
Reader Tercinta
tak lupa selalu mohon dukungannya, saat ini memasuki konflik eksternal ketiga anak Yasin.
Selamat membaca.
semoga terhibur.
...🙏🙏🙏...
Dan semua teman teman Ari pun segera minta maaf pada Lita, dan Lita pun dengan berat hati memaafkan mereka semua. Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan kantin. Riska hanya bengong seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya…!!!
“Aku tahu rencana kalian yang licik, pura pura baik tapi hanya sekedar menunggu waktu dan kesempatan saja sebenarnya.” Kataku dalam hati.
Menghadapi orang licik haruslah dengan siasat, kalau tidak maka kita yang akan celaka. Sidiq gak mudah kamu jebak untuk mengaku sebagai anak orang yang Jalu cari. Karena Sidiq pun harus menjalankan tugas dari abah guru Sidiq saat ini. ziarah ke makam kedua orang tua abah guru Sidiq. Dan Sidiq juga Yakin jika Jalu pun pasti akan memperdalam ilmunya juga. Aku harus sampaikan ke Jafar agar dia juga bisa persiapan.
“Kok aneh ya Diq, tiba tiba Ari dan kawan kawanya jadi lembek begitu ?” Tannya Lita.
“Udah ga usah dipikirin, selama dia gak ganggu kita dan teman teman lain gak usah dibahas.” Jawabku ke Lita.
“Emang habis kamu apain mereka Diq kok jadi begitu ? Eeeh sori ya Dina boleh gabung kan ?” tanya Dina teman sekelas Sidiq.
“Boleh aja masih ada bangku kosong ini, btw Sidiq saat ini jadi bingung ada dua Dina di sini.”Gurau Sidiq.
“Beda dong Diq, kalo aku kan disini panggilanya Lita.” Jawab Lita.
“Owh Lita juga namanya pakai Dina, kalau aku Dina Mardiana keturunan sunda soalnya, biasa mengulang nama. Kayak Maman suryaman nama ayah Dina yang orang Sunda.” Tanya Dina ke Lita.
“Iya, kalau Lita memang di rumah juga panggilan nya Dina. Tapi banyak banget disini yang panggilanya Dina, jadi aku pakai nickname Lita aja. Nama Panjangku Dina Arlita, Arlita adalah nama mamah Lita sebenarnya.” Jawab Lita.
“Iya kadang nama orang tua dipakai anak juga ya, bisa nama depan ataupun nama belakang. Aku juga baru tahu kalau ayah Sidiq namanya juga pakai Sidiq. Tar kalau ke rumah kamu panggil Sidiq yang nyaut ayah kamu bukan Diq.” Goda Dina padaku.
“Bukan ayahku, tapi kakekku yang sudah almarhum yang menyahut karena nama kakekku juga Sidiq Ali.” Gerutuku pada Dina.
Yang lain pun jadi tertawa ngakak mendengar jawabanku tersebut.
“Ada aja tuh cowok kamu Ris, bisa aja ngelesnya.” Kata Dina.
“Ya emang, eeh kemarin Riska ketemu sama adik mas Sidiq wajahnya Mirip tapi lebih bersih adiknya. Cuma lebih humoris kakaknya, jadi Riska gak jadi berpaling deh.” Celetuk Riska.
“Owh iya, adik Sidiq lebih kalem gimana kalau kita jodohin sama adikku Vina saja Diq.” Sahut Lita ikut nimbrung obrolan.
“Merpati kali di jodohin, sok lu Lita mau jodohin adik kamu. Kamu aja sampai sekarang juga masih Jomblo..!” balasku ke Lita.
“Yee sembarangan, Lita Jomblo bukan gak laku kali Diq hanya belum ketemu yang cocok aja.” Jawab Lita.
“Iya sih, belum ketemu yang cocok sama kamu. Kalau kamu sendiri kan sama siapa aja cocok Lita.” Balasku ke Lita lagi.
“Rese lo Diq, lama lama gue tampol juga lo…!” sungut Lita sambil melotot.
Ketika mereka membicarakan nama sampai ke nama orang tua. Aku agak khawatir aka nada yang bertanya lebih jauh lagi. Baik tanya nama lengkap ayahku, aliasnya ataupun nama ibu kandungku, untung saja tidak dengan Jafar atau Nisa, bisa repot nanti kalau ada yang nanya nama ibu kandung aku dan Jafar, pikirku. Untunglah bisa dialihkan ke pembicaraan lain, meski Lita harus jadi korban bully an.
“Santai Lita, kan biar meriah saja mumpung suasana lagi pada ceria.” Jawabku.
“Iya mas Sidiq nih agak keterlaluan kalau begitu bercandanya. Bisa menyinggung Lita kan kalau begitu.” Ucap Riska merasa gak enak sama Lita.
