
Yasin memberi latihan Akhir Jurus Suci Hijaiyah.
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
Dan orang tersebut tidak langsung adalat anak dari Maheso Suro musuh Yasin dan pak Yadi dulu.
"Tidak kusangka, masih berhubungan dengan masa lalu. Selanjutnya bagaimana pak ?" Tanya pak Yadi.
"Kita lihat perkembangan dulu pak, dari pada memburu satu satu lebih baik kita tangkap di sarangnya sekalian." Jawab Yasin.
"Maksutnya pak?" tanya pak Yadi.
"Sebentar lagi akan ada pertemuan, saat itu juga kita tangkap mereka. Seperti dahulu pak, kita berbagi tugas. Bapak bertindak sesuai prosedur hukum, saya dan rombongan saya sekedar membantu saja." Jawab Yasin.
"Betul sekali pak, seharusnya peran serta masyarakat memang begitu. Tidak bergerak sendiri tanpa mengindahkan hukum." Sahut pak Yadi.
"Sayangnya tidak semua masyarakat mau begitu pak. Dan juga tidak semua Polisi seperti pak Yadi juga. Yang selalu siap bekerjasama dengan masyarakat seperti saya." Jawab Yasin sambil senyum agak menyindir pak Yadi.
Namun pak Yadi sudah hafal dengan Yasin yang ceplas ceplos tapi tulus tanpa tendensi. Sehingga ucapan Yasin tidak membuat tersinggung. Karena memang ada juga 'oknum' Polisi seperti dibilang Yasin.
"Pak Yasin bisa eeh pak Zain bisa saja, tapi memang ada benarnya juga sih." Jawab pak Yadi.
"Kadang kita harus menerima ucapan pahit pak, karena justru itu yang membuat kita bisa maju." Jawab Yasin kalem.
kemudian Yasin mengajak pak Yadi pulang, karena buru buru melainkan anak anak didiknya belajar Jurus Suci Hijaiyah.
Yasin pun diantar pak Yadi pulang ke rumah nya oleh pak Yadi dan satu anak buahnya.
.....
.....
.....
Flashback saat Yasin pergi ke TKP
Di rumah Yasin
"Bunda,,, ayah kemana itu sama pak Polisi?" Tanya Nisa pada Fatimah.
"Ayah kalian diminta untuk membantu pak Polisi untuk melihat tempat terjadinya kejahatan." Jawab Fatimah.
Sidiq dan Jafar yang sempat mencuri dengar hanya diam saja. Enggan bertanya karena ada Nisa adik mereka.
"Gak papa Nisa, ayah kan punya teman banyak Polisi jadi sering diajak begitu." kata Sidiq menghibur Nisa yang agak was was.
"Tampaknya akan ada kejadian yang akan membuat ayah turun tangan lagi. Kasihan ayah, masih harus mengeluarkan banyak tenaga." Batin Jafar.
"Jafar,,, kenapa kamu bengong?" Tanya Fatimah.
"Gak kok bunda Jafar hanya Kasihan sama ayah. Masih saja diminta tolong urusan begitu." Jawab Jafar keceplosan bicara lupa ada Nisa adiknya.
"Urusan apa sih mas Jafar, kok Nisa gak dikasih tau?" Tanya Nisa.
"Ya itu dimintai tolong orang yang lagi kena masalah apa saja." Jawab Jafar.
__ADS_1
"Iya bunda, Sidiq kadang suka heran gampang banget ayah nolong orang. Tapi saat ayah butuh bantuan kok gak ada yang nolong?" Sahut Sidiq.
"Sudah sudah gak usah dilanjutkan, malah bikin ayah bundamu jadi gak ikhlas nolong orang nanti." Jawab Fatimah. menyuruh anak anaknya tidak mengungkit masa lalu.
Meskipun Fatimah sendiri secara manusiawi juga merasakan hal yang sama seperti yang disampaikan Sidiq.
Nisa kemudian pamit mau menemani Isna dan Utari. Sementara Sidiq dan Jafar masih ingin melanjutkan bicara dengan Fatimah bundanya.
"Bunda,,, Sidiq tahu kalau Ayah dan bunda kemarin hidup susah. Kenapa gak mau jujur sama Sidiq bunda." Ucap Sidiq setelah Nisa pergi.
"Maksudnya apa Sidiq?" tanya Fatimah.
"Maksud Sidiq kenapa waktu susah Ayah atau bunda gak gantian minta tolong!" Priotes Sidiq.
"Sidiq...! Kamu gak boleh bilang gitu, ayah bunda berbuat ikhlas gak minta imbalan sama manusia...!" ucap Fatimah memarahi Sidiq.
Sidiq pun hanya tertunduk dimarahin Fatimah begitu, Fatimah jarang marah sehingga Sidiq jadi merasa bersalah.
"Maaf bunda, tidak sepenuhnya mas Sidiq bersalah. Tujuan mas Sidiq kan belain ayah bunda. Karena Jafar pun merasakan begitu." Sahut Jafar.
Fatimah hanya terdiam, dia sendiri pun memaklumi sikap kedua anaknya yang masih muda.
"Maafkan bunda, bukan maksud bunda marah ke Sidiq. Bunda hanya gak ingin kalian jadi tidak ikhlas membantu orang." ucap Fatimah.
Mereka jadi sama sama terdiam, sibuk dengan pemikiran masing masing.
