
Reader Tercinta
tak lupa selalu mohon dukungannya, saat ini memasuki konflik eksternal ketiga anak Yasin.
Selamat membaca.
semoga terhibur.
...🙏🙏🙏...
Ihsan pun masih melongo melihat aksi Jafar tersebut, tidak menyangka Jafar memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan Sidiq sahabatnya. Bahkan Riska yang berada di dalam counter pun menatap kagum kepada Jafar adiknya Sidiq tersebut…?!?
“Tunggu dulu…!” teriak Sidiq menghentikan langkah Jalu. Kemudian keluar dari counter menghampiri Jalu. Dan Jalu pun menghentikan langkahnya menanti Sidiq,
“Apa lagi yang akan kamu katakan ?” Tanya Jalu.
“Aku menghargai kamu jadi aku harap masalah ini jangan kau hubungkan dengan teman teman sekolahku. Dan bilang pada ponakanmu Ari, jangan bertingkah merugikan teman temanku.” Kata Sidiq.
“Bukanya kamu yang bertindak merugikan Ari dan kawan kawannya.” Jawab Jalu.
“Terserah kamu mau percaya atau tidak, kalau aku berniat jahat pada Ari dan kawanya sangat mudah bagiku membuat mereka celaka. Yang penting kamu bilang saja begitu, kalau tidak maka jangan salahkan aku jika mereka celaka karena perbuatan mereka sendiri.” Kata Sidiq.
“Aku pegang kata kata kamu, tapi jangan senang dulu urusan kita belum selesai. Sesudah aku mendapat informasi yang aku cari aku akan selesaikan urusanku padamu nanti.” Ucap Jalu.
“Ok aku tunggu, dan aku juga pegang kata kata kamu.” Balas Sidiq.
Kemudian Jalu pun pergi, dan Sidiq kembali menemui adik dan teman temannya.
“Riska ini adikku Jafar, katanya kamu mau berkenalan dengan adikku ?” kata Sidiq setelah kembali ke Counter.
Riska pun baru tersadar jika dirinya masih berada di dalam tempat kerja Sidiq. Kemudian keluar menghampiri kawan kawannya.
“Owh kalian sangat mirip wajahnya, kenalkan aku Riska teman satu sekolah Sidiq.” Kata Riska sambil mengulurkan tangan hendak menyalami Jafar.
“Saya Jafar adik mas Sidiq, maaf mbak kita bukan mahram.” Jawab Jafar sambil mengatupkan telapak tangannya memberi salam.
Riska jadi agak canggung merasa malu karena sikap Jafar. Sementara Sidiq hanya tersenyum melihat kejadian itu.
“Owh iya maaf, kamu kelas berapa Jafar ?” tanya Riska mengalihkan pembicaraan.
“Saya masih kelas satu SMA mbak.” Jawab Jafar.
“Owh kelas satu, boleh gak hari ini akutraktir kamu sebagai perayaan perkenalan kita.” Kata Riska.
“Aduh maaf mbak, bukan tidak mau tapi hari ini saya baru puasa.” Jawab Jafar. Sekali lagi Riska merasa malu pada Jafar.
“Eeh Ris, Jafar tuh gak kayak Sidiq dia rajin puasa dan pendiam.” Sahut Ihsan.
Riska hanya tertunduk malu, dan Riska pun kemudian duduk di samping Sidiq.
“Mas Sidiq, Jafar mau bicara berdua sebentar.” Kata Jafar.
“Iya, kita masuk ke dalam saja yuk.” Jawab Sidiq.
Jafar pun kemudian masuk ke dalam counter bersama Sidiq, dan berbicara berdua secara pelan.
“Mas Sidiq sama mbak Riska berdua disini ?” Tanya Jafar.
“Ya gak lah, tadi kebetulan saja dia datang dan membantu saat aku kerepotan kemudian keburu Jalu datang. Dan ternyata Jalu itu memang sawung Panjalu.” Kata Sidiq.
“Iya Jafar tahu, dia mempelajari Aji Giling Wesi tapi belum sempurna.” Jawab Jafar.
