
...Yasin serahkan pedang Lady Ninja 1...
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
Buat apa ini mas?" Tanya Fatimah.
Kemudian Yasin menceritakan kecurigaan Yasin pada Lusy, yang kemungkinan sengaja dikirim untuk mengamatinya dan berbuat jahat.
"Kenapa ruang mujahadah dan dapur mas yg dipantau?" tanya Fatimah.
"Untuk berbuat jahat biasanya orang melakukan di dapur atau mengintai orang yang sedang beribadah. Seperti yang terjadi di rumah Sena. Sampai Zulfan tewas saat mujahadah di serang musuh." Jawab Yasin.
"Tapi kenapa malah mas suruh dia tinggal disini?" Tanya Fatimah.
"Pengen tahu siapa yang suruh dia dan apa motifnya." Jawab Yasin.
"Ya sudah, mas hati hati kita ada Isna dan Utari juga soalnya. yang juga dalam perlindungan kita." ucap Fatimah.
"Iya kamu temani dia sebentar aku ada perlu sama Steve dan Ponco." Kata Yasin.
Fatimah pun kembali menemani Lusy didampingi Isna dan Utari.
"Mbak Lusy ini masih muda kok gak cari suami saja biar hidupnya tenang." Pancing Fatimah. Setelah sebelumnya Lusy mengaku Janda ditinggal suami selingkuh.
"Saya trauma pada lelaki bu." Jawab Lusy. Jawaban standar atau sekedar alasan saja mungkin, batin Fatimah. Meski Fatimah agak jengkel sama suaminya, tapi masih mencoba positif thinking juga.
"Isna dan Utari, lihat Abi kamu pada ngapain tuh di belakang dama Om Steve dan Om Ponco?!?" Ucap Fatimah memberi kode agar diberikan kesempatan berdua dengan Lusy saja.
Fatimah pun mulai pembicaraan yang lebih mengarah pada pembicaraan Dewasa.
"Begini lo mbak Lusy, sebagai wanita saya ngerti perasaan wanita itu bagaimana. Terutama keinginan terhadap lawan jenis, makanya agama mengatur itu dengan ikatan perkawinan. Supaya tidak melakukan kepada asal orang. Itu yang membedakan manusia dengan binatang. Makanya Zina diharamkan dan termasuk salah satu dosa besar." kata Fatimah memulai pembicaraan.
Fatimah melihat ekspresi Lusy yang jadi semakin gelisah, kemudian melanjutkan bicara lagi.
"Maaf ya, untung saja tadi masih bisa diselamatkan oleh suamiku. Hingga tidak sampai terjadi, kalau mbak Lusy punya suami kan ada yang jagain. Meski memang ada wanita yang kehilangan gairah begitu. selain umur juga ada sebab lain. Tapi kayaknya mbak Lusy kan tidak begitu, ya kan mbak.!?! " Fatimah mencoba memancing respon Lusy.
"Iya bu, saya wanita normal masih punya keinginan itu juga. Hanya takut dikhianati saja, jadi gak mau terikat sama lelaki." ucap Lusy yang sudah tergiring ke arah pembicaraan Fatimah.
"Iya, saya ngerti kok karena wanita yang kehilangan itu ada ciri khusus mbak." kata Fatimah.
Dari pembicaraan tersebut Fatimah menyimpulkan jika Lusy sebenarnya bukan orang baik baik. Tapi masih melihat ada sisi kelembutan meski sedikit.
Sehingga itu akan di sampaikan pada Yasin suaminya nanti.
Sementara Yasin, Steve dan Ponco sedang mempersiapkan untuk menghadapi Lady Ninja di belakang rumah. Dengan mengatur strategi agar Lady Ninja tersebut tidak melakukan hara kiri tapi tidak juga melukai Ponco.
Strategi sudah disampaikan Yasin, dengan mendengarkan masukan dari Steve yang lebih paham tentang Lady Ninja tersebut. Sedangkan Ponco sebagai ujung tombak perlawanan pertama dan sengaja dibuat kalah. Agar Lady Ninja tidak merasa malu dan melakukan hara kiri. Sedangkan tantangan yang diberikan Yasin sebagai penyemangat Lady Ninja jika dirinya masih berhak melanjutkan hidupnya.
