Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Ancaman Pasca pertarungan


__ADS_3

...Ancaman Pasca pertarungan ...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


"Bagaimana dengan Nisa yah? Apakah Nisa dan teman teman Al-Huda tahu jika Jafar sakit di dini?" Tanyaku pada Ayah...?


"Nisa juga belum tahu, dan kamu gak usah cerita nanti." Kata Ayah.


"Iya yah, tapi kalau Nisa tanya kenapa Jafar lama disini jawab gimana yah?" Tanyaku pada Ayah.


Ayah juga bingung mau jawab, tiba tiba Paman tabib itu yang menjawab.


"Kamu gak usah khawatir, Nisa adikmu sudah di tangani Vina anakku. Vina bilang ke Nisa jika kamu baru disuruh bantu bantu disini atas perintah abah gurumu." Kata Paman Tabib itu.


Aku sangat terkejut mendengarnya, ternyata Paman Tabib itu Abi nya Vina.


"Terimakasih paman, maaf jadi merepotkan paman." Jawabku. Kenapa harus abi nya Vina, kenapa Vina yang dekat sama Nisa.


Bagaimana ya kabar Nia, juteknya justru bikin kangen. "Astaghfirullah.... mikir apa aku ini. Baru juga siuman udah mikirin cewek, apa karena mimpi di telaga itu ya. Kok aku jadi mikir Nia dan Vina." batinku.


Paman Tabib itu pun hanya tersenyum, kemudian memberi aku cairan kental berwarna kuning tua dan menyuruhku minum Sesendok.


"Ini diminum, jangan melamun yang tidak tidak dulu." kata Paman Tabib itu.


Agak aneh rasanya, seperti minyak tapi ada gurihnya. dan tidak membuat tenggorokan lengket.


.....


.....


.....


Author POV


Jika Jafar pingsan sampai tiga hari tiga malam. Bujang dari Kulon hanya beberapa menit langung pulih.


"Kalau saja aku tidak terkena pukulan tongkat yang bikin iga ku retak aku yakin anak itu bisa hangus kena pukulan Gundolo Sosro. Tapi walaupun begitu anak itu juga belum tentu bisa selamat." Ucap Bujang dari kulon mencari alasan kekalahan.


"Tidak cukup dengan modal kesaktian untuk kalahkan mereka. Harus dengan siasat yang tepat, karena mereka sangat cerdik. Ilmu halimun saja bisa diketahui dan dengan berbagai cara yang tidak kita duga." Ki Marto memberikan penjelasan.


"Apakah undangan untuk ki Munding Suro dan teman ki Marto sudah ada jawaban?" Tanya Gede Paneluh.


"Informasinya besok mereka akan datang, Munding Suro dan ki Handoko Yekti pimpinan Sapto Margo Mulyo." jawab ki Marto.


"Syukurlah jika paman Munding Suro mau ikut hadir." ucap Jalu.


"Iya, tapi adi Jalu harus bisa kendalikan diri sekarang. Jangan gegabah seperi kemarin, sudah gandung tangannya putus sekarang mata Adi Jalu tinggal satu." Kata Gede Paneluh.


"Iya kakang, Jalu akan hati hati sekarang." Jawab Jalu.


"Ingat keberhasilan Jalu dalam mengambil kafan itu tidak lepas dari peran Kala Srenggi juga. intinya dengan siasat juga. Jika waktu itu Yasin tidak dibikin sibuk melawan Kala Srenggi dan Otang mungkin Jalu tidak akan berhasil." Ucap ki Marto Sentono.


"Betul ki Marto, jadi sekarang kita harus berbagi tugas mengacaukan konsentrasi kelompok Yasin." Kata Gede Paneluh.


"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya ki Marto?" Tanya Kala Srenggi yang sebelumnya hanya diam saja.


"Seperti yang dibilang ki Gede Paneluh, kita bebagi tugas. Ada yang gunakan Teluh untuk menyerang keluarga Yasin. Ada yang bikin kacau daerah daerah sekitar Yasin. Sesuai dengan keahlian masing masing." Jawab ki Marto.


Semua sepakat dan membagi tugas dan peran masing masing sesuai dengan Ilmu yang dimiliki.


Mereka pun membagi dengan tiga kelompok berdasarkan keahlian.


Kelompok pertama.


Gede Paneluh urusan santet dan teluh.


