Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Jiwa Lurah Broto dikuasai Ki Bujang


__ADS_3

Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


...Jiwa Lurah Broto dikuasai Ki Bujang...


...........


"Biar Wisnu yang ikut Bi! " tiba-tiba Wisnu muncul dan ikut bicara.


"Wisnu...jangan kamu di rumah saja," sahut Fatimah melarang Wisnu.


"Tapi...!"


"Dengarkan perkataan orang tua Wisnu, kali ini musuh tidak kelihatan. Biar Sidiq didampingi pamanmu Farhan dan Abi yang berangkat," ucap Yasin memotong pembicaraan Wisnu.


"Tapi Ayah masih belum pulih betul kan?" protes Sidiq.


"Yang kita hadapi bukan fisik manusia, tapi Jin Khodam yang dikirim manusia. Tidak perlu kontak fisik," jawab Yasin.


"Tapi tetap ada kemungkinan timbul kontak fisik nanti Mas," sahut Fatimah.


"Jika itu terjadi, biar Sidiq yang hadapi. Tapi soal santet atau teluh, Sidiq belum bisa atasi," Jawab Yasin.


Tak ada yang bisa halangi Yasin untuk pergi ke rumah Lurah Broto. Fatimah pun sudah tak bisa menghalangi suaminya.


"Tunggu sebentar...!" ucap Fatimah mengejutkan Yasin.


"Apa lagi?" tanya Yasin penasaran.


"Perasaan Fatimah tiba-tiba jadi berdebar-debar. Sebaiknya Mas Yasin pikir ulang rencana ini," kata Fatimah.


"Maksudnya apa?" tanya Yasin menegaskan.


"Gak tahu, ini murni perasaan khawatir Fatimah. Tiba-tiba muncul rasa gelisah," jawab Fatimah serius.


Yasin mau gak mau mendengarkan ucapan istrinya.


Karena Yasin hafal jika Fatimah sudah begitu nalurinya sangat peka.


Beberapa kali "Kebohongan" Yasin terbongkar karena naluri Fatimah.


Diam-diam Yasin memusatkan seluruh kekuatan batin. Membuka Lathoif nafsi dan Qolby sekaligus.


"Iya, kamu benar Fatimah ini hanya pancingan saja," jawab Yasin.


"Maksudnya Yah?" tanya Sidiq.


"Pak Lurah Broto hanya dijadikan umpan, mereka sengaja kasih tahu kamu agar kita ke sana membantu," jawab Yasin.


"Terus tujuannya apa?"


Sidiq meminta penjelasan pada Yasin ayahnya.


"Sasaran utama mereka adalah salah satu keluarga kita," jawab Yasin.


"Dasar licik, jadi itu maksudnya mereka ancam Sidiq tadi?" gerutu Sidiq.


"Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan sekarang Mas?" Farhan bertanya dan ikut penasaran.


"Pak Lurah Broto tidak akan mereka bunuh. Sasaran utama mereka adalah salah satu dari kita," ucap Yasin.


"Salah satu dari kita?" tanya Farhan.


"Iya, tujuan utama mereka adalah aku," jawab Yasin.


Yasin menjelaskan alasan mereka mengincar Yasin. Mereka adalah keturunan dan kerabat dari musuh lama Yasin.


Sehingga dendam di hati mereka sangat besar. Dan puncaknya nanti adalah munculnya kembali Dalang Anyi Anyi si Raja Khodam.


Kumandang adzan maghrib menghentikan obrolan mereka. Semua bersiap melaksanakan Sholat Maghrib.


....

__ADS_1


Usai sholat maghrib, Yasin kembali menjelaskan maksud ucapannya.


"Rumah ini harus tetap di jaga, untuk yang ke rumah Pak Lurah Broto cukup Aku dan Farhan. Sidiq, eisnu dan yang lain di rumah," ucap Yasin.


"Tapi Sidiq masih khawatir Ayah," kata Sidiq.