Setelah semua dipersiapkan dengan baik, Yasin pun mengajak mereka masuk ke rumah karena waktu maghrib hampir tiba.
kecuali Steve semua pun melakukan Sholat maghrib berjamaah. bahkan Lusy pun ikut serta diajak sholat oleh Fatimah. meski dengan perasaan tak menentu Lusy pin akhirnya mau ikut jamaah Sholat maghrib sampai dengan berdoa bersama dan dilanjutkan sholat Isya.
.....
.....
__ADS_1
.....
Flashback saat Yasin mendatangi Lusy
Gede Paneluh dan Jalur didampingi Jaka, melihat Yasin yang berusaha menyelamatkan Lusy tersenyum puas. Apa lagi saat melihat Lusy memeluk Yasin dari belakang dalam posisi masih telanjang dada. Mereka tertawa penuh rasa kemenangan.
"Wah melihat cara kerja Wanita itu kayaknya Yasin bakalan gak berkutik. Benar benar agresif itu cewek. " ucap Jalu.
"Bisa jadi itu cewek memang nafsu lihat Yasin. Tapi bagus juga malah mempermudah misi kita." Sahut Gede Paneluh.
"Aku kagum dengan rencana ki Gede Paneluh, terlebih tahu 'Pengapesan' ( Kelemahan) Yasin. Jika Cakra di tubuhnya hilang, maka Yasin tak lebih dari bangkai hidup nantinya." Sahut Jaka.
"Jadi sekarang masih perlu tidak kita melakukan ritual mengundang roh ki Joyo Naruto Jaka?" Tanya Jalu.
"Kalau itu tetap, siapa tahu ada musuh lain yang hebat selain Yasin sendiri." Jawab Jaka.
"Betul, di samping itu kita tidak boleh puas dengan apa yang sudah kita miliki sekarang. kalau bisa lebih kenapa tidak kita lakukan." ucap Gede Paneluh.
"Iya tapi satu satu dulu, besok tinggal perintahkan orang ke rumah Yasin. Pura pura dagang, untuk menemui Lusy sampai mana tindakan yang sudah dilakukan Lusy." kata Jalu.
"Gampang itu aku yang atur nanti." Sahut Jaka.
Obrolan mereka terhenti dengan kedatangan tiga orang yang pura pura akan memperkosa Lusy tadi.
"Laporan ki Gede, tugas sudah kami lakukan dengan baik." kata salah satunya.
"Ya, bagus kalian memang tidak perlu melawan Orang itu. cukup kabur saja karena pasti kalian akan kalah. Malah bisa membuka rahasia nanti." ucap Gede Paneluh.
"Kalian memang berakting dengan baik atau memang niat mau memperkosa tadi?" Goda Jalu pada tiga orang tersebut.
"Bukan kakang, tapi memang wanita itu yang gatel jadi kami terpancing." Jawab seorang di antara mereka.
"Sudah itu gak penting, yang penting bagaimana besok rencana selanjutnya." kata Gede Paneluh.
"Kita Bicarakan di rumahku saja ki Gede." Jawab Jaka mengajak Gede Paneluh dan Jalu ke rumahnya untuk mengatur strategi berikutnya.
Flashback off
.....
.....
Kembali ke rumah Yasin
Usai melaksanakan Sholat Isya, Yasin mengatakan pada Isna dan Utari. Jika malam ini mereka diliburkan untuk latihan, karena Yasin, Steve juga Ponco akan mengadakan latihan khusus bertiga. meskipun sebenarnya hanya ingin menemui Lady Ninja Mutsashi saja.
Isna dan Utari pun hanya menurut apa kata Yasin. Kemudian Yasin mengajak Ponco menemui Steve yang sudah dulu di halaman rumah belakang Yasin. Karena Steve juga melakukan ritual sesuai keyakinan Steve yang menganut kepercayaan Shinto.
"Kamu kenapa menangis mbak Lusy?" tanya Fatimah yang melihat Lusy meneteskan air matanya.
"Ah gak kok mbak, panggil saya dengan nama saja. Saya kan lebih muda dari mbak Fatimah." Jawab Lusy.
Fatimah merasa ada sedikit perubahan pada diri Lusy. Meski belum jelas perubahan yang seperti apa.
"Baiklah kalau kamu gak keberatan, Lusy boleh curhat kok kalau memang ada masalah. Kita insya Allah siap bantu jika memang mampu. Ucap Fatimah.
" Gak mbak, saya hanya ingat masa kecil dulu juga sering diajak sholat oleh orang tua saya yang sudah lama meninggal." jawab Lusy dengan kejujuran.
