Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Dinasehati Yuyut dengan tembang Macapat


__ADS_3

Reader tercinta


Author coba perbaiki dan kurangi typo.


Mohon koreksinya di kolom komentar.


Terimakasih.


...🙏🙏🙏...


Selamat membaca


...........


Maaf pak, bapak jangan mengajarkan kesesatan masak anak anak sore pada ngaji. Malam harinya pemuda bahkan yang suka mabuk pada gitaran disini. Itu namanya mencampur kebaikan dengan kebathilan….!!!” Ucap seorang Tokoh masyarakat yang memarahi aku atas tindakanku yang memang member ijin para pemuda bermain di belakang rumahku pada nyanyi dan main gitar.


Namun itu hanya kesalahan pahaman saja menurutku, karena belum paham maksut dan tujuanku.


“Maaf pak, salah saya dimana ya ?” tanyaku pada tokoh masyarakat itu.


“Bapak kan tahu kalo anak anak itu kerjanya mabuk mabukan, kenapa di Tampung di sini ? Padahal bapak juga ngajarin anak anak kecil mengaji.” Kata Tokoh masyarakat itu. Yang merupakan salah satu tokoh masyarakat yang di segani di dusunku. Beliau bernama pak Rinto seorang yang di kenal religius juga.


“Iya pak saya tahu, tapi kalo di tempat saya mereka hanya main music dan tidak abuk mabukan pak.” Jawabku padanya. Aku pun menaruh hormat pada beliau sebagai salah satu tokoh Agama juga di kampungku.


“Iya tapi image nya buruk pak buat anak anak muda yang lain nanti.” Katanya.


“Owh begitu, adi kalo menurut bapak anak anak yang sukanya mabuk mabukan itu di apakan pak ?” tanyaku pada pak Rinto.


“Ya di bilangin jangan suka mabuk jangan malah di fasilitasi buat kumpul kumpul gak manfaat seperti itu.” jawab pak Rinto.


Seandainya bukan dengan orang tua yang juga tokoh Agama tentu aku akan menjawab dengan bahasa vulgar. Namun aku tahu jika beliau hanya salah paham dan bagaimanapun beliau sudah sepuh jadi harus aku hormati. Jadi aku memberikan penjelasan dengan bahasa halus juga.


“Maaf pak, selama ini saya belum pernah melihat satu orang pun yang member peringatan kepada mereka. Bahkan terkesan mereka di jauhi oleh orang lain. Jadi mereka memang saya persilahkan main disini selama tidak maksiat di sini. Kalo sekedar main music memang saya perbolehkan.” Jawabku pada Pak Rinto.


“Memang tidak ada yang mau menasehati mereka, soalnya orangnya pada Bandel. Sekarang di bilangi besuk diulang lagi.” Kata pak Rinto.


“Di ulang apanya pak ?” tanyaku.


“Ya di ulang mabuk mabukanya.” Jawab pak Rinto.


“Memang sulit pak kalo mau merubah mereka langsung jadi orang baik rajin ibadah dan sebagainya. Jadi tujuan saya mengijinkan mereka main music di sini biar mereka tidak main di tempat lain. Karena kalo ditempat lain mereka sambil mabuk juga.” Kataku pada pak Rinto.


Pak RInto mulai merenungkan ucapanku, tidak marah seperti sebelumnya.


“Tapi bagaimana nanti jika orang beranggapan kalo bapak member ijin mereka mabuk disini ?” Tanya pak Rinto.


“Kalo itu soal beda pak, yang jelas tujuan saya sementara ini menghentikan mereka mabuk minimal mengurangi dulu. Karena kalo disini mereka tidak akan berani mabuk, tapi kalo mereka dibiarkan kumpul di luar siapa yang akan menjamin mereka tidak minum minuman keras pak ?” Jawabkupada pak Rinto.


