
... Lusy kembali ke rumah Yasin...
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
Gede Paneluh dan Jalu kaget mendengar Jaka dan Bayu Aji sudah menguasai ilmu tersebut...!?!
"Jadi kalian sudah berhasil kuasai ilmu itu ?" Tanya Gede Paneluh.
"Iya ki Gede, baru saja kami menyelesaikan ritual akhir ajian itu yang kemarin sempat tertunda karena guru sedang sakit." Jawab Jaka.
"Baguslah kalau begitu, tinggal Jalu yang akan segera kuasai ilmu halimun 'Popok Wewe' agar lengkap kekuatan kita nanti. Sekaligus aku juga akan kuasai ilmu pengobatan 'Sewu Prewangan' (Seribu khodam).
Semua menyambut gembira keberhasilan Jaka dan Bayu yang telah memiliki Aji Welut Putih. Bertambah keyakinan mereka untuk bisa mengalahkan Yasin. Apalagi mendengar berita jika Lusy sudah berhasil menggoda Yasin dan merusak hubungan Yasin dengan istrinya.
Tanpa mereka ketahui jika berita itu adaltbohong belaka. Dan hanya merupakan trik Yasin yang sengaja memancing kemunculan Jalu. Untuk diserahkan kepada pihak polisi ( pak Yadi) atas kasus pembunuhan yang Jalu lakukan.
Dan Jalu yang tahu Jaka dan Bayu Aji sudah memiliki Aji Welut Putih sedikit iri. Ingin segera memiliki Aji popok wewe yang serupa dengan Aji Welut Putih. juga ingin mendapatkan Mustika Ular seperti yang di sampaikan Taksaka saat sedang berendam di Tempuran Sungai.
Semangat atau Nafsu Jalu yang tidak mau kalah bersaing membuat Jalu terbakar rasa iri dengki nya.
Jalu tidak mau kalah bersaing dengan Jaka, segera mempersiapkan diri untuk melakukan proses Nglandak. Demi mendapatkan ilmu yang dia inginkan. Terdorong oleh iri dan dendamnya.
Gede Paneluh pun segera mempersiapkan Jalu melakukan ritual puasa tiga hari sebelum Nglandak. Agar bisa mengalahkan sejumlah mayat yang dilewati sebelum mencapai jenazah yang dituju untuk diambil kafan dan kepalanya.
Jalu akan mengambil kepala msuat khusus tersebut sebagai tumbal pesugihan. konon menurut cerita, kepala itu akan diawetkan dan disimpan di tempat khusus.
Dan pada malam tertentu kepala tersebut akan keluar mencari tubuhnya dan saat pulang akan membawa sejumlah harta yang diserahkan pada orang yang menyimpan kepala nya.
Namun dalam proses memenggal kepala tidak boleh menggunakan senjata tajam. hanya menggunakan gigi dan tangan orang tersebut.
Dan kepala yang disimpan tersebut diberi nama
'Surah tanpo Gembung' yang artinya Kepala tanpa tubuh. Dan akan menuruti semua perintah majikannya.
Sebuah ilmu 'Sesat' yang pernah ada dan menggemparkan masyarakat kalau itu. Karena kepala tersebut bisa juga diperintahkan untuk membunuh orang dengan cara menggigit leher seseorang yang ditujukan. Dengan cara dan ritual khusus.
.....
.....
Pagi hari di rumah Yasin
Yasin POV
"Kenapa Jafar kemarin bisa termakan isu receh begitu ya mas?" Tanya Fatimah.
"Itulah bukti Jafar adalah manusia normal. Yang tidak luput dari kesalahan." Jawabku.
"Maksudnya kenapa langsung menyimpulkan ayahnya begitu tanpa tabayun (kroscek) lebih dahulu." Kata Fatimah.
"Saat orang sudah emosi, akal sehat nya kurang berfungsi. Makanya Fitnah itu disebut lebih kejam dari pembunuhan. Karena pembunuhan jelas korban dan pelakunya. Sedang Fitnah tidak jelas Pelaku atau penyebabnya. Tahu tahu timbul korban yang tak bersalah." Jawabku.
Saat sedang bersantai di rumah sambil menemani Fatimah menunggu warung tiba tiba Lusy datang sambil menangis dan memeluk Fatimah.
"Maafkan saya bu, saya mohon bimbingan mau bertaubat sekarang." ucap Lusy.
__ADS_1
Aku tidak percaya begitu saja ucapan Lusy, meski tidak berani menuduh fisik dusta juga. Sekedar sebuah kewaspadaan saja, agar tidak hanyut dalam bujuk rayu dan jebakan musuh.
"Serius kamu mau bertaubat Lusy? " Tanya Fatimah istriku.
"Iya bu, sungguh Lusy msu taubat sekarang." Jawab Lusy.
" Ngapain harus Taubat, kan enak hidup seperti Lusy kemarin. Hidup tanpa ada aturan, bebas pengen apa saja, tidak terikat aturan apapun." Kataku menguji niat Lusy.
"Memang, tapi ada satu sisi yang tidak bisa Lusy dapat kan." Jawab Lusy.
