
Reader tercinta
Author coba perbaiki dan kurangi typo.
Mohon koreksinya di kolom komentar.
Terimakasih.
...🙏🙏🙏...
Selamat membaca
...........
Yasin jadi bingung, mau menasehati Steve agar tidak balas dendam tapi takut apa bila itu adalah berhubungan dengan keyakinan dia. Namun jika tidak dinasehati juga akan membahayakan banyak orang nanti. Meskipun secara manusiawi, Yasin juga menaruh dendam kepada Rahardian. Yasin jadi berpikir bagaimana caranya agar Steve tidak balas dendam dengan caranya, namun Rahardian pun mendapatkan ganjaran atas perbuatanya…???
“Sebaiknya Lady Ninja itu kita lepaskan saja, biar dia selesaikan urusan dia dengan Rahardian. Tentu Lady Ninja itu juga gak akan tinggal diam dengan Rahardian. Biar dia saja yang bikin perhitungan dengan Rahardian.” Ucap Yasin pada Steve.
“Maksut kamu, biar Rahardian di urus sama Yukimoto ?” tanya Steve kemudian.
“Kurang lebihnya seperti itu, jangan sampai mengotori tangan kita.” Jawab Yasin.
Steve merenung sejenak, mempertimbangkan ucapan Yasin yang menurutnya agak aneh. Melepaskan Yukimoto begitu saja, dan mengembalikan pada Rahardian. Namun akhirnya Steve pun menerima usulan Yasin, dan Steve berniat untuk istirahat sebentar dari dunia kekerasan. Akan mengunjungi familinya di jepang bersama istri dan anaknya.
Yasin pun mendukung keputusan Rahardian tersebut.
“Baguslah kalo kamu berniat seperti itu, utamakan mendidik anak anak kamu saja. Cari nafkah dari bidang lain kan banyak.” Ucap Yasin.
“Iya, aku akan menenangkan diri sementara di Negeri Sakura dan aku akan jual saja rumahku yang sekarang. Agar bisa melupakan semua kenangan burukku selama ini.” Jawab steve.
“Tapi masih mau kembali ke Indonesia atau mau menetap di sana nanti ?” tanya Yasin.
“Rencana ku tetap kembali ke Indonesia, tapi entah berapa lama di sana juga belum tahu. Karena keluarga istriku masih tinggal di sana semuanya.” Jawab Steve.
“Terserah bagaimana baiknya saja menurut kamu nanti. Yang penting mulailah hidup secara wajar saja Steve. Ingat masa depan anak anak kamu nanti.” Ucap Yasin.
“Aku titip Ponco ya, dia masih muda dan masih butuh bimbingan. Selama ini aku mendidiknya dalam hal kekerasan. Namun saat ini aku titipkan dia, agar kamu beri masukan masukan agar dia bisa jadi lebih baik.” Ucap Steve kepada Yasin.
*****
Sementara itu Ponco sedang bermain main dengan Sidiq dan Jafar di halaman rumah belakang. Ponco menunjukkan jurus jurus Aikido pada Sidiq dan Jafar. Keduanya mengikuti arahan Ponco dalam melakukan gerakan gerakan jurus Aikido dari Ponco.
“Om, tinggal di sini saja biar bisa bantu ngajar bela diri anak anak yang ngaji disini.” Ucap Jafar pada Ponco.
“Apa boleh sama ayah kamu nanti ?” Tanya Ponco.
“Tentu boleh lah om, biasanya banyak anak anak yang belajar ngaji disini. Kalo sore latihan bela diri disini.” Sahut Sidiq kemudian.
“Kok sekarang sepi gak ada siapa siapa ?” tanya Ponco.
“Sekarang baru liburan sekolah Om, jadi pada pulang dan anak anak sekitar sini juga pada libur dulu ngajinya.” Jawab Sidiq.
Ponco tertarik dengan usulan Sidiq dan Jafar untuk membantu Yasin mengajar bela diri sekaligus mau memperdalam agama. Namun ada sedikit keraguan, bagaimana nanti dengan biaya kebutuhan sehari hari nya, pikir Ponco.
