Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Pesan Yuyut ke Jafar


__ADS_3

Reader Tercinta


tak lupa selalu mohon dukungannya, saat ini memasuki konflik eksternal ketiga anak Yasin.


Selamat membaca.


semoga terhibur.


...🙏🙏🙏...


Dan sesampai di rumah pun Yasin mengajak Fatimah masuk kedalam rumah dan menceritakan apa yang dilihatnya barusan.


“Fat, kita masuk ke rumah sebentar ada yang harus aku bicarakan.” Ajak Yasin kepada Fatimah.


“Ada apa mas, kok gak jadi belanja ?” tanya Fatimah.


“Nanti kita bicarakan di dalam rumah saja.” Jawab Yasin.


Fatimah pun hanya mengikuti apa kata suaminya dengan perasaan bingung, apa yang sebenarnya terjadi….???


“Ada apa mas, jangan bikin Fatimah penasaran. Kalau sekedar gak bisa belanja gak papa kok. Kita masih bisa bertahan hidup dengan warung itu.” Ucap Fatimah.


“Bukan itu sayang, justru mas tadi sampai kaget melihat isi saldo di ATM yang diberikan Steve.” Jawab Yasin.


“Memang isinya berapa mas ?” Tanya Fatimah.


Yasin kemudian memberikan resi pengambilan uang dari ATM kepada Fatimah.


“Kamu lihat sendiri saja, biar kamu Yakin.” Jawab Yasin.


Kemudian Fatimah melihat resi pengambilan dan melihat Saldo yang tertera.


“Ini beneran mas, bukan mimpi kan ?” ucap Fatimah kepada Yasin.


“Iya beneran, aku juga tadi sampai bengong tidak menyangka kalau Steve member uang sebanyak itu.” jawab Yasin.


“Ini sih, gak sekedar buat belanja warung saja mas. Buat renovasi rumah sekaligus belanja kebutuhan usaha mas juga masih sisa.” Ucap Fatimah gemetar saking kagetnya.


“Iya Fat, aku gak nyangka sama sekali mudah mudahan saja ini jadi awal yang baik buat kita bangkit lagi.” Ucap Yasin haru sampai meneteskan air mata. Teringat beberapa waktu sebelumnya mereka masih dalam keterbatasan bahkan kekurangan. Tapi sekarang seperti mendapatkan kejutan besar, Steve telah menghadiahkan ATm yang berisi nominal tiga ratus juta rupiah kepada Yasin. Sebagai hasil penjualan rumah Steve dahulu.


“Fatimah jadi takut mas, apa mungkin Steve salah memberikan ?” ucap Fatimah.


“Gak lah, tadi aku lihat sendiri saat Steve mengurus ATM ini, meski masih atas namanya tapi ATM langsung diberikan ke aku berikut nomor PIN nya.” Jawab Yasin.


Fatimah pun larut dalam haru, tadinya Fatimah bersyukur atas Karunia yang dia terima dengan mendapat suami dan anak yang sangat peduli kepadanya. Dan belum setengah hari sudah mendapatkan karunia lain yang diluar prediksi mereka.


Rupanya ketika pak Zul datang member Job kepada Yasin itu merupakan titik pembuka untuk membangkitkan perekonomian keluarga Yasin. Yasin dan Fatimah pun langsung bersujud syukur, dan berencana melakukan syukuran sekaligus menyisihkan sebagian uangnya untuk dizakati. Sebagai penyucian harta, keluarga Yasin pun ada harapan bangkit dari keterpurukan selama ini.


*****


Pertemuan Sidiq dengan kedua adiknya


Sidiq POV


“Stop bang, turun disini saja.” Kataku pada abang ojek. Kemudian aku menyerahkan uang ongkos ojek kepada abang ojek tersebut.


“Makasih ya dek,” kata abang ojek itu


“Iya bang, eeh bang kalo misalnya tunggu sekitar dua puluh menit lagi terus nanti antar aku ke tempatku bisa gak ?” tanyaku pada abang ojek itu.


