Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Selalu ada pro kontra


__ADS_3

Karya Author tidak akan ada kemajuan


tanpa ada saran dan kritik dari reader


Yuk bantu Author berkarya lebih baik


dengan tulis kesan pesan juga saran dan kritik


di kolom komentar.


Terimakasih, selamat membaca.


...🙏🙏🙏...


...........


Jafar bangkit untuk menghampiri orang tersebut, namun dicegah Sidiq.


“Jafar Sudah kamu jangan jadi pemarah begitu, cukup Mas Sidiq saja yang begitu. Kamu adikku yang sangat lembut jangan ikuti aku Jafar, biar Mas sidiq saja yang hajar mereka semuanya…!” Teriak Sidiq. Merasa marah karena adiknya yang biasanya sabar justru jadi seperti orang kalap begitu…!!!


“Gak mas, Jafar mengalah dengan orang seperti mereka, malah mereka ngelunjak sampai bawa bawa nama pesantren. Jafar harus kasih dia pelajaran, agar tak sembarangan bicara.” Jawab Jafar.


Sementara Jafar dan Sidiq berbicara orang yang menggunakan Helm Itu sudah bisa bangkit dan akan kembali menyerang Jafar. Namun kali ini Jafar benar benar sudah melewati batas kesabarannya. Pada saat orang itu menyerang Jafar dengan gerakan cepat tanpa terduga Jafar melompat lebih dulu menyerang orang itu dengan tendangan kakinya mengarah ke kepala orang yang memakai helm tersebut.


Praak…


Bunyi tendangan Kaki Jafar sampai memecahkan Helm orang tersebut, sampai orang tersebut kembali terjatuh. Bahkan kesulitan bangun meski tendangan Jafar hanya mengenai Helm tidak langsung mengenai kepala orang tersebut.


Semua yang melihat kejadian itu menjadi miris, membayangkan jika orang itu tidak memakai helm entah apa yang terjadi. Bisa jadi kepalanya yang gegar otak tentunya. Tendangan Jafar begitu keras, meski tidak sampai terlepas Helm orang itu, namun kelihatan sampai koyak. Dan benturan yang terjadi cukup membuat kepala orang itu jadi pening.


Orang itu pun sempoyongan merasakan kepalanya  yang pening, sementara Jafar yang jadi beringas di tahan oleh Sidiq yang tidak rela adik yang di sayanginya itu berubah beringas begitu. Dan di saat itu juga muncul lagi beberapa orang yang membantu orang yang terkena tendangan Jafar tadi.


Sebagian memapahnya dan membawa pergi, dan  ada tiga orang bersenjatakan golok mengepung Jafar dan Sidiq. Sejauh ini Kholis masih berdiam diri juga, karena yakin Jafar dan Sidiq masih mampu menghadapi ketiga orang tersebut.


“Lepasin mas, kita lawan berdua mereka sudah saatnya kita bekerja sama sekarang.” Kata Jafar.


“Kamu kenapa adikku, kali ini biar mas Sidiq saja yang melawan mereka kamu istirahat dan tenangkan diri dulu sekarang.” Kata Sidiq.


Namun Jafar kali ini sudah sangat marah jadi tidak mau membiarkan Sidiq melawan tiga orang bersenjata itu seorang diri.


“Tidak kali ini Jafar juga akan bertarung, bukan untuk Jafar tapi demi martabat pesantren mas.” Jawab Jafar.


Terpaksa Sidiq memenuhi kemauan Jafar, dan memberi isyarat pada Kholis untuk mengamankan Bagas dan Prasetyo serta anak buahnya. Kholis pun tahu maksut Sidiq, serta tetap mengawasi Sidiq dan Jafar sekiranya butuh bantuan. Karena muksin tidak bereaksi apapun.


Sidiq kembali bersiap menghadapi tiga orang bersenjata golok tersebut bersama Jafar. Sidiq masih saja merasa khawatir dengan Jafar, dan segera melepas gesper nya untuk melawan senjata golok yang dipakai musuh. Sementara Jafar hanya menggunakan tangan kosong, menghadapinya.