“Tapi kayaknya tidak terlalu menakutkan, meski juga gak bisa disepelekan.” Kata Sidiq.
“Saat ini karena ilmunya belum sempurna saja.” Sahut Jafar.
“Terus apa rencana kita selanjutnya ?” Tanya Sidiq.
“Cepat atau lambat Jalu akan mencari kita jika tahu orang yang dicarinya adalah ayah kita.” Jawab Jafar.
“Iya sih, Aku juga berpikir begitu.” Sahut Sidiq.
“Sementara jangan sampai dia tahu kita punya adik cewek, bisa membahayakan Nisa.” Kata Jafar.
“Semoga saja tidak ada yang memberitahu dia.” Jawab Sidiq.
“Mas Sidiq jangan terlalu sering berdua dengan mbak Riska dong mas.” Kata Jafar tiba tiba berganti topic. Membuat Sidiq jadi agak kaget mendengar ucapan Jafar tersebut.
“Ada apa Jafar, apakah menurut kamu Riska itu bukan gadis yang baik ?” tanya Sidiq.
“Bukan begitu, tapi seusia mas Sidiq dan mbak Riska bahaya jika sering berduaan.” Kata Jafar mengingatkan.
“Itu saja ?” tanya lanjut Sidiq.
“Kalau bisa mbak Riska diajari jadi muslimah yang baik mas. Kalau mas Sidiq memang serius dengan mbak Riska.” Kata Jafar, yang sebenarnya sangat peduli dengan Sidiq kakaknya itu.
Sebelum Sidiq menjawab tiba tiba ada orang yang datang untuk menanyakan Hp yang kemarin minta di servis.
“Permisi mas, HP saya yang kemarin sudah jadi apa belum ya ?” tanya orang tersebut. yang kemarin sempat di lihat percakapan di Chat yang akan mengancam Jafar dalam percakapannya.
“Kamu kenal orang itu Jafar ?” tanya Sidiq berbisik.
“Gak tu, siapa dia ?” tanya Jafar.
“Nanti saja aku ceritakan.” Jawab Sidiq kemudian mendekati orang tersebut.
“Besok baru jadi mas, dan kayaknya gak perlu ganti touchscreen kok. Jadi biayanya juga paling hanya sekitar seratus ribu.” Jawab Sidiq.
“Owh ya sudah gak papa, besok saja saya kesini lagi.” Kata orang itu kemudian melangkah pergi.
Jafar pun sudah kembali keluar dari dalam counter bergabung dengan Ihsan dan Riska.
“Aku gak nyangka, kamu gak kalah hebat sama Sidiq kakak kamu.” Ucap Ihsan.
“Aah gak kok mas, biasa saja.” Jawab Jafar.
“Kamu sama kakak kamu itu rukun banget ya Jafar ?” sahut Riska.
“Namanya juga kakak adik mbak.” Jawab Jafar.
Kemudian di tengah obrolan mereka tiba tiba Lita sahabat Riska datang.
“Woi sudah pada kumpul nih, maaf Lita terlambat.” Ucap Lita dari kejauhan sudah teriak.
“Udah dari tadi kita di sini Lita….!” Jawab Riska.
“Loh ini adiknya Sidiq yak ok mirip banget wajahnya, kirain Sidiq tadi.” Ucap Lita.
“Iya jelas sudah kelihatan dari wajahnya masih nanya juga.” Sahut Riska.
Jafar hanya senyum senyum saja mendengar Riska dan Lita bercakap cakap membicarkan dirinya.
“Boleh kenalan dong, namanya siapa ?” tanya Lita.
__ADS_1
“Kenalan gak papa, tapi gak usah jabat tangan dia gak mau bukan mahram.” Bisik Riska ke Lita.
“Nama saya Jafar mbak, iya saya adiknya mas Sidiq.” Jawab Jafar.
“Owh Jafar, kamu lebih kalem ya dari kakak kamu Sidiq ?” ucap Lita.
“Iya mbak.” Jawab Jafar.