“Bisa saja, tapi ongkosnya juga tambah nanti dik ?” jawab abang ojek itu.


“Iya lah kalau itu saya juga tahu kok, gak papa bang sekalian saja abang tunggu soal tambah ongkos gampang nanti.” Ucapku pada abang ojek.


Aku segera menghubungi Jafar adikku juga Nisa, untuk segera datang menemui aku di dekat jalan masuk ke pesantren. Hanya jarak sekitar dua puluh meter dari gerbang pesantren mereka. Dan tak lama kemudian Jafar dan Nisa pun kemudian muncul dan segera menghampiriku.


“Nisa, karena kamu cewek gak usah lama lama di sini mas Sidiq hanya akan membagi sedikit rezeki.” Kataku pada Nisa sambil menyerahkan uang dalam amplop berisi Dua ratus ribu rupiah.


“Aduh makasih mas ku yang ganteng, pas Nisa gak pegang duit sama sekali nih.” Jawab Nisa senyum senyum.


“Ah kamu ini, dari dulu gak pernah berubah kalo ketahuan orang lain dikira pacar mas Sidiq gimana nanti Nisa ?” godaku pada Nisa adikku.


“Ya gak lah mas, kita kan saudara dan kita kan memang ada kemiripan. Jadi orang pasti tahu lah kalau kita saudara.” Jawab Nisa masih juga berdiri di tempatnya.


“Iya sudah kamu balik lagi sana, adikku yang cantik kasihan abang ojek nanti nunggunya kelamaan.” Ucapku pada Nisa.


Nisa pun bersalaman dan mencium tanganku sebagai rasa hormat adik ke kakak, kemudian melangkah kembali ke pesantren nya.


‘Mas Sidiq dapat uang dari mana kok kasih uang ke Nisa banyak begitu ?” tanya Jafar kepadaku.


“Tenang Jafar, itu uang halal ceritanya kemarin pas mas Sidiq pulang ketemu sama om Steve masih ingat kan sama om Steve. Nah dia kasih mas Sidiq ATM berikut PINnya. Dan isinya banyak banget, dan kemarin aku tinggalkan ke bunda juga buat belanja nambah isi warung.” Jawabku ke Jafar.


“Alhamdulilah kalau begitu, terus kabar ayah dan bunda bagaimana sekarang mas ?” tanya Jafar kepadaku.

__ADS_1


“Alhamdulillah, ayah tampaknya sudah bisa mulai bekerja lagi. Kemarin juga waktu aku disana ayah juga pas mau berangkat merawat kebun di rumah makan pak Zul.” Jawabku.


Jafar Nampak merenung sebentar, entah apa yang dia pikirkan.


“Sebenarnya Jafar seneng, tapi juga kasihan kalau ayah harus pergi jauh jauh kasihan bunda ditinggal sendirian di rumah. Udah gitu Jafar juga ada firasat yang kurang baik, pada keluarga kita mas.” Kata Jafar.


Aku jadi kaget, apakah perlu aku ceritakan kejadian kemarin saat bunda diganggu musuh lama ayah, batinku.


“Iya benar, bahkan kemarin aku juga harus berkelahi dengan musuh lama ayah yang mau menggoda bunda kita.” Kataku pada Jafar.


“Terus bagaimana mas ?” tanya Jafar.


“Alhamdulillah aku berhasil menangkap mereka, meski yang satu kabur.” Jawabku.


Jafar hanya diam sesaat, sebelum dia bicara lagi.


“Itulah yang Jafar takutkan, jika bunda di rumah sendirian mas. Meski bunda kita juga punya ilmu kanuragan tapi beliau sudah semakin tua dan tetaplah seorang wanita. Di samping itu Jafar juga punya firasat akan adanya bahaya yang mengancam ayah bunda kita. ” Kata Jafar.