“Mas Sidiq gunakan Lembu sekilan untuk jaga jaga mas.” Kata Jafar.


“Iya kamu juga hati hati, kalau mungkin totok saja mereka dari jarak jauh.” Jawab Sidiq.


Sidiq dan Jafar agak berpencar untuk memecah konsentrasi musuhnya. Sementara musuhnya berusaha menggiring Sidiq dan Jafar untuk tetap berdekatan agar lebih mudah fokus dalam penyerangan. Namun upaya mereka sudah jelas terbaca Sidiq dan Jafar. Sehingga Jafar maupun Sidiq tetap berusaha menjaga jarak agar fokus musuh terpecah dua titik.


Ketiga lawan Jafar dan Sidiq pun terpaksa memecah jadi dua kekuatan. Dua orang melawan Sidiq yang bersenjatakan Gesper sedang satu orang menghadapi Jafar yang hanya tangan kosong.


…..


…..


Dua titik pertempuran pun secara bersamaan berlangsung, Jafar yang hanya tangan kosong melawan satu orang bersenjata golok. Namun Jafar yang sudah terlatih dari kecil itu justru membuat repot lawan nya meski bersenjata golok.


Semua serangan goloknya yang berupa tebasan dan tusukan dengan mudah dapat dihindari Jafar dengan gerakan gerakan yang sulit diprediksi musuhnya. Bahkan dalam waktu singkat Jafar dapat melumpuhkan musuhnya tersebut.


Dengan sekali pukulan Jafar dapat mengenai pergelangan tangan orang yang membawa golok tersebut. hingga goloknya Jatuh. Dan langsung melumpuhkan dengan pukulan berikutnya yang bersarang di leher orang tersebut. dengan sekali totokan di urat besarnya orang tersebut pun kaku tak bergerak.


Kemudian Jafar segera melihat pertarungan Sidiq kakaknya melawan dua orang yang lain.


…..


…..


Saat Sidiq diserang dengan tusukan golok kearah perutnya, dengan sigap Sidiq melompat mundur. Sambil mengayunkan gespernya pada orang yang satunya agar tidak dapat mendekat dan menyerangnya. Sementara orang yang menusuknya tadi salah prediksi, karena berharap Sidiq hanya melompat ke samping. Karena tusukan goloknya hanya tipuan saja, tujuannya akan menebas perut Sidiq yang dikira akan menghindar ke samping.


Namun sayang gerakan tipuan tersebut sudah terbaca Sidiq, sehingga Sidiq melompat mundur. Menghindari tusukan dan rencana tebasan golok tersebut. dengan cara sambil menyerang orang satunya dengan Gesper agar menjauh dari jangkauan serangan. Dan Sidiq berhasil membuat lawan satunya menjauh, karena harus menghindari putaran Gesper Sidiq yang mengarah ke kepala orang tersebut.


Dan di luar prediksi orang tersebut, Sidiq langsung membelokan serangan gespernya ke orang yang berusaha menusuknya tadi. Pada saat badan orang itu masih condong ke depan karena berusaha menusuk perut Sidiq tadi.

__ADS_1


Dan sabetan Gesper Sidiq bisa mengenai kepala orang tersebut hingga mengeluarkan darah segar dan terasa kepalanya juga pusing. Benturan besi yang ada di gesper Sidiq yang dijadikan senjata lentur itu membuat dia terjatuh.


Dan Sidiq bermaksut merebut atau membuang golok tersebut dengan melompat mendekati orang tersebut dan menendang goloknya.


Namun orang yang satunya juga tidak tinggal diam, dia berusaha mendahului gerakan Sidiq tersebut dengan menebaskan Goloknya ke arah Sidiq. Dan tepat di saat itu Jafar dengan cepat membantu Sidiq dengan melempar orang yang akan menebas Sidiq tadi. Sehingga golok yang dipegangnya terjatuh, dan lawan Sidiq yang sudah terkena Gesper Sidiq dapat dilumpuhkan.


