Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Rahasia kelemahan Gagak Seta


__ADS_3

Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


...Rahasia kelemahan Gagak Seta...


"Lempari dengan senjata yang ada, jangan sampai Yasin bisa lolos,” perintah Ki Ajar Panggiring pada anak buahnya.


Anak buahnya pun bersiap untuk melempari Yasin dengan batu ataupun senjata tajam yang ada. Ki Ajar khawatir Yasin bisa melepaskan diri dari ikatan.


Anak buah Ki Ajar Panggiring pun bersiap melempari Yasin dengan berbagai senjata. Sementara Yasin sibuk melepaskan tali dan menahan panasnya api,


Untunglah Anak buah Farayaka sangat gesit, anak buah Ki Ajar Panggiring yang bersiap melempari Yasin, lebih dulu menjerit terkena Shuriken dari para Lady Ninja. Sehingga Yasin tidak sempat di lempari senjata oleh anak buah Ki Ajar Panggiring.


Melihat hal tersebut Ki Ajar panggiring memerintahkan Gagak Seta dan Jaladara untuk menghadapi para Lady Ninja. Namun tanpa diketahui oleh Ki Ajar juga Gagak Seta Sendiri, Jaladara sudah tidak lagi berada di lokasi itu.


“Gagak seta, Jaladara Hadapi orang orang bertopeng itu,” ucap Ki Ajar.


“Siap Ki,” jawab Gagak Seta.


Namun Gagak Seta merasakan sebuah keanehan, biasanya setelah dia bicara adiknya Jaladara akan secara otomatis menyahut omongannya. Namun kali ini Gagak Seta tak mendengar ucapan Jaladara. Bahkan melihat Jaladara pun tidak. Sehingga Gagak Seta merasakan ada keanehan pada Jaladara.


“Kemana Jaladara tadi Ki Ajar?” tanya Gagak Seta.


Ki Ajar sendiri baru menyadari jika Jaladara tidak berada di tempat tersebut.


“Tadi perasaan ada didekat sini, kenapa sekarang tidak ada lagi?” ucap Ki Ajar.


Sementara anak buah Ki Ajar yang lain juga bubar karena di serang dengan senjata rahasia Ninja. Sementara Sidiq sudah datang dan membantu Yasin melepaskan diri dari kepungan Api di sekelilingnya. Dengan Cepat pula Sidiq membawa tubuh ayahnya ke tempat yang lebih aman.


Ternyata di sana Nisa dan Kyai Syuhada sedang menemui Jaladara yang melarikan diri dari Ki Ajar Panggiring.


“Alhamdulillah…akhirnya kamu bisa selamat Kang Yasin,” ucap Kyai Syuhada.


“Alhamdulillah, tapi bagaimanapun Ajar Panggiring tidak boleh dilepaskan begitu saja,” jawab Yasin.


“Ajar Panggiring tidaklah terlalu membahayakan. Tapi saat ini yang paling berbahaya adalah Gagak Seta dan akan munculnya Raja Khodam Dalang Anyi Anyi,” jawab Kyai Syuhada.


“Apakah Raja Khodam itu akan muncul saat ini juga?’ tanya Yasin.


“Menurut Jaladara, Raja Khodam itu akan datang saat ini. Bahkan anak buahnya sudah bersama dengan Gagak Seta dan Jaladara saat ini,” jawab Kyai Syuhada.


“Bagaimana mungkin? Jaladara dan Gagak Seta membawa anak buah Raja Khodam itu?” tanya Yasin.


Kemudian Jaladara yang menjelaskan, jika dia dan Gagak Seta sebelumnya mencari Batara Karang di pesisir pantai selatan. Kemudian dibawa ke tempat Raja Khodam itu berada, kemudian saat pulang diikuti oleh anak buah Dalang Anyi Anyi Naga Taksaka dan Taksaka Naga. Keduanya adalah anak buah Raja Khodam tersebut.


Kehadiran Naga Taksaka dan Taksaka Naga merupakan pertanda akan munculnya Dalang Anyi Anyi. Karena tindak kemaksiatan sudah hampir mencapai puncaknya. Orang sudah melakukan maksiat tanpa rasa malu, bahkan orang justru malu ketika tidak melakukan sebuah maksiat.

__ADS_1


Sebuah gambaran upacara Pancamakarapuja yang dilakukan secara terpisah, namun dampaknya sama dengan upacara Pancamakarapuja yang sebenarnya.


Pertama


Orang minum minuman keras sudah sangat berani dan terbuka tanpa ada rasa malu atau sungkan dengan lingkungan.


Kedua


Orang sudah tidak malu melakukan tarian erotis di depan orang banyak, bahkan hingga membuka seluruh pakaian yang digunakan. (Streaptease)


Ketiga


Memakan Bangkai saudaranya


sebuah kesalahan yang tanpa disadari jika kesalahan itu sama seperti memakan bangkai saudaranya. Dan dosa tersebut adalah Ghibah, atau membuka aib saudaranya. Baik secara langsung dengan lisan maupun dengan mengupload di sosial media. Seakan jika tidak membuka aib saudaranya, dan hal itu dilakukan secara Masif.


Ke Empat


makan ikan beracun


Pada hakekatnya, banyak manusia yang sudah memakan barang barang beracun sebagai gambaran orang yang mengkonsumsi makanan makanan yang sudah tidak higienis bahkan lebih dari itu banyak yang sengaja memakan sesuatu yang beracun dan membahayakan manusia.