“Mas Sidiq tidak hanya firasat, bahkan sudah menghadapi dan mendengar siapa yang mengancam ayah dan bunda kita.” Kataku kepada Jafar.


Kemudian aku menceritakan kronologis dari saat meringkus musuh lama ayah sampai dengan kejadian di sekolah yang melibatkan Gengster dan mempunyai pimpinan yang ‘mungkin’ adalah orang yang diceritakan oleh musuh lama ayah tersebut.


“Mas Sidiq hati hati mas, orang itu memang cukup berbahaya. Jafar juga sudah mendengar tentang orang itu. yang sampai sekarang masih mencari keberadaan ayahnya.” Kata Jafar.


“Lah memang sebenarnya Ayahnya kemana ?” tanyaku kepada Jafar.


Jafar menghela nafas sebentar  baru kemudian menjawab pertanyaan tersebut.


“Ayahnya sudah gugur saat bertempur melawan ayah kita mas. Dan memang waktu itu langsung dikubur di tempat pertempuran. Karena ayah gak tahu siapa kerabatnya, dan saat itu ada dua orang yang gugur saat melawan ayah kita.” Ucap Jafar.


“Dari mana kamu tahu semua itu Jafar ?” Tanyaku pada Jafar.


“Jafar masih sering didatangi Yuyut mas, dan Yuyut yang memperingatkan Jafar agar berhati hati serta mengingatkan mas Sidiq juga. Karena Yuyut bilang, mas Sidiq lah nanti yang akan pertama kali berhadapan dengan Sawung Panjalu.” Ucap Jafar yang ternyata juga sudah tahu tentang Sawung panjalu.


“Terus apa lagi pesan Yuyut kepada kamu Jafar ?” tanyaku lanjut.


“Sawung Panjalu memang cukup berbahaya, tapi ada yang lebih berbahaya lagi. Yang juga keturunan dari musuh lama Ayah kita.” Jawab Jafar.


“Keturunan musuh lama ayah kita ? siapa nama orang tersebut ?” tanyaku penasaran.


“Dia keturunan orang yang tewas bersama dengan ayahnya Sawung Panjalu mas, dan dia lebih berbahaya lagi. Belum lagi kata Yuyut masih akan ada lagi bahaya yang akan mengancam kita berdua. Karena mereka akan mengalihkan balas dendam mereka pada ayah ke kita. Bahkan juga akan merembet kepada Nisa adik kita.” Kata Jafar.


“Padahal itu juga alasanku datang kesini, mau menyampaikan berita itu. tapi untunglah kamu sudah tahu juga. Jadi aku tidak harus repot repot mengingatkan kamu. Terus apa rencana kamu Jafar ?” tanyaku pada Jafar.


“Apa lagi yang kamu peroleh informasi tentang ini Jafar ?” tanyaku lanjut ke JAfar.


‘Intinya Mas Sidiq harus hati hati, karena mas Sidiq sudah membuka konfrontasi yang akan membawa mas Sidiq berhadap hadapan dengan Sawung Panjalu nanti.” Kata Jafar.


“Baiklah, aku sadar memang aku tadi emosi jadi lepas kendali Jafar.” Kataku pada Jafar.


“Iya, tapi apa bener mas Sidiq sekarang sudah punya pacar, yang namanya Riska seperti yang mas Sidiq ceritakan tadi, kenalin dong mas kan calon kakak ipar Jafar juga.” Ucap Jafar menggodaku.


Aku memang harus menceritakan tentang Riska tadi, karena memang dari situlah awal permusuhan dengan para gangster tersebut bermula.


“Jangan bilang bilang ya, mas malu sama ayah bunda kita Jafar. Itu juga niat mas sekedar melindungi Riska saja kok, gak bermaksud berpacaran.” Kataku agak malu malu ke Jafar.


“Aah mas Bohong, mas juga suka kan sama gadis itu. Jafar gak akan bilang ayah bunda kok, asal mas bisa jaga diri saja.” Ucap Jafar bikin aku makin malu saja.