Akhirnya setelah melalui pembicaraan panjang, pak RInto pun bisa memahami dan menerima apa yang aku lakukan dengan mengumpulkan anak anak muda itu. meski mereka semua kalo diluar juga masih pada minum, namun kalo di tempatku mereka tidak berani minum minuman keras. Dan semua itu memang butuh proses, tidak bisa sekaligus menjadi orang baik. bahkan mereka tidak sholat pun masih aku diamkan saja, biar muncul kesadaran sendiri nanti. Tentunya juga dengan member contoh dan nasehat yang ringan.


Nasehat yang menggembirakan, betapa indahnya sholat itu dan sebagainya. Bukan dengan ancaman tentang hukuman dan neraka yang justru ‘kadang’ malah membuat orang menjadi tersinggung dengan nasehat yang berupa ancaman tersebut.


Begitulah awal aku mengumpulkan para pemuda yang tujuanku sebenarnya adalah mengajak mereka agar sadar. Namun tetap saja masih saja ada orang yang slah paham bahkan ada juga yang mungkin dengan dasar tidak cocok/ tidak suka denganku malah mengatakan hal hal minir tentang aku.


Ada yang bilang, asalnya preman tukang mabuk ya jadinya tetep saja komunitasnya tukang mabuk dan sebagainya. Namun semua itu tidaklah aku ambil pusing, biar waktu yang membuktikan nanti, kataku dalam hati.


Tibalah waktunya aku akan berangkat Ziarah ke makam Yuyut nya Fatimah, Candra dan Khotimah sudah sampai di rumahku. Sementara Rofiq dan Arum masih dalam perjalanan, karena Rumah Rofiq justru lebih dekat dengan rumahku.


“Berapa hari mas kira kira nanti ddi rumah pak de ?” Tanya Khotimah kepadaku.


“Paling juga semalam saja, aku juga gak bisa lama lama ninggalin anak anak.” jawabku pada Khotimah.


“Bude dan pak de pasti nanyain Jafar nanti kalo gak di ajak.” Kata Khotimah.


“Habis bagaimana lagi, nanti biar saat liburan saja anak anak ku ajak kesana. Saat ini biar mereka di rumah dulu.” Kataku pada Khotimah.


“Kamu mau pesen apa Khot ?” Tanya Fatimah pada adik sepupunya itu.


“Salam saja buat bu de dan pak de, maaf Khotimah belum sempat jenguk mereka lagi.” Jawab Khotimah.


“Memang terakhir kesana kapan Khot ?” tanyaku pada Khotimah.


“Udah setahun lebih gak kesana mas, mas Candranya lagi sibuk terus soalnya kemarin.” Jawab Khotimah.


“Iya maaf, mungkin nanti kalo sudah gak banyak kerjaan aku akan kesana.” Ucap Candra.


“Iya gak papa mas, tapi minimal kontak telpon tetap harus jalan kalo belum sempat kesana.” Kataku pada Candra dan Khotimah.


Tak lama kemudian Rofiq dan Arum pun sampai juga ke rumahku, bersama Rofiq dan anaknya Panji Ramadhan.


“Loh mas Candra sudah sampai dari tadi ?” Tanya Arum ke Candra.


“Belum sih, paling juga seperempat jam yang lalu.” Jawab Candra.


“Owh kirain dah dari tadi, terus Fatimah mau berangkat kapan ?” Tanya Lanjut Arum.


“Ini bentar lagi berangkat, nitip rumah dan anak anak ya Rum !” kata Fatimah.


“Iya gak usah khawatir, besuk juga aku yang gentian nitip Panji di sini.” Jawab Arum.


“Serius mau disuruh di sini nanti ?” Tanya Fatimah pada Arum.


“Serius lah kebetulan Panji juga sering nanyain kakaknya, Sidiq. Dan aku juga sudah janji sama suami kamu bantuin dia ngaar anak anak. biar sekalian sekalian jenguk anak juga disini.” Rofiq yang menjawab.


