Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Persiapan dari kedua belah kubu


__ADS_3

...Persiapan dari kedua belah kubu...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


Pak Lurah Broto hanya diam menurut saja. Dirinya sudah takut dengan hal yang tidak dapat dilihat dengan mata...!?!


"Kapan pak, bisa membantu melaksanakan acara itu?" Tanya Pak Lurah Broto.


"Secepatnya pak, yang penting bapak cari personil untuk adakan doa bersama. Nanti kabari saya, sekarang saya mohon pamit pulang dulu." Jawab Yasin sekalian berpamitan.


Setelah bertukar no HP Yadin pun Pulang ke rumahnya.


Sampai di rumah Yasin dan Fatimah terkejut, mendengar suara banyak orang bercanda di rumah nya.


Ternyata di rumah nya kedatangan tamu lagi Farhan saudara Fatimah dan pak Yadi yang sedang ngobrol dengan Sena. Sementara Nurul dan Sufi berada di warung sedang ngobrol berdua.


"Ramai amat di dalam rumah ada siapa?" Tanya Yasin pada Nurul.


"Ada Farhan dan pak Yadi baru ngobrol dengan mad Sena." Jawa Nurul.


"Oh... ada tamu rupanya, kebetulan pak Yadi juga ada sekalian bisa koordinasi dengan beliau." Ucap Yasin.


Kemudian Yasin masuk ke rumahnya, sementara Fatimah istirahat di warung menemani Sufi dan Nurul.


"Anak anak pada kemana Sufi?" Tanya Fatimah.


"Biasa mbak, pada latihan di belakang rumah dari tadi. Itu Wisnu jago juga ya masih kecil juga." Puji Sufi.


"Wisnu itu bukannya anak mbak Khotimah ya?" Tanya Nurul.


"Iya anaknya Khotimah...!" Jawab Fatimah.


"Ya pantas pandai pencak silat, turun ibunya juga kali mbakyu." Ucap Nurul.


"Bisa jadi sih, mbak haus minta tolong ambilkan air mineral dong! " ucap Fatimah.


"Perlu Sufi buatkan minum hangat mbak?" Tanya Sufi.


"Gak usah, nanti saja tadi Farhan dan pak Yadi datang bersama?" Tanya Fatimah.


" Tidak, Farhan dulu baru pak Yadi baru saja juda datangnya." Jawab Nurul.


"Mbak pikir kedatangan psk Yadi ada hubungannya dengan cerita Sufi tadi pagi." Ucap Fatimah.


"Cerita apa mbakyu Fatimah?" tanya Nurul.


Kemudian Fatimah dan Sufi menceritakan berita perkosaan dengan gendam di Desa sebelah.


Nurul mendengarkan dengan merinding, bahkan teringat apa yang pernah menimpa Sufi dulu.


"Udah mbakyu, udah.... Nurul ngeri mendengar cerita seperti itu." Kata Nurul tidak ingin mendengar lebih Lanjut.


"Kayaknya kamu ada trauma ya?" Tanya Fatimah.


"Bukan mbakyu, tapi Belum lama ini di dekat daerah Nurul juga ada kasus seperti itu. Kasus seorang gadis yang tahu tahu hamil. tapi tidak tahu siapa pelakunya." Jawab Nurul.


"Astaghfirullah...kok bisa begitu?" Tanya Fatimah.

__ADS_1


Sufi pun ikut heran mendengar berita itu.


"Mas Sena yang lebih paham dan akan koordinasi dengan mas Yasin nanti." Jawab Nurul ketakutan.


Melihat Nurul ketakutan Fatimah pun tidak berani melanjutkan. Fatimah masih ingat kejadian kriminal yang menewaskan Zulfan adik kandung Nurul.


Mungkin karena itu Nurul ketakutan setiap mendengar berita kriminal, pikir Fatimah.


" Kita harus waspada kalau begitu." Ucap Fatimah.


"iya , apalagi aku mengasuh dua anak cewek Zulfan. juga. Jadi ngeri mbak." kata Nurul.