“Ok aku mohon maaf Lita, tadi keceplosan tapi gak bermaksud apa apa sekedar bercanda saja kok.” Kataku minta maaf ke Lita.
“Santai aja kali Diq, Lita juga gak tersinggung kok udah agak hafal dengan sifat kamu sekarang.” Jawab Lita.
“Iya Diq, Dina juga gak nyangka kalau kamu ternyata bicaranya juga suka ngawur.” Ucap Dina.
“Iya sih, ku suka kepancing guyonan jadi kelepasan ngomong. Tapi ada yang tau gak Ihsan dimana ? beberapa hari kok gak ikut ke kantin ?” tanyaku.
“Ihsan lagi ngejar gebetan baru kali Diq, kayaknya kemaren Dina lihat lagi ngobrol sama cewek adik kelas kita.” Ucap Dina.
“Owh gitu, biarin saja lah .” kataku kemudian bel masuk pun berbunyi dan kami kembali ke kelas kami masing masing. Aku berpisah dengan Riska dan Lita menuju kelasku bersama Dina yang satu kelas denganku.
“Din, hati hati jagain Sidiq ya ?!?” teriak Lita kepada Lita.
“Ogah ah, biarin dia dikelas nanti jadi bancakan cewek.” Jawab Dina sambil tertawa.
Sementara kulihat Riska hanya tersenyum tidak tampak marah atau cemburu. Berbeda jika dengan orang yang tidak dia kenal akan mudah cemburu.
Sesampai di kelas rupanya teman teman satu kelas pun sedang hangat membicarakan kejadian di kantin dengan Ari cs tadi. Banyak yang hampir tidak percaya dengan ucapan Ari. Alan ketua kelasku pun datang menghampiriku sebelum guru datang.
“Diq kamu harus tetap waspada, aku masih sangsi dengan ucapan Ari.” Kata Alan.
“Iya Lan, Sidiq juga gak begitu saja percaya kok. Hanya selama dia gak bikin ulah ya sudah biarkan saja.” Jawab Sidiq.
“Syukurlah, supaya kita juga bisa Fokus dengan ujian kelulusan nanti.” Ucap Alan,
“Yo I Lan, makasih ya atensinya Lan.” Kataku.
Dan Alan pun kembali ke tempat duduk Alan, karena guru pengajar sudah masuk ke kelas. Dan kami semua berkonsentrasi ke pelajaran sekolah.
*****
Usai jam pelajaran sekolah selesai
__ADS_1
Author POV
Â
Seperti biasanya, Sidiq sepulang sekolah selalu pulang bareng Riska dan Lita. Dan kali ini Sidiq ingin segera sampai ke counter teringat HP teman pesantren Jafar yang kemarin ketinggalan di etalase. Takut di tanya bos nya sampai ada Hp ketinggalan disitu.
“Aku agak buru buru nih, soalnya HP teman adikku kemarin ketinggalan di counter katanya.” Kata Sidiq pada Riska dan Lita.
“Perlu Risk antar gak mas biar cepet ?” tanya Riska.
“Gak usah lah, gak enak dilihat orang ?” jawab Sidiq.
“Begini saja, kamu pinjam motor Riska, biar Riska dan aku nanti menyusul ke tempat kerja kamu. Terus ke pesantren adik kamu. Aku pengen banget ketemu adikku Diq ?” pinta Lita.
“Nanti terlalu sore, kalian bisa kemalaman pulangnya nanti ?” Kata Sidiq.
Lita dan Riska terdiam sesaat, mereka jadi berpikir kalau kemalaman karena memang jalur ke pesantren Jafar lewat area hutan yang masih sepi.
“Kamu gak bisa izinkah sehari ini Diq ?” tanya Lita.
“Gak enak Lita, Sidiq baru saja izin sehari pulang ke rumah.” Jawab Sidiq.
Lita tampak sedih, Riska pun ikut iba dengan Lita sahabatnya itu.
“Coba saja ijin mas, kasihan Lita kangen sama adiknya yang lama gak ketemu.” Bujuk Riska ke Sidiq.
“Aduh bagaimana ya, soalnya kan belum lama Sidiq izin Ris.” Jawab Sidiq.
“Berapa lama sih perjalanan ke tempat Jafar adik kamu ?” tanya Riska.
“Hampir satu jam Ris, kalau jalan santai.” Jawab Sidiq.
“Kalau agak ngebut ?” Tanya Riska.
“Aku yang gak tega kalau ngebut Ris.” Jawab Sidiq.
“Emang gak boleh ya Nginep di pesantren ?” Tanya Lita kemudian.
“Boleh sih, tapi bagaimana dengan Riska nanti ?” Tanya Sidiq.
“Kalau Riska pulang bareng kamu bagaimana Diq ?” tanya Lita.
