Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Rahasia Sufi 2


__ADS_3

...Rahasia Sufi 2...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


Yasin pun merasakan lega dan bangga dengan Fatimah istrinya yang sabar dan pengertian...?!?


"Baiklah ayo kita sama sama mendoakan leluhur kita." Ajak Yasin pada Fatimah dan Sufi.


Mereka pun bersama memanjatkan doa, untuk memohonkan ampunan bagi leluhur mereka.


Setelah usai merekapun segera kembali ke rumah Yasin. Nampak ada perasaan lega di hati Sufi, yang telah mengatakan siapa dirinya sesungguhnya.


Sufi selama beberapa hari ikut Yasin, dan tahu siapa Yasin jadi tertekan. "Bodohnya aku, dan betapa malunya aku dihadapan Allah jika waktu itu mas Yasin tergoda olehku, Astaghfirullahalazim...!" kata Sufi dalam hati.


Rasa penyesalan Sufi, begitu mendalam juga perasaan malu kepada Allah. Hal yang merupakan salah satu ciri orang yang bertaubat sungguh-sungguh.


Dan mereka sampai di rumah masih cukup siang. Yasin mengajak mereka melanjutkan pembicaraan.


"Duduk dulu Sufi, ada yang akan aku tanyakan." Kata Yasin.


Sufi pun menurut apa kata Yasin.


"Iya mas, apakah masih ada yang meragukan ?" Tanya Sufi.


"Bukan ragu, tapi aku heran saja. Jujur aku gak habis pikir saja, kamu yang dari kecil dididik agama secara kuat bisa terjerumus ke lembah dosa seperti itu. Apa kamu gak bisa berpikir kamu perbuatan kamu itu sungguh keji, bahkan sangat keji." Kata Yasin dengan intonasi tinggi, membuat Sufi jadi gemetar. Baru lihat Yasin ketika marah beneran.


Fatimah sampai tidak tega melihat Sufi yang ketakutan.


"Istighfar mas, kok mas jadi marah begitu sama Sufi. Itukan masa lalu Sufi, dan mas juga punya masa lalu. Tidak boleh begitu mas." Ucap Fatimah.


"Beda dong Fatimah, aku punya masa lalu buruk saat belum kenal agama. Kalau Sufi kan sudah dididik agama sebelumnya." Jawab Yasin masih dengan nada tinggi.


"Astaghfirullah... Suamiku kenapa kamu jadi sombong begitu? Meskipun mas dulu belum mondok, tentunya juga pasti tau kan perbuatan mas dulu itu juga buruk." ucap Fatimah.


"Tapi kan beda dengan orang yang sudah dididik agama kuat dari kecil seperti Sufi." Bantah Yasin.


Sufi hanya tertunduk saja tidak berani menatap Yasin. Justru Fatimah yang jadi ibadah dengan Sufi.


"Sufi, kamu masuk kamar dulu biar ini jadi urusan mbak dengan suami mbak." kata Fatimah yang jengkel dengan Yasin suaminya.


Sufi pun masuk ke kamarnya, di dalam kamar Sufi menangis sejadi-jadinya. Antara sedih, malu, menyesal dan takut menjadi satu.


Sementara Fatimah menunjukkan sifat asli nya juga yang keras dalam hal hal tertentu.


"Jadi mas merasa paling suci, dan menganggap remeh dan hina orang lain, begitu !?!" Kata Fatimah.


"Kok malah kamu yang tersinggung sih Fatimah?" kata Yasin mulai menurunkan intonasi bicaranya.


"Mas pikir saha sendiri, kenapa Fatimah jadi tersinggung...!" Jawaban ketus Fatimah.

__ADS_1


Yasin jadi heran, baru kaki ini Fatimah tanpa sebab jelas berani melawan dengan keras padanya.


"Aku gak ngerti apa maksud kamu?" Tanya Yasin.


"Jawab dulu pertanyaan Fatimah, apa mas merasa suci?" Kata Fatimah.


"Gak lah, siapa juga yang merasa suci." Jawab Yasin.


"Memang mas gak bilang, tapi hati mas yang merasa suci, sehingga merendahkan Sufi." Jawab Fatimah.


"Aku kan cuma nanya tidak merendahkan Fatimah, dan aku dari tadi sudah bilang. Seburuk apapun dia dia tetap adikku." Bantah Yasin kembali naik intonasi bicaranya.


