
Reader Tercinta
tak lupa selalu mohon dukungannya, saat ini memasuki konflik eksternal ketiga anak Yasin.
Selamat membaca.
semoga terhibur.
...🙏🙏🙏...
Nia sedikit heran ketika melihat,Nisa berjalan dengan tenang menuju ke arena latih tanding. Nisa tidak menunjukkan rasa ragu ataupun gentar sedikitpun. Hal itu menimbulkan beberapa pertanyaan bagi santri dan santriwati yang lain. Apakah Nisa juga hebat seperti Jafar, atau berbeda. Sehingga acara latih tanding itu pun menjadi sangat mendebarkan bagi mereka. Satu adalah seorang Ning dan satunya adalah adik Jafar yang banyak disukai oleh santriwati. Siapa yang harus di dukung pun mereka juga jadi semakin bingung dalam bersikap…???
Sementara Nisa sendiri berpikir, “aku gak akan membuat Nibg Nia sampai sakit atau terluka. Aku hanya akan gunakan tenaga untuk menangkis bukan untuk memukul, biar ning Nia tidak merasakan pukulan.”
Begitulah adab Nisa terhadap putri abah gurunya, Nisa ingat pesan Ayahnya. Ayahnya pernah mengatakan, “Adab itu lebih utama dari Ilmu, karena kalau sekedar Ilmu Iblis lebih Berilmu. Jadi Nisa harus lebih mendahulukan Adab, itu adalah nasehat dari Syaikh Abdul QOdir Al Jaelani.” Kata kata Ayah Nisa tersebut dipegang betul oleh Nisa. Sehingga meski Nisa merasa agak jengkel dengan Ning Nia tapi tidak meninggalkan Adab menghormati Nia sebagai putrid abah gurunya.
“Nisa sudah siap nduk ?” tanya Kholis.
“InsyaAllah kang.” Jawab Nia sambil hormat.
“Ning Nia, jangan terlalu keras Nisa masih adik kamu jauh.” Kata Kholis ke Nia.
“Iya kang tenang saja, hanya sedikit latihan saja kok.” Jawab Nia.
“Baiklah hari ini latih tanding Ning Nia dengan adik kita Nisa. Aturan yang bisa memukul tiga kali lebih dulu dinyatakan menang. Atau menjatuhkan lawan lebih dulu dianggap menang. Kalian sudah paham Nisa dan Ning Nia ?” tanya Kholis.
“InsyaAllah kang…!” Jawab Nisa dan ning Nia bersamaan.
Nisa sendiri sebenarnya sudah dapat mengukur kekuatan Nia saat memijit Nia waktu itu. Nisa paham jika Nia geraknya masih lambat dan kurang bertenaga. Sehingga Nisa mempunyai sebuah rencana, agar tidak menjatuhkan martabat Ning Nia sekaligus ingin membuat Nia sadar jika sikapnya selama ini kurang baik.
“Aku buat seri saja dengan aturan seperti itu, aku akan biarkan terkena pukulan dua kali dulu. Dan ketika pukulan ketiga aku harus bisa menjatuhkan ning Nia, biar kedudukan seri.” Kata Nisa dalam hati.
Begitulah Nisa yang dengan tenang menghadapi Nia sebagai lawan latih tanding.
“Ayo kita mulai Nis…!” seru Nia dengan semangat.
“Iya Ning Nia, tapi sebelumnya Nisa mohon maaf jika nanti Nisa memukul ning Nia ini sebatas latihan.” Ucap Nisa sambil member hormat.
“Iya gak papa, tapi jangan sok yakin bisa memukulku nanti kamu malah jadi malu sendiri.” Jawab Nia.
“Gak Ning Nia, hanya seandainya saja semoga Nisa bisa mengimbangi dan tidak mengecewakan Ning Nia.” Jawab Nisa. Jika sebelumnya sempat merasa kesal dengan Ning Nia, tapi saat latih tanding beneran Nisa justru tidak ingin mempermalukan Ning Nia.
