
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Jafar gantikan Farayaka lawan Gagak Seta...
"Farayaka…!” teriak Sidiq dan Jafar bersamaan. Namun keduanya juga sedang berusaha menyadarkan Yasin ayahnya yang pingsan. Sehingga bingung harus bagaimana, sementara terlihat Gagak Seta mengejar Farayaka dan mendesak Farayaka.
“Jafar, kamu bantu Farayaka. Biar aku bawa Ayah menyingkir dulu,” kata Sidiq.
“Mas Sidiq Yakin?” tanya Jafar.
“Iya cepat sebelum terlambat, jangan sampai Gagak Seta mengeluarkan Ilmu Karangnya,” ucap Sidiq.
Jafar pun segera berlari membantu Farayaka.
“Akulah yang akan melawanmu Gagak Seta,” teriak Jafar yang menghadang Gagak Seta yang sedang memburu Farayaka. Gagak Seta yang mengetahui kedatangan Jafar, lantas mundur selangkah mengganti jurus untuk menghadapi Jafar.
Sementara itu Kholis pun sibuk mencari posisi agar tidak salah lempar senjata. Sebab jika salah bisa jadi malah mengenai Jafar atau Farayaka. Jafar mengetahui jika Kholis sedang mencari posisi untuk menyerang kelemahan Gagak Seta. Kemudian Jafar meminta Farayaka untuk membantu Kholis, karena Farayaka tentu lebih menguasai melempar Shuriken dari pada Kholis.
“Kamu bantu sahabatku tadi, kelemahan Gagak Seta ada di punggung kirinya,” bisik Jafar kepada Farayaka.
“Baiklah, aku akan membantu taman kamu,” jawab Farayaka, langsung pergi meninggalkan Jafar.
“Baguslah, kita bisa berhadapan satu lawan satu sekarang ini,” ucap Gagak Seta.
“Hari ini harus kita akhiri permusuhan kita. Perlu kamu tahu juga jika Jaladara adikmu telah bersatu dengan kami,” jawab Jafar.
“Jangan berdusta, paling juga kalian culik seperti kemarin,” jawab Gagak Seta.
“Kamu salah, adikmu tahu jika kami adalah keturunan Begawan Sanjaya, Yang juga masih leluhur kalian, sehingga Jaladara memilih untuk tidak bertempur dengan kami,” kata Jafar.
Jaladara pun terdiam sesaat, Gagak Seta ingat ucapan Jaladara tentang Nisa saat bertempur melawan beberapa anak buah Ki Ajr Panggiring. “Benarkah Jaladara memilih lari dari pertempuran ini?” kata Gagak Seta dalam hati. Namun Nafsu amarah dan ambisinya mengalahkan rasa persaudaraan dengan Jaladara.
“Persetan dengan langkah pengecut Jaladara. Aku akan tetap menghabisi kalian, meski aku juga tahu kalian keturunan Begawan Sanjaya,” ucap Gagak Seta.
“Tersrah, itu pilihan kamu, yang jelas aku sudah mengingatkan kepadamu,” kata JAfar.
“Sudah tidak usah banyak bicara, sekarang terima jurus pemecah ombakku,” kata Gagak Seta langsung menyerang Jafar.
Jafar hanya menghindari serangan Gagak Seta tersebut, sambil terus menyuruh Gagak Seta menyerah.
“Sebaiknya kamu menyerah saja, Ki Ajar Panggiring juga sudah tidak ditemukan lagi saat ini,” kata Jafar.
“Aku tiak punya urusan dengan Ajar Panggiring. Urusanku adalah dengan keluargamu,” jawab Gagak Seta tanpa berhenti menyerang Jafar. \Namun Jafar masih belum memberikan balasan apapun. Jafar hanya menghindari serangan serangan Gagak Seta. Jafar masih berharap agar Gagak Seta mau menghentikan Permusuhan.
__ADS_1
“Sayang sekali, jika kita harus bertempur hidup dan mati. PAdahal kita masih punya garis keturunan yang sama,” jawab Jafar sambil menghindari serangan pukulan Batara Karang Gagak Seta.
“Tidak usah bawa bawa leluhur, yang jelas kita berbeda posisi dan kita adalah musuh,” jawab Gagak Seta.
Kali ini Gagak seta semakin tampak berambisi menghabisi Jafar, sehingga karena emosi justru kurang waspada. Pertahanan Gagak Seta sedikit terbuka, sehingga dimanfaatkan Jafar untuk menyerang ke arah perut Gagak Seta. Gagak Seta pun tersurut mundur.
“Itu balasan untuk temanku yang kamu pukul perutnya tadi,” kata Jafar semakin membuat Gagak Seta semakin marah.
“Aku akan balas dengan yang lebih keras dari ini,” jawab Gagak Seta.
