
...Cerita Jalu 1...
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
Jalu yang dengan wujud Aslinya segera berangkat menghadang dan hendak menjebak Sidiq dengan Wujud Riska yang sebenarnya adalah Jalu dengan ilmu Malih warno....?!?
Didampingi Gede Paneluh Juga Bujang dari Kulon Jalu berangkat menuju ke jalan yang biasa dilalui Sidiq.
"Masih ada cukup waktu untuk menunggu anak itu pulang. Sebaiknya cukup Jalu dan aku yang di sini. Jalu yang akan beraksi dan aku yang mengawasi. ki Bujang sembunyi saja di tempat tadi." Kata Gede Paneluh.
"Hmm... baiklah, aku tunggu di sana saja. Jangan sampai gagal." ucap Bujang dari kulon.
Jalu hanya ditemani oleh Gede Paneluh, orang yang selalu setia membimbing Jalu.
"Dengan Kafan itu kita bisa sembuhkan ki Marto dalam sekejap. Tapi aku sengaja menunda, ingin lihat apakah ki Marto benar-benar mau kerjasama atau sekedar memanfaatkan kita." Ucap Gede Paneluh, setelah Bujang pergi.
"Iya kakang, bagi Jalu gak penting ki Marto bisa sembuh atau tidak. Jalu serahkan ke kakang saja semuanya." Jawab Jalu.
"kita lihat saja nanti adik Jalu, dengan ilmu yang kamu miliki kurasa kita cukup kuat melawan anak anak Yasin sekarang. Owh iya bagaimana perjalanan kamu saat nglandak kemarin?" Tanya Gede Paneluh.
Jalu pun menceritakan perjalanan ketika nglandak untuk mengambil kafan orang yang meninggal malam selasa Kliwon.
"Setelah ngebleng dan pati geni, Jalu merasakan tubuh Jalu seperti melayang. berbekal tali untuk menarik tanah Jalu dibantu membuat terowongan tiap malam. Dari saat matahari mulai tenggelam sampai Fajar." Kata Jalu membuka cerita.
"Kamu jadi libatkan sepupu kamu juga waktu itu?" Tanya Gede Paneluh.
"Iya kang, dengan janji membantu sepupuku dapatkan gadis impiannya Riska pacar anak Yasin." Jawab Jalu.
"Jadi dia yang menarik tanah galian dan memberi kode jika sudah masuk Fajar?" Tanya Gede Paneluh.
"Betul kakang, jadi tiap malam sepupuku ikut membantu. Aku tidak merasakan terlalu berat, sehingga siang masih bisa kemana mana sampai menjelang sore." kata Jalu.
"Setahuku daerah ini kan masuk lereng gunung merapi, aku kira kamu butuh waktu lama untuk menyelesaikan itu. Karena akan menemukan batu batu besar bekas erupsi Merapi sebelumnya." Kata Gede Paneluh.
"Jalu juga berpikir begitu sebelumnya kang. Apalagi ingat letusan merapi sampai bisa menutupi candi Borobudur waktu itu. Juga Candi Sambil Sari di wilayah Kalasan sana. Bahkan banyak lagi mungkin prasasti yang belum ditemukan karena tertutup abu pasir dan batu akibat letusan merapi." Jawab Jalu.
"Terus kenapa kamu bisa secepat itu menyelesaikan?" Tanya Gede Paneluh.
"Tidak aneh kang, meskipun makam yang aku tuju dekat bantaran Kali Kuning yang berhulu Merapi tapi tidak terkena dampak letusan dan erupsi merapi." Jawab Jalu.
"Darimana kamu tahu?" Tanya Gede Paneluh selatan tak percaya.
"Awalnya aku juga tidak menduga bisa dengan mudah dan cepat membuat terowongan itu. Tidak satu pun batu besar dan pasir Jalu temui. Semua tanah biasa saja." Jawab Jalu.
"Mana mungkin begitu Jalu, makam itu diantara dua sungai yang berhulu Merapi semua. Kali Kuning dan kali Gendol. Meski sangat dekat kali Kuningnya." Kata Gede Paneluh.
"Aku punya saudara di wilayah itu kang, dari cerita mereka saat mencangkul sawah, bikin sumur ataupun menggali tanah untuk lainnya tidak pernah menemukan batu besar. Tidak seperti wilayah barat Kali Kuning sampai ke boyong, di sana setiap menggali tanah selalu menemukan batu besar sisa sisa erupsi Merapi." Jawab Jalu.