Rombongan Riska dan lainya pun hendak mencari tempat ngobrol takut mengganggu Sidiq yang sedang bekerja. Dan mereka mencari tempat yang cukup teduh di sekitar situ untuk ngobrol. Sementara Sidiq sibuk dengan pekerjaan yang sempat tertunda sebelumnya.
Dan di tengah mereka ngobrol tiba tiba Jafar melihat seseorang yang jalan menuju ke counter Sidiq.
“Kayaknya gak asing sama itu orang, tapi siapa ya ?” kata Jafar dalam hati.
“Hei Jafar, mandangin siapa kamu kok sampai terpesona begitu lihat cewek ?” Goda Riska.
“Bukan mbak, seperti pernah lihat saja.” Jawab Jafar.
“Aduh Jafar, itu jawaban klasik cowok yang mandangin cewek, biar gak dicurigai bilangnya kayaknya kenal.” Sahut Lita ikut menggoda Jafar.
“Serius, kayaknya satu pesantren dengan Jafar.” Jawab Jafar. Kemudian berjalan mendekati gadis yang jalan ke counter Sidiq kakaknya untuk memastikan.
“Assalaamu ‘alaikum…!” sapa Jafar kepada Gadis yang sudah di depan Counter Sidiq tersebut.
Gadis itu justru kaget, mendengar suara salam yang seperti mengenal suara orang yang memberi salam itu.
“Wa’alaikummussalaam,,, Jafar kamu kok disini ?” tanya gadis itu kaget. Sehingga Sidiq pun sampai menoleh ke arahnya dan Jafar.
Sementar Lita, Riska dan Ihsan memperhatikan Jafar dari kejauhan sehingga tidak mendengar percakapan yang terjadi.
“Lah kok Jafar ternyata ganas juga, langsung nyamperin tu cewek…!” ucap Lita.
“Tadi katanya itu teman satu pesantren kita buktiin yuuk benar apa gak ?!?” usul Riska.
“Gak usah, aku yakin itu memang teman satu pesantren Jafar kok. Aku cukup kenal Jafar, yang aku heran ternyata dia juga jago banget kalau gak ada Jafar aku sudah kena tampar Jalu tadi.” Ucap Ihsan.
“Lah jadi Jalu sudah sampai kesini ?” Lita kaget karena Jalu sudah menemui Sidiq tadi.
“Makanya kalau janji jangan molor jadi ketinggalan info kan ?” Ledek Ihsan.
“Lah terus bagai mana tadi ceritanya ?” Tanya Lita penasaran.
Riska yang kemudian bercerita saat Jalu datang dan marah marah sampai dengan kedatangan Ihsan dan Jafar. Kemudian gentian Ihsan yang menceritakan saat dirinya hampir ditampar Jalu. Untung Jafar langsung menangkap tangan Jalu dan terjadi saling pandang antara Jalu dan Jafar. Dan Akhirnya Jalu pun pergi setelah membuat perjanjian dengan Sidiq.
…..
…..
…..
Flashback percakapan Jafar dengan Gadis yang datang
“Seharusnya aku yang nanya mbak Siti kenapa sampai di sini ?” tanya Jafar.
“Eeh iya aku sengaja kesini mau servis HP kata Nadhiroh servis disini hasilnya bagus.” Jawab Siti teman sekamar Nisa dengan gugup. Tidak menyangka jika ternyata Jafar pun berada disitu juga.
“Kenapa gak bilang, bisa titipin Jafar, kalau tahu tadi.” Ucap Jafar.
“Iya aku gak tahu Jafar mau ke sini juga.” Jawab Siti.
“Mbak Siti tahu kalau yang jaga counter ini mas ku ?” tanya Jafar.
“Iya dikasih tahu Nadhiroh kemarin.” Jawab Siti agak gugup mungkin malu jika ketahuan motifnya.
“Ya sudah mbak, langsung sama mask u saja, aku kembali ke teman temanku disana.” Ucap Sidiq langsung kembali ke tempat Riska dan lainya.
“Eheem udah berhasil kenalannya Jafar, cantik juga itu cewek.” Ucap Lita.
“Memang sudah kenal mbak, teman satu pesantren Jafar.” Jawab Jafar.