"Percayalah, jika mereka tidak akan ke rumah Pak lurah Broto tapi ke rumah kita," jawab Yasin.


Singkat cerita, Yasin dan Farhan lah yang mengunjungi rumah Pak Lurah Broto. Dengan pertimbangan serangan ke Pak Lurah Broto bukan serangan fisik. Tapi supranatural, sedangkan serangan secara fisik justru dimungkinkan ke rumah Yasin.


Sidiq dan Wisnu pun berjaga di teras rumah. ditemani Fatimah dan Sufi. beberapa saat kemudian barulah Isna dan Tari ikut bergabung.


"Kang Sidiq tidak jadi ikut?" tanya Isna.


"Gak boleh sama Ayah," jawab Sidiq.


"Biar Sidiq jaga rumah saja, sama Wisnu," ucap Fatimah.


"Iya Umi, ada yang senang kok kalau Kang Sidiq di rumah," ucap Tari menggoda Isna.


"Ehheeemm....!" Wisnu ikut mendukung Tari.


"Apaan Wisnu ikut-ikutan?" Isna membentak Wisnu.


"Gak kok, Wisnu lagi serak aja," jawab Wisnu.


"Udah jangan berantem terus, Sidiq kamu tahu perkembangan Jafar?" tanya Fatimah.


"Belum Bunda, Jafar belum boleh ditemui siapapun," jawab Sidiq.


Fatimah menghitung sudah berapa lama Jafar menjalani Riyadhoh.


"Padahal ini sudah lebih dari empat puluh hari," ucap Fatimah.


"Kita do'akan saja Bunda, Sidiq juga kangen Jafar dan Nisa sebenarnya," jawab Jafar.


"Iya Bunda juga pengen lihat Nisa," kata Fatimah.


Begitulah percakapan yang terjadi fi rumah Yasin. Mereka menunggu berita keluarga Pak Lurah Broto. Sekaligus menjaga rumah. Kecuali Sufi yang tidak ikut bergabung.


....


.....


Yasin dan Farhan sudah sampai di rumah Psk Lurah Broto.


"Maaf bu Lurah, bagaimana awal kejadiannya?" tanya Yasin.


Kemudian Riska yang menjawab, Riska menceritakan semua kejadian dari awal hingga kedatangan Sidiq dan Ihsan.


"Jadi begitu, pantas Sidiq bisa menyimpulkan itu Jaka," ucap Yasin.


Saat sedang berbincang terdengar suara Pak Lurah Broto teriak teriak tidak jelas. Kemudian Yasin mengajak Farhan mendekati Psk Lurah Broto di kamar.


Yasin melihat kondisi Pak Lurah Broto jadi Prihatin. Sosok Pak Lurah Broto seakan hilang. Berubah seperti bukan Pak Lurah Broto sebelumnya.


"Pergi Kalian... aku gak butuh bantuan kalian," ucap Lurah Broto.


"Pak, mereka Pak Yasin dan Pak Farhan yang dulu bantu kita?" kata Bu Lurah Broto.


"Mereka itu penipu, hanya mau manfaatin kita, " jawab Lurah Broto.


"Jangan begitu mereka sudah sering bantu kita dengan ikhlas," Bu Broto merasa malu pads Yasin atas ucapan suaminya.


Sosok Lurah Broto jiwanya dikuasai Ki Bujang dan kawan kawannya.


"Gak usah khawatir Bu Lurah, saya tahu itu bukan kehendak Pak Lurah sendiri," jawab Yasin.


"Maksudnya bagaimana Pak Yasin?" tanya Bu Lurah.


"Jiwa Pak Lurah di kendalikan orang lain," Jawab Yasin singkat.


Kemudian Yasin meminta Farhan untuk berdoa di samping Pak Lurah Broto. Untuk melindungi gangguan makhluk astral.


Sementara Yasin menggunakan mata Batinnya untuk melihat keberadaan makhluk astral yang berada di tempat itu.


