
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Yasin vs Raja Khodam...
'Mas Yasin yakin sudah sanggup bertempur?” tanya Sena.
“Sudah, tenang saja kita kembali bernostalgia,” jawab Yasin.
“Mas Yakin, bisa mengimbangi Jin Raja Khodam itu?” tanya Sena.
“Paling tidak bisa menahan dia sampai Sidiq dan Jafar siap melanjutkan pertempuran akhir nanti?” jawab Yasin.
Yasin dan Sena bersiap menghadapi Jin Raja Khodam tersebut, keduanya mengerahkan segenap kemampuan lahir dan batinnya. Mengingat yang dihadapi bukanlah wujud manusia biasa, melainkan jelmaan Jin yang merupakan pimpinan dari banyak khodam.
“Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…akhirnya aku bisa menemuimu lagi. Seandainya kamu dulu tidak dibantu Abah Gurumu, pasti sudah terpanggang Gundolo Sosro, Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…!” Dalang Anyi Anyi menunjukkan sifat aslinya.
“Jadi benar, jika jasad itu memang digunakan Jin itu untuk melawan kita?” kata Yasin kepada Sena.
“Iya Mas, dia juga tadi yang membuat pasukan Lady Ninja menyerang Sidiq dan Jafar,” jawab Sena.
“Seperti dahulu, kamu bantu doa, aku yang hadapi secara fisik,” kata Yasin.
“Mas Yasin Yakin, bukankah…?” ucapan Sena terputus.
“Tidak lagi saat ini, dengan terkena aji kelabang sayuto tadi justru malah menjadi penawar racun dari ilmu karang,” kata Yasin.
“Ayyyiii…Ayyyiii…Ayiii…saatnya kamu akan rasakan Gundolo Sosro yang sebenarnya. Tanpa dihalangi oleh Guru dan pendahulumu. Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…” ucap Dalang Anyi Anyi yang bersiap menggunakan Aji Gundolo Sosro. Tentu saja tidak seperti Gundolo Sosronya Kala Srenggi yang masih level bawah. Kali ini bahkan langit yang cerah berubah gelap hitam pekat di sekitar tempat tersebut.
Mendung hitam menggelayut dan seakan hendak jatuh menimpa tempat tersebut. Yasin pun terkejut dengan perubahan yang terjadi tiba tiba tersebut. Bahkan semua mendadak ketakutan karena tempat tersebut menjadi gelap Gulita. Ditambah lagi dengan suara kilatan kilatan kecil yang sangat banyak dan berkumpul perlahan menjadi satu. Semakin lama semakin kelihatan besar dan menakutkan.
“Kenapa kali ini jadi begini mas, tidak seperti dahulu?” kata Sena khawatir dengan Yasin.
__ADS_1
“Kita harus lebih waspada, rupa rupanya memang seperti inilah aji Gundolo Sosro yang Asli,” kata Yasin.
“Lalu bagaimana mas, apa perlu minta bantuan para Kyai?” tanya Sena.
“Mereka pasti sudah memperhitungkan semuanya, kita hanya tinggal jalani saja,” kta Yasin.
Suasana mencekam dirasakan semuanya, tidak hanya Yasin dan sena. Dalam waktu bersamaan semua merasakan kegelisahan dan was was. Salah satu pengaruh yang dibuat oleh Jin, yang selalu membuat manusia jadi was-was.
Memang suasana yang sebelumnya terang benderang kemudian menjadi gelap gulita membuat suasana mencekam. Sidiq dan Jafar pun menjadi cemas akan keselamatan Ayah dan Pamannya.
“Kenapa aku jadi merinding ya Mas?” kata Jafar.
“Iya, aku juga merasakan hal yang sama,” jawab Sidiq.
Belum lagi Sidiq dan Jafar hilang rasa herannya, dikejutkan dengan kemunculan beberapa orang yang tiba-tiba sudah mengepung mereka berdua. Demikian juga dengan semua orang yang ada di pihak Yasin, mereka semua sudah dikepung oleh makhluk gaib dan makhluk nyata.
Termasuk salah satu diantaranya juga Gagak Seta, meski dengan luka di punggung. Namun masih tetap bisa menghadang Sidiq dan Jafar tanpa rasa takut dan khawatir sama sekali. Bahkan justru sinar matanya memancarkan api kemarahan yang membara.
Di tempat Lain Kholis Ihsan dan Nisa juga dikepung beberapa pasukan Dalang Anyi Anyi. Juga Kyai Syuhada dan Kyai Nurudin masing masing menghadapi musuh dari bangsa Jin. Mereka semua adalah Jin jin anak buah Dalang Anyi Anyi.
“Ayyyiiii…Ayyyiii…Ayyyiii…bersiaplah kalian menghadapi ji Gundolo Sosro. Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…!” suara Jin Raja Khodam tersebut menggema memenuhi sekitar tempat tersebut. Sehingga suasana menjadi semakin mencekam.
“Sena, kamu lantunkan Adzan dan Iqomah. Biar aku yang atasi makhluk satu ini,” kata Yasin kali ini dengan semangat dan kemarahan bercampur menjadi satu.
“Laa haula wa laa Kuwata illa billah…hamba berserah diri Pada-Mu Ya Allah. Kuatkan hamba-Mu ini,jangan sampai tergoda oleh tipu daya Iblis yang menyesatkan ini,” kata Yasin dalam hati. Memohon perlindungan dan berserah diri sepenuhnya kepada Yang Maha Pencipta.