“Gue bilang juga apa, Jafar bukan lelaki buaya kan anak pesantren kayak Gue juga gitu loh ?” ucap Ihsan dengan gayanya.
“Iya, tapi kalau kamu biar anak pesantren tapi tetap saja buaya.” Seru Lita.
Sementar Riska hanya diam, memandangi Jafar yang mirip dengan Sidiq untuk mencari dimana saja perbedaan wajah Jafar dengan Sidiq.
“Benar benar mirip, bahaya kalau Riska salah mengira nanti.” Kata Riska dalam hatinya.
Kemudian mereka asik terlibat obrolan santai dan sesekali Riska dan Lita menggoda Jafar adik Sidiq.
Sementar itu beberapa meter dari tempat mereka ngobrol, Sidiq pun sedang berbincang bincang dengan Siti teman sekamar Nisa.
“Maaf mas mau nanya dulu boleh ya, soal servis HP ?” Tanya Siti pada Sidiq.
“Boleh, silahkan mbak.” Jawab sidiq.
“Kalau baterai biar awet gimana ya mas biar gak berkali kali ngecas HP.” Tanya Siti.
“Coba lihat baterainya sudah jadi cembung belum mbak, kalau sudah jadi cembung sebaik nya ganti. Tapi kalau belum saya periksa dulu mungkin bisa saya perbaiki.” Jawab sidiq kemudian menjelaskan secara teknis kenapa Baterai jadi cepat law. Siti mendengarkan sambil sesekali mencuri curi pandang ke sidiq. Sidiq menyadari itu tapi dia tetap cuek saja, apa lagi tahu kalau Riska sedang mengamati dirinya. Takut kejadian dengan Nadhiroh kemarin dimana hampir saja Riska cemburu.
“Owh begitu ya mas, kalau begitu saya isi kuota dulu saja mas. Untuk servisnya besok lain kali saja.” Kata Siti.
“Iya mbak gak papa.” Jawab Sidiq.
Kemudian Sidiq pun memberikan voucher yang diminta Siti, dan Siti pun segera berpamitan. Dan menemui Jafar juga untuk pamit kembali ke pesantren.
“Jafar aku kembali ke pesantren duluan ya ? Kamu masih lama disini ?” tanya Siti.
“Iya mbak, Jafar sudah izin abah sore ini gak ikut kegiatan.” Jawab Jafar.
“Gak ikut gabung ngobrol disini dulu mbak ?” Tanya Lita iseng menggoda Siti.
“Makasih,, lain kali masih banyak tugas yang harus saya kerjakan, Assalaamu ‘alaikum….!” Kata Siti pamitan.
“Wa ‘alaikummussalaam…!” jawab mereka kompak.
“Aku pulang duluan ya, aku juga masih ada kerjaan. Jafar aku gak bisa antar balik ke pesantren ya, sori.” Kata Ihsan.
“Iya mas gapapa.” Jawab Jafar.
“Lo mau pulang apa mau ngejar teman Jafar tadi ?” goda Lita.
“Apaan sih beb, gitu aja cemburu…!” jawab Ihsan gentian menggoda Lita. Membuat Lita jadi menggerutu diledek Ihsan begitu.
“Bukan cemburu dodol….! Ngapain juga cemburuin kamu….!” Kata lita dongkol.
Ihsan hanya tertawa dan berjalan menemui Sidiq untuk pamitan. Kemudian segera melajukan motornya dan meninggalkan tempat itu.
“Gabung ke Sidiq lagi aja yuk, mumpung gak ramai pembeli.” Ajak Lita.
Yang lain pun setuju dan segera menghampiri Sidiq.
Namun saat mereka sampai di tempat Sidiq, ada dua orang gadis lagi yang datang ke counter Sidiq. Dan lebih dulu duduk di depan etalase tempat Sidiq bekerja.
__ADS_1
“Mas mau servis HP saya mati total, kira kira lama gak ya ?” tanya salah satu gadis itu.
“Tergantung penyebab matinya mbak.” Jawab Sidiq.
“Maksutnya gimana mas ?” tanyanya lagi.
“Harus di lihat apa yang menyebabkan mati.” Jawab Sidiq.