“Baiklah, nanti om bicara dengan Ayah kamu dan om Steve dulu. Jika memungkinkan om mau ngajar beladiri anak anak disini. Termasuk jika ada pemuda yang mau ikutan juga boleh.” Ucap Ponco.
“Serius ya om, anak anak muda disini pasti mau. Dulu juga pernah belajar sama Ayah, tapi ayah terus sibuk jadi gak bisa nerusin lagi.” Jawab Sidiq.
“Iya om, bahkan selama ini hanya Jafar dan mas Sidiq yang ngajar bela diri anak anak.” Sahut Jafar.
“Owh begitu, kalo begitu bisa tunjukan jurus jurus kalian seperti apa. Siapa tahu om juga bisa belajar dari kalian juga.” Jawab Ponco kepada Jafar dan Sidiq.
“Boleh om, tapi jangan beneran ya om. Kita kan masih belajar tahap awal.” Ucap Jafar.
Kemudian Ponco meminta Jafar untuk menunjukan jurus jurusnya. Jurus yang dipakai Ayahnya dalam pertarungan. Meski sekedar jurus jurus lahiriyah tanpa dilapisi tenaga dalam. Namun jurus jurus yang ditunjukan Jafar cukup memukau Ponco.
Bahkan ketika Ponco mencoba menjadi sparing partner Jafar Pun dia tidak menyangka, jika Jafar mampu mengimbangi gerakan gerakan Aikido yang dia miliki. Bahkan Jafar justru sekedar mengimbangi saja gerakan gerakan Ponco. Tidak mau serius menunjukan kemampuan Jafar yang sesungguhnya. Sifat lembut Jafar yang sering mengalah, apa lagi dengan orang yang lebih tua dan sekedar latihan membuat Jafar tidak mau menunjukkan kemampuan dia sesungguhnya.
Sidiq faham dengan apa yang dilakukan Jafar, bahkan satu ketika Jafar betul betul menunjukan akhlak yang baik. dengan pura pura terkena serangan Ponco, meskipun serangan Ponco juga tidak serius. Dan Jafar pun pura pura terjatuh.
“Cukup Om, anak anak muda disini pasti senang jika om yang melatih mereka.” Ucap Jafar kepada Ponco.
Sementara Ponco sendiri heran dengan Jafar, jika dia tadinya hanya mengagumi Sidiq saja. Kali ini Ponco pun tahu jika Jafar pun selain berhati lembut juga berjiwa ksatria berani dan tangguh. Bahkan Ponco pun menilai jika Jafar tidaklah menunjukkan seluruh kemampuan nya. Dalam menghadapi Ponco, meski tidak tahu jika sebenarnya Jafar sekedar mengalah dengan Ponco. Meskipun Ponco juga tidak secara Serius melawan Jafar sebagai sparing partner.
Akhirnya mereka pun menghentikan latihan mereka dan masuk ke rumah menemui Yasin dan Steve yang sedang berbincang bincang.
__ADS_1
Sesampai di tempat Yasin dan Steve.
“Yah, boleh gak jika om Ponco tinggal disini, biar ikut melatih bela diri anak anak muda disini ?” tanya Sidiq kepada Yasin, begitu sampai di tempat Yasin.
“Boleh saja, kalo om Ponco mau.” Jawab Yasin.
“Boleh kan om mau ya om ya ?” Sahut Jafar.
“Gimana ya, nanti merepotkan keluarga kalian dong kalo om tinggal disini.” Ucap Ponco ragu ragu.
“Gak papa Ponco, aku sudah bicara sama Zain. Kamu gak usah ragu ragu, aku juga mau menenangkan diri di kampung halaman istriku.” Ucap Steve.
Saat mereka sedang berbincang bincang, datanglah Fatimah dan Mitsuga yang langsung mengabarkan bahwa Yukimoto sudah siuman dan bisa bicara. Yuki meminta dipertemukan dengan Yasin, karena ada hal yang indin dia sampaikan.
“Mas, wanita itu mau bertemu kamu, sekarang masih di tungguin Khotimah dan dalam keadaan masih tertotok.” Ucap Fatimah.
