
Reader tercinta
Author coba perbaiki dan kurangi typo.
Mohon koreksinya di kolom komentar.
Terimakasih.
...🙏🙏🙏...
Selamat membaca
...........
Namun belum juga sempat Sidiq bangun, senjata itu sudah kembali siap dipukulkan. Dan sialnya samping Sidiq adalah parit. Sehingga Sidiq gak mungkin menghindari pukulan itu, haruskah sidiq menangkis dengan tangan sidiq. Tap benda itu sangat keras, apa yang harus Sidiq lakukan sekarang. Sidiq gak mau merepotkan Ayah bunda lagi, tap orang tadi curang membokong dari belakang. Sementara teman Sidiq malah gak berani bantuin Sidiq.
“Haaaa ha ha mau kemana kamu sekarang ? mau gak mau sekarang kamu akan terkena senjata kamu sendiri. Sekarang rasakan senjata ayah kamu sendiri…!” teriak orang itu.
Tiba tiba anak yang memegang senjata ayahku itu menjerit dan tubuhnya mematung tidak bergerak. Bahkan teman teman mereka yang baru saja muncul dari persembunyiannya kembali kabur ketakutan. Mengira temennya kesurupan.
Aku juga heran kenapa tiba tiba kakak kelasku itu diam tak bergerak. Dan aku lebih terkejut lagi tiba tiba Jafar adikku muncul dan menyapa aku.
“Kamu apakan mas dia mas Sidiq ?” Tanya Jafar adikku.
“Gak aku apa apakan Tahu tahu begitu.” Jawabku.
“Udah lah mas kita pulang saja dari pada kena marah Ayah dan bunda nanti.” Kata Jafar adikku.
“Kamu kok tiba tiba ada disini ?” Tanyaku pada Jafar.
“Iya tadi Jafar pulang sekolah mampir kerumah temen dulu, pas kebetulan lewat denger ada yang lagi teriak teriak adi Jafar tengok. Ternyata mas Sidiq lagi brantem.” Jawab Jafar. Untung saja dia gak tahu kalo aku hampir saja celaka, batinku.
“Yaudah kita pulang bareng yuk !” Ajak Ku pada Jafar.
Kemudian Aku dan Jafar melangkah pulang kerumah.
“Nanti jangan bilang ke Ayah Bunda ya, kalo Sidiq habis berantem. Bilang saja terpeleset jatuh, jadi bajunya kotor.” Kataku pada Jafar.
“Kan bohong mas namanya ?” Jawab Jafar.
“Sekali ini saja deh ya dek ya ?!?” Pintaku pada Jafar.
“Iya deh, tapi mas Sidiq jangan berantem lagi ya kasihan Ayah Bunda nanti.” Kata Jafar.
“Iya deh.” Jawabku singkat.
“Terus orang mas nya itu di tinggalin saja ?” Tanya Jafar.
Biarin saja lah, dia nakal ini suka malak kamu kan ? atau kamu mau balas dia juga boleh.” Kataku pada Jafar. Mencoba memancing seberapa berani adikku ini.
“Jafar takut mas, kalo dia nanti balas dendam.” Jawab Jafar.
“Gak papa nanti kalo mau balas dendam aku yang lawan dia. Kamu harus berani dek, kalo gak dia akan nakalin kamu terus.” Kataku pada Jafar.
“Jafar lempar saja nanti kalo sudah agak jauh, biar gak sempet ngejar mas.” Kata Jafar.
“Terserah kamu saja dek !” kataku pada Jafar.
*****
Flasback beberapa saat sebelumnya.
Author POV
Saat Sidiq sedang terjatuh dan akan di pukul oleh musuhnya saat itu juga Jafar merasa panik. Namun dia tidak mau diketahui oleh Sidiq jika dia tiap malam dilatih oleh nenek nenek galak yang sebenarnya adalah Yuyut Siti Aminah. Karena Jafar juga belum mengenal dan Yuyut pun belum mengatakan jati dirinya.
Dan saat itu juga Jafar melempar kerikil ke arah orang tersebut untuk mencoba ilmu totok alan darah dari jarak jauh. Dan ternyata itu berhasil membuat anak itu tidak bisa bergerak. Dan senjata doble stick yang dipegangnya jatuh.
Bahkan teman temannya pun tidak tahu apa yang terjadi, sehingga mengira anak itu kesurupan dan memilih kabur meninggalkan tempat itu. dan saat itulah Jafar muncul menyapa Sidiq.