"Masuk akal juga, mungkin memang wilayah itu dijaga oleh kekuatan yang luar biasa sehingga aman dari dampak letusan dan Erupsi Merapi." Kata Gede Paneluh melihat fenomena yang diceritakan Jalu dengan sudut pandang mistisnya.
Sementara lokasi yang dimaksud Jalu adalah kawasan bukit. Meski hanya beberapa meter dari kali Kuning, namun tebing sisi timur sangat tinggi. Sehingga saat Erupsi luapan materialnya lari ke barat. Karena tebingnya jauh lebih rendah, sesuai hukum air mengalir ke tempat yang lebih rendah.
Namun begitulah pemikiran orang yang sudah dikuasai kerangka pikiran mistis. Semua selalu dilihat secara mistis.
"Iya kang, Mungkin juga ada anak buah mbah Petruk penguasa merapi yang menjaga wilayah itu." Jawab Jalu.
"Mbah Petruk? Jadi penguasa merapi namanya mbah Petruk?" Tanya Gede Paneluh.
__ADS_1
"Menurut keterangan sebagian orang begitu kang." Jawab Jalu.
Kemudian Jalu menceritakan kepercayaan sebagian warga di wilayah itu. yang menganggap Danyang Penguasa kawasan merapi tersebut adalah mbah Petruk.
Kepercayaan tersebut diperkuat dengan pernah munculnya awan panas yang menyerupai mbah Petruk.
"Awan panas yg mirip tokoh-tokoh Petruk dalam pewayangan.
Atau tokoh Petruk dalam pewayangan.
"Jadi begitu, aku pengen tahu perjalanan mistis mu saat melawan mayat mayat yang kamu lewati." Kata Gede Paneluh.
"Aku agak jijik bahkan masih mual jika harus cerita itu kakang." Jawab Jalu.
"Kenapa?" tanya Gede Paneluh.
"Banyak diantara mayat-mayat itu seperti kelaparan dan kehausan. Dan mereka meminum cairan kental berbau busuk dan ternyata adalah Nanah...!" Ucap Jalu terpotong merasa muat perutnya.
"Terus,,, kamu ambil kepala mayat itu kan harus dengan....?!?" ucap Gede Paneluh.
"Cukup dulu kakang, Jalu saja kemarin hampir menyerah. Sekedar melawan mayat itu tidak terlalu sulit. Cukup dengan menyediakan makanan bagi mereka sebagian sudah takluk. Hanya beberapa yang harus dengan perlawanan. Dan ada satu yang cukup kuat." kata Jalu.
"Jadi benar, kamu gunakan tangan dan gigi saja untuk penggal kepala mayat itu?" Tanya Gede Paneluh.
Jalu tidak mampu menjawab justru muntah muntah, mengingat saat menahan bau busuk mayat yang luar biasa. Dan harus menggigit lehernya yang sudah muncul belatung. Dan Jalu terpaksa melakukan itu juga. Hingga sebagian belatung tertelan masuk tenggorokan...!!!
Jalu sampai pucat menceritakan kejadian itu menahan jijik bau menyengat dan sebagainya. Bahkan sampai saat itu Jalu belum doyan makan.
Tiap lihat makanan masih terbayang kejadian tersebut.
"Yasudah, kalau belum siap cerita lain kali saja. Kita konsen nunggu anak Yasin saja."Kata Gede Paneluh.
" Iya kakang, lain waktu saja ceritanya Jalu sudah gak kuat mengingat itu semua saat ini." ucap Jalu.
.....
.....
.....
Di sekolah Sidiq.
"Din, nanti ikut ke rumah Riska lagi gak?" Tanya Sidiq.
"Iyalah, kenapa mang? Gak keberatan kan?" tanya balik Dina.
"Ya gak lah, justru Sidiq merasakan tenang kalo lebih banyak ceweknya Din." Jawab Sidiq.
"Kirain ngerasa terganggu ada Dina." kaya Dina.
"Gak kok Din...!" Jawab Sidiq.
"Lah kamu kenapa Sidiq kok kayaknya lesu amat? Apa baru sakit?" Tanya Dina sambil berjalan keluar dari kelas bersama Sidiq.
"Gak papa kok Din, hanya agak gelisah tanpa tahu sebabnya dari pagi tadi." Jawab Sidiq.
"Mudah mudahan gak ada apa-apa, tuh Riska dan Lita sudah nunggu di gerbang." ucap Dina.
mereka pun bersama menuju ke rumah Riska untuk belajar bersama.
