
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Pertarungan berlanjut Jafar vs Gagak Seta dan Jaladara...
“Ya ya ya…boleh juga, aku ingin tahu ilmu karang punya orang bodoh sepertimu bagaimana ?” Ucap Tohari.
Wiratmojo segera mempersiapkan mantra dan jurus Ilmu Karang, sementara Tohari mempersiapkan Aji Gelap ngampar. Tanpa diketahui Jalu bangkit dan menggunakan ajian popok wewe hendak berbuat Licik. Sementara yang lain fokus dengan pertarungan Tohari dan Wiratmojo.
Â
Dan sesaat kemudian Wiratmojo menyerang Tohari dengan Ilmu Karangnya. Keduanya terpental ke belakang, dan menimbulkan suara yang sangat dahsyat. Namun jelas keunggulan masih di pihak Tohari. Meski terpental tapi tidak sampai terjatuh.
Berbeda dengan Wiratmojo yang sampai berguling guling di tanah. Dan agak susah untuk bangkit kembali. Jali yang melihat itu segera melaksanakan aksi liciknya, dengan menyerang Tohari yang tidak dapat melihat keberadaan Jalu.
Â
Sehingga Tohari tahu tahu merasakan sebuah tendangan Keras mengenai dadanya, dan membuat Tohari Terjungkal. Jafar baru sadar jika Jalu telah menggunakan Aji Halimun dan menyerang Tohari uwaknya,
Dengan cepat Jafar merogoh saku celananya dan melemparkan bola bola kecil ke depan Tohari. Asap kuning pun menyebar ke sekitar Tohari sehingga menampakkan wujud Jalu dalam bentuk siluet saja.
Â
Namun Tohari yang terjungkal dan baru saja beradu tenaga dengan Wiratmojo belum sempat bangkit. Sehingga Sena lah yang mengambil alih untuk menyerang Jalu.
Sena segera menyerang Jalu dengan kekuatan penuh mengarahkan tendangan ke Tubuh Jalu sebelum siluet yang timbul dari asap itu hilang.
Â
“Dasar pengecut main licik saja.” Teriak Sena sambil melancarkan tendangan ke arah Jalu.
Jalu terpental dan jatuh meski wujudnya tidak kelihatan karena asap yang ditimbulkan bola bola kecil senjata Ninja itu sudah hilang.
Â
Sehingga Jalu kembali tak dapat dilihat oleh mata telanjang.kemudian Jalu balik menyerang Sena yang tidak dapat melihat keberadaan Jalu. Dan Sena pun terdorong ke Belakang karena pukulan Jalu.
Â
“Gunakan indera ke enam kamu Sena !” Teriak Yasin mengingatkan Sena.
Â
Sena pun kembali menggunakan kinestesisnya untuk mengetahui keberadaan Jalu. Hasil latihan bersama Yasin dibawah bimbingan Yuyut Siti Aminah dahulu. Akhirnya Sena justru bertempur dengan Jalu dengan mata terpejam murni menggunakan indera keenamnya.
Jalu semakin Heran dengan ragam Ilmu yang dimiliki saudara saudara Yasin tersebut.
Â
“Kenapa kamu menutup mata kamu saat melawan aku “ Tanya Jalu pada Sena.
Â
“ Bukan Urusan kamu, kamu jangan bangga dengan ilmu maling tersebut.” Jawab Sena memanas manasi Jalu mengikuti cara Yasin.
Â
“Ilmu maling apa maksud kamu ?” Tanya Jalu sambil melancarkan tendangan memutar ke arah kepala sena. Namun Sena dapat merasakan desiran angin yang mengarah ke kepalanya. Sehingga cepat merunduk dan sambil melancarkan pukulan lurusnya ke depan. Dan tepat mengenai pusar Jalu sehingga Jalu meringis menahan nyeri dan terasa seperti hendak buang air kecil karena pukulan Sena tersebut.
Â
“Memang ilmu ngumpet alias sembunyi itu ilmu apa kalau bukan ilmu maling kayak kamu.” Ucap Sena setelah berhasil menjatuhkan Jalu.
Â
Yasin yang bisa mengetahui pertarungan Sena dan Jalu dengan membuka Lathoifnya tersebut hanya tersenyum melihat aksi Sena. Namun Yasin melihat dengan mata batin jika Jalu akan menggunakan sebuah senjata untuk menyerang Sena. Karena Jalu berpikir Dengan halimun pun dia dapat diketahui Sena.
Maka Jalu mengambil sebuah batang Kayu untuk menyerang  Sena yang tetap memejamkan mata ketika melawan Jalu yang menggunakan ilmu Halimun tersebut.
Â
Dan Jalu segera melompat mengayunkan Kayu yang dipegangnya tepat ke arah kepala Sena.
Jafar hanya melihat sebuah kayu yang tiba tiba melayang dan mengarah ke Sena Pamannya. Namun Jafar yakin jika itu adalah Ulah Jalu yang akan mencelakai pamannya Sena.
Sehingga dengan gerakan super cepat Jafar melemparkan batu ke arah Jalu dengan indikasi kayu yang dipegangnya.