Sehingga ketika Sidiq menyuruh Jafar membalas pada orang itu memilih melempar dia, sengaja untuk membuka kembali jalan darahnya yang tertotok.
Dan ketika jarak sudah sekitar sepuluh meter Jafar melempar anak itu kembali untuk membuka alan darahnya. Dan seketika orang itupun jay\=tuh, namun bisa kembali bergerak. Dan jafar pura pura ketakutan dan mengajak Sidiq lari pulang.
Namun Jafar tidak menyadari bahwa kemampuan berlarinya jauh di atas Sidiq sehingga membuat Sidiq heran. Tahu Jafar bisa berlari dengan cepat dan melebihi dirinya.
Sehingga sesampai di rumah Sidiq langsung bertanya pada Jafar.
“Adek tunggu, kok kamu larinya kenceng amat mas Sidiq aja sampai kalah cepat ?” Tanya Sidiq pada Jafar.
“Jafar ketakutan mas lihat mas nya tadi sampai jatuh !” jawab Jafar berkilah.
“Owh gitu, tapi kamu kok gak ngos ngosan sih ?” Tanya Sidiq heran mungkin juga sedikit curiga.
“Kenapa pada lari lari, terus Sidiq bau kamu kenapa sampai kotor begitu ? “Sana cepat ganti, biar bunda cuci nanti !” ucap Fatimah.
Untung Fatimah cepat menyapa mereka sehingga Jafar tidak perlu menjawab pertanyaan Sidiq.
__ADS_1
“Iya Bunda, Jafar sama mas Sidiq lari lari tadi mas Sidiq sampai jatuh. Makanya bajunya kotor.” Jawab Jafar pada Fatimah bunda nya.
“Udah pada ganti baju terus maem ya !” kata Fatimah.
Kemudian Sidiq segera masuk rumah dan ganti baju. Sementara Jafar di tahan Fatimah.
“Jafar, tunggu sebentar. Kenapa Sidiq kakak kamu bajunya sampai kotor begitu ?” Tanya Fatimah.
“Tadi mas Sidiq jatuh bunda, sampai terguling terus bajunya kotor semua.” Jawab Jafar berdiplomasi.
“Bener begitu ?” desak Fatimah.
“Iya bunda tadi mas Sidiq jatuh.” Jawab Jafar.
Kemudian Jafar pun masuk ke kamarnya untuk ganti baju sebelum makan siang.
*****
Jafar POV
Di dalam kamar Sidiq merenungkan kejadian yang menimpa Sidiq kakaknya tadi.
“Jafar gak mungkin biarin mas Sidiq begitu terus, mas Sidiq bahayakan dirinya sendiri. Tapi Jafar udah dijanji sama nenek galak itu untuk merahasiakan ini selain pada Ayah bunda. Jafar harus bagaimana.” Aku berkata pada diri sendiri. Aku tahu mas Sidiq bermaksut melindungi aku, tapi itu bahaya bagi mas Sidiq sendiri.
Sebenarnya Jafar gak mau berlatih kekerasan begitu, tapi Jafar tidak mampu menolaknya. Apa Jafar bilang sama Ayah bunda saja ya tentang mas Sidiq. Tapi Jafar gak tega juga kalo ayah marah sama mas Sidiq. Mas Sidiq gak seberuntung Jafar dan Nisa, yang di tungguin ayah bunda kandung. Jafar kasihan sama Mas Sidiq, pasti dia juga suka kangen mamah Arum. Meski Bundaku juga sayang sama mas Sidiq.
“Jafar….?” Ku dengar suara Bundaku memanggil.
“Iya Bunda, sebentar baru ganti pakaian.” Jawabku berbohong pada bundaku.
“Cepetan nak, cepet makan terus nunggu waktu dhuhur. Ada yang mau ibu bicarakan setelah sholat dhuhur nanti.” Kata Bunda.
“Gak biasanya bunda ngajak Jafar bicara begini, ada apa ya ?” kata Jafar dalam hati.
Aku segera keluar kamar dan bertanya kepada Bunda.
“Mau bicara soal apa bunda ?” tanyaku pada bunda.
“Nanti saja, sekarang kamu makan siang bareng Sidiq dan NIsa dulu sana.” Kata Bunda.
Aku memang sudah lapar, tapi selera makanku jadi hilang jika ingat tentang mas Sidiq tadi.