Kemudian Gagak seta melompat ke arah  Jafar, dengan tubuh berputar seperti baing yang sangat cepat. Namun tangan Gagak Seta siap menghujamkan serangan ke arah Jafar. Tubuh Gagak seta yang berputar cepat membuat Jafar sedikit terkejut. Sehingga tidak sempurna menghindari serangan Gagak Seta. Jafar Pun kembali terkena pukulan Gagak Seta, dan terdorong mundur beberapa langkah.
Hal itu diamati oleh Kyai Nurudin yang selalu memantau setiap perkembangan. Sementara  Kyai Syuhada sibuk mengurus Nisa dan Yasin. Sidiq pun diminta untuk kembali membantu Jafar dan Lainya. Kyai Syuhada merasa Sidiq lebih dibutuhkan untuk membantu Jafar dan lainnya.
Sidiq pun segera mendekati lokasi pertempuran Jafar dan Gagak Seta. Sidiq melihat Jafar terlena pukulan Gagak Seta hampir saja ikut terjun membantu Jafar. Namun segera dicegah oleh Kyai Nurudin, yang melihat kembalinya Sidiq.
“Jangan ke sana, adikmu pasti akan mampu mengalahkan Gagak Seta,” kata Kyai Nurudin.
“Lalu apa yang harus saya lakukan Bah?” tanya Sidiq.
“Sebentar lagi mungkin dalang Anyi Anyi akan datang. Tugas kamu dan adikmu. Kalian berdualah yang harus mampu meredam sepak terjang dalang Anyi Anyi tersebut,” jawab Kyai Nurudin.
“Baiklah Bah,” jawab Sidiq yang selalu tunduk pada perintah gurunya.
*****
Jafar yang barusan terpental ke belakang cepat bangkit tak kurang suatu apa. Dengan cepat pula Jafar menyerang Gagak Seta dengan jurus jurus Suci Hijaiyahnya. Gerakan Jafar sangat cepat, membuat Gagak Seta terkejut dan tidak dapat menghindari serangan beruntun Jafar.
“Sebaiknya kamu menyerah saja, sebelum semuanya terlambat Gagak Seta. Kembali aku ingatkan, adikmu Jaladara sudah bergabung dengan kami. Meski tidak mau melawan kamu,” kata Jafar.
“Aku taki akan Sudi mengakui apalagi menjadi saudara kamu, cuih…!” bentak Gagak Seta yang sangat marah. Sambil bangkit berdiri dan memegang Batara Karang untuk bersiap melawan Jafar. Namun kali ini Gagak seta menggunakan kemampuan supranaturalnya. Batara Karang yang di tangannya tersebut mengeluarkan sinar merah dari kedua matanya. Sinar tersebut mengarah Ke Jafar, untung saja Jafar masih mampu menghindarinya.
Jafar belum berniat menggunakan Stambul Al-Quran untuk melawan Gagak Seta. Karena akan dipersiapkan untuk melawan Dalang Anyi Anyi bersama dengan Sidiq Kakaknya nanti. Begitu juga dengan Golok hitamnya, Jafar belum mencoba menggunakan Golok tersebut.
“Ilmu orang ini, ternyata semakin kuat. Tapi aku belum boleh menggunakan senjata Golok Hitam maupun Stambul Al-Quran,” kata Jafar dalam hati.
“Sekarang baru kamu rasakan, perkembangan ilmuku, kamu tak bisa menganggap remeh lagi kepadaku,” kata Gagak Seta dengan Bangga.
Meskipun serangannya tidak mengenai Jafar, Namun benda yang terkena sinar yang keluar dari Batara Karang tersebut membakar semua benda yang dikenainya.
“Jangan bangga dulu, aku mengakui perkembangan ilmu kamu cukup pesat. Hanya saja masih belum dapat mengalahkan aku,” pancing Jafar.
Jafar pun diam diam membaca doa untuk menerapkan aji Tatar Bayu. Untuk menghindari serangan Gagak Seta yang menggunakan Batara Karang sebagai senjata yang bisa mengeluarkan Sinar panas.
Gagak Seta pun belum mengeluarkan Ilmu Karangnya, Gagak Seta terlalu PD karena merasa dapat bimbingan langsung dari dalang Anyi Anyi si Raja Khodam.
Jafar pun semakin berhati hati dengan Gagak Seta, “Aku harus melapisi dengan Aji Lebur Saketi juga. Jaga jaga jika harus berbenturan juga dengan orang itu,” kata Jafar dalam hati. Sehingga Jafar pun mempersiapkan Ilmu tersebut, untuk menyambut serangan serangan Gagak Seta.
Gagak Seta sendiri kembali bersiap menyerang Jafar dengan mengandalkan ilmu Batara Karang milinya. Kali ini, Gagak Seta sudah berniat mengadakan benturan langsung dengan Jafar. Gagak Seta ingin mengetahui kemajuan tenaga dalam yang dimiliki Jafar. Sebelum memutuskan untuk menggunakan Ilmu Karangnya. “Aku harus mengukur dulu tenaga dalam anak ini, sebelum menggunakan Aji Pamungkas Ilmu Karang,” kata Gagak Seta dalam hati.