“Iya sih, soalnya dia tiap hari selalu main ke tempatku bekerja lama lama aku jadi tertarik juga. Dia cantik dan baik, tapi belum berjilbab.” Ucapku tanpa sadar menceritakan tentang Riska.


“Eheem aku hampir punya kakak ipar dong mas kalau begitu.” Ucap Jafar menggodaku.


“Belum lah masih jauh, Mas Sidiq masih mau lanjut kuliah nanti kalau memungkinkan. Kamu sendiri bagaimana dik, apa juga sudah punya pacar juga ?” pancing ku pada Jafar.


“Gak lah, jafar sih masih belum kepikiran soal itu mas. Masih mau sekolah dan ngaji dulu saja.” Jawab Jafar. Namun tampaknya ada yang dia sembunyikan. Tapi gak papa lah Jafar lebih bisa menjaga diri tentunya. Apa lagi dia bersama Nisa juga. Kalau ada apa apa dengan Jafar pasti Nisa kasih tahu aku juga,pikirku.


“Mas pulang dulu ya, mau lanjut kerja gak enak kalau terlambat terlalu lama, ini buat uang jajan kamu. Dan kalau Nisa butuh nanti kamu yang kasih ke dia saja. Kalau Nisa aku kasih banyak takutnya sifat borosnya keluar lagi.” Ucapku pada Jafar. Sambil menyerahkan uang delapan ratus ribu rupiah, dan aku sendiri masih memegang untuk keperluanku sendiri selama sebulan. Sebagian aku tabung untuk rencana aku melanjutkan sekolah nanti.


“Kok banyak banget mas, mas Sidiq mash pegang gak nih ?” tanya Jafar kepadaku.


“Masih, mas Masih pegang cukup dan sebentar lagi juga terima gaji dari tempat kerja mas. Sudah ya mas Sidiq berangkat kerja dulu, assalaamu ‘alaikum…!” ucapku pada Jafar.


“Wa’alaikummussalaam warahmatullahi wabarakatuhu…!” jawab jafar dengan salam komplit.


Kami pun berpisah sampai disitu meski sejak saat itu kami lebih intens dalam berkomunikasi. Saling mengabarkan perkembangan yang  terjadi. Aku lebih sering mengabarkan apa yang aku alami sedangkan jafar seringnya mengabarkan apa yang dialami secara spiritual pertemuannya dengan yuyut Siti Aminah. Nenek ibunda Fatimah.


*****


Sesampai di tempat kerja Sidiq


“Haiya Sidiq sudah dating, bagaimana kemarin ketemu orang tua kamu Sidiq ?” tanya koko.


“Iya dong ko, maaf yan hari ini agak terlambat datang.” Kataku pada koko.

__ADS_1


“Tidak papa, yang penting kamu selesaikan pekerjaan kamu segera ya.” Ucap koko itu. memang kalau soal pekerjaan koko itu sangat disiplin. Moga saja hari ini Riska gak datang kesini, karena kalau dia datang aku jadi gak bisa Fokus. Karena selalu tergoda oleh senyumannya yang begitu manis, aduh kok aku jadi mikirin dia terus ya sekarang, batinku.


Aku segera melepas baju sekolahku mengganti dengan kaos kerja yang biasa aku pakai. Kaos yang ada brand image nya counter HP tempat aku bekerja. Dan segera membuka HP yang harus aku betulkan, dengan melihat catatan kerusakan yang terjadi. Aku memilih yang tingkat kesulitannya paling mudah dulu. Agar segera jadi dan segera jadi uang, pikirku.


Beberapa saat aku memperbaiki HP dan sudah menyelesaikan dua kasus ringan. Kemudian berganti ke kasus yang agak berat, yang harus membongkar semua komponen komponen yang berukuran mikro tersebut. dengan menggunakan kaca pembesar aku mencoba menganalisa jalur jalur arus yang kemungkinan terjadi korslet karena karat yang disebabkan oleh lembab.