"Owh iya bunda, Jafar mau bantu ayah agar meringankan beban ayah boleh gak?" Tanya Jafar tiba tiba.
"Jafar mau bantu apa?" Tanya Fatimah.
"Menyelesaikan tugas ayah membantu Polisi itu." Jawab Jafar.
"Apa yang akan Jafar lakukan?" Tanya Fatimah lagi.
"Sidiq juga bunda." Sahut Sidiq.
"Kalian kan masih kecil, biar ayah kamu saja yang selesaikan." Jawab Fatimah.
"Tapi ini seperti nya berkaitan dengan ayah melatih kita bunda." Jawab Jafar.
Fatimah yang tau Jafar punya kelebihan khusus tidak berani membantah.
"Nanti tanya ayah kamu saja, bunda tidak tahu harus bilang apa." Jawab Fatimah.
Tak lama kemudian Yasin datang sendiri, karena pak Yadi langsung membuat laporan hasil penyidikan.
"Assalamu'alaikum...!" Ucap Yasin.
"Wa'alaikummussalamm...!" Jawab semua kompak.
"Pada ngobrolin apa nih, kok kumpul di sini?" Tanya Yasin.
"Ini mas, anak anak mau pada bantu mas untuk selesaikan kasus bersama pak Yadi. Fatimah bingung mau Jawab apa?" jawab Fatimah.
"Pada waktunya nanti memang aku mau libatkan Mereka. Tapi sementara biar ayah dulu yang bertindak." Jawab Yasin.
"Kapan itu yah?" Tanya Sidiq tidak sabar.
"Seminggu lagi bersama Polisi kita akan tangkap mereka di Padepokan itu." Jawab Yasin.
"Jadi rencana kemarin terus berjalan yah?" Tanya Jafar.
"Iya, dan sebelum itu kita gak usah bergerak sama sekali. Makanya giatlah berlatih, nanti malam kita selesaikan. besok kalian kembali ke pesantren lagi. " Kata Yasin.
__ADS_1
"Terus bagaimana nanti yah?" Tanya Sidiq.
"Mulai minggu depan ayah yang akan ke pesantren kalian melatih di sana." Jawa Yasin.
Sidiq dan Jafar pun merasa senang mendengar itu. Dan malam nya mereka berlatih menyelesaikan sampai dengan Jurus 'Ya' dari jurus suci hijaiyah tersebut.
.....
.....
.....
Saat latihan akhir di rumah Yasin
"Malam ini, kalian secara khusus aku gembleng. Agar nanti kalian bisa ikut membantu aku melatih teman teman kamu di pesantren. Malam ini kita selsaikan sampai jurus terakhir jurus 'Ya'." ucap Yasin.
Semua menyatakan Siap, bahkan jika harus berlatih sampai lebih larut sekalipun. Demi menyelesaikan sampai jurus 'Ya'.
Yasin pun segera memberi contoh jurus pertarungan jurus yang belum diajarkan sampai pada jurus 'Ya'.
Anak anak didiknya pun mengikuti semua gerakan Yasin dengan serius. dan terakhir pada saat melakukan jurus 'Ya' Yasin meminta satu persatu untuk memperagakan dengan target pukulan adalah Yasin sendiri. Sekaligus menguji tenaga anak didiknya tersebut.
Satu persatu mereka memperagakan jurus yang diajarkan Yasin. Dan Yasin cukup bangga dengan gerakan anak didiknya yang berkembang cukup Pesat.
"Bagus... kalian cukup berbakat. Sekarang ujian untuk jurus 'Ya' di akhir gerakan. kerahkan tenaga luar dalam kalian. pusatkan nanti pada ujung telapak tangan kalian. dan pukulkan ke tanah fukuskan target pukulan pada tingkat di depan kalian." kata Yasin.
Semua mencoba seperti arahan Yasin.
Dimulai dari Nisa yang terkecil, berhasil menjatuhkan tingkat yang ditanam di tanah dari jarak tiga meter.
Selanjutnya Utari, Isna kemudian Ihsan dan Jafar.
Semua berhasil menjatuhkan tongkat yang ditanam di tanah tersebut.
Dan pada giliran Sidiq, tongkat yang ditanam itu terlempar sangat jauh. Sehingga Yasin kaget, dengan kemampuan Sidiq.
"Sidiq...! Kamu gunakan tenaga apa bisa begitu?" Tanya Yasin.
"Sidiq pernah diberi ajian Sayeti Angin oleh eyang Hadiyan Yah...!" Jawab Sidiq.
Yasin terkejut mendengar Sidiq mewarisi ilmu itu.
"Subhanallah... Sidiq kamu diperhatikan eyang Jafar Sanjaya dan Eyang Hadiyan juga." batin Yasin.
Sementara Jafar sendiri tersenyum, Jafar yang masih menyembunyikan sesuatu yang dia peroleh dari Eyang Sidiq Ali yang mendidiknya.
"Untung aku tidak pakai Tatar bayu dari Eyang Mustolih tadi." Batin Jafar.
Semua bergembira melihat keberhasilan Sidiq tersebut. Terlebih Nisa yang sangat dekat dengan Sidiq kakaknya.
Sementara Yasin merasa lebih mantab nanti saat menghadapi anggota padepokan Marto Sentono.
"Ayah rasa cukup untuk malam ini, dan nanti untuk ilmu Waringin Sungsang ayah rasa masih butuh waktu untuk mengajarkan pada kalian." ucap Yasin.
...Bersambung....
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...