Kemudian setelah beramah tamah sebentar aku dan Fatimah mohon diri untuk berangkat ke rumah mertua, dan sekalian mau Ziarah ke makam Yuyut Sti Aminah. Untung saja anak anakku terutama Nisa tidak rewel pingin ikut. Ada Wisnu anak Khotimah disitu yang akrab dengan Nisa. Sementara Sidiq dan Jafar akrab dengan Panji anak Rofiq dan Arum.

__ADS_1


Aku segera berangkat ke rumah mertua berdua dengan Fatimah saja.


*****


Sesampai di rumah mertua


“Assalaamu ‘alaikum…!” sapaku sambil mengetuk pintu rumah mertuaku.


“Wa’alaikummussalaam, sebentar…!” jawab ibu mertuaku.


Kemudian membukakan pintu dan segera menyuruhku masuk ke rumah.


“Kalian berdua saja, anaknya ak ada yang di ajak ?” Tanya ibu mertuaku.


“Iya bu, soalnya ada perlu dan mungkin hanya semalam disini. Besuk liburan sekolah saja anak anak saya ajak ke sini Insya Allah.” Jawabku.


“Jangan hanya janji saja, beneran dibawa ke sini, bapak ibu suka kangen mereka. Pak ini anak kita datang !” teriak ibu mertua memanggil bapak mertuaku.


Tak lama kemudian bapak mertuaku pun datang.


“Wah berdua saja gak ada yang di ajak ?” Tanya bapak mertua.


“Injih pak, masih pada sekolah besuk liburan saja saya ajak kesini.” Jawabku.


“Kok gak kasih kabar dulu mau kesini, ada apa ?” Tanya bapak mertua.


“Ini pak hanya mau ziaroh ke makam Yuyut nanti malam, mumpung malam jum’at.” Jawabku pada bapak mertuaku.


“Kayaknya ada sesuatau tiba tiba pingin ziarah ke makam Yuyut.” Sahut ibu mertuaku yang perasaannya sangat tajam.


“iya bu betul, memang ada sesuatu yang berhubungan dengan Jafar bu.” Jawabku.


Kemudian Fatimah menceritakan apa yang di alami Jafar setiap malamnya. Hingga Jafar tiap bangun tidur selalu merasa kelelahan. Bapak dan ibu mertuaku mendengarkan dengan antusias dan penasaran dengan Jafar.


“Memang Yuyut dulu pernah bilang, jika Jafar sejak dalam kandungan sudah di tempa dengan berbagai maslah. Jika lahir selamat maka akan membentuk karakter anak yang kuat. Serta akan menjadi anak yang kukuh pada pendiriannya.” Sahut ibu mertua.


“Owh begitu ya bu, berarti kemungkinan yang melatih Jafar adalah Yuyut itu semakin besar kemungkinannya.” Jawabku.


“Pesan ibu saja, jika kalian Ziarah ke makam Yuyut, banyak banyaklah membaca sholawat Jibril. Itu amalan yang disukai Yuyut.” Kata ibu mertuaku.


Kemudian bapak dan ibu mertuaku pun banyak member masukan dan Nasehat kepadaku. Tentang ziarah ke makam yuyut dan seputar Jafar. Maka ketika malam telah tiba aku dan Fatimah berangkat ke makam yuyut dengan jalan kaki berdua karena jarak ke makam juga tidak begitu jauh. Hanya sekitar du ratus meter saja.


Sesampai di makam pun aku seger membaca salam kepada seluruh ahli kubur disitu dan memasuki pintu gerbang makam menuju ke makam Yuyut.


“Fat gak usah nangis meneteskan air mata, kita doakan sja.” Kataku yang hanya dib alas anggukan oleh Fatimah.


Kemudian aku segera membacakan doa kepada seluruh ahli kubur dan di khususkan juga untuk Yuyut dan leluhur dari Fatimah.


Dalam melantukan doa ku lihat Fatimah kadang masih terisak sedih mengingat Yuyut nya yang sayang padanya. Meski tak seperti kepada Khotimah cucu kesayangan Yuyut.