Â
Lemparan Jafar yang cukup keras tersebut mampu menggagalkan serangan Jalu. Kayu yang dipegangnya terjatuh, berikut juga Jalu pun terjatuh ke tanah. Jalu berusaha bangkit sambil menahan Sakit terkena lemparan Jafar.
Namun naas gerakan Jalu tersebut dianggap Sena sebuah gerakan yang akan menyerangnya. Sehingga belum sempat Jalu tegak badannya sudah terkena tendangan Sena kembali. Jalu pun dipaksa harus berguling kembali ke tanah akibat tendangan Sena.
Â
“Percuma Jalu, kamu mau memakai ilmu apa lagi yang dapat kau banggakan ?” Ucap Yasin yang melihat Jalu dihajar Sena dan Jafar.
__ADS_1
Â
Sementara Wiratmojo juga sedang kembali bertarung melawan Tohari. Setelah Tohari bangkit akibat ditendang Jalu dengan Ilmu Halimun Jalu.
Â
“Dasar kelompok orang orang licik, apa lagi yang akan kamu gunakan pengikut Bhairawa tantra ?” Ucap Tohari. Yang sudah berhadapan dengan jarak dekat dengan Wiratmojo.
Â
“Aku masih Penasaran, dan ingin sekali lagi mengadu ilmu dengan kamu.” Kata Wiratmojo.
Â
“Apa kamu masih belum jera, Ilmu Karang yang kamu miliki barulah tingkat dasar. Tidak akan berpengaruh padaku.” Pancing Tohari.
Â
“Aku tadi hanya menggunakan separuh tenaga, sekarang aku akan menggunakan seluruh tenagaku untuk melawan Kamu.” Jawab Wiratmojo yang ngotot ingin melanjutkan adu Ilmu Karang dengan Gelap ngampar Tohari.
Â
“Terserah kamu saja, kalau memang kamu sudah bosan Hidup “ Jawab Tohari.
Â
Wiratmojo pun kembali mempersiapkan diri menyiapkan Jurus dan Mantra Ilmu Karang. Sementara Tohari juga mempersiapkan Aji Gelap Ngampar.
“Aku sebenarnya tidak tega menggunakan kekuatan penuh. Tapi apa boleh buat orang ini cukup berbahaya dengan ilmu karangnya.” Kata Tohari dalam hatinya.
Â
Kembali dua orang yang bermusuhan itu bersiap untuk saling serang dengan ilmu mereka masing masing.
Namun tanpa mereka semua Sadari ada dua pasang mata yang sedang sembunyi mengawasi jalannya pertarungan tersebut. Yasin yang sudah menutup lathoif nafsi tidak melihat jika ada pengintai yang sedang mengawasinya.
Â
Yasin menutup kembali lathoif Nafsinya karena Jalu sudah tidak menggunakan aji Halimun dan sudah menghentikan pertarungannya dengan Sena. Sehingga saat itu hanya ada satu pertarungan antara Tohari melawan Wiratmojo.
Â
“Kenapa bukan orang yang bernama Yasin yang dihadapi Kakang Wirat ?” Tanya Gagak Seta.
“Aku tidak tahu Kakang, Apa mungkin orang itu lebih hebat dari Yasin. Dan membantu Yasin yang kalah sama kakang Wiratmojo ?” Jawab Jaladara.
Â
Â
“Kita lihat dulu, jika Kakang Wirat terdesak kita berdua langsung maju membantunya. Paling tidak kita harus bisa melukai salah satu dari mereka.” Ucap Gagak Seta.
“Gak mau jika hanya satu, Jaladara maunya dua orang, satu anak Yasin satunya Yasin sendiri. Orang lainya Gak penting.” Jawab Jaladara.
“Baiklah, kamu pilih siapa ?” Tanya Gagak Seta.
“Aku mau coba anak Yasin itu saja, Kakang Seta yang menyerang Yasin nanti.” Ucap Jaladara.
Â
Mereka pun kembali melihat wiratmojo yang sudah bersiap menghadapi Tohari yang juga sudah siap sepenuhnya.
Â
Suasana menjadi cukup tegang, Jafar bahkan sudah mempersiapkan Golok Hitam yang disembunyikannya. Untuk berjaga jaga jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
Â
Sementara Sena justru tampak Gelisah, kemudian kembali menggunakan indera keenamnya untuk mengetahui Apa yang sebenarnya sedang terjadi. Dan Sena bisa merasakan adanya dua hembusan Nafas yang mengamati pertarungan tersebut. “ada dua orang yang mengawasi, aku harus sampaikan ke Mas Yasin.” Kata Sena dalam hati.
Â
Kemudian Sena pun segera mendekat ke Yasin dan menyampaikan apa yang dia rasakan ke Yasin.
Â
“Mas aku merasakan ada dua orang yang mengawasi kita.” Bisik Sena.
Â
Kemudian Yasin kembali membuka Lathoif  Nafsinya.
Â
“Panggilkan Jafar kemari.” Ucap Yasin pelan ke Sena.