Yasin segera menemui Yukimoto di ruangan dimana Yuki disekap. Di sana Khotimah mencoba mengajak bicara namun Yuki tidak mau menjawab. Entah karena masih dendam dengan Khotimah yang telah melukainya atau karena hal Lain.
“Sebaiknya kamu jangan berbuat jahat lagi Non, bagaimanapun kamu itu cantik dan masih muda. Sayang jika dihabiskan untuk kejahatan, manfaatkan ilmu kamu untuk kebaikan saja.” Ucap Khotimah pada Yukimoto.
Yuki hanya menatap dingin kepada Fatimah, tanpa merespon ucapan Fatimah. Sampai dengan Yasin datang, Yuki baru mau angkat bicara.
“Ada apa Nona, katanya mencari aku ?” tanya Yasin.
“Beginikah cara ksatria menawan wanita, dengan menotok jalan darah.” Ucap Yukimoto.
“Itu terpaksa dilakukan, karena kamu awalnya berniat jahat pada keluargaku.” Ucap Yasin.
“Aku masih terluka, jika aku melawan kamu dalam keadaan tidak terluka pun aku belum tentu menang. Apakah saat terluka kamu masih juga takut ?” ucap Yukimoto.
Yasin jadi agak bingung, karena apa yang Diucapkan Yuki ada benarnya juga, namun tetap berbahaya jika tidak ada Yasin. Kemudian Yasin ingat kata kata Steve tentang sumpah mereka atas nama Dewa nya. Jika sudah bersumpah atas nama dewa nya mereka tidak akan berani melanggar janji tersebut, karena takut terkena kutukan Dewa.
“Apakah kamu berani bersumpah atas nama Dewa kamu, jika totokan dilepas tidak akan jahat pada keluargaku ?” Tanya Yasin.
Yukimoto diam sesaat, dipandanginya Yasin dengan tatapan mata tajam yang seakan menyelidiki dari ujung rambut hingga ujung kepala Yasin.
“Baik, aku bersumpah atas nama Dewa yang aku puja setiap hari. Aku tidak lagi akan ganggu keluarga kamu. Jika aku langgar aku rela mati terhina.” Ucap sumpah Yukimoto.
Kemudian Yasin meminta Fatimah untuk membuka totokan pada Yukimoto. Dan setelah totokan di buka Yukimoto mencoba bangkit berdiri, namun dadanya masih terasa sangat sakit. Sehingga dia hanya bisa terduduk bersandar di dinding kamar.
“Kenapa tidak kamu bunuh saja aku, biar tidak malu begini. Ini justru sebuah penghinaan membiarkan aku seperti ini.” Ucap Yukimoto.
“Kami tidak biasa dan tidak akan pernah membunuh lawan yang sudah tidak berdaya.” Ucap Yasin pada Yukimoto.
Yukimoto terkejut dengan ucapan Yasin, hal itu sangat bertentangan dengan pendirian Yuki selama ini. jika mati itu lebih terhormat dari pada tertangkap dalam keadaan hidup.
“Bagi saya itu penghinaan, karena mati diujung senjata lawan itu lebih terhormat. Dari pada mati seperti ini.” Ucap Yuki.
“Siapa yang mau mati ? kamu masih akan tetap akan Hidup, aku sudah beri ramuan obat agar lukamu cepat sembuh.” Ucap Yasin.
“Kalo benar, carikan aku obat penawa ku yang jatuh saat barengan aku jatuh dari atap.” Kata Yuki.
Yasin berpikir sejenak, apa obat penawar yang dimaksud itu. karena Yasin juga tidak tahu peristiwa sesungguhnya yang terjadi. Kemudian Khotimah yang menyahut.
“Apakah ini yang kamu maksud ?” ucap Khotimah menunjukkan sebuah kantong dari kain yang berisi sesuatu. Khotimah menemukan itu tergantung di patahan bambu penyangga genting atap. Rupanya tersangkut saat Lady Ninja itu jatuh, sehingga tidak bisa meminum penawar racunnya sendiri.
“Iya, kamu dapat dari mana ?” tanya Yuki.
“Tergantung di atap, mungkin tersangkut saat kamu jatuh.” Jawab Khotimah.