“Eeh mask u ganteng mau makan juga mas Jafar ?” kata Nisa adik ku yang lucu dan ceria.
“Iya, Nisa udah maemnya ?” Tanyaku pada Nisa.
“Udah hampir habis, habis ini teenin Nisa main yuk mas yuk ? mas Sidiq juga temenin Nisa Yuk ?” rengek Nisa.
“Tapi nanti habis sama bunda nyusul Nisa ya, Nisa sama mas Sidiq dulu.” Kata Nisa.
“Tapi mas Sidiq nanti gak bisa lsma lama, temen mas Sidiq mau kesini belajar main Gitar.” Jawab mas Sidiq ke Nisa.
“Laaah mas Sidiq gitu,,,,! Mementingkan temen dari adiknya ?” rengek Nisa.
“Sekalian saja nanti Nisa ikut belajar main gitar…!” hibur mas Sidiq pada Nisa.
”Beneran Boleh mas, mas Jafar juga sekalian saja ikut belajar.” Ucap Nisa.
“Gak ah, kalian saja Jafar gak suka main gitar gak suka nyanyi juga.” Jawabku.
Suasana makan siang kami selingi dengan obrolan bertiga, Jafar berharap bisa membantu mas Sidiq agar tidak lagi sering berkelahi. Jafar suka ngeri kalo lihat mas Sidiq berkelahi, suka gak tega baik pada mas Sidiq maupun musuhnya.
*****
Author POV
Setelah Jafar selesai makan dia langsung menghadap ke Fatimah ibundanya. Dan Fatimah mengajak Jafar masuk ke kamarnya untuk bicara secara empat mata antara ibu dan anak.
“Jafar jujur pada bunda sekarang, bunda tahu kalo Jafar tiap malam dilatih silat oleh nenek nenek. Sudah sampai mana Jafar dilatih nenek itu ?” Tanya Fatimah kepada anaknya Jafar.
“Ayah yang cerita ya bunda ?” Tanya Jafar.
“Iya dan bunda juga sudah membuktikan kalo kamu memang mempunyai kelebihan dari Sidiq kakak kamu. Dan kamu tahu siapa nenek nenek yang melatih kamu itu ?” kata Fatimah.
“Jafar gak kenal bunda, Jafar gak ngerti siapa nenek itu. jawab Jafar.
“Nenek itu adalah neneknya bunda, namanya Yuyut Siti Aminah.” Kata Fatimah.
“Sebenarnya Jafar gak mau bunda, bisa tidak bilang ke nenek itu kalo suruh melatih mas Sidiq saja. Mas Sidiq yang lebih membutuhkan dari pada Jafar.” Jawab Jafar.
“Tidak bisa begitu Jafar, itu adalah pilihan Yuyut Siti Aminah berdasarkan perhitungan tidak sembarangan. Maksut Jafar mas Sidiq lebih membutuhkan bagai mana ?” Kata Fatimah.
“Mas Sidiq yang suka berkelahi lebih membutuhkan sedang Jafar gak mau berkelahi Bunda.” Jawab Jafar.
“kelak kamu juga butuh nak, justru bahaya jika Sidiq yang dilatih karena wataknya keras. Yuyut juga sayang Sidiq dari dulu, tapi memandang kamu yang lebih pas untuk dilatih karena kamu lebih sabar.” Jawab Fatimah.
Jafar banyak mendapatkan Nasehat dari Fatimah bundanya, dan Jafar pun akhirnya bisa menerima keadaan dia sebagai ‘anak yang terpilih’ mewarisi ilmu leluhurnya.
__ADS_1
*****
Sementara itu Yasin yang sedang mengantarkan Candra dan Khotimah kembali ke rumahnya Candra. Di rumah Candra bapaknya Candra sudah menunggu Candra dan Khotimah juga Wisnu cucunya.
“Kalian kok lama sekali perginya, bapak sudah kangen banget sama Wisnu cucu bapak.” Kata bapaknya Candra.
“Maaf pak, Khotimah harus menunggu rumah dan anak anak mas Yasin karena ditinggal ziarah ke makam Yuyut.” Jawab Khotimah.
“Njih pak ngapunten kalo Yasin bikin bapak sedih.” Sahut Yasin menyela pembicaraan.
“Iya gak papa,bapak Cuma kangen saja sama Wisnu. Sama ada sedikit yang bapak mau katakan padamu sebenarnya nak Yasin. Kalo sekiranya tidak memberatkan kamu.” Kata Bapaknya Candra.