“Gak ah, aku gak berani malam malam boncengin cewek lewat area hutan yang sepi.” Jawab Sidiq.
“Kalau Riska ikut menginap bagaimana ?” Tanya Riska.
“Terus aku pulangnya bagaimana ?” tanya Sidiq.
Karena terus didesak aku pun akhirnya menyanggupi dan segera minta tolong Ihsan untuk datang ke counter nanti. Untung saja Ihsan bersedia menemani aku ke pesantren Jafar, sehingga Lita dan Riska bisa ikut ke pesantren JAfar untuk menemui Adiknya Lita.
Dan setelah sampai di Counter Sidiq pun sudah ditunggu oleh bos nya. Kemudian setelah Ganti baju Sidiq pun memberikan laporan administrasi kepada bos nya.
“Ini catatan beberapa hari kemarin koh.” Kata Sidiq menyerahkan kertas laporan berikut kwitansi belanja nya.
“Bagus Sidiq, kamu sudah pintar membuat Laporan. Tapi tadi pagi ada HP di atas etalase, kamu lupa memasukkan ke tempat HP yang mau diservis. Lain kali jangan sampai terjadi lagi ya Sidiq.” Ucap bosnya Sidiq.
“Iya koh, kemarin adikku kesini terus HPnya ketinggalan itu bukan Hp yang mau di servis kok.” Jawab Sidiq sedikit berbohong.
“Owh Hp adik kamu, kirain HP pelanggan jadi kusimpan tadi saat buka ada HP di atas Etalase.” Kata bos nya Sidiq.
Kemudian Sidiq pun segera melakukan pekerjaan utamanya servis HP. Sementara bos nya ikut menjaga counter agar Sidiq terlalu repot.
“Kamu gak ada teman satu lagi yang bisa bantuin jaga Diq ? kalau bisa yang cewek buat melayani pembeli dan kamu khusus servis saja.” Kata bos nya Sidiq.
Sidiq jadi teringat RIska yang pengen ikut kerja disitu juga, tapi diizinkan orang tuanya Sidiq belum tahu.
“Kemarin sih ada yang nanya koh, teman sekolah Sidiq juga. Tapi boleh gak sama orang tuanya Sidiq baru bilang ke dia untuk minta izin dulu.” Jawab Sidiq.
“Betul kamu diq, kalau masih anak sekolah dan punya orang tua ya harus izin orang tua. Aku gak mau disalahkan nanti.” Jawab Bosnya Sidiq.
“Mungkin sebentar lagi juga anaknya sampai kesini kok koh.” Jawab Sidiq.
“Tapi sayangnya aku keburu pergi, kamu saja yang urus nanti. Kalau sudah dapat izin orang tua suruh langsung masuk kerja saja besok.” Jawab bosnya Sidiq.
“Iya koh, memang koko mau kemana lagi ?” tanya Sidiq.
“Mami ngajak jalan jalan nanti sampai sini sebelum kamu pulang kok.” Jawab bosnya Sidiq.
“Siap koh, nanti Sidiq bilangin dan Sidiq ajarin juga sekalian.” Jawab Sidiq.
“Kalau begitu aku keluar dulu, nanti sukur sukur aku pulang anaknya masih disini.” Karta Bosnya Sidiq. Kemudian pergi bersama istrinya.
Sidiq kembali membetulkan HP, dan pertama yang dia betulkan adalah HP orang yang kemarin ada chat yang membicarakan Jafar adiknya.
“Semoga saja nanti tidak terjadi keributan lagi disini.” Kata Sidiq dalam hati.
Beberapa Saat kemudian datanglah Lita dan Riska berboncengan sepeda motor.
Sambil servis dan melayani beberapa pembeli yang datang Sidiq tersenyum pada Riska dan Lita. Sementara Riska dan Lita belum mendekat ke Sidiq karena masih terlihat sibuk. Setelah pembeli pada pergi barulah keduanya mendekat.
__ADS_1
“Bagaimana Ris, apa sudah jadi bilang ke bapak ibu kamu kalau kamu mau ikut kerja di sini ?” tanya Sidiq Pada Riska pacarnya.
“Udah sih, tapi bapak ibu tanya, kalau minggu ada libur gak papa. Soalnya Riska hanya bisa berkumpul lama dengan bapak ibu hanya hari minggu saja.” Jawab Riska.
“Ya coba nanti din ego saja sama bosnya Sidiq.” Jawab Sidiq.
“Memang boleh ikut kerja disini ?” tanya Riska.
“Boleh bahkan katanya memang baru cari satu cewek jaga di depan biar aku bisa fokus servis saja.” Jawab Sidiq.
“Ya sudah Riska mau kok.” Jawab Riska.
“Ya kalau mau masuk sini aku ajari isi pulsa, paket internet juga harga harga aksesoris biar Hafal.” Jawab Sidiq.