“Apanya yang dilihat mas ?” tanya gadis. Sidiq agak kaget, “Kayaknya Gadis ini iseng ngajak main main saja.” Batin Sidiq.
“Ya tentunya HPnya lah mbak yang dilihat masak ya mbaknya yang dilihat.” Jawab Sidiq mengimbangi candaan gadis itu.
Gadis itu pun jadi malu dan tertunduk, tidak menduga dapat jawaban yang lebih konyol dari pertanyaan dia sendiri.
“Wah ternyata benar kakaknya Jafar lebih Asik bisa bercanda gak kayak Jafar yang kaku.” Batin Gadis itu yang ternyata juga teman satu pesantren Jafar.
Dua gadis itu pun saling berpandangan dan tersenyum mendengar Sidiq yang ternyata orangnya humoris, seperti yang dia dengar dari Nadhiroh.
“Benar kata Nadhiroh, Kakaknya Jafar lebih asik diajak ngobrol.” Bisik salah satunya. Tanpa dia sadari bahwa Jafar mengamati sambil geleng geleng kepala sambil member Isyarat diam kepada Sidiq.
Sidiq paham dengan isyarat dari Jafar, dan tahu jika dua gadis itu adalah teman satu pesantren Jafar adiknya.
“Kalau lihat orangnya memang gak bisa ketahuan kerusakan HP nya apa mas ?” Tanya gadis itu lagi.
Sidiq pun tersenyum dan menatap gadis tersebut dengan tajam, sehingga gadis itu justru tertunduk karena malu.
“Maaf ya mbak, saya bukan paranormal jadi gak bisa memandang orangnya untuk melihat kerusakan HP nya.” Jawab Sidiq sambil menahan tawa, karena Jafar dan lainya juga menahan tawa geli.
“Iih mas nya lucu juga, boleh kenalan dong mas namanya siapa ?” tanya Gadis itu.
Sidiq tersenyum dan diam sesaat.
“Owh mau tahu nama saya mbak ?” tanya Sidiq.
“Iya mas, masak mau nanya merek HP nya apa ?” jawab gadis itu bermaksud membalas ucapan Sidiq sebelumnya.
“Tanya saja sama orang yang di belakang mbak, pasti dia tahu nama saya kok.” Jawab Sidiq.
Dua gadis itu pun menoleh ke belakang dan melihat Jafar yang sudah berdiri di belakangnya. Dua gadis itu pun jadi pucat karena malu.
“Jafar… kok kamu ada disini ?” Ucap dua gadis itu spontan bersamaan karena kaget.
“Kenapa kalian kaget, mbak Yuni dan mbak Santi ? kan sudah tahu kalau yang jaga counter ini mask u, pasti tahu dari Kak Nadhiroh kan ?” kata Jafar.
Dua gadis itu pun semakin pucat dan buru buru lari pergi dari situ. Sampai tidak terasa HPnya ketinggalan di etalase toko.
Lita dan Riska pun ikut menahan tawa melihat kejadian itu.
“Wah pengunjungnya sekarang banyak dari kalangan santri Diq counter ini.” Ucap Lita menggoda sidiq.
“Tahu tuh teman teman adikku sukanya iseng saja.” Ucap Sidiq.
“Yang kemarin lebih lucu lagi, ada yang kesini mengira mas Sidiq adalah Jafar, setelah dekat baru tahu kalau bukan Jafar terus pura pura konsultasi HP. Itu pacar kamu kah Jafar ?” Tanya Riska menggoda Jafar.
“Bukan mbak, Jafar gak mau pacaran dulu.” Jawab Jafar singkat.
“Hati hati Ris, cowok kamu bisa diambil teman Jafar nanti.” Ucap Lita keceplosan menyebut Sidiq dengan ‘Cowoknya Riska’. Membuat Riska jadi agak malu dan takut Jafar gak suka itu dan melarang Sidiq kakaknya pacaran. Sehingga Riska jadi salah tingkah sendiri melihat Jafar hanya senyum senyum saja.
“Jafar sudah tahu mbak, yang penting bisa jaga diri saja.” Ucap Jafar mendinginkan suasana. Riska pun akhirnya lega mendengar ucapan Jafar.