Kemudian Kholis pun member aba aba untuk memulai latih tanding tersebut disaksikan oleh seluruh santri dan santriwati yang ikut latihan beladiri.
Nia segera membuka dengan pukulan ke arah dada Nisa dengan cepat, meski kalah cepat dengan gerakan Nisa yang bisa membaca arah pukulan Nia. Sehingga hanya sedikit bergeser Nisa bisa menghindari serangan Nia. Sambil merasakan angin pukulan Nia sebesar apa, tanpa memberikan pukulan balasan sama sekali.
Sementara Nia yang tadinya yakin akan mampu menyentuh Nisa dengan pukulannya jadi kaget melihat Nisa dengan mudah menghindari serangannya. Dan Nia justru semakin marah karena Nisa tidak melakukan serangan balasan, padahal Nia tahu jika mau Nisa bisa memukulnya saat tubuhnya condong ke depan dan Nisa berkelit ke samping.
Para santri yang melihat berdecak kagum kepada Nisa, namun tidak berani berkomentar apalagi tepuk tangan. Taku menyinggung Nia yang temperamental.
Kemudian Nia kembali melancarkan serangan kali ini menggunakan tendangan yang diarahkan ke paha Nisa, berharap Nisa menjadi sakit kakinya. Namun Nisa yang sudah dari kecil ikut latihan bersama Sidiq dan Jafar bukanlah anak sembarangan yang dengan mudah dipukul. Hanya dengan lompatan kecil ke belakang tendangan Nia pun hanya mengenai angin saja. Dan Nisa masih tetap tidak melakukan serangan balasan sama sekali.
Hal itu justru membuat Nia menjadi semakin kesal, merasa di sepelekan. Padahal Nisa hanya meyakinkan sampai seberapa besar tenaga Nia. Agar Nisa bisa merelakan dirinya terkena pukulan lebih dahulu. Dengan mempersiapkan diri dengan pertahanannya, agar tidak merasa sakit. Dan itu memang butuh perhitungan yang cermat, karena jika tidak justru bisa mencederai Nisa sendiri. Dan Nisa juga tidak ingin itu terjadi.
Sementara Kholis yang melihat kiprah Nisa hanya membatin dalam hati saja, “Pantas jika jadi adiknya Jafar, gerakannya cepat dan terukur dalam menghindar. Sepertinya Nisa ini juga sekedar mengimbangi saja. Tidak ingin mempermalukan Ning Nia.”
Dan pada saat serangan ke tiga Nisa sudah merasa yakin seberapa kekuatan Nia dalam melancarkan pukulanya. Sehingga saat Nia melakukan pukulan lurus ke arah perutnya. Nisa membiarkan dirinya terkena pukulan, dengan terlebih dahulu menahan nafas di perutnya untuk mengurangi rasa sakit.
Satu pukulan Nia mendarat ke perut Nisa, dan Nisa tersurut mundur. Atau hanya pura pura tersurut mundur saja. Dan skor saat itu Nia point satu dan Nisa Nol.
Penonton pun memberikan aplaus kepada Nia, terutama para Santri yang agak caper pada Nia. Sementar yang lain hanya diam saja tanpa reaksi. Mereka masih tegang melihat pertandingan tersebut.
Berbeda dengan penonton, Kholis yang memimpin pertandingan atau latih tanding tersebut tahu persis jika Nisa memang membiarkan Nia dapat poin lebih dulu. Meski tidak tahu apa yang ada di benak Nisa dan apa rencana Nisa berikutnya.
Nisa kembali bersiap menghadapi serangan Nia berikutnya. Dan kali ini Nisa akan menghindari pukulan Nia agar tidak terkesan terlalu mudah Nia memukulnya. Agar penonton tahunya Nia berusaha keras untuk menyerang Nisa.
Sehingga ketika Nia kembali menyerang Nisa yang kali mengarahkan pukulan tangan nya ke dada Nisa lagi, Nisa segera memutar tubuh ke samping dan kali ini Nisa mengayunkan tangan nya tapi sekedar menangkis tangan Nia. Tidak mengarah ke tubuh Nia agar tidak masuk poin bagi Nisa. Sehingga sekor masih tetap Satu kosong untuk Nia.