"Apa yang tidak bisa kamu dapatkan, uang tentu mudah kamu dapat. Kenikmatan duniawi tiap saat bisa kamu peroleh. Kurang apa lagi, hidup di dunia kan asal kebutuhan perut dan bawah perut terpenuhi sudah gak ada yang kurang." Jawabku berbicara agak vulgar.
Karena rata rata manusia memang hanya memikirkan kebutuhan perut dan ( maaf) di bawah perut. Dari dua hal itu tidak jarang sampai rela saling bunuh dan saling tikam. Semua bersumber dari keinginan memenuhi dua hal tersebut.
"Tidak tahu, tapi Lusy merasakan ada hal yang kurang dalam hidup Lusy." Jawab Lusy.
"Kalau kamu sendiri tidak tahu apa yang kurang mana mungkin kami bisa membantu memenuhi kekurangan yang kamu rasakan." Kataku pada Lusy.
"Lusy tidak tahu apa itu, yang jelas Lusy ingin menjadi Lusy yang dahulu lagi." Ucap Lusy.
"Memang dulu Lusy seperti apa, kok pengen jadi Lusy yang dahulu lagi." Tanyaku pada Lusy.
Kemudian Lusy menceritakan kehidupan masa kecilnya hingga remaja. Dia menceritakan dulunya dididik oleh kedua orang tuanya dengan ilmu agama juga.
Tiap sore diajarkan membaca Al-Quran, diajarkan puasa wajib dan sunah juga. Bahkan Lusy termasuk anak yang cukup pandai membaca Al-Quran dan bersuara cukup merdu.
Sehingga beberapa kali mewakili dusun tampil dalam lomba Qiraat Al-Quran.
Aku dan Fatimah mendengar cerita Lusy jadi sedikit prihatin dan penasaran. benarkah apa yang Lusy ceritakan itu? Sampai akhirnya aku menguji cerita Lusy tersebut.
"Kamu ambil air wudhu sekarang, aku mau dengar kamu baca Al-Quran." Kataku ke Lusy ingin membuktikan apakah ucapan dia itu benar atau hanya tipuan saja, pikirku.
Tanpa aku duga, Lusy pun benar-benar mengambil air Wudhu kemudian mengambil Al-Quran dan membawa kehadapan ku dan Fatimah dan sudah memakai mukena yang dia siapkan.
"Coba kamu buka dan baca Surah An-Nisa ayat 20-23. Kalau kamu pernah ikut Qiraat Al Quran baca dengan irama bayati." Kataku pada Lusy.
Dari cara memegang Al-Quran dan membuka nya sudah menunjukkan jika Lusy memang cukup paham dengan Al-Quran. Apa yang menyebabkan dia jadi terjerumus dalam lembah dosa, pikirku.
Kemudian dengan linangan air mata Lusy mulai melantunkan bacaan Al-Quran sesuai dengan permintaan yang aku minta.
Dia tahu posisi Surah An-Nisa juz berapa, dan yang lebih mengejutkan makhrojul huruf dan Tajwid nya bagus, serta suaranya memang merdu.
Tapi bukan itu saja, Lusy membacanya dengan penuh penghayatan. Kebetulan yang aku suruh baca adalah ayat tentang mahram (orang yang haram dinikahi) dan tentang penjelasan seputar itu.
Aku dan Fatimah ikut merinding mendengar nya. Lantunan ayat suci dengan suara merdu penuh penghayatan keluar dari lisan seorang yang kemarin mau menjerumuskan aku pada perzinahan.
"Yaa Allah... ini semua jelas atas kuasa Mu. bukan karena kepintaran ku. Seorang hamba Mu yang kemarin tersesat sekarang Kau kembalikan dia di jalan Mu." Ucapku dalam hati.
Tanpa sadar air mataku sampai menetes. bahkan Fatimah menangis juga.
Dan setelah Lusy selesai membaca Fatimah langsung memeluk Lusy penuh haru. Keduanya berpelukan sambil menangis. Dan aku baru percaya jika Lusy berniat untuk Taubat. Dengan begitu dia menjadi tanggung jawab ku atas keselamatan jiwa raganya. Jika dari pihak Jalu dan lainya mengancam. Maka akulah yang akan melindungi Lusy dari semua marah bahaya.
Suasana haru terhenti ketika ada seorang pembeli yang hendak belanja.
"Dengar orang ngaji suaranya merdu banget itu saudara bu Fatimah ya?" tanya seorang pembeli.
"Iya saudaraku yang lama gak bertemu buk. Mau beli apa bu?" Tanya Fatimah masih agak terisak karena tangisan haru.
"Owh pantas, bu Fatimah sampai nangis lama gak bertemu. Sudah berapa tahun gak bertemu?" tanya ibu tersebut.
"Udah lama banget bu, sampai kami lupa berapa tahun." Aku yang menjawab pertanyaan ibu itu.
Mungkin tidak enak jika kelamaan ibu itu langsung pamitan setelah selesai belanja.