Setelah menyelesaikan beberapa HP yang kemungkinan korslet segera aku lakukan proses pembersihan dengan alkohol seperti biasanya. Namun di tengah proses tersebut dimana aku sedang konsen melakukan pengamatan karena cukup banyak kotoran yang keluar dari mesin tersebut yang menyebabkan korslet. Tiba tiba ada orang yang memanggilku dari luar counter.


“Kamu yang bernama Sidiq kah ?” tanya orang itu.


Suaranya aku seperti pernah dengar, kemudian aku segera menengok ke arah suara itu. Sekilas aku mengenali wajahnya, dia adalah satu sekolah denganku. Tapi aku belum mengenal namanya, apakah ini bagian dari anggota Gangster tersebut, batinku.


“Betul, aku Sidiq kamu satu sekolah denganku kan ? aku tidak asing dengan wajahmu, hanya belum tahu nama kamu saja.” Jawabku.


“Rupanya kamu cukup mengenal wajahku, tapi belum tahu namaku. Baiklah aku perkenalkan, namaku Ari Wicaksana Saputra. Pasti kamu pernah dengar nama itu kan,hanya belum tahu kalau aku orangnya !” kata orang tersebut dengan sombong dan PD nya. Merasa kayak Artis yang populer saja, merasa namanya dikenal banyak orang, pikirku.


“Hmmm…. Kayaknya sama sekali gak pernah denger deh nama kamu. Mungkin kamu saja yang merasa jadi orang terkenal, padahal lebih terkenal aku kayaknya. Buktinya kamu saja tahu namaku  sementara aku nama kamu saja gak tahu. Atau mungkin memang karena kamu gak penting banget buatku, jadi aku pikir buat apa mengenal kamu segala.” Ucapku memancing emosi orang tersebut, yang katanya cukup ditakuti di sekolah.


“Kampret lo, memang gak bisa diajak bicara baik baik rupanya.” Ucapnya.


“Eeeh kok marah, kan aku hanya bicara jujur saja. Memang aku gak kenal kamu kok,gak tahu nama kamu juga. Kalau kamu tahu aku dan tahu namaku kan berarti terkenal aku dari kamu.” Sahutku membuat dia menggertakkan gigi gerahamnya.


“Lama lama aku sumbat juga mulut besar kamu nanti.” Ancamnya.


Aku jadi makin bersemangat membuat dia jengkel, biar dia mengamuk dan jadi bulan bulanan orang orang yang jadi keamanan ruko tersebut.


“Wah salah lagi,  sepertinya yang besar itu mulut kamu deh. Mulutku kan mungil begini masak kamu gak bisa bandingin ?” ucapku membuat dia semakin marah. Kemudian tampak mengeluarkan stick baseball hendak memukul kaca etalase tempatku bekerja.


Aku tidak ingin sampai dia merusak barang barang  toko, kemudian dengan gerakan cepat aku melemparkan sebuah obeng dan mengenai tangan nya, dan stick baseball nya terjatuh dan dia kesakitan sampai berteriak. Membuat orang orang berdatangan dan menanyakan apa yang terjadi. Kemudian dengan cepat ku jawab kalo orang itu hendak merusak etalase toko. Maka tanpa dikomando orang bernama Ari itu pun jadi bulan bulanan masa, sampai ampun ampunan minta tolong.


Aku pun kemudian mendekatinya dan berusaha mencegah agar tindakan masa tidak semakin parah.


“Cukup hentikan, kayaknya dia sudah taubat. Bener gak kamu sudah taubat atau masih mau merusak toko dan pembuat onar disini ?” tanyaku pada Ari. Sehingga dia meskipun sangat merasa terpaksa harus mengiyakan kata kataku.


“Iya saya sudah kapok gak akan bikin ribut disini lagi.” Ucapnya. Kemudian Ari pun aku suruh pergi dan sambil aku gandeng aku pun berbisik kepadanya.