“Ini anak benar benar tahu cara menghindar dan menangkis yang benar. Tapi aku lebih kagum pada akhlaknya yang tetap menunjukkan rasa hormat pada ning Nia.” Kata Kholis dalamm hatinya.
Sementar Nia yang merasa sudah unggul satu poin tidak terlalu kecewa lagi ketika serangannya dapat dihindari dan ditangkis Nisa. Dengan penuh semangat Nia kembali menyerang Nisa, kali ini dengan pukulan beruntun perpaduan antara pukulan tangan dan kaki.
Dan Nisa pun tidak membiarkan begitu saja pukulan Nia mengenai dirinya dengan mudah. Nisa selalu dapat menangkis dan menghindari semua serangan Nia sehingga tak satupun serangan Nia yang mengenai tubuhnya. Sehingga sekor masih tetap bertahan satu kosong untuk Nia. Karena Nisa justru belum melakukan serangan balasan.
__ADS_1
Hal itu diketahui oleh Kholis, dan mungkin beberapa santri senior yang sudah cukup pengalaman dalam latih tanding. Berbeda bagi sebagian dari mereka, yang menganggap Nisa hanya mampu menghindar tidak bisa menyerang.
“Akuharus menunggu sampai pukulan ning Nia tidak keras untuk membiarkan aku terkena pukulan keduanya.” Kata Nisa dalam hati.
Nia yang berusaha mendaratkan pukulan beruntun tapi tak satupun pukulannya mengenai kembali menjadi marah. Sehingga dengan penuh amarah Nia kembali menyerang Nisa dengan menaikan jurus jurusnya. Namun begitu Nisa masih saja dengan tenang menghindar dan menangkis semua serangan Nia tersebut. bahkan Nia sedikit ngos ngosan karena banyak mengeluarkan tenaga. Sementara Nisa sendiri masih segar bugar tidak Nampak sedikitpun merasa lelah.
Hal itu diketahui oleh Nisa, jika Nia sudah agak kelelahan sehingga Nisa mempersiapkan diri untuk menerima pukulan Nia berikutnya agar sekor berubah jadi dua kosong untuk Nia.
Nia mengatur nafas dulu sebelum kembali menyerang Nisa, dan dari deru nafas Nia itu, Nisa bisa tahu bahwa stamina Nia sudah turun sehingga bobot pukulannya pun pasti turun juga. Sehingga ketika Nia melancarkan pukulan berikutnya Nisa hanya bergeser sedikit membiarkan tendangan Nia sedikit mengenai pinggangnya. Sehingga Sekor berubah menjadi dua kosong untuk Nia.
Kembali para Santri laki laki bersorak seakan kemenangan Nia sudah satu langkah lagi. Tanpa tahu rencana Nisa yang sesungguhnya. Sementara itu Kholis pun jadi bingung kepada Nisa, karena hanya membiarkan saja dirinya terkena serangan Nia. Bahkan tidak menggunakan kesempatan sama sekali untuk membalas serangan Nia. Padaha Kholis tahu jika Nisa punya banyak kesempatan untuk itu.
Nia kegirangan karena sudah mendapatkan poin dua sementar Nia masih kosong. Dan Nia dengan mantap ingin segera mengakhiri latih tanding itu dan berharap dapat menang mutlak dengan nilai tiga kosong untuk dirinya.
Nia berniat menyombongkan hal itu kepada Jafar kakaknya Nisa nanti seusai acara latih tanding, pikir Nia yang yakin akan menang mutlak melawan Nisa.
Sementara Nisa sendiri hanya tersenyum melihat kegirangan Nia tersebut, “silahkan tertawa dulu ning Nia, tapi kita akan berakhir seri nanti.” Ucap Nisa dalam hati.