Sufi jadi ingat Zulfan, orang yang sangat dicintai. Pengen merawat anaknya Zulfan tapi belum berani bilang ke Nurul.


.....


Di waktu yang sama, Yasin menemui Farhan dan pak Yadi di ruang tamu rumahnya.


"Maaf Farhan, pak Yadi aku gak tahu akan ada tamu begini." Kata Yasin.


"Gak papa mas, ada mas Sena yang menemani." Jawab Farhan.


"Pak Yasin sibuk kayaknya, bisakah saya minta waktu sebentar buat bicara?" Tanya pak Yadi.


"Silahkan pak Yadi, ada yang bisa saya bantu?" jawab Yasin.


Kemudian pak Yadi menceritakan kasus yang sudah di ceritakan Sufi pagi harinya. Tapi dengan cerita yang lebih detail dengan data data kepolisian.


Dan karena ada unsur mistis nya maka pak Yadi meminta pendapat Yasin. Orang yang selama ini sering diajak bekerjasama mengungkap kasus berbau mistis.


Semua ikut mendengarkan cerita pak Yadi. Bahkan Sena juga menceritakan peristiwa yang hampir serupa, hal yang sama seperti cerita Nurul pada Fatimah.


"Astaghfirullah... kenapa waktunya bisa bersama begini..!?! " komentar Yasin.


"Bersama bagaimana pak?" Tanya pak Yadi.


"Inalillahi wa inna ilaihi Raji'un,,,, rupanya kejahatan itu memang tidak akan pernah hilang." Ucap Farhan.


"kalau itu memang sudah di garis kan. Kita hanya bisa menekan agar tidak meluas. tidak mungkin menghilangkan." Jawab Yasin.


"Jadi bagaimana sebaiknya pak?" Tanya pak Yadi.


"Kita harus urai masalah ini, kemudian mengambil tindakan yang tepat. Serta memprioritaskan mana dulu yang harus di tangani. Tidak mungkin secara bersamaan." Jawab Yasin.


Semua terdiam mendengar ucapan Yasin. "apakah memang sudah saatnya anak anakku terjun langsung dalam masalah ini. Tapi Jafar baru saja sembuh dari luka melawan Bujang dari Kulon." kata Yasin dalam hati.


Yasin jadi bimbang menentukan sikap kali ini. Banyak nya peristiwa kriminal yang menyangkut orang-orang dekatnya, membuat Yasin menjadi bimbang dan ragu.


"Ini gila, seperti sudah terorganisir dan sengaja menebarkan kekacauan untuk tujuan tertentu. Ini gak bisa kita biarkan saja." Ucap Sena emosi mungkin ingat dengan peristiwa yang dia alami waktu itu.


"Sabarlah Sena, justru dengan begini kita harus waspada jangan terpancing emosi." Kata Yasin.


"Jadi kita harus mulai dari mana pak?" Tanya pak Yadi.


Yasin tidak langsung menjawab, tapi berpikir sebentar. Untuk menentukan langkah mengambil sebut keputusan di tengah tekanan teror dari piha musuh.


"Kita bagi Tugas pak...!" Jawab Yasin kemudian.


"Siap pak, bagaimana pembagian tugasnya?" Tanya pak Yadi.


"Pertama lindungi keluarga Pak Lurah Broto, dengan beberapa Personil Polisi dan di dampingi adik saya Sena. Kedua pasang orang awasi gerak gerik tersangka Jalu. cari markas persembunyiannya. Dan terakhir patroli rutin secara acak." Jawab Yasin.


"Bagaimana dengan kasus di wilayah Sena mas?" Tanya Sena.


"Nanti kamu denganku yang harus ke sana kemari Sena." Jawab Yasin.

__ADS_1


"Tidak bisa begitu Ahmad, harus dibagi dua titik. Kasus di wilayah Sena butuh penanganan khusus juga...!" Tiba-tiba Tohari datang langsung ikut nimbrung obrolan.