“Iya, maaf ya Jafar aku memang suka sama kakak kamu dan sebaliknya.” Ucap Riska Jujur.
“Iya, aku juga sudah minta mas Sidiq untuk dikenalin dari kemarin kok.” Jawab Jafar membuat Riska justru semakin malu.
“Jangan bilang Nisa ya, takut nanti ngadu ke ayah bunda kita.” Sahut Sidiq.
“Gak papa kali mas, ayah bunda tahu, asal kalian tahu menjaga diri saja kalau memang saling suka mau apa lagi.” Jawab Jafar pada Sidiq.
“Sudah sudah, kita bicara yang lain saja. Kamu ingat dengan orang yang kesini tadi yang aku tanya kamu kenal dia apa gak ?” tanya Sidiq ke Jafar.
“Iya kenapa mas ?” tanya Jafar.
“Dia akan celakai kamu karena nuduh kamu rebut pacar dia, memang pacar kamu siapa ? Gantian kenalin aku dong Jafar !” kata Sidiq.
“Gak lah, Jafar gak punya pacar apalagi merebut pacar orang.” Bantah Jafar.
“Tenang saja Jafar, Mas Sidiq juga gak akan ngadu kok dan gak akan biarkan orang lain menyakiti adikku.” Kata Sidiq.
Riska dan Lita sampai haru mendengar perbincangan kakak beradik tersebut, yang saling peduli dan saling menyayangi.
“Sungguh mas, Jafar gak ada pacar.” Jawab Jafar dengan mimic serius.
“Kalau begitu siapa yang dia maksut pacar kamu dan yang direbut darinya.” Kata Sidiq.
“Sebentar mas, tadi pas Jafar berangkat sekolah bareng Vina teman Jafar, Vina juga dibilang seperti itu.” Kata Jafar.
“Lah benar kan, berarti memang ada orang yang ancam kamu Jafar. Siapa kira kira cewek yang dimaksut, agar tahu siapa yang mungkin akan celakai kamu.” Ucap Sidiq.
Jafar sebenarnya agak ragu dan sungkan menyebutkan nama, karena bisa menjatuhkan martabat cewek yang dimaksut. Tapi bagaimana lagi kalau sudah begitu mau gak mau harus menyebut nama.
“Menurut Vina cewek yang dimaksud adalah Kak Nadhiroh.” Jawab Jafar.
“Nadhiroh….! Nadhiroh yang kemarin datang kesini itu. yang ngira mas Sidiq adalah kamu ?” tiba tiba Riska ikut menyela pembicaraan Jafar dn Sidiq. Sementara Lita justru terdiam memikirkan sesuatu.
“Iya mbak.” Jawab Jafar.
“Sebentar sebentar Jafar, kamu sebut nama Vina tadi apakah Vina yang kamu maksut adalah Vina Arlita. Yang punya tahi lalat di pipi kiri ?” tanya Lita.
“Iya mbak, mbak Lita kenal ?” tanya balik Jafar.
Lita menatap tajam pada Jafar, seakan Lita sedang menyelidiki Jafar dengan sangat serius.
“Aku mau tanya, tolong jawab dengan jujur Jafar…!” ucap Lita.
InsyaAllah saya jawab jujur.” Jawab Jafar.
“Apa kamu pacaran sama Vina ?” Tanya Lita dan membuat semuanya terkejut.
Di saat sedang mencari siapa yang bermaksut mengancam Jafar karena dianggap merebut pacarnya tiba tiba Lita justru menanyakan apakah Jafar pacaran dengan Vina. Dan Lita berubah menjadi tegang wajahnya, seakan menyembunyikan sebuah rahasia besar.
“Lita, kita baru cari siapa yang akan celakai Jafar kok kamu malah nanya siapa Vina sih.” Tanya Riska pada Lita.
“Jangan ganggu aku dulu Ris, ini aku sedang serius bertanya pada Jafar…!!!” tiba tiba Lita mendadak seperti marah…!!!
...Bersambung....
...Mohon dukungannya Reders...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...