Sementar yang satunya pun segera dilumpuhkan Jafar juga dengan memutar tangannya ke belakang karena sudah tidak membawa senjata lagi. Sehingga tiga orang itu pun dapat dengan mudah dilumpuhkan Sidiq dan Jafar. Kemudian semua di arak dijadikan satu dengan Bagas dan Prasetyo serta anak Buahnya.


*****


Flashback beberapa menit sebelumnya


Setelah melihat Sidiq dan Jafar bersiap melawan Tiga orang bersenjata, Kholis bukan tidak mau membantu. Tapi dia yakin Jafar dan Sidiq mampu menghadapi tiga orang tersebut. jadi kholis memilih untuk menyelidiki siapa orang yang memanggil bala bantuan tersebut.


Dengan berpura pura diam Kholis mengamati gerak gerik anak buah Bagas tersebut. Dan akhirnya dapat menemukan orang yang mencurigakan. Dengan berpura pura diam bersembunyi di balik punggung temannya ada satu orang yang kelihatan memegang HP. Dan dengan cepat Kholis pun menangkap orang itu yang sedang ketahuan membawa HP dan meminta bantuan orang lain.


“Owh rupanya kamu yang, memanggil bantuan sehingga masalah ini gak selesai selesai.” Kata Kholis sambil meringkus orang tersebut. Namun orang tersebut justru berusaha melawan Kholis dengan menginjak kaki Kholis, sehingga Kholis kaget  dan melepasnya kembali.


Dan tanpa berkata apapun orang itu malah menyerang Kholis, dan Kholis dengan reflek menangkis serangan orang tersebut. Mendapat perlakuan seperti itu, sesabar sabarnya Kholis jadi jengkel juga. Dan akhirnya Kholis pun terpaksa menghantam orang tersebut dengan telapak tangannya lurus ke dada orang tersebut. dan tak ampun lagi, orang tersebut jatuh dan terpental serta nafasnya jadi terasa sakit. Kholis segera mengambil HP orang tersebut dan memeriksanya.


Tepat di saat itu juga Sidiq dan Jafar datang menghampiri Kholis.


“Kamu tidak papa kan kang ?” Tanya Sidiq.


“Alhamdulillah tidak apa apa kang. Kalian juga gak ada yang luka kan ?” tanya Balik Kholis.


“Iya kang, Alhamdulillah gak ada yang luka.” Awab Sidiq.


Singkat cerita para preman perusuh itu pun dapat diringkus semuanya, namun usulan Kholis preman preman itu dilepaskan lagi saja. Biar mereka berpikir sendiri, apakah tindakan mereka itu benar atau salah. Paling tidak ini sudah menjadi sebuah pelajaran bagi mereka, kata Kholis.


Kholis pun mengajak Sidiq dan Jafar kembali ke pesantren, setelah mengatakan sesuatu kepada Bagas. Yang intinya klarifikasi Jafar soal Nadhiroh juga peringatan bagi Bagas agar tidak mengganggu anak anak pesantren termasuk juga mengejar ngejar Nadhiroh. Bagas pun mengakui jika memang Nadhiroh tidak suka dengan Bagas, dan Jafar dijadikan pelampiasan karena Nadhiroh pernah mengatakan jika cowok yang dia idamkan adalah yang seperti Jafar teman satu pesantren Nadhiroh.


Jelas sudah masalah yang sebenarnya, sehingga Sidiq dan Jafar mengusulkan agar tidak perlu memanggil Nadhiroh. Untuk menjaga nama baik Nadhiroh, agar martabatnya sebagai cewek tidak jatuh. Dan Kholis pun sepakat dengan itu, dan akan menyampaikan pada Abah Gurunya.