Riska pun dengan semangat masuk ke counter dan belajar kepada Sidiq.
“Yaah Lita jadi di cuekin nih ?” gurau Lita.
“Bentar Lita, ini Riska kan baru belajar biar bisa.” Jawab Riska.
“Gini saja ris, kamu jaga sambil ngobrol sama Lita gapapa. Nanti kalau ada pembeli dn kamu bingung bisa tanya aku.” Kata Sidiq.
“Boleh saja, tapi kalau Riska banyak tanya jangan ngambek ya. Soalnya Riska sama sekali gak paham.” Kata Riska.
“Iya santai saja Ris.” Jawab Sidiq.
Kemudian Riska melanjutkan ngobrol dengan Lita membicarakan soal Vina adiknya Lita. Dan tak lama setelah itu Ihsan datang dengan sepeda motornya serta langsung bergabung dengan mereka.
“Eeeh ada karyawan baru Diq, kontrak berapa tahun nih Diq ?” gurau Ihsan.
“Diam lo Ihsan, gangguin orang lagi ngobrol saja.” Bentak Lita ke Ihsan.
“Kalau hanya Nongkrong jangan disini mbak ini tempat usaha bukan tempat nongkrong.” Canda Ihsan ke Lita.
“Emang kamu ngapain juga kesini ? Cuma nongkrong juga kan ?” balas Lita.
“Gak lah, aku kan sekalian mau beli Voucher.” Jawab Ihsan.
Lita hanya menjulurkan lidah mengejek Ihsan, kemudian kembali bicara dengan Riska. Sementara Ihsan asik main Game di HP nya sambil teriak teriak sendiri.
Beberapa saat kemudian datang orang yang mau mengambil HP nya. Orang itulah salah satu yang mau mencelakai Jafar. Tapi kayaknya juga belum pernah bertemu Jafar, terbukti tidak mengenal wajah Sidiq juga.
“HP nya sudah jadi mas.” Tanya orang itu ke Sidiq.
“Tunggu sekitar lima menit lagi ya, baru saya sempurnakan. Banyak virus juga terlalu berat memorinya jadi loading lambat.” Jawab Sidiq.
“Owh ok Gapapa kok nunggu sebentar ini.” kata orang itu.
Dan saat HP diserahkan beberapa chat masuk yang mengirim wajah Jafar sudah dihapus. Menjaga agar tidak salah paham dengan Sidiq.
“Berapa ongkosnya mas ?” tanya orang tersebut.
Total Seratus dua puluh lima ribu, sudah termasuk biaya Flash dan servisnya.” Jawab Sidiq. “Owh oke gapapa , makasih mas.” Kata orang itu setelah membayar kepada Sidiq dengan uang pas.
Begitulah akhirnya, Riska jadi ikut bergabung kerja dengan Sidiq, secara otomatis intensitas pertemuan Sidiq dan Riska pun semakin sering dan tentunya akan semakin akrab.
Setelah sore Riska dipanggil kokoh dn diinterview serta diberi penjelasan jam kerja paruh waktu juga masalah Take home pay yang akan diterima Riska. Karena Riska tidak sekedar mencari uang maka soal honor atau take home pay pun gak dipikirkan oleh Riska. Karena tujuan utama Riska adalah dekat dengan Sidiq terus, karena di sekolah hanya jam istirahat saja dia bisa ngobrol.
Setelah itu pun Sidiq pamit pada bosnya, dan diantar Ihsan sekaligus mengawal Riska dan Lita yang akan ke pesantren Jafar. Sidiq pun bilang ke Ihsan, “ pelan pecan saja, nanti pulangnya baru ngebut karena mengejar waktu.” Kata Sidiq.
Mereka pun berangkat menuju ke pesantren Jafar.
Â
*****
Sampai di pesantren Jafar Sidiq dan Ihsan segera menemui pengurus pondok minta diizinkan menemui Vina Adiknya Lita. Sementara pengurus pondok mengira Sidiq adalah Jafar.
“Loh mas Jafar kok ikutan mereka ?” tanya pengurus Pondok tersebut.
“Saya Sidiq kakaknya Jafar, saya juga mau menemui adik saya Jafar.” Kata Sidiq.
Setelah mendengar suara Sidiq pengurus pondok itu baru sadar bahwa yang dihadapannya bukanlah Jafar.
“Owh panteaan mirip kirain mas Jafar, langsung masuk saja mas Jafar ada di ruang tamu pak Kiai sekarang.” Kata pengurus Pondok itu.
Sidiq menitipkan HP milik Yuni dulu ke Lita agar diberikan ke Vina adiknya untuk diserahkan pemiliknya. Sementar Sidiq dan Ihsan segera msuk untuk menemui Jafar…!!!
...Bersambung....
...Mohon dukungannya Reders...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1
Â