Hal yang tak diketahui Jalu jika Sidiq pulang sekolah belajar kelompok di rumah Riska terlebih dahulu.
....
__ADS_1
Ditempat lain Jafar juga bersiap pulang sekolah.
"Jafar Aby dan Umi ku nanti sore insyaallah sampai ke pesantren kita. Abi pengen ngobrol sama kamu dan ayah kamu katanya." Ucap Vina.
"Ayahku kan melatih di Al-Hikmah dan aku juga pulang sekolah diutus abah guru ke sana menyampaikan surat buat abah gurunya masih Sidiq." Jawab Jafar.
"Ya kan gak harus nanti, ayah kamu kan teman Abi Vina Jafar. Jadi di wajar pengen ngobrol dengan teman lama." ucap Vina
"Ya emang sih, maaf ya Vina Jafar harus menuju ke Al-Hikmah jadi gak bisa pulang bareng." Kata Jafar.
"Iya Jafar hati hati di jalan." Jawab Vina yang tidak putus asa menanti Jafar.
"Aku merasakan sesuatu yang kurang baik saat ini. mudah mudahan Jafar gak kenapa napa." ucap Vina dalam hati.
Jafar pun segera melakukan motornya menuju Pondok Al-Hikmah.
Sementara itu jalur yang biasa di lewati Sidiq dalam pengawasan Jalu dan Gede Paneluh. Sehingga ketika Jafar yang lewat dikira Sidiq. Sehingga Jalu cepat menggunakan ajian malih warno merubah wujudnya menjadi Riska pacar Sidiq.
Kemudian Jalu dalam wujud wajah Riska menghentikan Jafar.
"Mas Sidiq tunggu dulu...?!?" Ucap Riska Gadungan.
Jafar kaget ada yang memanggilnya tapi dengan sebutan Sidiq. Dan itu di tengah belantara yang sepi.
Jafar kemudian berhenti dan turun dari motor nya. Melihat Riska seorang diri di tempat itu kecurigaan Jafar semakin tinggi.
"Mas Sidiq ikut Riska sebentar yuk?!?" ajak Riska gadungan tersebut. langsung menggandeng tangan Jafar. "meskipun mbak Riska tidak memakai Jilbab tapi tidak seagresif ini setahu Jafar. Dan ini cengkraman tangannya kuat banget. Kayak bukan cewek. Ada apa lagi ini, apakah ini salah satu muslihat saja." Kata Jafar dalam hati.
"Lepaskan tanganku kita bukan mahram." kata Jafar membuat Riska palsu jadi bingung apa maksud Jafar.
"Mas gak mau jalan jalan sama Riska?" Ucap Riska gadungan.
"Kamu mau kemana dan sama siapa ke sini?" Tanya Jafar pada Riska gadungan.
"Pokoknya ikut dulu, baru nanti Riska jelasin." Ucap Riska gadungan tersebut berusaha memeluk dan mendekap Jafar. Membuat Jafar makin curiga saja. Ditambah lagi dengan Jafar mencium aroma aneh pada Riska gadungan tersebut.
"Ini tidak beres, Jafar yakin ini bukan mbak Riska. Ada aroma kembang melati dan kembang mawar. siapa orang ini sebenarnya...?!? kata Jafar dalam hati.
Dengan terpaksa Jafar mendorong tubuh Riska Gadungan tersebut hingga terdorong ke belakang.
" Kamu bukan Riska....!?!" Ucap Jafar meski belum membuka diri bahwa dia Jafar bukan Sidiq.
Pada saat Jafar Mendorong tubuh Riska gadungan, Jafar mengukur jika kekuatan Riska cewek biasa bukan pendekar pasti sudah terpental cukup jauh. Tapi kali ini tidak, Riska gadungan itu hanya terdorong sedikit saja.
"Mas Sidiq kok nuduh begitu, jangan jangan sudah ada yang lain ya?!?! Ucap Riska gadungan.
Persis disaat itu juga lewatlah Sidiq yang Asli bersama Ihsan dengan motor Ihsan.
" Jafar ngapain kamu disini? " tanya Sidiq penasaran apa lagi melihat ada Riska juga di situ.
"Riska,,, kok kamu sudah ada disini?" tanya Sidiq pada Riska Gadungan.
"Itu adik kamu mau berbuat kurang ajar padaku." Ucap Riska gadungan. berganti rencana jadi mengadu kedua saudara tersebut agar berkelahi.
Sebuah akal licik kembali diterapkan oleh Jalu...!!!
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...