Kemudian Khotimah menyerahkan kantong itu kepada Yukimoto. Dan Yukimoto segera menelan obat penawar racun yang ada di dalam kantong itu. kemudian beberapa saat kemudian, Yukimoto tampak bermeditasi untuk untuk memulihkan tenaganya.
“Saya mau bicara berdua dengan Yasin saja.” Ucap Yukimoto.
Kemudian yang lain pun keluar, termasuk Fatimah meskipun sempat agak sewot karena harus membiarkan suaminya berdua dengan wanita cantik. Sekalipun itu adalah musuh, atau bekas musuh tepatnya.
“Jangan macam macam…!” bisik Fatimah pada suaminya. Sementara Yasin justru tersenyum geli dengan kecemburuan Fatimah istrinya tersebut. “ sama musuh saja masih cemburu begitu, udah sama sama tua juga.” Batin Yasin, sambil menahan tawa.
“Iya iya, gitu aja cemburu…!” jawab Yasin pelan sekali pada Fatimah.
Setelah semuanya keluar, Yukimoto memulai bicara dengan Yasin.
“Itu tadi, wanita satu istri kamu dan saudaramu ?” tanya Yukimoto.
“Iya, bukankah kamu pasti sudah tahu. Karena pasti sudah dikasih foto sama Rahardian yang menyuruh kamu.” Ucap Yasin.
Yukimoto hanya terdiam, karena apa yang dibilang Yasin memang benar adanya. Kemudian Yukimoto bangkit berdiri. Dengan agak bersusah payah, namun akhirnya Yukimoto mampu berdiri setelah minum obat penawar dan bermeditasi.
__ADS_1
Saudaramu hebat, bisa jatuhkan aku dengan sekali pukul. Dan anak kamu juga hebat bisa tahu keberadaan ku. Dan kamu…..?” ucapan Yukimoto terhenti sejenak.
“Aku kenapa ?” Tanya Yasin penasaran.
“Aku berhutang padamu, dan aku tidak suka berhutang dengan orang, maka aku harus bayar.” Ucap Yukimoto. Tanpa diduga oleh Yasin, Yukimoto tiba tiba melepas semua pakaian nya dalam sekejap tak satu benangpun menempel di tubuhnya. Sehingga membuat Yasin kaget setengah mati, melihat pemandangan yang menggoda di hadapan matanya.
Sebagai laki laki normal, Yasin pun sempat tergiur dengan pemandangan yang dihadapan nya itu. namun Yasin masih ingat jika Yukimoto bukanlah hak nya. Dia bukan Fatimah istrinya yang syah untuk melakukan pergaulan suami istri. Cepat cepat Yasin mengambil selimut dan menutupi badan Yukimoto.
“Jangan, aku bukan laki laki seperti yang kamu kira.” Ucap Yasin pada Yukimoto.
Yuki jadi kaget, karena selama ini tidak laki laki yang menolaknya, bahkan kebanyakan malah meminta duluan.
“Kamu aneh, aku tidak mau jahat hanya mau bayar hutang.” Ucap Yuki.
“Jika kamu mau bayar hutang, buka dengan begitu caranya.” Ucap Yasin.
“Dengan apa, uang ?” tanya Yukimoto.
“Bukan juga…!” jawab Yasin.
“Lalu dengan apa ?” tanya Yuki.
Yasin jadi bingung sendiri, dengan pertanyaan Yuki. Karena Yasin juga tidak merasa menginginkan sesuatu atas Yukimoto.
“Pakai kembali pakaian kamu, baru aku bicara.” Ucap Yasin mengulur waktu untuk berpikir.
Dan Yukimoto pun kembali mengenakan pakaian dia secara utuh seperti semula.
“Sekarang katakan, aku bayar hutang dengan apa. Kalo kamu tidak bilang itu sama saja penghinaan bagi seorang Ninjitsu.” Kata Yukimoto kemudian.
“Aku hanya minta, kamu kembalikan saja uang yang kamu terima dari Rahardian. Jangan mau di perintah oleh Rahardian lagi.” Ucap Yasin.