"Jadi maksud mas malu punya adik seperti Sufi yang pernah jatuh ke lembah dosa. Kalau cara berpikir begitu, mas pikir Fatimah harusnya malu punya suami yang masa lalunya buruk. Bahkan punya anak di luar nikah. Jujur mas, Fatimah tersinggung sebagai sesama wanita. Setiap kali masalah itu diangkat selalu wanita yang disalahkan. Apa lelaki yang menggunakan Sufi itu suci, tidak bersalah???" ucap Fatimah.


Sufi yang berada di kamar mendengar pertengkaran Yasin dan Fatimah kemudian keluar.


"Maaf mbak Fatimah, ini semua karena Sufi kalian jadi bertengkar. Maafkan Sufi, biarlah Sufi pergi saja daripada menyebabkan kalian jadi bertengkar. Jujur itu memang dulu tujuan Sufi kesini. Dan Jika terjadi maka musuh mas Yasin yang akan tertawa bahagia. Sufi mohon pamit, terimakasih sudah menyadarkan Sufi." Kata Sufi bersiap untuk pergi.


"Tunggu Sufi, kalau kamu pergi mbak juga ikut kamu saja. Mungkin mbak juga bukan istri yang baik berani melawan suami yang suci tanpa dosa." Ucap Fatimah menyindir Yasin.


Yasin baru menyadari kesalahannya, dan meminta maaf kepada Sufi.


"Sufi,,, maafkan mas ya. Mungkin mas egois tidak mau mengerti keadaan kamu dulu. Sehingga mas lupa jika mas juga punya masa lalu yang buruk. Maafkan atas kekasaran ku juga Fatimah. Aku Tulus mengaku bersalah padamu dan pada Sufi." Ucap Yasin.


"Fatimah mau memaafkan mas, kalau Sufi sudah memaafkan. Karena dalam hal ini Sufi lah yang terzolimi karena ucapan mas." Jawab Fatimah.


"Sufi mau gak kamu maafkan aku, jangan tinggalkan rumah ini. Karena saat ini hanya aku keluarga dekatmu yang kamu kenal. Dan besok aku kenalkan dengan cucu dari eyang Hadiyan langsung." ucap Yasin.


"Sufi gak marah sama sekali kok mas, mbak. Apakah maksud mas Yasin mbak Janah dan mas Zulfan?" Tanya Sufi.


"Dulu waktu kecil kan sering saling kunjung mbak. Yang mungkin mas Yasin lupa, jika dulu waktu masih kecil dengan nama Ahmad Sidiq juga beberapa kali bertemu dengan Sufi." jawab Sufi


Kembali Yasin dibuat pusing oleh Sufi, yang menyebut Nurul istri Sena dengan sebutan mbak Janah. Dan itu juga panggilan yang biasa digunakan Yasin kecil dulu pada Nurul yang Nama lengkapnya Siti Nurul Janah.


"Apa,,, aku dulu pernah bertemu denganmu juga?" Tanya Yasin.


"Iya mas, meskipun tidak sering. Dan tidak terlalu akrab waktu itu. Sufi ingat dulu sering diajak mbak Janah kalau mas ke rumahnya. Mbak Janah bilang mas pinter dongeng, jadi Sufi ikut diajak dengerin dongeng yang mas bawakan." ucap Sufi.


Hati Yasin bagai teriris mendengar ucapan Sufi. Ingin rasanya menangis menyesali ucapannya pada Sufi tadi.


"Astaghfirullah... aku baru ingat,,, kamu teman dekat Nurul eeh maksudku Janah. Iya aku ingat sekarang kamu dulu kalau gak salah panggilannya Cia kan?" kata Yasin setelah ingat semua nya.


"Alhamdulillah... kalau mas sudah ingat, tapi saat ini aku lebih suka dipanggil Sufi saja. Rasanya seperti terlahir kembali mas." Ucap Sufi tersenyum bahagia.


"Nah begitu dong mas, Itu baru suami Fatimah yang aku kenal. kalau tadi gak tau kerasukan apa bicara kasar begitu sama saudara." kata Fatimah.


"Entahlah,,, aku juga heran seperti merasakan hal aneh saat pulang dari ziarah tadi. padahal di sana tadi malah sudah memaklumi Sufi, tapi kenapa begitu mau masuk rumah jadi berubah pikiran. Merasa malu punya saudara kayak Sufi. Maaf Sufi. itu tadi dan itu salahku sepenuhnya." kata Yasin.


"Iya mas, gak papa kok Sufi sama sekali gak marah." Jawab Sufi.