“Lain kali kalo mau bikin ulah denganku jangan di tempat ramai. Ternyata selama ini orang hanya takut dengan nama besar mungkin saja, ternyata kamu mental tempe begitu saja sudah ketakutan.” Ucapku berbisik pada Ari. Entah apa yang ada di benaknya waktu itu, namun yang jelas namanya tidak akan sebesar yang kemarin lagi. Karena sudah ketahuan dia ampun ampunan saat dipukuli beberapa orang tanpa berani dan bisa membalas. Aku berharap bisa segera bertemu langsung dengan orang yang bernama Jalu, apakah benar dia adalah Sawung Panjalu anak dari musuh ayahku. Atau sekedar orang yang punya nama hampir mirip saja. Rasa penasaranku jauh lebih besar dari rasa gentarku, karena memang belum pernah lihat langsung kehebatan orang yang bernama Sawung Panjalu.


Jangan jangan hanya seperti Ari tadi, orang hanya takut dengan nama besarnya saja. Padahal nyatanya sama saja dengan orang kebanyakan. Karena rasa takut yang sudah ditanamkan lebih dahulu agar orang gentar duluan. Meski belum pernah melihat apa lagi mencoba langsung kehebatan orang tersebut. ibarat seorang petinju yang melakukan psywar kepada lawan untuk menjatuhkan mentalnya sebelum bertanding.


Setelah selesai aku pun segera kembali ke tempat kerjaku, untuk melanjutkan servis HP.


“Ada apa Sidiq, kok ramai ramai tadi ?” Ucap kokoh pemilik Counter.


“Ada yang mau merusak etalase tadi ko, tapi sudah terkondisi kok semua sudah aman.” Jawabku.


“Haiya hati hati Sidiq, anak jaman sekarang banyak yang nekat.” Ucap koko itu.


“Iya Ko, Sidiq lebih hati hati nanti.” Jawabku.


 


*****


Author POV


Ari yang merasa sakit hati dan dendam terhadap Sidiq bermaksud menemui saudara jauhnya si ‘Jalu’ dan dia mengadukan apa yang dia alami karena Sidiq.


“Bang, aku malu dibuat sampai seperti ini bang. Abang harus balas dendam untuk Ari.” Rengek Ari ke Jalu.


“Malas ah, ngurusin urusan bocah lagian kamu disuruh banyak berlatih malah lebih banyak menghabiskan waktu buat hura hura doing. Kalau udah gitu baru tau rasa kan ?” jawab Jalu.


“Tapi pemuda itu hebat bang, tiga teman Ari juga dikalahkan sekaligus kok.” Jawab Ari.


“Malas, aku lagi konsentrasi mencari keberadaan ayahku. Yang bertahun tahun gak ketemu, aku butuh warisan ilmunya. Terakhir baru aku ketahui kalau ayahku pernah bermusuhan dan bertempur dengan orang yang bernama Yasin. Aku baru cari tahu Yasin itu siapa dan tinggalnya dimana. Kalau kamu bisa menemukan dia, baru aku mau bantu kamu. Kalau tidak maka jangan harap, kamu mau dibunuh sekalipun aku juga gak peduli sama kamu.” Jawab Jalu.


 Dan Ari pun pulang dengan membawa rasa kecewa, karena orang yang diharapkan bisa membantunya itu pun tidak mau membantunya saat ini. Semakin dendam dan semakin sakit hati Ari kepada Sidiq, namun bagaimana lagi jika  Jalu sudah seperti itu. mau gak mau Ari pun harus mencari tahu siapa itu Yasin dan dimana rumahnya Yasin, agar  Jalu mau membantunya menyingkirkan Yasin dan mendapatkan Riska sekaligus…!!!


...Bersambung...


Tetap mohon dukungannya


like


komen


dan


Vote nya ya Reader tercinta.


...🙏🙏🙏🙏...


 

__ADS_1


 


__ADS_2