Setelah selesai mendoakan Yuyut kami pun pulang ke rumah mertua dan segera memasuki kamar untuk istirahat. Karena bapak ibu mertuaku pun juga sudah beristirahat.


Aku masuk ke kamar ynag biasa aku pakai bersama Fatimah saat aku dan Fatimah berkunjung di rumah mertua. Sampai di dalam kamar Fatimah memulai obrolan.


“Mas tadi gak ngalamin apa apa saat Ziarah ?” Tanya Fatimah padaku.


Gak tuh, memang kamu mengalami apa ?” tanyaku balik pada Fatimah.


“Fatimah juga gak ngalamin apa apa kok, biasanya mas  Yasin yang suka menemukan peristiwa aneh”. katanya.


“Gak selalu juga kok,kadang juga biasa saja.” Jawabku.


“Terus belum ada petunjuk tentang JAfar ?” Tanya Fatimah istriku.


“Belum sih, kita tidur saja yuk, aku ngantuk biar besuk kita bisa pulang agak pagi. Gak enak sama yang dirumah kalo kelamaan.” Kataku.


“Tapi Fatimah masih penasaran tentang Jafar mas. Apa yang harus kita lakukan untuk itu ?” kata Fatimah.


“Kita cari solusinya nanti, yang penting kita istirahat saja dulu yuk.” Katak sambil mengajak Fatimah berbaring di ranjang. Namun Fatimah masih terus saja menanyakan bagaimana cara nya mengatasi masalah Jafar. Sampai aku pura pura tertidur, padahal masih denger saat dia ngomel.


“Diajak cerita malah tidur, nyebelin banget Sih….!” kata Fatimah marah dan tidur membelakangi aku.


Aku biarkan saja dia ngambek, karena memang begitulah sifatnya. Padahal aku juga baru berpikir hal yang sama dengan yang dia pikirkan. Hanya saja aku tidak mau meladeni ceritanya takut malah membuat Fatimah semakin pusing.


Sampai akhirnya aku pun tertidur beneran, dan saat itulah aku justru bisa bertemu dengan yuyut lewat alam mimpi.


“Cucu mantu….!” Sapa Yuyut padaku.


“Iya Yut, ada perintah apa Yut ?” Tanyaku pada Yuyut.


“Bilang ke Istrimu cucuku Jafar anak kalian biar Yuyut kasih pelajaran kanuragan, karena bisa bermanfaat bagi dia kelak. Dan nanti akan aku ajarkan juga sebuah filosofi perjalanan hidup lewat tembang macapat.” Jawab Yuyut.


“Tembang macapat Yut, itukan tembang tembang awa yang anak anak sekarang mana mau belajar kayak gitu ?’ tanyaku pada Yuyut.


“Dasar bocah Geblek, kamu gak ngerti filosofinya tembang macapat sudah ngomong begitu.” Ucap Yuyut.


“Memang apa Yut nilai yang terkandung dalam tembang Macapat tersebut.” tanyaku pada Yuyut.


Kemudian Yuyut mulai menjelaskan apa nilai dan makna dari tembang Macapat itu. yang ternyata tembang Macapat itu ada uruta urutanya, yang merupakan gambaran perjalanan manusia dari dalam kandungan hingga dia meninggal dan di kubur.


Penjelasanya adalah sebagai berikut,


Tembang Macapat itu urutanya sebagai berikut,


1.    MASKUMAMBANG

__ADS_1


Filosofi tembang Maskumambang itu menceritakan jika manusia diciptakan oleh Allah bertempat di kandungan, mengambang jadi di istilahkan Mas Kumambang. Karena anak itu sangat berharga lebih berharga dari emas, dan posisinya mengambang dalam rahim wanita. Makanya dibuat tembang MASKUMAMBANG.


Diartikan juga jika janin atau bayi dalam kandungan itu masih mengambang, atau tergantung ibunya.


2.    MIJIL


Filosofi : Tembang Mijil menggambarkan jika seorang bayi manusia sudah lahir. MIJIL berarti keluar atau Lahir.  