Yasin dan Farhan pun bekerjasama membagi tugas. Farhan membaca doa dan Yasin yang mengusir Jin jahat yang menguasai tubuh Pak Lurah Broto.


Saat Yasin sudah terbuka mata batinnya, Yasin melihat ada dua sinar Gaib. Sinar itu hendak masuk ke tubuh Pak Lurah Broto.

__ADS_1


Secara reflek Yasin menahan laju dua sinar gaib tersebut dengan kekuatan lahir dan Batinnya.


Yasin menduga jika dua sinar gaib itu sekedar laku Santet seperti biasanya. Sunar itu mental dan jatuh di halaman luar rumah.


Tapi Yasin sendiri terpental dan merasakan panas di tubuhnya. Badan Yasin pun jadi gemetaran.


"Mas Yasin?" Farhan terpaksa menghentikan doa melihat Yasin terpental.


"Tidak papa, hanya kaget saja," jawab Yasin. "ilmu apa ini, kenapa seperti benturan fisik yang terjadi.


"Yakin gapapa mas?" tanya Farhan.


"Iya, teruskan baca doa nya," jawab Yasin.


Farhan pun kembali melanjutkan membaca dos dari awal lagi.


Sementara Yasin mengumpulkan tenaga dan melapisi dirinya dengan aji lembu sekilan. "Untung aku masih bisa bertahan. Ilmu yang aneh, tapi rasanya pernah menghadapi ilmu ini," ucap Yasin dalam hati.


Sementara Pak Lurah Broto semakin berteriak tidak jelas. Bahkan memaki Yasin dan Farhan dengan suara parau.


.....


.....


.....


Beberapa menit sebelumnya, di tempat Ki Bujang


Sementara Ki Bujang, Lembayung dan Gede Paneluh yang melancarkan serangan pertama kaget serangan mereka gagal.


"Kurang ajar, siapa yang menggagalkan serangan kita?" ucap Ki Bujang.


"Hmm... sudah pasti ada campur tangan keluarga Yasin di sana," sahut Gede Paneluh.


"Terpaksa harus mendekat ke sana, bukankah Jaka dan Gandung Santosa tang akan menyerang rumah Yasin, "


"Iya Ki, tapi baiknya kita pastikan ke sana, " usul Gede Paneluh.


"Baik ayo berangkat sekarang," jawab Ki Bujang.


Mereka pun berangkat ke Rumah Pak Lurah Broto.


Sementara Yasin salah perhitungan, karena tidak hanya rumahnya yang akan diburu musuh ternyata.


.....


Dan paling fatal adalah akan datangnya Ki Bujang, sementara Yasin kondisinya sedang tak seperti dulu. Yasin belum kuat bertarung lama dan Farhan pun bukan petarung fisik.


Kembali Yasin melihat satu sinar gaib yang akan menghantam Pak Lurah Broto. Yasin kembali menghantam sinar gaib tersebut. Untunglah kali ini hanya satu dan Yasin juga sudah lebih siap.


sehingga benturan tenaga batin itu tidak menggoyahkan tubuh Yas.


Tiba-tiba terdengar suara kaca jendela depan rumah tersebut pecah. Sebuah batu yang dililit kertas, seperti sebuah Surat.


Yasin pun mengambil dan membaca pesan tersebut.


...Aku tunggu di luar ...


Hanya itu isi pesan tersebut, dan Yasin keluar juga dati rumah Lurah Broto. Dan ternyata Ki Bujang, Gede Paneluh sudah menunggu di luar rumah Pak Lurah Broto.


"Hanya sendirian, berani sudah siap mati...!" ucap Ki Bujang.


"Gak usah banyak bicara, langsung saja katakan apa mau kalian, " jawab Yasin tegas.


sebuah Sifat Yasin yang tidak bisa hilang tegas dan berani.


Hanya sayang, waktu dan kondisi Yasin yang belum memungkinkan melawan mereka...?


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2