Lusy yang semula bersemangat merusak hubungan Yasin dan Fatimah justru sekarang timbul sedikit keraguan. Pertama karena kebaikan Fatimah yang kedua Lusy seperti menemukan dirinya sendiri yang sudah lama hilang.
Namun tetap saja pergolakan batin masih terjadi, antara menyelesaikan tugasnya atau tidak. Dan keinginan untuk menyelesaikan tugas pun ternyata masih lebih besar. Sehingga Lusy pun mencari cari kesempatan.
"Mbak, biasanya suami mbak itu selesai Latihan jam berapa?" Tanya Lusy gantian Lusy yang memancing Fatimah.
__ADS_1
"Gak tentu Lusy, ada apa memangnya?" Tanya Fatimah datar.
"Begini mbak, biar saya tidak terlalu memberatkan keluarga ini boleh gak saya bantu bantu di dapur menyiapkan makanan dan minum buat keluarga ini." Tanya Lusy.
"Gak usah, kamu kan tamu bukan pembantu di sini." Jawab Fatimah.
"Saya gak enak mbak, lebih suka dianggap keluarga saja agar bisa bantu bantu juga. Kalau tamu kayaknya terlalu istimewa bagi saya." kilah Lusy hanya mencari kesempatan untuk membuat Yasin bisa mabuk dan menjebak nya.
"Jangan, aku takut malah suamiku marah kalau kamu mengerjakan tugas rumah tangga." Jawab Fatimah.
"Iya bibi gak usah gitu, ada saya dan Isna kok yang bantuin Umi." Sahut Utari.
Lusy seperti merasa tertutup kesempatan untuk menjalankan tugasnya. Namun masih mencoba cari kesempatan lain.
.....
Sementara Yasin dan kedua sahabat nya sedang bersiap diri menyambut kedatangan Lady Ninja.
Mereka bertiga sudah bersiap, Yasin sudah menyiapkan Pedang milik Lady Ninja tersebut. Yang digantung di sebuah pohon. Dan Lady Ninja tersebut harus mengambil dengan memutus tali yang mengikat pedang itu dengan senjata nya.
Tak selang berapa lama Lady Ninja itu pun datang lengkap dengan perlengkapan senjata Ninja nya.
Steve pun menyambut dengan sambutan khusus para Ninja. Dengan duduk bersimpuh saling berhadapan.
Kemudian Steve menyalakan dupa dan bilang pada Lady Ninja tersebut. jika Lady Ninja bisa mengambil pedangnya kembali. Setelah mengalahkan Ponco dalam pertarungan tangan kosong. Kemudian menerima tantangan dari Yasin. Namun waktunya tidak boleh sampai dupa itu habis...
Lady Ninja tersebut pin menyanggupi persyaratan yang di ajukan Steve.
maka berhadapan lah Lady Ninja tersebut melawan Ponco yang menekuni beladiri Aikido.
Keduanya kini saling berhadapan siap untuk saling serang. Ponco yang menekuni Aikido lebih banyak menggunakan serangan lawan untuk melumpuhkan lawan tersebut'.
Berkali-kali serangan Lady Ninja berhasil di hindari oleh Ponco. Namun Ponco juga kesulitan untuk menangkap tangan dengan kalki Lady Ninja tersebut.
Ponco kesulitan membuat serangan balik sekedar mengimbangi Lady Ninja tersebut. bahkan beberapa kali justru pukulan Lady Ninja tersebut mengenai tubuh Ponco.
Yasin jadi agak khawatir kalau kalau Ponco justru jadi terluka,
Dan dengan gerakan sangat cepat Lady Ninja itu berhasil menjatuhkan Ponco dengan tendangan memutarnya yang tepat mengenai pelipis Ponco.
Sehingga Ponco jatuh dan pingsan karena kepalanya juga terbentur tanah cukup keras.
Yasin justru Hampir marah dengan itu, namun dia ingat jika itu memang Ponco harus kalah.
meskipun tidak harus sampai begitu juga, pikir Yasin.
"Cukup,,, Kamu sudah menang, sekarang Terima tantangan untuk memukul batu yang aku lempar ke atas dengan satu kali lempar senjata mu. Setelah itu kamu boleh ambil pelang itu dengan dengan memutus talinya juga dengan Senjata lempar mu. " kata Yasin.
Yasin punsegera melemparkan tiga batu sekaligus ke udara. Dan Lady Ninja itu bertugas melempar batu tersebut dengan senjata rahasia nya dalam satu kali lempar harus terkena semuanya...?!?
...Bersambung....
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...