Sementara Sena sudah mulai melantunkan Adzan dengan suara Keras, sampai suaranya juga didengar oleh yang lain. Sehingga Kyai Syuhada dan Kyai Nurudin pun memerintahkan semua melantunkan Adzan untuk mengusir makhluk makhluk Astral yang mengepung mereka.
Tinggalah Jaladara yang bingung dengan apa yang terjadi, mendadak gelap Gulita setelah sebelumnya panas terik.
“Jagad dewa batara, apa yang terjadi sebenarnya, kenapa aku mendengar orang menyerukan kalimat kalimat itu?” ucap Jaladara ketika mendengar lantunan Adzan dari berbagai tempat. Jaladara yang bukan seorang Muslim karena mengikuti kepercayaan leluhurnya termasuk kepercayaan Begawan Sanjaya. Kakek buyut entah tingkat ke berapa dari Yasin.
Suasana yang dialami masing masing personil terjadi secara hampir bersamaan. Sehingga suasana begitu Gaduh. Membuat mereka hanya mampu mengamati dan melindungi orang orang yang berada di samping mereka masing masing.
Sidiq dan Jafar saling menjaga dan melindungi. Sementara Kholis, Ihsan dan Nisa juga saling melindungi, Farayaka juga berkumpul dengan para Lady Ninja menghadapi musuh musuh yang membuat mereka juga sibuk dengan kelompoknya sendiri.
Yasin dan Sena juga disibukkan menghadapi Raja Khodam yang sudah bersiap dengan Ilmu Gundolo Sosro. Bahkan Kyai Syuhada dan Kyai Nurudin pun menghadapi lawan anak buah Dalang Anyi Anyi yang jumlahnya cukup banyak.
“Rupanya, Raja Khodam itu membawa semua pasukan baju barat dan prajurit silumannya,” ucap Kyai Syuhada.
__ADS_1
Kyai Nurudin pun sedang sibuk menghadapi pasukan Dalang Anyi Anyi yang berwujud pasukan Naga banyak sekali. Tak ada satu orang pun yang tidak disibukkan dengan lawan, kecuali satu orang Jaladara saja.
“Tampaknya keberuntungan tidak berpihak kepada keluarga Yasin, apa yang harus aku lakukan sekarang?” kata Jaladara dalam hati.
Jaladara ingin membantu Yasin lepas dari kemelut yang terjadi, namun menghindari pertemuan dengan Gagak Seta. Sehingga Jaladara jadi bingung harus berbuat apa saat itu.
“Satu satunya tempat yang aku tahu hanya Padepokan ( Pesantren ) tempat anak Gadis Yasin belajar. Apakah aku harus ke sana? Itu juga belum tentu omonganku dipercaya mereka,” ucap Jaladara dalam hati.
Dengan ragu akhirnya Jaladara memutuskan untuk meninggalkan tempat itu menuju ke Pesantren AL-Huda. Dengan hati yang teguh, Jaladara memegang janji tidak akan memusuhi keturunan Nyai Endang Pertiwi putri Begawan Sanjaya istri Eyang Mustholih. Jaladara pun dengan cepat berlari menuju ke Pesantren Al-Huda, entah siapa yang akan ditemui dan apakah bisa dipercaya atau tidak, itu urusan nanti, pikir Jaladara.
Sementara Yasin dan Sena yang tegang menunggu serangan Dalang Anyi Anyi dengan segenap keyakinan dan kepasrahan.
“Rupanya, saat aku penjarakan dia justru mengasah kekuatannya. Semakin banyak manusia yang memuja, maka semakin dia akan semakin kuat,” kata Yasin dalam hati.
Yasin pun tak ada pilihan lain, saat itu kecuali harus menggunakan aji Waringin Sungsang. Sebagai Ajian yang selama ini baru sekali dipergunakan ketika melawan ilmu karang Ki Munding Suro. Itu pun dalam kondisi Yasin yang baru saja lepas dari pengaruh racun Ilmu Karang.
“Ayyyi…Ayyyiii…Ayyyiii…kau tak lagi membawa Gong itu, mana bisa kamu melawanku sekarang ini, Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…” ucap Dalang Anyi Anyi.
Namun Yasin tahu jika itu adalah cara Jin itu untuk melemahkan keyakinan Yasin.
“Aku tidak menggantungkan hidupku pada makhluk, karena satu satunya tempat bergantung hanyalah Allah Swt,” jawab Yasin dengan tenang. ( QS : Al Ikhlas ayat 2).
Jawaban Yasin tersebut,menambah keyakinan Sena juga, sehingga Sena ikut berbicara.
“Jangan samakan kami dengan orang orang yang menjadi pemujamu makhluk jelek,” ucap Sena.
Dalang Anyi Anyi pun menjadi semakin marah, dengan mengangkat kedua tangannya, semua kilatan listrik yang berkumpul menjadi satu di telapak tangan Raja Jin tersebut. Sehingga dalam waktu sekejap Raja Jin tersebut menyerang Yasin dengan kilatan yang disebut Gundolo Sosro. Sementara Yasin menahan serangan itu dengan Aji Waringin Sungsang. Sambaran Kilat yang muncul dari tangan Dalang Anyi Anyi menyambar Yasin, dan menimbulkan benturan yang sangat keras. Tubuh Yasin kembali terpelanting terkena sambaran kilat Gundolo Sosro dari Dalang Anyi Anyi. Dalang Anyi Anyi sendiri yang mengapung di udara sampai berputar seperti baling baling.
“Mas…?” teriak Sena begitu melihat tubuh Yasin terpelanting jauh.
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...