“Soal apa pak ?” Tanya Yasin kemudian.
“Ini sebenarnya bapak malu mau bilang, tapi sama siapa lagi bapak harus ngomong kalo tidak sama kamu nak ?” kata bapaknya Candra dengan raut muka sedih.
“Katakan saja pak, tidak usah ragu selama saya bisa membantu saya akan bantu sepenuh hati saya.” Jawab Yasin.
“Kamu ingat lek mu Sastro almarhum ?” Tanya bapaknya Candra. Yasin kaget mendengar nama Pak Sastro Almarhum di sebut sebut. Ada apakah dengan almarhum pak Sastro, kata Yasin dalam hatinya.
“Ya pasti ingat dong pak, saya tidak mungkin melupakan jasa jasa beliau kepada saya.” Jawab Yasin.
“Semalam ada orang datang kesini dah mengaku sebagai teman seperguruan dia dulu. Dan orang itu meminta iin untuk menggali makam lek mu sastro untuk mengambil sesuatu yang menjadi milik perguruan dia dulu.” Kata Bapaknya Candra.
“Wah gak boleh pak, jangan jangan itu hanya aksi tipu tipu saja. Saya gak rela makam lek Sastro dibongkar tanpa alasan yang jelas.” Jawabku.
“Bapak juga berpikir begitu, tapi orangnya agak ngotot dan sore ini akan kembali lagi kesini dengan guru spiritualnya.” Kata bapaknya Candra.
“Sore jam berapa pak dia mau kesini.” Tanya Candra yang juga tersulut amarahnya karena lek Sastro disinggung singgung oleh orang lain.
“Katanya setelah waktu Asar mau kesini nya.” Jawab bapaknya Candra.
“Khot ajak anak kamu kebelakang dulu dan kabari Fatimah istriku bilang aku pulangnya mungkin agak malam.” Kataku pada Khotimah. Tidak ingin pembicaraan kami di dengar oleh Wisnu anaka Candra dan Khotimah.
“Iya mas.” Jawab Khotimah singkat. Dia sudah paham dengan apa yang aku maksutkan. Meski Khotimah mewarisi ilmu lebur saketi Yuyut, tapi dia tetaplah wanita. Dan masalah ini hubungan nya bukan sekedar kemungkinan bentrok fisik. Namun mungkin juga akan ada perang spiritual.
"Apa rencana kamu bapak nya Sidiq? " tanya Candra.
"Nunggu mereka, jika bisa diajak bicara baik baik alhamdulillah, tapi jika tidak bisa kita ikuti saja kemauan mereka." Ucap Yasin
kemudian Candra pun ikut berpikir keras bagaimana agar Wisnu nanti tidak melihat kejadian yang akan terjadi.
"Aku ikut, apakah Arum dan Rofiq perlu disuruh kesini?" Tanya Candra.
"Sementara ini belum perlu lah mas, biar aku sendiri yang akan hadapi mereka. " jawabku.
"Tidak, kamu gak boleh sendiri ini masalah besar juga. Jawab bapaknya Candra.
"Iya Pak, insya Allah tidak akan ada kekerasan." Jawabku.
Bapaknya Candra tampak agak panik, mungkin dia berharap Yasin.
"Gak usah panik pak, biasa saja yang penting kita hanya mempertahan diri bukan menyerang." Kataku menghibur bapaknya Candra.
dan waktu yang di tunggu telah tiba, rombongan gurunya lek Sastro. mereka langsung membentak kami.
"Cepat tanda tangani pernyataan ini, sebelum kami semua bertindak dengan dasar." bentak orang itu
"memangnya kalian merasa berhak marah marah disini?! " jawab Yasin pada orang itu.
" Siapa kamu ikut, kenapa campur? " tanya orang itu.
"Siapa aku gak penting, tapi jika kamu berani songong lagi, maka tamat riwayat kamu.
" Rupanya kamu cari mati disini? " ucap kawan yang yg lain.
"Ngapain mati di cari, kamu juga boleh kalo kamu mau duluan silakan saja. " Jawab Yasin.
Tanpa di duga orang itu malah langsung menyerang Yasin, hingga Yasin tak mampu menghindar atau menangkisnya.
Sehingga membuat Yasin terjatuh karena pukulan orang tersebut.
...Bersambung...
Jangan lupa mohon dukungan
Like
Komentar
Vote
dan lainya.
Akan masuk awal Konflik.
...🙏🙏🙏...
__ADS_1