Prasetyo pun sudah mengaku salah dan mengaku kalah serta berjanji tidak akan mengganggu mereka lagi. Namun masih ada yang luput dari perhatian Sidiq dan Lainya, karena orang yang di tending Jafar tadi kabur dibawa temannya. Dan orang itu sengaja tidak membuka helm untuk menutupi jati dirinya. Karena orang itu pernah bertemu dengan Sidiq. Orang itulah yang pernah servis Hp di tempat Sidiq.


*****


Flashback pagi hari di pesantren Jafar


“Maaf abah, Kholis mau melaporkan sesuatu yang penting.” Kata Kholis pada abah gurunya.


“Ya cepat bilang, abah buru buru mau pergi sama Nia.” Jawab Abah Gurunya.


“Ini terkait dengan Jafar bah, dia dalam bahaya diancam para preman.” Kata Kholis.


“Kok bisa ?” tanya abah gurunya.


Kemudian Kholis menceritakan jika sepulang Sidiq kakak Jafar dari pesantren ini dicegat preman karena dikira Jafar. Kemudian berantem tapi tahunya preman preman tersebut Sidiq adalah Jafar. Sehingga mereka akan balas dendam kepada Jafar.


“Owh begitu, la terus mau bagaimana ?” tanay Abah gurunya.


“Kalau bisa didamaikan saja bah, dan soal Nadhiroh kita selesaikan di internal pondok saja.” Jawab Kholis.


“Ya sudah atur saja bagaimana baiknya. Tapi sebenarnya, kalau Cuma anak anak preman itu bukan tandingan Jafar.” Kata abah gurunya.


“Maksudnya Bah ?” tanya Kholis.


“Jafar itu hanya terbawa sifat lemah lembutnya saja, sehingga kadang diremehkan orang. Mungkin dengan begini akan sedikit membuat Jafar itu agak tegas. Jadi dakwah pun membutuhkan karakter orang yang tegas, dan Jafar kurang tegas menurut abah. Dengan ini biar dia bisa sedikit tegas nanti.” Jelas abah gurunya Kholis.


“Kalau sampai ada perkelahian bagaimana bah ?” tanya Kholis.


“Yang penting usaha jangan sampai terjadi, tapi kalau memang harus terjadi yan bagaimana lagi. biar Jafar nanti selesaikan sendiri, dia mampu kok. Udah gitu saja, abah mau antar Nia pindah sekolah dan mau aku titipkan seseorang.” Kata abah gurunya kholis.


“Mau berangkat sekarang bah ?” tanya Kholis.


“Yan nanti, nunggu Jafar sampai pondok dulu abah juga mau ketemu kakaknya Jafar ada yang harus aku sampaikan.” Jawab abah guru nya Kholis.


Kholis terkejut mendengar rencana abah gurunya, karena Kholis pun memiliki rasa pada Nia. Dan kini Nia akan dipindahkan sekolahnya serta di titipkan orang lain. Wajah Kholis pun menjadi sedih karenanya.


Namun Kholis bukan seorang pecundang yang mudah menyerah sehingga dia tetap berusaha untuk mendapatkan tempat di hati Nia dan orang tua Nia. Dengan cara menunjukkan prestasi dan keseriusan dia dalam belajar mengaji. Meski Kholis juga tahu atau sedikit curiga jika Jafar juga menyukai Nia. Namun Kholis maupun Jafar adalah laki laki yang sportif, sehingga hal tersebut tidak menjadikan mereka beranggapan sebagai rival. Ditambah lagi Kholis menganggap Jafar masih terlalu muda usianya. Jadi Kholis anggap perasaan Jafar ke Nia mungkin sekedar cinta monyet saja.


“Ning Nia mau dipondokkan kemana Bah ?” tanya Kholis.


“Di tempat seseorang yang satu alumni pesantren dengan abah.” Jawab Abah gurunya.

__ADS_1


“Jadi abah nunggu Jafar pulang dulu kan berangkatnya ?” tanya Kholis lagi.