Sebuah adegan Drama keluarga yang terjadi di rumah Yasin. Tanpa mereka tahu jika di sekitar rumahnya memang sudah dipasang beberapa tumbal oleh orang suruhan Gede Paneluh. Agar penghuni rumah jadi sering bertengkar.


"Terimakasih Sufi, kebetulan besok suami Janah juga mau kesini nanti aku kasih tahu biar istrinya diajak. Agar bisa ngobrol dengan kamu." Kata Yasin.


"Mbak Janah? jangan lah mas pasti nanti Sufi didamprat habis oleh mbak Janah." Kata Sufi.


"Lah kok bisa begitu?" Tanya Yasin.

__ADS_1


"Dulu mbak Janah pernah ada salah paham dengan Sufi, sampai terjadi keributan. Dan mbak Janah dibawa pulang oleh mas Zulfan. Jadi Sufi takut ketemu mbak Janah, kecuali mbak Janah di dampingi mas Zulfan." kata Sufi.


Fatimah dan Yasin bingung mau mengatakan jika Zulfan sudah almarhum.


"Apa kamu dekat dengan Zulfan Sufi?" Tanya Yasin.


"Sangat dekat dulu mas, maaf sebenarnya Sufi dan mas Zulfan dulu saling mencintai. Tapi ternyata takdir berkata lain, Sufi harus terpisah dengan mas Zulfan." kata Sufi sedih.


Yasin jadi makin tidak sampai hati mau mengatakan jika Zulfan sudah almarhum. Namun mau gak mau menang Sufi juga harus tahu.


"Jadi ada masalah cinta antara kalian?" Tanya Fatimah.


"Iya mbak, tapi bukan itu penyebab utama nya." Jawab Sufi.


"Terus apa?" Desak Fatimah.


Dengan linangan air mata, Sufi menceritakan saat tertipu seseorang yang katanya mau mencarikan pekerjaan. Tetapi justru hanya ingin merenggut kesucian Sufi. Meskipun akhirnya mau bertanggung jawab menikahi Sufi.


Namun hati Sufi hanya untuk Zulfan waktu itu. Sehingga suami Sufi marah dan justru menjual Sufi kepada lelaki hidung belang.


Sufi berontak dan melarikan diri serta mengadu pada Zulfan. Zulfan marah besar dan menghajar suami yang tidak dicintainya.


Pada saat itu Zulfan tetap mau menerima Sufi dan akan menikahinya. Namun image Sufi sudah buruk, sehingga Nurul tidak menerima. Sufi dan Nurul adu mulut dan akhirnya Nurul terpaksa dibawa pulang oleh Zulfan.


Suami Sufi yang kecewa, karena Sufi masih mencintai Zulfan dan sakit hati karena dihajar oleh Zulfan kemudian pura pura baik dengan Sufi. Namun itu semua hanya muslihat saja.


Pada akhirnya Sufi dijebak dan 'dijual' kepada seorang Mucikari dan dijadikan wanita penghibur.


Sufi yang putus asa, akhirnya tenggelam dalam lembah dosa. Hingga akhirnya disewa Gede Paneluh untuk menggoda orang yang bernama Yasin.


Dan dalam perjalanan waktu berikutnya, Sufi baru tahu jika Yasin itu adalah Ahmad Sidiq yang dulu dikenalnya lewat Janah atau Nurul.


Kali ini Yasin tak dapat membendung keharuannya. Spontan Yasin memeluk Sufi dan meminta maaf atas ucapannya.


"Maafkan aku Sufi, aku tidak tahu perjalanan hidupmu sungguh pahit. Namun kamu perlu tahu jika Zulfan saat ini sudah tiada." kata Yasin.


Sufi yang mendengar itu langsung pingsan, untung masih dalam pelukan Yasin. Sehingga tidak sampai jatuh ke lantai.


Kemudian Yasin dibantu Fatimah mengangkat tubuh Sufi ke kamarnya.


"Maafkan aku Fatimah, aku sangat terharu dan reflek peluk Sufi adikku." Ucap Yasin merasa tidak enak dengan Fatimah istrinya.


"Fatimah lebih marah saat mas ngomong kasar dengan Sufi tadi. Meskipun Fatimah gak suka mas peluk dia. Tapi masih bisa maklum, karena haru dan itu masih saudara mu. Asal gak diulang lagi, besok besok nya. Fatimah maafkan anggap saja kondisi darurat meski itu tetap tidak boleh." Jawab Fatimah.


Yasin jadi semakin Tertunduk, hari ini banyak sekali melakukan kesalahan yang cukup fatal di depan Fatimah istrinya...?!?


...Bersambung....


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2