Ketika Nia kembali melancarkan serangan kepada Nisa, kali ini Nisa bergerak dengan lebih cepat tidak ingin dirinya tersentuh sedikitpun oleh serangan Nia. Dan itulah Nisa yang sesungguhnya baru keluar, dan semua yang melihat itu jadi terkejut. Melihat gerakan Nisa yang beberapa kali lebih cepat dari sebelumnya.
Sehingga Nia pun segera meningkatkan kecepatan serangan, namun Nia dipaksa harus mengakui kegesitan dan kecepatan Nisa masih diatasnya. Sehingga beberapa kali pukulan Nia hanya menyentuh angin. Bahkan sering kali dia justru terhuyung hampir jatuh karena hilang keseimbangan karena kurang mampu mengontrol tenaga yang dikeluarkan.
Penonton pun semakin tegang, dan Kholis mengira jika Nisa bermaksud mengambil satu poin dulu. Entah rencana berikutnya Kholis belum dapat mengetahui. Namun Kholis pun salah perhitungan, karena Nisa masih saja membiarkan dirinya terkena pukulan Nia untuk yang ketiga kalinya.
Namun bersamaan Nia memukul Nisa di pinggang Nisa, bersamaan dengan itu juga Nisa memukul Nia lebih tepatnya hanya mendorong Nia hingga Nia terjatuh. Sehingga Nia mendapatkan poin tiga namun Nisa juga berhasil menjatuhkan Nia dengan sekali dorong saja. Dan Hasilnya adalah ‘Seri’ tidak ada yang menang ataupun kalah.
“Cukup….! Hasil seri kalian seimbang tidak ada yang menang maupun kalah…!” Seru Kholis.
Kali ini semua penonton bertepuk tangan, namun Nia masih protes juga.
“Gak bisa, aku bisa memukul Nisa tiga kali dia hanya sekali memukulku…!” teriak Nisa.
“Tapi kan Ning Nia dijatuhkan Nisa tadi bersamaan pukulan ketiga ning Nia.” Ucap Kholis.
“Gak boleh seri dong, harus ada yang menang…!” bentak Nia.
Nisa hanya diam saja, belum mau menjawab tantangan Nia tersebut. sementara penonton jadi ikut tegang melihat kejadian tersebut.
“Bagaimana ini Nisa ?” Tanya Kholis.
“Baiklah kita lanjutkan lagi, kali ini siapa yang bisa memukul lebih dulu dia yang menang tidak harus sampai lawan jatuh. Siapa yang badanya terkena lebih dulu dia yang menang.” Ucap Kholis yang sedikit jengkel juga dengan Nia. Dalam hati Kholis berkata, “ Pantas abah guru kemarin bilang begitu, aku harus bilang ke Nisa agar Nisa jangan sampai mengalah. Ning Nia harus dihabiskan egonya.” Kata Kholis dalam hati.
“Nah begitu dong itu baru adil.” Teriak Nia.
“Baiklah, Ning Nia kamu jangan terburu ***** kalau menyerang kamu sempat kelelahan tadi.” Kata Kholis pelan di dekat Nia.
“Iya kang terimakasih.” Ucap Nia.
Kemudian Kholis ganti mendekati Nisa juga dan berbisik,
“Kamu harus menang, ini demi kebaikan ning Nia agar egonya tidak semakin menjadi.” Ucap kholis pada Nisa pelan.
“Tapi kang…?” jawab Nisa terpotong.
“Ini perintah abah guru, kamu gak boleh mengalah.” Jawab Kholis tegas.
“Iya kang…!” jawab Nisa singkat.
“Kalian sudah siap, mendekatlah kesini jarak dua meter untuk memulai latih tanding ini. sekarang bersiaplah, ambil posisi masing masing.” Ucap Kholis.