“Anak Muda, jangan hanya menghindar saja.Aku dengar kamu juga punya Ilmu Lebur Saketi, sebelum aku gunakan Ilmu Karang. Aku ingin tahu seperti apa rasanya Lebur Saketimu,” ucap Gagak Seta dengan sombong.
__ADS_1
“Baiklah, kalau itu mau kamu. Sekarang bersiaplah untuk menerima Lebur Saketi,” kata Jafar.
Dengan cepat Jafar mengambil gerakan jurus dan Ilmu Lebur Saketi.Kaki yang satu diangkat sebatas lutut dan tangan bersilang di depan dada kemudian dengan gerakan cepat menyerang Gagak Seta.
Gagak Seta menyambut serangan Jafar dengan Ilmu Batara Karang. Gagak Seta sengaja mengukur kekuatan tenaga dalam Jafar. Namun tidak diduga Gagak Seta yang terpental ke belakang. Sementara Jafar tidak terpengaruh sama sekali.
“Gila anak muda ini, tenaga dalamnya sungguh luar biasa. Pantas jadi keturunan Begawan Sanjaya,” kata Gagak Seta dalam hatinya.
“Aku belum puas, mau mencoba sekali lagi. Tadi aku tidak menggunakan tenaga secara full,” kata Gagak Seta.
“Sekarang gunakan tenagamu secara Penuh, Karena aku juga akan menggunakan tenagaku secara penuh,” kata Jafar.
Namun sebelum Jafar bersiap menggunakan jurus dan Ilmu Lebur saketinya Lagi. Dari arah belakang Gagak Seta meluncur empat buah shuriken sekaligus. Shuriken tersebut mengarah ke punggung Gagak Seta. Sementara Gagak seta tidak menyadari bahaya mengancamnya. Sehingga Gagak Seta dipaksa menjerit keras, ketika Punggung yang menjadi kelemahannya terkena senjata rahasia dari Farayaka dan Kholis.
Gagak Seta tersungkur ke tanah, sambil mengerang kesakitan. Jafar berusaha mendekati Gagak Seta. Berharap Gagak Seta mau menyudahi pertempuran dan bergabung bersama Jaladara. Namun belum lagi Jafar sampai. Terdengar suara tawa yang sangat keras hampir memekakkna telinga semua yang mendengarnya.
“Ha…ha…ha…ha…ha… mana Yasin? Aku belum kalah, ayo lanjutkan lagi pertempuran kita tadi,” suara melengking yang mengejutkan itu ternyata dari sosok Ki Ajar Panggiring.
Jafar dan semuanya kaget, melihat Ki Ajar Panggiring mampu terbang dan muncul dari dasar jurang. Hal tersebut digunakan Gagak Seta untuk kabur dari Jafar, sambil menahan sakit di punggungnya.
Sidiq segera menghampiri Jafar yang paling dekat dengan Ki Ajar Panggiring.
“Orang itu, kenapa bisa hidup lagi? tidak mungkin jatuh ke jurang bisa hidup dalam kondisi utuh begitu” kata Sidiq, yang tadi melihat Ki Ajar Panggiring terpental dan jatuh ke jurang.
“Ada yang Aneh, Siapkan Golok Hitam dan Ajian waringin sungsangmu Mas Sidiq,” kata Jafar memperingatkan Sidiq.
Tiba tiba Ki Ajar Panggiring menebarkan sesuatu ke seluruh arena pertempuran. Keanehan terjadi, semua korban yang terluka dan pingsan jadi terbangun. Termasuk juga Pasukan Lady Ninja Klan Yukimoto, sehingga Jafar dan Sidiq kaget terlebih Farayaka. Karena belum sempat menyembuhkan mereka semua.
Namun diluar dugaan, semua yang bangkit, termasuk Pasukan Lady Ninja justru mengepung dan mengeroyok Jafar dan Sidiq. Rupanya mereka semua sudah dikendalikan oleh Ki Ajar Panggiring untuk menyerang Sidiq dan Jafar. Sehingga Sidiq dan Jafar cukup kebingungan, di serbu pasukan Lady Ninja yang sebenarnya ada di pihak Sidiq dan Jafar.
Mereka saat ini justru bersiap untuk menyerang Sidiq dan Jafar. Keduanya jadi bingung, kenapa pasukan Lady Ninja justru berbalik menyerang mereka.
“Mereka seperti diluar kendali dan ada yang menguasai jiwa-jiwa mereka,” bisik Sidiq.
“Iya, apakah Ki Ajar memang sudah mencapai puncak ilmunya kita harus bagaimana sekarang” tanya Jafar.
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
Â
Â
__ADS_1
Â