3.    KINANTHI


Kinanthi dari kata dasar Kanthi, artinya digandeng atau di tuntun agar bisa menemukan jalan hidup dan berjalan sendiri. 


Makanya tembang KINANTHI isinya adalah Nasehat nasehat tentang kehiduapan.


4.    SINOM


 


Kata sinom Artinya pucuk daun yang baru tumbuh, menggambarkan kehidupan manusia yang baru menginjak remaja. Sebagai pemuda punya tanggung jawab mencari ilmu untuk bekal hidupnya.


Isi tembang Sinom adalah, nasehat untuk bersabar sebagai pemuda menghargai orang lain apa lagi yang lebih tua.


 


5.    ASMARANDANA


Asmarandana dari kata Asmara atau cinta kasih terhadap lawan jenis, gambaran seorang yang sudah siap berumah tangga.


 


6.    GAMBUH


Kata  gambuh artinya Cocok, menggambarkan sepasang kekasih yang sudah saling cocok dan menjalin ikatan pernikahan serta mengarungi bahtera hidup bersama.


 


7.    DHANDHANGGULA


Kata  Dhandhanggula dari kata Dhandhang dan Gula artinya keinginan  dan manis maksutnya hidup manusia itu mempunyai keinginan yang manis/muliya atau baik agar bahagia.


 


8.    DURMA


Kata Durma artinya berderma atau member, maksutnya adalah dalam hidup kita harus mementingkan agar kita bisa member bukan malah mengharap pemberian orang lain. Karena dalam hidup itu tidak pasti, kadang kita juga membutuhkan pertolongan orang lain. Maka kita juga harus mau menolong atau member bantuan kepada orang lain.


 


9.    PANGKUR


Dari kata MUNGKUR atau membelakngi, maksutnya adalah gambaran orang yang sudah tua dan sudah harus bersiap NGUNGKURI DONYA \= meninggalkan dunia alias meninggal dunia.


 


10.  MEGATRUH


 Dari dua kata MEGAT yang berarti memutus dan RUH yang artinya Nyawa. Jadi MEGATRUH itu gambaran orang yang sudah meninggal Dunia.


 


11.  POCUNG


sedangkan terakhir adalah tembang POCUNG yang maksutnya adalah, setelah kita meninggal semua milik kita di dunia akan kita tinggal dan kita hanya membawaa kain kafan yang menjadi pakaian kita dalambentuk POCONG.


“Kamu harus bisa menggali lebih dalam tentang tembang Macapat ini, supaya kamu tidak kesulitan dalam mendidik anak anak kamu. Agar Sinom saat waktunya mengenal ASMARANDANA bisa GAMBUH Sehingga DhandhangGula nya bisa tercapai dan bisa DURMA atau berderma. Ketika saat PANGKUR sudah tidak kepikiran Dunia sehingga bisa MEGATRUH dengan Tenang dan saat POCUNG ( di pocong ) yang dibawa adalah amal Solehnya.


Aku terbangun dan kaget dengan semua Nasehat Yuyut itu, yang terdengar begitu nyata. Sehingga saat bangun pun aku masih mengingat semua apa yang di sampaikan oleh Yuyut tersebut.


Aku terbangun dan terengah nafasku, seperti ketakutan terhadap sesuatu. Sampai bangkit dan duduk di atas ranjang disamping Fatimah Istriku.


 Fatimah pun ikut terbangun dan kemudian menyapa aku.


“Kenapa mas. Kok kayak ketakutan Begitu ?” Tanya Fatimah.


“Aku habis mimpi di temuin Yuyut.” Kataku pada Fatimah.


“Fatimah pun jadi penasaran dan segera ikut duduk di sebelahku, sambil bertanya.


“Mimpi apa Mas ?” Tanya Fatimah sambil memandangi aku yang tak kusadari keringatku pun sampai keluar banyak…!?!”


...Bersambung...


Jangan lupa mohon dukungan


Like


Komentar


Vote


dan lainya.


Akan masuk awal Konflik.


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


 


__ADS_2