Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Cerita Jalu 3


__ADS_3

...Cerita Jalu 3...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


Dan Yasin segera menyusul ke tempat Sidiq dan Jafar bertemu Riska. Dengan didampingi Kholis dan juga Ihsan...!!!


"Kholis,,, kamu ada tugas apa ke sini? Apa ada perintah khusus dari Abah gurumu." Tanya Yasin pada Kholis.


"Iya bi, ada tugas mendampingi Jafar secara khusus." Jawab Kholis.


Yasin tak sempat berpikir lebih jauh, segera bergegas menyusul anak anaknya.


Sesampainya di lokasi pertempuran antara Sidiq dan Jafar melawan Jalu Yadin meminta Kholis dan Ihsan agar menjauh. Karena di samping Jalu sudah ada orang lain.


Sidiq dan Jafar sekarang menghadapi tiga orang, Jalu, Gede Paneluh dan ki Bujang dari Kulon.


Yasin pun segera bergabung dengan Sidiq dan Jafar mengahadapi musuh musuhnya.


"Begini kah watak ksatria hanya berani hadapi anak anak?" kata Yasin.


"Kamu kah yang disebut orang sebagai Yasin?" Tanya ki Bujang.


"Tidak salah lagi, jika aku yang kamu cari kenapa harus mengganggu anak anak?" Tanya Yasin.


"Aku hanya ingin memancing kamu keluar agar bisa mencoba lebur Saketi milik kamu." kata ki Bujang,


"Tampaknya ada jawara dari Kulon, aku paham ki Marto sudah tidak punya keberanian lagi jadi kirim orang lain. Tak perlu gunakan Lebur Saketi untuk hadapi orang seperti kamu." ucap Yasin.


"Bersiaplah kalian semuanya, rasakan Gundolo Sosro milikku." kata ki Bujang.


Yasin jadi terkejut mendengar ilmu yang disebut oleh Bujang dari Kulon tersebut. Teringat saat menghadapi ilmu tersebut ketika menghadapi Raja Khodam datang anyi anyi.


" Sidiq, Jafar kalian menyingkir dahulu biar Ayah yang hadapi orang ini."Ucap Yasin.


"Tapi yah, Sidiq tidak rela ayah kenapa napa." Jawab Sidiq.


"Jangan Membantah, dia bukan lawan kalian." Ucap Yasin.


Sidiq dan Jafar terpaksa menyingkir, meski Jafar pun sebenarnya tetap ingin membantu ayahnya melawan Bujang dari Kulon tersebut.


Namun Jafar tidak berani membantah ayahnya.


Jafar lebih memilih menyingkir bersama Sidiq, bergabung dengan Ihsan dan Kholis.


Dan pertempuran Bujang dari Kulon melawan Yasin pun segera di mulai. Bujang dari Kulon menyerang Yasin dengan jurus jurus dasarnya lebih dahulu dan Yasin pun menyambut serangan serangan Bujang dengan jurus jurus Suci Hijaiyah tingkat dasar juga.


permainan jurus jurus Yasin dan Bujang dari Kulon semakin lama semakin Seru. Saling serang saling menghindar dan saling mendesak lawan silih berganti.


Dari permainan jurus tangan kosong hingga Bujang pun mengeluarkan sebilah golok pendek. Permainan jurus golok Bujang tidak bisa dianggap enteng.


Tebasan dan tusukan goloknya sangat akurat dan mematikan. Sehingga Yasin yang tidak persiapan senjata harus mundur beberapa langkah mencari sebilah kayu untuk menghadapi golok Bujang dari Kulon.


Kholis yang mengetahui jika Yasin mencari sesuatu untuk dijadikan senjata mendekati Jafar.


"Jafar, rupanya ini kenapa abah guru juga menyuruhku ke Al Hikmah. Abah guru menyuruhku menyusul kamu dan membawakan tongkat kamu." Kata Kholis menyerahkan tongkat milik Jafar yang dipergunakan melawan Lady Ninja dulu.


Jafar pun langsung menerima dan tanpa berlama-lama membantu ayahnya yang terdesak oleh senjata golok Bujang dari Kulon tersebut.

__ADS_1


Dengan gerakan cepat Jafar pun menghadang gempuran Bujang yang dengan goloknya hendak menebas Yasin ayahnya.


"Maaf ayah, bukan Jafar ikut campur tapi Jafar tidak mau ayah dicurangi. Lawan bawa Senjata sementara ayah tidak. " ucap Jafar.


"Bagus majulah bersama sama biar cepat urusan ini selesai." ucap Bujang dari Kulon.