Otang urusan Sirep dan tebar racun Jerat Sukma, dibantu beberapa anak buah ki Marto Sentono.

__ADS_1


Kelompok kedua


Jalu, Jaka dan bayu Aji spesialis ilmu halimun dan khusus Jalu plus ilmu Malih Warno.


Sedangkan kelompok ketiga para tetua yang akan menggempur Yasin di saat yang tepat.


"Baik ki, aku akan buat Yasin sibuk redakan teluh dan santet. Jalu, jaka dan Bayu bikin kacau dusun dusun. Dengan aji halimun dan malih warno milik Jalu." Kata Gede Paneluh.


"Bagus,,, dan disaat yang tepat kita serang Yasin saat dia lengah. Kemarin jika tidak ditolong anaknya mungkin dia sedang sekarat saat ini." Ucap ki Bujang dari Kulon.


"Kelompok Jalu dan yang lain, silahkan berembuk sendiri. Menentukan dusun mana, siapa yang ajan dijadikan korban dan sebagainya terserah. Tapi tiap perkembangan harus dilaporkan ke markas." Kata ki Marto.


"Baik ki Marto, kami akan segera berembuk." jawab Jalu.


Pada Kelompok Gede Paneluh dan Otang pun ki Marto memberi kesempatan berembuk sendiri.


kemudian tiap kelompok mulai berembuk menjalankan strategi yang akan mereka gunakan. Antar kelompok tetap saling dukung dan boleh minta bantuan jika dirasa perlu.


.....


Kelompok Pertama


"Menurut Jalu, dengan membuat kampung kampung jadi tidak aman, akan berpengaruh dengan kewaspadaan. Mereka akan banyak ketakutan, dan tidak peduli orang lain. Memikirkan keselamatan diri dan keluarga." Ucap Jalu.


"Caranya dengan apa?" Tanya Bayu Aji.


"Pembunuhan, perampokan dan pemerkosaan." Jawab Jalu.


"Iya aku sudah paham, segera saja tentukan target dusun dan korban yang akan dijadikan target." Sahut Jaka.


Begitulah rencana busuk yang mereka susun dengan menjadikan warga tak berdosa sebagai korban.


.....


.....


.....


Di rumah Ari yang sedang berkumpul dua teman teman drop out sekolah sedang berkumpul.


"Marah juga paling sebentar doang, Bagaimanapun kita sudah berjasa pada bang Jalu." Jawab Ari.


"Ya mudah mudahan saja begitu, terus apa rencana kita nanti bos?" Tanya Fadholi ikut bicara.


"Tunggu bang Jalu dulu, kita jelas gak bisa lawan Sidiq. Ternyata kita kalah jauh, tapi yang penting suatu saat Riska tetap harus jadi milikku." Jawab Ari.


Mereka terkejut ketika tiba tiba mendengar pintu ditendang. Dan muncul seseorang dengan menggunakan kaca mata hitam dan langsung memberi pukulan kepada Ari dan kawan-kawan.


"Ampun Sidiq, apa salah kami kenapa kamu tiba tiba memukuli kami?!? " Ucap Ari mohon belas kasihan.


Tapi bukan Jawaban yang didapat, melainkan tamparan keras pada ketiga orang tersebut.


Sehingga Ketiga orang tersebut meringis kesakitan, tapi tidak berani membalas.


Belum hilang ketakutan mereka bertiga, tiba tiba Sidiq yang di hadapan mereka sudah berganti wujud menjadi Jalu...!?!


"Haaa..... Bang Jalu....???" teriak ketiga orang tersebut dengan penuh rasa heran.


Namun sekali lagi mereka di bikin kaget, saat tiba tiba-tiba Jalu lenyap setelah menggunakan potongan kain kafan di kepala nya. Itulah ajian popok wewe yang dimiliki Jalu.


Ari dan kawan-kawan kaget setengah mati, sampai Herman ketakutan dan berteriak.


"Haa... haantuuu...!?! " Teriak Herman.


Plaaak... plaak... plaak...


Suara tamparan di pipi Herman, membuat Herman berhenti teriak.


Tiba-tiba Jalu sudah tampak berdiri di hadapannya.


"Berisik,,, dasar penakut...! Ini aku Jalu bukan Hantu...!?! " Bentak Jalu.


Ketiganya terdiam, dengan mulut menganga keheranan.


