepang juga yang membukakan pintu bagi Yuki. Istri Steve yang melihat tamunya berwajah jepang  juga jadi tidak menaruh curiga sedikitpun. Istri Steve mengira dia adalah saudara Jauh Steve suaminya.


Keduanya saling pandang sebentar sebelum saling menyapa. Baik Yuki maupun Mitsuga  istri Steve seperti sling selidik. Yuki berkata dalam hati, “Ini juga bukan wanita biasa, darah Shogun (Ksatria) mengalir dalam tubuhnya.


Sementara Mitsuga pun berpikir hal yang sama, “Wanita ini memiliki charisma dan kekuatan besar. Apakah ini yang pernah diceritakan Steve. Saudara jauh nya yang lama terpisah dan sekarang mencari Steve ?” kata Mitsuga dalam hatinya.


“Konichiwa…!” ucap Yuki.


“Anata wa Hansaimura kyodaidesu ka ?” Tanya Mitsuga.


“Sodesu, watashi wa kare no itokodesu.” Jawab Yuki. Mengaku sebagai sepupu Hansaimura.


Mitsuga mempersilahkan Yuki masuk ke rumahnya karena mengira Yuki adalah saudara suaminya yang sedang berkunjung ke Indonesia dan mencari Hansaimura. Tanpa di sadari bahwa Yuki sebenarnya adalah bahaya yang sedang mengancam Mitsuga dan anak anaknya.


Sungguh sandiwara manis yang dilakukan Yuki benar benar bisa berjalan sempurna. Sementara Steve tidak dirumah karena diperintahkan Rahardian untuk mengawasi rumah makan pak Zul. Padahal sekedar alasan agar Steve meninggalkan rumah beberapa hari saja.


Meski Mitsuga  juga bukan orang sembarangan, dia juga memiliki jiwa ksatria keturunan seorang Samurai pengawal kerajaan jepang jaman dulu. Namun saat ini yang dia hadapi adalah Yuki Lady Ninja yang salah jalan. Dan sudah terkontaminasi oleh kepentingan kepentingan dunia.


Yuki berjalan mengikuti Mitsuga, sambil mengamati keadaan rumah untuk melihat Peta rumah dan mengatur strategi. Dan Yuki berencana mala mini juga, dia harus berhasil membawa Mitsuga ke tempatnya, sebelum diserahkan ke Rahardian.


Sebuah bahaya yang tidak disadari oleh Mitsuga, jika diri dan anaknya berada dalam bahaya saat ini. Tanpa menaruh curiga Mitsuga mengajak Yuki memasuki kamar yang diperuntukan bagi Yuki untuk beristirahat. Mitsugawa hendak menelpon Steve suaminya, namun secepat kilat Yuki menampel ponsel Mitsuga hingga ponselnya melayang dan membentur dinding hingga pecah.


“Anata wa nani o shite iru no ka, naze watashi no denwa o kowashita no ka ?” Mitsuga heran dan menanyakan apa yang dilakukan Yuki. Namun Yuki tidak menjawab, bahkan dengan gerakan cepat berikutnya justru menotok Mitsugawa hingga Pingsan. Hal itu dilihat oleh kedua anak Steve, mereka mengintip dari lubang kecil di balik dinding kamar.


Dua anak balita tersebut, tidak berani menunjukan dirinya. Hanya berdiam ketakutan melihat ibunya dalam tekanan seorang wanita Asing yang tidak di kenalinya.


Mitsu samura anak yang lebih besar, mencoba menelpon Steve namun tidak bicara apapun. Hanya memperdengarkan kata kata Yuki yang memaki maki maminya. Dan Steve  mendengar itu dia baru tersadar bahwa dirinya hanya dijauhkan dari rumah. Sementara istrinya dalam tekanan Lady Ninja yang tadi di hadapinya. Dari suara di telpon itulah Steve mengetahui bahwa itu adalah Yuki. Dan menyadari bahwa Rahardian menjebaknya saja disuruh di tempat itu. agar Lady Ninja dengan mudah menangkap keluarganya.


“Kurang ajar, rupanya Lady Ninja itu disuruh jahat pada keluargaku. Rahardian, jangan remehkan aku Steve Hansaimura. Darahku siap keluar demi  kehormatan seorang lelaki. Meski kamu punya sepuluh Lady Ninja sekalipun.” Geram Steve. Yang sangat marah, karena dalam hidupnya hanya ada bertempur demi uang atau kehormatan itu adalah sebuah kewajiban.


Segera Hansaimura berkemas kembali ke rumahnya untuk melihat keadaan anak dan istrinya. Steve tak lagi memikirkan apapun kecuali keselamatan istri dan duqa anaknya. Dengan segala persiapan, kali ini Steve yang bergerak mengejar Yuki di rumah Steve sendiri. Dan dengan cara yang hampir sama juga dengan cara Yuki memasuki rumah Rahardian tadi.


Bagaimanapun, Steve juga seorang Ninjitsu selain juga menguasai Jiujitsu dan ilmu beladiri lainya. Dan kali ini dia menggunakan teknik teknik Ninjitsu untuk mencari dan menemui Yukimoto Lady ninja suruhan Rahardian.


Steve sudah sampai di rumahnya, dia menaiki tembok rumahnya sendiri, menggunakan cakar besi yang di pasang di kedua telapak tangannya. Seperti seekor laba laba dia menaiki tembok rumahnya itu. dan dengan mudah Steve langsung bisa melihat keberadaan Mitsuga Istrinya yang terikat bersama kedua anaknya. Melihat itu Steve hampir saja tak bisa mengendalikan dirinya dan hendak menyerang Yukimoto. Namun diurungkan, karena justru bisa membahayakan kedua anak dan istrinya tersebut.


Sehingga Steve segera mencari cara untuk dapat meringkus Lady Ninja tersebut. Steve bahkan mengirimkan pesan kepada Ponco mohon bantuan. Dengan disertakan lokasi keberadaan Steve, karena Steve Yakin Ponco  juga akan membantunya….?!?


...Bersambung...


Jangan lupa mohon dukungan


Like


Komentar


Vote


dan lainya.


Kiprah Yasin akan dilanjutkan Jafar dan Sidiq.


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


 


__ADS_2