Maka Nisa dan Nia pun mengambil posisi masing masing untuk segera melanjutkan latih tanding tersebut, dan Nisa jadi agak bingung kalau harus mengalahkan Nia. Bukanya tidak bisa, tapi Nisa takut disalahkan Jafar Kakaknya dianggap tidak memakai adab. Namun disatu sisi Kholis juga berkata ini demi kebaikan ning Nia dan atas perintah abah guru. Dan akhirnya Nisa lebih memilih untuk mengalahkan Nia. Dan kali ini Nisa pun akan langsung menunjukkan kemampuan dirinya yang sebenarnya, tanpa menyakiti tubuh Nia.
Dan saat Nia dengan penuh ***** menyerang Nisa, maka dengan cepat Nisa pun memutar tubuh dan bergerak cepat sehingga posisinya berada di belakang Nia. Dan dengan sekali hentakan tangan Nisa mendorong tubuh Nia hingga tersungkur jatuh. Karena dorongan Nisa dan oleh tenaga Nia sendiri yang bergerak cepat ke depan saat menyerang Nisa tadi.
Dan pertandingan dinyatakan pemenangnya adalah Nisa. Nia pun menjadi sangat malu dan langsung berlari meninggalkan arena.
Nisa menjadi tidak enak hati, dalam hatinya berkecamuk berbagai pikiran antara tidak enak dan sungkan kepada keluarga ndalem juga takut dimarahi Jafar kakaknya.
Namun tanpa diduga Nisa ternyata Jafar sudah berada disitu, tepat saat latih tanding tadi akan diperpanjang. Jafar sudah melihat semuanya saat perpanjangan waktu tadi. Termasuk juga tahu apa yang dibisikkan Kholis kepada Nia dan Nisa adiknya.
Jafar pun mendekati Nisa dan berbisik.
“Gak papa, itu memang sudah scenario abah guru dan Umi. Makanya mas Jafar sengaja gak lihat dari awal, karena gak tega kamu pasti akan mengalah di awal.” Ucap Jafar.
__ADS_1
Nisa jadi berkaca kaca mendengar ucapan Jafar kakaknya tersebut.
“Kenapa mas Jafar gak kasih tahu dari awal saja kalau memang begitu ?” tanya Nisa sambil terisak.
“Mas juga ingin tahu kamu bisa kontrol emosi apa tidak, soalnya kamu ini lebih mirip mas Sidiq sifatnya.” Kata Jafar.
Nisa jadi agak tersenyum mendengar kata kata Jafar tersebut. karena kata kata itulah yang seringkali dijadikan bahan candaan keluarga mereka bila membicarakan Nisa.
“Mas Jafar ah, jangan kedengeran orang Nisa malu.” Jawab Nisa.
“Santai saja Nisa, yang dengar hanya aku kok.” Tiba tiba Kholis menyahut dan sudah ada di dekat mereka.
Penonton pun justru bingung kenapa Nisa malah menangis, sehingga Siti dan Fitri teman sekamar Nisa menghampiri Nisa. Sekaligus Fitri ingin melihat Jafar dari jarak yang dekat, tentu saja.
“Kamu gak papa Nisa ?” tanya Fitri lebih dulu sambil mendekat.
“Gak papa kok mbak, adikku itu memang agak cengeng kalau ada kakaknya.” Jawab Jafar.
“Fitri yang tidak menyangka akan mendapat jawaban dari Jafar justru jadi salah tingkah Sendiri. Sementara Siti yang melihat itu hanya tersenyum geli.
“Ngapain kamu ko malah pucat begitu Fit, kan yang latih tanding Nisa bukan kamu.” Goda Siti.
Jafar tidak tanggap dengan apa yang terjadi itu pun hanya diam tanpa ekspresi. Karena menganggap itu adalah obrolan biasa antara Siti dan Fitri. Sehingga Jafar tidak ambil pusing dan kembali menghibur Nisa adiknya.
“Udah sekarang kamu lebih baik kembali kekamar kalau capek. Biar yang lain melanjutkan latihan.” Kata Jafar.
“Gak kok, Nisa gak capek masih mau latihan.” Jawab Nisa.
Tiba tiba datang lagi seorang santriwati yang menunjukkan simpatinya ke Nisa.