“Iya paling juga sebentar lagi pulang, dan gak jauh kuga kok sebelum sore sudah sampai rumah lagi. yasudah kamu cari kawan untuk mendampingi Jafar nanti.” Perintah abah gurunya Kholis.


 


Beberapa saat kemudian Jafar dan Sidiq pun datang dan segera saja abah gurunya Jafar menyuruh Jafar minta bantuan Kholis. Yang sebenarnya sudah di sekenario oleh Abah gurunya.


Flashback Off.


*****


Setelah Kholis dan lainya hampir sampai di pesantren, Sidiq minta berhenti sebentar.


“Kita sudah hampir sampai, kita istirahat dulu saja yuk aku haus.” Kata Sidiq pada Jafar.


“Bilang kang kholis dulu ajak sekalian.” Jawab Jafar.


Tanpa menjawab Sidiq pun mendekatkan motornya ke Kholis.


“Kang cari minum dulu yuk !” ajak Sidiq


“Hayuk atuh, aku juga sudah haus nih.” Jawab Kholis.


Sidiq pun segera menepikan motornya ke sebuah warung diikuti Kholis yang memboncengkan Muksin.


Mereka berempat pun segera masuk ke warung dan memesan minum dan makanan.


“Jafar, kamu tadi kenapa jadi beringas begitu. Mas Sidiq jadi ketakutan gak biasanya kamu sampai marah kayak gitu.” Kata Sidiq.


“Jafar merasa, kadang kadang harus bersikap seperti mas Sidiq juga biar gak selalu diremehin orang.” Jawab Jafar.


“Tapi gak kayak gitu juga kali, Mas kan jadi merasa bersalah. Harusnya mas Sidiq yang belajar sabar sama Jafar. Seperti nasehat ayah dulu.” Kata Sidiq.


“Ita sih mas, tapi apa mas lupa kalau Jafar juga disuruh belajar Tegas dari mas Sidiq ?” Jawab Jafar.


“Ya gak lupa juga sih, tapi kalau tadi kamu kayak bukan Jafar adikku yang aku kenal deh.” Kata Sidiq.


“Mas Sidiq suka Jafar kayak tadi atau kayak yang biasanya ?” Tanya balik Jafar.


Kholis hanya tersenyum mendengar percakapan dua kakak beradik tersebut, mau nimbrung gak enak. Tapi gak ikut nimbrung juga pengen komentar juga.


“Diantara keduanya lah, itu baru pas.” Jawab Sidiq.


“Kalau begitu kita sama sama mas, Jafar berusaha tambah Tegas mas Sidiq berusaha Tambah sabar, biar bisa sama sama. Jafar juga suka ngeri kalau mas Sidiq suka nekad begitu, tapi juga kagum dengan keberanian mas Sidiq.” Jawab Jafar.


“Iya sih, banyak yang bilang kalau mas itu terlalu keras.” Jawab Sidiq.


“Maaf kang, ikut nimbrung, mungkin dengan kejadian ini kalian berdua malah jadi bisa dapat Hikmahnya. Jadi Kang Sidiq gak usah terlalu merasa bersalah.” Kata Kholis.


“Makasih kang atas pengertian dan bantuannya tadi.” Ucap Sidiq.


“Udah lupakan saja, sudah selayaknya kita saling bantu.” Jawab Kholis.


Mereka terdiam sejenak, menikmati makanan dan minuman yang sudah disediakan. Namun tiba tiba Muksin yang dari awal tidak bicara apapun tiba tiba melontarkan kata kata provokatif.


“Tapi ya jangan sampai diulang lagi, atau mungkin ini adalah ujian karena kamu kemarin datang ke pondok bawa cewek. Gak menghargai pondok jadi kena akibatnya semua.” Ucap Muksin yang memang gak suka dengan Jafar dan Sidiq.


Sidiq memerah wajahnya tanda marah, namun dia ingat baru saja bilang akan belajar sabar. Sementar Jafar seperti tidak bereaksi apapun…???


...Bersambung....


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2