"Inilah hasil dari usaha yang aku lakukan kemarin. Kalian memang sampah. Disuruh antar saja pada gak mau." Ucap Jalu.

__ADS_1


"Ampun bang, kami ketakutan lihat kepala mayat itu. Belum lagi baunya bikin mau muntah." Jawab Ari.


Kemudian Ari dan kawan-kawan jadi lega karena yang datang bukan Sidiq beneran. Dan merasa kagum dengan kemampuan Jalu.


"Aku mau minta tolong, kali ini kalian tidak boleh menolak. Kalau menolak akan aku hajar." Kata Jalu.


"Minta tolong apa bang?" Tanya Ari.


"Selidiki rumah orang tua Sidiq, siapa saja yang ada di sana. Kemudian cari informasi gadis gadis cantik di sekitar kampung orang tua Sidiq." Ucap Jalu.


"Untuk apa bang?" Tanya Ari.


"Lakukan saja perintahku, gak usah banyak tanya. Dua hari lagi aku kesini sudah harus ada hasil." kata Jalu sambil melangkah pergi meninggalkan Ari dan kawan-kawan.


Jalu akan membuat onar di sekitar wilayah Yasin, dengan menebar Teror. Pembunuhan, perampokan/Pencurian serta pemerkosaan. Dengan harapan Yasin akan disibukkan dengan hal tersebut.


Kemudian kelompok ki Marto Sentono akan Fokus mencelakai Sidiq dan Jafar satu persatu. Baru setelah itu tinggal menyerang Yasin bersama sama pada saat Yasin lengah karena memikirkan anaknya.


.....


.....


.....


Di pesantren Al-Hikmah


Setelah Jafar dirasa sudah pulih, maka Jafar pun diijinkan kembali ke pesantren Al-Huda.


Dan sebelum Jafar kembali ke Pesantren Al-Huda Yasin mengajak Jafar dan Sidiq bicara di kamar Sidiq bertiga.


"Sidiq dan Jafar, tantangan kalian semakin berat. dan Satu hal penting saat ini Jalu juga memiliki aji Halimun juga aji Malih warno, kalian harus waspada. Jika bertemu siapapun yakinkan duku itu Jalu atau bukan." Kata Yasin.


"Caranya Yah?" Tanya Jafar.


"Kemarin ayah lihat Mata jalu cacat kena pukulan Sidiq. Jadi dia mau merubah wujud jadi siapapun juga matanya tetap saja buta." Kata Yasin.


Mendengar itu, Sidiq maupun Jafar sudah paham.


"Iya Yah." Jawab keduanya bersama.


Setelah itu Yasin mengantarkan Jafar sebelum pulang ke rumahnya. Sementara motornya Nia di tinggal di Al-Hikmah.


Dan Jafar disambut oleh kyai Syuhada, juga Tabib Ali Akbar yang lebih dulu ke Pesantren Al-Huda.


Setelah beramah tamah secukupnya Yasin pun kemudian pamitan pulang ke rumah nya. Kemudian Yasin pulang untuk menemui Fathimah istrinya.


Dan sesampainya di rumah, seperti biasanya. Fatimah sudah menunggu. Seakan merasakan ada sesuatu yang disembunyikan Yasin.


"Assalamu'alaikum...! " Ucap Yasin.


"Wa'alikumusalaam.... Sebenarnya ada apa mas kok tiap hari sekarang jenguk anak anak? " Tanya Fatimah istrinya.


"Aku duduk dulu ya, bikinin kopi dong Fatimah." Jawab Yasin.


Dengan sedikit jengkel pertanyaannya belum dijawab. Fatimah ke dapur membuatkan kopi untuk Yasin.


Kemudian beberapa saat kemudian muncul lagi dengan secangkir kopi untuk suaminya.


" Ini mas kopinya, sekarang cerita apa yang terjadi sebenarnya." Kata Fatimah.


Yasin jadi bingung jika Fatimah sudah begitu. Rasanya sudah sulit merahasiakan lagi. Dan Yasin pun terpaksa bilang juga.


"Maaf, sebenarnya Jafar sedang sakit terkena pukulan Bujang dari kulon. Dan baru saja sembuh tadi." Jawab Yasin.


Fatimah jadi marah, wajahnya memerah merasa tidak dihargai sebagai seorang istri dan ibunya Jafar...!?!


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2