"Kang Tohari...?" Ucap Yasin, Sena dan Farhan bersama.


"Alhamdulillah.... keluarga pak Yasin bisa berkumpul lagi. Rasanya lebih tenang, ada bantuan komplit." Ucap Pak Yadi.


"Maaf aku terlambat, dan langsung ikut nimbrung obrolan." Kata Tohari.


"Tidak apa kang Tohari, kang Tohari datang di saat yang tepat." Jawab Yasin.


Dengan datangnya Tohari lengkap sudah kekuatan pihak Yasin. Kemudian pembagian tugas pun di atur ulang, Sena dan Tohari fokus di tempat Sena. Sementara Yasin dan Farhan Fokus di wilayah Yasin di bantu pak Yadi dan personilnya. Dan Sena serta Tohari bekerjasama dengan padepokan pak Suhadi sahabat Sena. juga bekerjasama dengan pihak yang berwajib setempat.


Meski ada pembagian tugas seperti itu, tapi tetap koordinasi dan bisa saling membantu jika dibutuhkan.


Dan khusus mengatasi Jalu yang memiliki aji malih warno dan Halimun menjadi prioritas Yasin untuk mengatasi.


Sehingga mau gak mau Yasin harus banyak berinteraksi dengan pak lurah Broto dan keluarganya.


Setelah dirasa cukup, pak Yadi pun mohon pamit karena waktu sudah hampir maghrib. Dan anak didik Yasin pun sudah selesai melakukan latihan olah kanuragan.


.....


Di tempat lain ki Marto Sentono sudah sembuh total. Setelah dilakukan ritual khusus oleh Gede Paneluh.


"Aku yakin saat ini Yasin sedang kebingungan, dengan banyaknya masalah yang terjadi." Kata ki Marto Sentono.


"Iya ki, selain itu kita juga sudah sebar prewangan dan pasukan baju barat ( Prajurit jin jahat) untuk mengganggu masyarakat. Serta merusak perilaku warga untuk kebebasan dalang anyi anyi." Ucap Gede Paneluh.


"Bagus, dengan begitu kejayaannya dan kedigdayaan kita bisa terwujud." Kata Ki Marto.


"Kita tinggal menunggu Yasin kebingungan dan menyerang saat dia lengah. Dan tentu saja teror terus kedua anaknya." Kata Bujang dari Kulon.


"Rencana awal menghadang anak anak Yasin di tempat berbeda kita jalankan lagi." Kala Srenggi ikut berkomentar.


kemudian Otang pun ikut menawarkan diri menghadapi anak anak Yasin.


"Tenang semua, sebentar lagi akan datang bala bantuan. Kekuatan kita akan semakin bertambah, kita harus semakin yakin." Kata ki Marto.


Kemudian mereka berpesta dengan miras dan perempuan penghibur yang sengaja diundang. Sebagai luapan kegembiraan setelah berhasil melumpuhkan pak Lurah Broto memperkosa gadis dengan menggunakan gendam.


.....


Pagi hari di pesantren Al -Huda


Setelah mengantar Riska dan teman temannya, Jafar lanjut menuju ke tempat tinggal Musashi untuk memenuhi janji mewarisi ilmu ninja.


Jafar janji dengan Sidiq bertemu di lokasi.


Dan Sesampainya di lokasi Jafar langsung mengetuk kediaman mutsashi.


Tak lama berselang Sidiq pun sudah sampai di lokasi.


"Bagus, kalian akan mulai untuk aku kenalkan dengan alat dan senjata yang biasa kami gunakan." Kata Mutsashi.


Sidiq dan Jafar pun diajak masuk ke ruang senjata milik Mutsashi. Terdapat persenjataan lengkap dari pedang tombak Rantai bandul sampai senjata rahasia stau Shuriken.


Mutsashi memperkenalkan Senjata satu persatu. sebelum mengajari Sidiq dan Jafar mengunakan senjata tersebut.


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...

__ADS_1


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


__ADS_2