“Selamat ya Nisa, kamu jago banget seperti kakak kamu Jafar.” Ucap Nadhiroh yang tak malu malu menyanjung nama Jafar di depan umum. Sementara Jafar juga tetap tanpa ekspresi, dan segera meminta semua untuk bersiap latihan fisik dilanjut gerakan jurus jurus.
“Sudah, semuanya sekarang berbaris seperti biasanya. Kita akan latihan untuk menguatkan otot kaki dan tangan kita. Kemudian dilanjutkan gerakan gerakan jurus mengulang yang kemarin.” Ucap Jafar.
Dan semua segera berbaris untuk melakukan latihan fisik yang akan diberikan oleh Jafar dan Kholis. Termasuk juga Nisa ikut dalam barisan tersebut, seakan tidak habis melakukan latih tanding Nisa tidak menunjukkan rasa capek sedikitpun.
Dan hal itu diamati oleh beberapa Santri, yang mau gak mau harus mengakui Nisa Adik JAfar pun gak bisa dianggap enteng dalam olah kanuragan. Sehingga nama Nisa pun ikut jadi bahan pembicaraan, sehingga Nisa sang gadis kecil itu pun cukup jadi terkenal.
*****
Sementar Nia menangis di kamarnya menyesali apa yang baru saja terjadi.
“Kenapa kamu nangis Nia “ Tanya uminya Nia.
“Nia malu Umi, masak Nia dikalahkan sama Nisa yang masih kecil.” Jawab Nia sambil menangis.
“Kenapa malu ? kalau memang kenyataanya Nisa memang lebih unggul ?” jawab uminya Nia.
“Tapi Nia kan seorang ning disini, masak kalah sama santri abah yang masih kecil lagi.” Jawab Nia.
Tiba tiba abahnya Nia pun hadir dan ikut menasehati Nia.
“Kamu kalah oleh kamu sendiri bukan oleh Nisa, dan Nisa dapat mengalahkan kamu karena Nisa bisa mengalahkan egonya sendiri.” Kata Abahnya Nia.
“Maksut abah gimana ?” tanya Nia.
“Kalu Nisa sekedar ingin menjatuhkan kamu sejak awal dia bisa menjatuhkanmu. Tapi Nisa sebenarnya hanya ingin hasil seri. Tapi kamu yang ngotot, sehingga Nisa terpaksa menunjukkan kemampuannya yang sesungguhnya. Dalam hal ini Nisa sudah mampu mengalahkan egonya karena tidak langsung menjatuhkan kamu.” Kata abahnya Nia menjelaskan tentang ego.
Nia pun mendengarkan dengan seksama, dan baru sadar jika tadi Nisa dengan cepat sekali menjatuhkan dia dengan dorongan bukan pukulan. Nisa tidak melukai Nia, meski dia juga bisa dan punya alasan karena sedang latih tanding. Tapi itu tidak dilakukan, dan Nisa juga tampaknya sengaja membiarkan dirinya terpukul dan menginginkan hasil Seri. Agar Nia tidak malu, tapi justru Nia yang minta latih tanding di lanjutkan. Dan akhirnya justru Nia jadi malu di depan para Santri abahnya.
Pergolakan batin Nia antara merasa salah dan marah, kecewa malu dan sebagainya berkecamuk dalam hatinya. Abah dan uminya tahu akan hal itu, dan ketika Nia bangkit pun mereka biarkan saja. Nia berlari menuju ke tempat latihan sambil berteriak memanggil Nisa.
“Nisa….! Dimana kamu, urusan kita belum selesai ayo kita selesaikan sekarang juga…!” teriak Nia dengan kencang. Membuat latihan pun harus dihentikan sementara dan Nisa pun dipanggil Kholis untuk menemui Nia. Jafar pun membiarkan saja Nisa adiknya menemui Nia….???
...Bersambung...
Tetap mohon dukungannya
like
komen
dan
__ADS_1
Vote nya ya Reader tercinta.
...🙏🙏🙏🙏...