__ADS_1
"Nanti kita lanjutkan ngobrol di dalam rumah saja. saat ini kamu sama istriku masuk ke rumah dulu. Biar aku yang jaga warung.Kataku memberi kesempatan mereka ngobrol.
.....
Saat makan siang Fatimah mengajak Lusy makan bersama. Aku agak kaget melihat penampilan Lusy yang sudah berubah. Dia memakai baju Fatimah dan juga Jilbab Fatimah sehingga nampak anggun.
" Yaa Allah Lusy kamu makin cantik kalau begitu." Kataku.
"Berkat bimbingan istri bapak dan di pinjami baju beliau." jawab Lusy dengan nada bicara yang ikut berubah sopan.
Kemudian kami ngobrol sebentar setelah usai makan siang. Dan Lusy kembali membuka jati dirinya yang Nama Lengkapnya adalah Lusia Sufitri Prihati. Dan berasal dari desa xxxx dan ditinggal kedua orang tua nya meninggal kecelakaan saat masih remaja.
Sampai akhir nya Lusy terjerumus dalam lembah dosa akibat tertipu orang yang katanya akan memberikan pekerjaan.
Aku jadi kepikiran Gembul, apakah dia orang nya, batinku.
"Apa yang membuat kamu kemudian larut dalam lembah dosa. Bukankah kamu punya dasar kuat dalam agama Lusy.Tanyaku.
" Lusy kehilangan pegangan, merasa sebelum nya Lusy rajin ibadah Sholat, mengaji bahkan puasa sunnah juga. Tapi Justru hidup dann kehidupan Lusy terbengkalai. Bahkan mantan suami Lusy sendiri ikut menjebak Lusy menjadi wanita penghibur. Sejak saat itu Lusy jadi jauh bahkan semakin meninggalkan ajaran agama. dan menikmati hidup sebagai wanita penghibur." Jawab Lusy berkaca kaca.
"Lusy,,, aku tahu perasaan kamu. Yang penting sekarang kamu sudah sadar dan bertaubat. Semua orang pasti punya masa lalu yang tidak semua baik." Kataku.
"Iya Pak, tapi yang Lusy masih bingung kenapa cobaan Lusy sangat berat. Padahal Lusy sudah berusaha Taqwa pada Allah sebelum jatuh ke lembah dosa." kata Lusy.
"Lusy mungkin belum paham apa itu Taqwa?" Jawabku.
"Lusy sudah melakukan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya pak." Jawab Lusy.
"Itu belum disebut Taqwa Lusy, Taqwa itu dari tiga huruf. Ta, Qof dan wawu. Ta itu taat seperti yang Lusy lakukan dulu. tapi Qof yang maksutnya Qona'ah ( menerima apa yang dianugerahkan) Lusy belum. Sehingga protes pada Allah, merasa Allah tidak adil dan sebagainya. belum lagi Wawu yang maksudnya Wira'i ( menjuhi yang subhat / samar samar apa lagi yang haram). Kalau sudah bisa tiga hal itu baru bisa disebut Taqwa. Jadi bukan sekedarvtaat tapi hati masih protes atas anugerah yang diberikan Allah. Merasa kurang dan merasa Allah tidak adil." Jawabku panjang lebar menjelaskan pada Lusy.
"Tapi kan Allah sudah berjanji dalam Surah Al- Zalzalah dua ayat terakhir tujuh dan delapan.
bahwa semua perbuatan manusia akan ada balasannya baik maupun buruk pak. Tapi kenapa yang diterima Lusy balasan yang buruk. Maaf Lusy hanya pengen tahu bukan bermaksud nendebat. Karena itulah yang Lusy rasakan dulu." tanya Lusy.
Lusy ternyata punya pemahaman ayat Quran yang cukup juga. meski masih sebatas letter book. sebatas kulit nya saja.
"Betul Lusy, tapi balasan atau pahala yang di maksud' tidak selalu diberikan di dunia. Bahkan lebih besar di akhirat nanti. Kadang juga ibadah kita, munajat kita doa kita diberikan pahala dalam bentuk penghapusan dosa kita. Agar saat di Akhirat Dosa kita tinggal sedikit atau bahkan sudah dihapuskan. coba baca akhir Surah Al-Baqaroh tiga ayat terakhir saja. disitu sudah dijelaskan semuanya." Jawabku pada Lusy.
Lusy diam sambil melafazkan ayat yang aku minta. Dan luar biasa nya Lusy masih Hafal ayat tersebut dengan baik berikut makna kata demi kata nya. Aku makin yakin jika Lusy asli nya orang baik. Mungkin nasibnya seperti Rofiq dulu yang sempat jatuh dalam dunia hitam juga, batinku.
Aku dan Fatimah takjub dengan Lusy, dan semangat untuk mengajak Lusy kembali ke jalan Allah...!?!
...Bersambung....
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
Note :
Mohon maaf penggalan cerita tanggung banget
Karena batasan jumlah kata dalam satu episode.
Maksud Author mau sampai pertarungan Jafar melawan Jaka dan Bayu yang menggunakan aji Welut putih, tapi tidak memungkinkan memotong dialog Yasin, Lusy dan Fatimah.
Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...