“Baik, kalo itu mau kamu aku akan balikan uang yang aku terima darinya.” Ucap Yukimoto. Dan tanpa di duga Yasin Yukimoto pun langsung pamit untuk pergi mengembalikan uang ke Rahardian.
Tanpa Pamit dengan yang lain Yukimoto pun langsung menghilang dari hadapan Yasin. Bahkan Yasin pun hanya melongo dengan apa yang dilakukan Yuki tersebut dan akhirnya Yasin kembali menemui Steve.
Steve yang sengaja tidak mau menemui Yuki, karena Steve menduga Yuki tidak akan mau jika ada Steve. Karena Klan yang bermusuhan diantara keduanya. Sehingga membuat Steve memilih untuk berdiam diri di ruang tamu, menunggu Yasin.
“Bagaimana, apakah sudah ada keputusan mau diapakan Lady Ninja tersebut ?” tanya Steve.
“Orangnya malah sudah kabur, aku lepaskan begitu saja.” Jawab Yasin.
“Kenapa bisa begitu ?” tanya Steve kepada Yasin.
Terpaksa Yasin menceritakan pengalaman di dalam kamar berdua bersama Yuki. Yang awalnya Yuki hendak menyerahkan tubuhnya pada Yasin untuk membayar hutang kepada Yasin. Dan Yasin menolak dan mengatakan kalo mau bayar hutang bukan begitu caranya, jelas yasin kepada Steve.
“Terus kamu, suruh bayar hutag pakai apa dia kok terus pergi ?” Tanya Steve sambil menahan tawa mendengar cerita Yasin tersebut.
“Aku bingung, karena tidak berharap apa pun dari dia, apa lagi seperti yang dia tawarkan pertama kali tadi.” Jawab Yasin.
“Ha ha ha… Itu memang cara mereka, jadi kamu jangan heran. Mereka biasa melakukan itu untuk sesuatu hal bahkan bisa jadi alat barter bagi klan Ninja Yukimoto.” Ucap Steve.
“Aku gak ngerti, tapi yang jelas aku jadi gugup tadi mau bilang apa, jadi aku suruh kembaliin saja uang yang dia terima dari Rahardian. Agar dia juga tidak merasa berhutang kepada Rahardian juga.” Jawab Yasin. Namun justru membuat mata Steve melotot karena kaget dengan jawaban Yasin tersebut. Bahkan Mitsuga istri Steve pun ikut kaget histeris.
“Apa…..!???” tanya Steve bersamaan dengan Mitsuga istrinya.
“Aku suruh kembaliin uang yang dia terima dari Rahardian, kenapa ? Kan dari pada dia merasa berhutang menerima uang tapi tugasnya gagal.” Jawab Yasin bingung melihat respon Steve dan Istrinya.
Steve dan Istrinya berpandangan mata sebentar, sebelum Steve berbicara.
“Kamu tahu tidak, jika kata kata kamu itu akan di artikan oleh Yukimoto bahwa kamu menyuruh dia membunuh Rahardian…!!?” ucap Steve kepada Yasin.
“Apa…..? Maksutku bukan begitu Steve…!” jawab Yasin jadi kaget setengah mati.
Namun semua sudah terlambat, Yukimoto sudah terlanjur berangkat ke rumah Rahardian. Untuk ‘Mengembalikan’ , yang di artikan sebagai mengembalikan tugas Yukimoto sebelumnya. Sebelumnya Yukimoto bertugas menculik keluarga Steve dan keluarga Yasin. Sekarang dikembalikan kepada Rahardian, dan itu sama saja Yukimoto akan membunuh Rahardian, atas ‘Perintah’ Yasin. Meski sebuah perintah yang tidak disengaja, bagi Yasin. Namun bagi Yukimoto itu adalah sebuah keharusan, dia membunuh Rahardian atau dia yang terbunuh. Tidak ada pilihan lain lagi, membunuh Rahardian atau membiarkan dirinya terbunuh oleh anak buah Rahardian…???
...Bersambung...
Jangan lupa mohon dukungan
Like
Komentar
Vote
dan lainya.
Kiprah Yasin akan dilanjutkan Jafar dan Sidiq.
__ADS_1
...🙏🙏🙏...