Ke Lima


Pesta ****


Sudah bukan rahasia umum, jika perilaku penyimpangan **** banyak orang yang begitu mengerikan. Dari budaya Swinger ( bertukar pasangan ) sampai dengan prostitusi Online dan bentuk kebebasan Seksual yang lain.


Yasin mendengar itu menjadi merinding, karena secara realita tantangan generasi ke depan tampak semakin berat.


“Astaghfirrullah…sungguh berat tantangan generasi ke depan,” ucap Yasin.


“Kita bahas dulu masalah akan munculnya dalang Anyi Anyi, bagaimana kita bisa menghentikan aksinya. Jangan sampai membuat pengaruh buruk pada umat, dampaknya akan semakin berbahaya,” kata Kyai Syuhada.


“Bagaimana jika Gagak Seta kamu yang menghadapi Jaladara?” kata Yasin.


“Tidak mungkin saudara, kita terikat sumpah bahkan menghadapi kamu dan seluruh keturunan Begawan Sanjaya pun kami tidak berani,” jawab Jaladara.


“Lalu apa usulan kamu untuk masalah ini?” tanya Yasin.


“Gagak Seta punya kelemahan di punggung sebelah kiri, kenakan panah atau senjata lain. Karena dia tidak bisa dikenai dari jarak dekat,” ucap Jaladara.


“Baiklah kalau begitu Paman, saya sanggup untuk melakukan itu,” kata Sidiq.


“Jangan kamu, karena kamu dan adikmu akan dipersiapkan untuk melawan Raja Khodam. Tidak bisa hanya kamu sendiri atau adikmu sendiri melainkan harus kalian berdua,” kata Jaladara.


“Lalu siapa yang akan melawan Gagak Seta?” tanya Yasin.


“Anak yang semalam berjalan bersama anak kamu yang ini,” jawab Jaladara.


“Maksudnya Kholis?” tanya Yasin.


“Siapapun namanya, aku melihat dia punya kemampuan juga. Sedangkan untuk Ki Ajar siapapun bisa menghadapinya,” kata Jaladara.

__ADS_1


“Untuk Ki Ajar biar aku sendiri yang menyelesaikan nanti,” jawab Yasin.


“Yakin Kang Yasin masih mampu?” tanya Kyai Syuhada.


“Meski hanya sekilas tapi aku sudah mengukur kemampuan Ajar Panggiring,” kata Yasin.


Akhirnya semua setuju dengan kesepakatan yang sudah dibuat. Yasin akan menghadapi Ki Ajar Panggiring. Di samping rasa marah Yasin kepada Ajar Panggiring, karena telah menculik Nisa dan permasalahan yang dulu belum di tuntaskan.


*****


Di markas Ki Ajar, Jafar dan pasukan Lady Ninja sedang menggempur anak buah Ki Ajar Panggiring. Gagak Seta yang bingung mencari adiknya Jaladara kurang fokus dengan pertempuran yang ada. Sehingga membuat pasukan Ki Ajar Panggiring semakin kocar kacir. Ki Ajar Panggiring sendiri kebingungan menghadapi suasana pertempuran yang tidak menguntungkan.


“Gagak seta, kamu ambil posisi kepemimpinan sementara, aku harus meminta bantuan kepada Sang Raja,” ucap Ki Ajar Panggiring.


“Mau minta bantuan kemana Ki Ajar, sepertinya tempat ini sudah terkepung,” kata Gagak Seta.


“Bukan pada orang,tapi pada Sang Raja Khodam Dalang Anyi Anyi,” kata Ki Ajar Panggiring.


“Baiklah Ki, tapi jangan terlalu lama. Aku mau mencari adikku Jaladara,” ucap Gagak Seta.


Tanpa menjawab, Ki Ajar Panggiring meninggalkan tempat menuju ke dalam gua untuk melakukan ritual. Ki Ajar melakukan ritual pemanggilan Raja Khodam Ajar Panggiring.


Dengan ritual khusus, Ki Ajar Panggiring memanggil kehadiran Raja Khodam Dalang Anyi Anyi. Sementara Gagak Seta sibuk mengatur anak buah Ki Ajar melawan pasukan Lady Ninja dibawah pimpinan Farayaka dan Jafar.


“Jafar, orang itu sangat kuat. Bahkan tidak bisa dikenai dengan senjata,” kata Farayaka.


“Khusus orang itu biarkan saja dulu, jika tidak Mas Sidiq yang menghadapi akulah nanti yang akan menghadapi,” jawab Jafar.


“Bagaimana kalau kita berdua saja yang melawan,” ucap Farayaka.


“Tidak perlu kita dekat sekarang, namun jika bertemu langsung harus kita lawan juga,” jawab Jafar.


Kondisi anak buah Ki Ajar semakin terdesak, bahkan Gagak seta juga semakin surut mundur. Namun kondisi berbalik manakala ada angin besar yang menerpa tempat tersebut. Seluruh pasukan Lady Ninja, tiba tiba menjerit kesakitan dan jatuh satu persatu hingga membuat Farayaka dan Jafar kaget.


Dan tiba tiba Ki Ajar muncul dengan suara yang menggema berteriak.


“Ha…ha…ha…kalian jangan berharap bisa memenangkan pertempuran ini sekarang,” ucap Ki Ajar Panggiring dengan lantang.


 


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 

__ADS_1


__ADS_2