"Maaf ki saya hanya memberikan senjata untuk ayah ku. Karena aki membawa senjata sedang ayahku tidak." Jawab Jafar.


Bukan Jawaban yang diterima Jafar, tapi tebasan golok ke arah Jafar.


Yasin segera bertindak, tongkat yang diberikan Jafar lebih dahulu menyambut golok Bujang. Dan dengan gerakan cepat juga Yasin gantian mendesak Bujang dengan tongkat dari Jafar.


Sementara Jafar pun meninggalkan Arena. Namun tindakan Jafar tersebut dianggap curang oleh kelompok Bujang. Sehingga Jalu tidak Terima dan ikut masuk ke Arena mau membantu Bujang.


Sidiq yang melihat itu segera menghadang Jalu.


"Mau kemana kamu, tidak usah ikut campur, urusanmu denganku belum selesai." Kata Sidiq.


"Kamu pikir aku sudah kalah denganmu, Ayo kita lanjutkan sekarang satu lawan satu." Jawab Jalu.


pertempuran pun terjadi antara Sidiq melawan Jalu dan Yasin melawan Bujang dari Kulon.


Di pinggir Arena pertarungan Jafar, Kholis dan Ihsan mengawasi Gede Paneluh. Jangan sampai Gede Paneluh berbuat curang dengan santet dan semacamnya.


Dua pertarungan berlangsung dengan sangat sengit. Baik antara Yasin melawan Bujang dari Kulon maupun Sidiq melawan Jalu saling serang dan saling desak mendesak.


Meskipun jumlah dari pihak Yasin lebih banyak, tapi mereka tidak lantas mengeroyok kelompok Bujang.


Namun setelah pertempuran berlangsung cukup lama tiba tiba-tiba ada beberapa orang datang di pihak Bujang dari Kulon.


Kala Srenggi, Jaka dan Bayu Aji datang menyusul Gede Paneluh.


Kholis melihat gelagat kurang baik, kemudian meminta Ihsan kembali ke pondok meminta bantuan. Dan menyampaikan apa yang terjadi kepada abah gurunya.


Ihsan pun segera mengendarai motor kembali ke Pondok Al-Hikmah. untuk mengabarkan apa yang terjadi dan meminta bantuan buat berjaga-jaga.


Namun usahanya dapat di gagalkan Jafar dengan melempar Kala Srenggi dengan jentikan batu kerikil yang mengenai Kala Srenggi.


Kala Srenggi yang kaget gagal menerapkan ilmu gumbolo geni nya. Namun tak dapat menemukan siapa yang melempar dirinya.


Karena Jafar juga hanya menggunakan jari nya saja untuk melempar Kala Srenggi.


Sehingga Kala Srenggi berpikir ada orang lain selain Jafar dan Kholis yang menyaksikan pertempuran tersebut.


"Kurang ajar, ada orang berilmu tinggi sembunyi sembunyi mengamati pertempuran ini." Ucap Kala Srenggi dalam hati.


Namun Kala Srenggi sengaja merahasiakan kecurigaan tersebut pada yang lain.


Bahkan akal licik nya berjalan dengan membujuk Jaka untuk ikut maju.


"Kamu tidak bukit maju Jaka?" tanya Kala Srenggi.


"Lihat perkembangan dulu ki?" Jawab Jaka.


"Gunakan welut putih kamu dan Bayu aji sekalian ilmu Halimun Jalu bersama sama. Pasti mereka kebingungan.


" Mereka bukan orang bodoh, di medan berumput begitu bisa lihat kami dari rumput yang kami pijak." Jawab Jaka.


Kala Srenggi tidak menduga jika musuh bisa berpikir secerdas itu. Sehingga keinginan Kala Srenggi gagal. Dengan Jaka ikut maju Kala Srenggi berharap dapat memancing kemunculan orang yang melempar nya.


Dan beberapa saat setelah itu, Kala Srenggi dan lainnya dikejutkan dengan teriakan Jalu yang menjerit keras.


Sebuah pukulan keras dari Sidiq mendarat telak dimata Jalu. Sehingga Jalu merasakan kesakitan yang luar biasa.


Bahkan darah bercampur cairan bening keluar dari mata Jalu. Jalu meraung raung memegangi mata kirinya yang terluka. Sambil berlari meninggalkan Sidiq yang membiarkan Jalu pergi.

__ADS_1


"Itu hadiah bagi orang yang suka membutakan mata orang dengan aji halimun, untuk kejahatan mu." Teriak Sidiq memperingatkan Jalu dan lainnya.