Â
Sementara Wiratmojo dan Tohari sudah saling serang dan sudah beradu ilmu kesaktian mereka masing masing. Tohari merasakan panas luar biasa saat bersentuhan dengan Wiratmojo. Namun dengan cepat Tohari pun meningkatkan tenaganya untuk melawan ilmu karang Wiratmojo. Sehingga Wiratmojo Lah yang gantian merasakan seperti disengat halilintar dari ajian Gelap Ngampar. Dan kembali Wiratmojo harus terpental jauh kalah dengan Tohari.
Â
Gagak Seta dan Jaladara segera berlari menolong Wiratmojo, namun tanpa diduga Jafar yang sudah dikasih tau Yasin jika ada orang yang mengawasi segera menyambut Gagak Seta dan Jaladara sebelum sampai ke tempat Wiratmojo yang terluka.
__ADS_1
Â
“Mau kemana Paman, gak usah malu malu dan sembunyi sembunyi seperti tadi kenapa.” Kata Jafar.
Gagak Seta dan Jaladara terpaksa menghentikan langkahnya. Dan harus menghadapi Jafar yang di dampingi Sena dan Yasin. Sementara Tohari mengawasi Wiratmojo dan Jalu agar tak berbuat Licik lagi.
Â
“Kalian semua mau apa ?” Tanya Gagak Seta.
“Jangan halangi langkahku.” Sahut Jaladara.
“Harusnya aku yang bertanya, kalian mau apa kok tiba tiba ikut campur urusan kami .” Ucap Yasin.
“Aku harus selamatkan Kakang Wiratmojo.” Jawab Gagak Seta.
“Iya, Kakang Wirat adalah kakak seperguruan kami.” Sahut Jaladara.
“Tidak semudah iti, kalian para pecundang yang selalu berbuat Licik tak akan aku biarkan membawa pergi Wiratmojo dan Jalu.” Jawab Yasin.
Â
Gagak Seta dan Jaladara diam Sejenak, mereka seperti sedang berembuk. Namun sebenarnya sedang mengirim sebuah pesan jauh kepada Gurunya Ki Munding Suro. Agar datang membantu karena sudah terlanjur berhadapan dengan keluarga Yasin.
Â
Hal yang tidak disadari oleh Yasin dan saudara saudaranya termasuk Jafar anak Yasin.
Â
Begitu juga dengan Wiratmojo yang masih belum bangkit, diam diam menggunakan aji Pameling untuk meminta bantuan pada Ki Munding Suro.
Â
Kemudian Gagak Seta dan Jaladara berusaha mengulur ulur waktu sambil menunggu kedatangan Ki MUnding Suro.
Â
“Hmm Bagaimana kalau kita adakan lawan tanding saja satu lawan satu. Sampai salah satu diantara kita tidak bisa bangit lagi. aku dua orang kalian siapkan dua orang juga untuk melawan kami.” Ucap Gagak Seta.
“Iya, siapa yang akan melawan kami berdua silahkan maju dua orang.” Sahut Jaladara.
Â
Yasin terdiam sejenak, berusaha mencari tahu apa tujuan Kedua orang tersebut mengajak bertarung satu lawan satu. “ Sepertinya orang ini hanya mengulur waktu, mungkin menunggu bantuan dari yang lainnya. Atau apakah mereka juga memiliki Aji Pameling seperti Joyo Maruto dan Ajar Panggiring dulu ?” Tanya Yasin dalam Hati.
Â
Namun sebelum Yasin Membuat Jawaban Gagak seta sudah kembali berbicara.
Â
“Tapi kalau kalian takut maka minggirlah, karena aku yakin kalian gak bakalan menang jika tidak keroyokan.” Ucap Gagak Seta.
“Betul, kalian memang licik dan pengecut, hanya berani mengeroyok. Ternyata yang Namanya Yasin hanya seorang Pengecut.” Sahut Jaladara memancing emosi Yasin.
Sebelum Yasin menjawab tiba tiba Jafar yang bicara, tidak terima Ayahnya dihina seperti itu.
Â
“Aku yang akan lawan kalian berdua “ Jawab Jafar.
Â
Semua kaget dengan ucapan Jafar yang akan melawan Gagak Seta dan Jaladiri seorang diri.
“Jafar…?” teriak Yasin.
Â
“Ayah tenang saja, Jafar akan sumbat mulut mereka yang telah menghina ayah Jafar.” Ucap Jafar yang sudah marah mendengar ucapan Gagak Seta dan Jaladara.
Â
“Bukan aku yang akan mengeroyok, tapi anak kamu yang sok Jago.” Ucap Gagak Seta.
“Iya jangan salahkan kami jika anak kamu akan hancur menjadi debu dalam waktu yang singkat.” Ucap Jaladara menyambung ucapan Gagak Seta.
Â
Yasin agak ragu melepas Jafar bertarung kedua orang tersebut, namun semua sudah terucap jadi mau gak mau Yasin membiarkan Jafar melawan kedua orang tersebut. Meski tetap dengan kewaspadaan penuh jika sesuatu terjadi pada Jafar…!!!
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1