Gede Paneluh segera menyongsong Jalu dan menolongnya.


Kekalahan Jalu dari Sidiq sedikit menurunkan kepercayaan diri Bujang dari Kulon. Sehingga dia jadi sedikit lengah.


kelengahan Bujang digunakan Yasin memukul Tangan Bujang yang memegang Golok hingga goloknya terlempar Jauh. Dan Sejurus kemudian Yasin berhasil memukul kembali rusuk Bujang dari Kulon dengan tongkat nya.


Tubuh Bujang terhuyung dan jatuh ke tanah, merasakan iganya yang sakit mungkin juga retak terkena pukulan tongkat Yasin.


Semua terdiam, Yasin pun menghentikan serangan nya melihat musuhnya sudah tak berdaya.


"Kali ini aku mengaku kalah, jika kamu tidak membunuhku sekarang. Lain kali aku yang akan membunuhmu." pancing Bujang dari Kulon yang yakin orang seperti Yasin tidak akan membunuh lawan yang sudah tak berdaya.


"Terserah katamu Saja, yang Jelas aku tidak akan mengotori tanganku dengan membunuh lawan yang sudah tak berdaya." Jawab Yasin.


"Aku sudah peringatkan, suatu saat aku yang akan membunuh kamu...!?!" Teriak Bujang melihat Yasin berbalik melangkah pergi meninggalkan dirinya.


Namun Yasin tidak menghiraukan ucapan Bujang tersebut. Yasin tetap melangkah pergi meninggalkan Bujang.


"Jangan kabur pengecut...!" Teriak Bujang yang sebenarnya sedang mengumpulkan kekuatan untuk menyiapkan aji Gundolo Sosro yang akan digunakan untuk menyerang Yasin.


Yasin sempat emosi juga dikatakan pengecut. Yasin sempat berhenti ragu ragu, namun Jafar yang melihat ayahnya terpancing segera menghampiri ayahnya.


"Sudah yah gak usah di denger omongan orang begitu kita pergi saja" ucap Jafar.


mendengar ucapan Jafar yang lembut Yasin turun lagi emosinya dan kembali akan melangkah pergi.


Namun posisi Yasin yang membelakangi Bujang dari Kulon tidak tahu jika Bujang sudah berdiri siap menyerang Yasin dengan Gundolo Sosro nya.


dari pihak Yasin semua berteriak, sedangkan dari pihak Bujang tersenyum melihat Yasin lengah.


"Awas Yah...!" Teriak Jafar sambil mendorong Yasin Ayahnya.


Dan dengan gerakan super cepat Jafar menahan serangan Bujang dari Kulon yang Tiba tiba menyerang dengan Gundolo Sosro nya. Dan Jafar pun menahan dengan lebur Saketi meski tidak dengan posisi Sempurna.


Dua kekuatan besar beradu dan menimbulkan dampak mengerikan. Tubuh Bujang terpental jauh ke atas, sementara tubuh Jafar melesak beberapa centimeter kedalam tanah.


Bujang yang melompat dan menyerang dari atas terlempar ke atas. sedangkan Jafar yang bertahan di bawah, kakinya melesak beberapa centimeter kedalam tanah.


Tubuh Bujang kemudian Jatuh ke tanah tidak dapat dapat bangkit. Hanya nafasnya yang masih terlihat dadanya naik turun pelan.


Sementara Jafar juga terkulai lemah, tubuhnya merasakan panas seperti terbakar. Meski tidak sampai pingsan tapi tubuh Jafar pun Jatuh ke tanah. Sidiq emosi melihat itu dan dengan cepat mengamuk membubarkan kelompok Bujang bahkan Jalu yang sudah terluka ikut dipukul nya.


Yasin masih membiarkan Sidiq mengamuk, karena dirinya juga sangat marah melihat Jafar terluka.


"Jafar gak papa yah, hanya merasakan panas tadi dan sekarang hanya merasakan lemas saja." Ucap Jafar saat Yasin membopongnya.


"Sudah Sidiq, mereka itu hanya tong kosong gak ada isinya. Hanya kelicikan yang mereka punya. Jafar adikmu hanya lelah saja. Ayo kita pergi saja...!" kata Yasin.


Sidiq pun meninggalkan kelompok Bujang yang babak belur dihajar nya. Dan segera melihat kondisi Jafar adiknya di bopong ayahnya.


Pertempuran hari itu yang menyebabkan Jafar terluka membuat Sidiq sangat dendam pada Jalu. Dan akan kembali melampiaskan dendam nya nanti.


Yang akan menjadi akhir dari 'Cerita Jalu'


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2