Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Jafar termakan isu


__ADS_3

...Jafar termakan isu...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


"Kita tunggu saja reaksi Jalu dan Gede Paneluh, siasat liciknya menggunakan wanita sudah kita patahkan." Ucap Yasin setelah Lusy cukup jauh...!?!


"Kasihan juga itu Lusy, kenapa bisa terjerumus dalam lembah dosa. Padahal Fatimah lihat sifat dasarnya baik. Terbukti tadi saat Isna dan Utari pamitan dan cium tangan dia jadi haru." ucap Fatimah.


"Doakan saja biar dia jadi sadar, seperti nya karakter dia yang begitu terbentuk karena faktor keadaan." Jawab Yasin.


"Maksudnya bagaimana mas?" Fatimah minta penjelasan.


"Masak gak ngerti juga?" Goda Yasin.


"Beneran gak ngerti, apaan?" Desak Fatimah penasaran.


"Manusia kan lahir bawa sifat sendiri sendiri, tapi dalam perjalanan hidupnya perilaku manusia dipengaruhi lingkungan. Lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan pergaulan. Bisa jadi Lusy itu terpengaruh lingkungan pergaulan yang salah. Jadi membentuk karakter nya jadi begitu." Jawab Yasin dengan serius.


"Owh iya, betul banget mas. Itu kan seperti suamiku yang pernah salah bergaul dan hidup gak jelas juga ya...?!?" Ledek Fatimah.


"Nah kan, larinya ke situ juga? Sudah ku duga kamu pasti mengungkit masa laluku. Masih belum puas juga rupanya kamu mengejek suamimu ya?!?" Gerutu Yasin.


"Mumpung ada kesempatan, kan lebih sering mas mengejek Fatimah." Jawab Fatimah.


Yasin pun hanya nyengir, kali ini dikerjain Fatimah istrinya.


"Sudah gak udah diteruskan, buka warung saja sana." Ucap Yasin.


.....


.....


.....


Suasana di tempat Marto Sentono


"Bayu,,, bagaimana perkembangan pengamatan Yasin. Apa sudah ada hasil mencari tahu kelemahan dia?!?" Tanya ki Marto Sentono kepada Bayu Aji yang merawat ki Marto Sentono.


"Saat ini kang Jaka sedang bersama Jalu dan ki Gede Paneluh. Mau menjebak Yasin agar terpikat wanita. Untuk melenyapkan Cakra yang ada di tubuhnya." Jawab Bayu Aji.


"Baguslah, Yasin benar benar licik mengaku sebagai teman Mentok Rogo ternyata justru diakan musuh yang kita buru selama ini." Kata ki Marto Sentono.


"Iya Guru, bahkan kakang Jaka sendiri sangat yakin dia teman ayahnya. Sampai hampir selisih paham dengan Bayu dulu. padahal Bayu sudah curiga juga." kata Bayu menyesalkan Jaka Santosa yang terlalu percaya dengan Zain yang ternyata adalah Yasin.


"Dia memang sangat lihai, bahkan berhasil membuat aku terlihat oleh anaknya saat menggunakan Aji welut putih. Hanya dengan semburan air saja." kata ki Marto Sentono.


"Jadi bagaimana guru, apakah Aji Welut Putih yang Guru ajarkan pada Bayu dan kang Jaka tidak bisa digunakan karena percuma saja?" tanya Bayu Aji.

__ADS_1


"Tetap harus di gunakan, pertama kecerdasan itu belum tentu menurun pada anaknya. yang kedua aku jadi ingat cerita kakang Joyo Maruto. Bagaimana trik Yasin bisa Melihat' Mentorogo yang gunakan Aji Welut Putih." Jawab ki Marto Sentono.


"Apa saja itu guru, agar nanti kalau kami sudah menguasai Aji Welut Putih tidak bisa di ketahui Yasin?" Tanya Bayu Aji.


"Dulu Mentorogo bisa ketahuan karena tubuh dan bajunya disiram cat dan potongan kertas. Kemudian kedua kalinya bisa ketahuan dari pijakan kaki di tanah yang gembur Melalui bekas Tapak kakinya. Dan Terakhir aku sendiri bisa ketahuan karena semburan air, sehingga dari tetesan air dari rambut dan bajuku bisa terlihat keberadaan ku." Jawab ki Marto Sentono.


"Berarti harus hindari tiga hal tersebut guru, benda yang bisa menempel pada tubuh, tanah yang empuk atau gembur dan hujan atau siraman air?" Sahut Bayu Aji.


"Benar, kita harus jauhi tiga hal tersebut saat gunakan Aji Welut Putih agar tidak ketahuan keberadaan kita." Jawab ki Marto Sentono.


"Iya guru, akhirnya kita bisa membaca tipuan Yasin. Bayu akan praktekan nanti kalau sudah menguasai Aji Welut Putih." ucap Bayu Aji.


Ki Marto Sentono masih belum pulih betul dari luka dalam akibat terkena lebur saketi dari Jafar waktu itu. Sehingga masih harus dirawat oleh murid muridnya secara bergantian. Dan kali ini Bayu Aji yang merawat.


Ki Marto Sentono belum bisa menggerakkan tangan dan kakinya secara normal. untuk makan pun masih harus di suapi. Masih beruntung murid murid nya setia merawatnya. Karena masih berharap dapat ilmu andalan Welut Putih.


Saat Bayu Aji sedang menyuapi ki Marto Sentono datanglah rombongan Jaka bersama Jalu dan Gede Paneluh.


" Bagaimana kabar kesehatan kamu ki Marto?" Tanya Gede Paneluh.


"Masih begini ki Gede, masih belum bisa menggerakkan kaki dan tangan secara Normal." Jawab ki Marto Sentono.


"Agaknya memang harus dibawa ke makam ki Joyo Maruto untuk diobati Di sana ki." kata Gede Paneluh. yang tetap merahasiakan jika Joyo Maruto adalah ayah kandung nya. Hasil perselingkuhan Joyo Maruto dengan ibunya. Dimana suaminya adalah saudara Joyo Maruto sendiri.


"Jika memang harus seperti itu tidak masalah, apapun syaratnya asal aku bisa pulih kembali." Jawab ki Marto Sentono.


"Sediakan saja Ayam cemani, ayam Putih mulus dan pitik walik ( Ayam yang bulunya terbalik) kemudian kembang setaman dan kain kafan. Tapi kain kafan ini syaratnya harus mencuri dari orang yang mati selasa kliwon atau jumat kliwon. dengan cara 'Nglandak' " kata Gede Paneluh.


( Nglandak \= tidak menggali dari atas kuburan tapi membuat terowongan menuju kuburan yang di maksud. Dengan melewati beberapa jenazah yang dilewati. konon katanya, harus berkelahi dulu dengan ahli kubur ( mungkin jin qorin nya) yang dilewati. Dan jika kalah makan mati disitu juga.


Sekedar mendapatkan kain kafan untuk jimat atau untuk ilmu kesaktian. Nauzubillah min dzalik, tapi memang begitulah salah satu keyakinan yang pernah ada dan mungkin juga masih ada sampai sekarang.)


"Bagi siapa yang sanggup, aku tawarkan ajian 'Popok Wewe' dengan Aji itu tidak akan terlihat oleh musuh seperti Aji Welut Putih." kata Gede Paneluh.


Semua terdiam, ada rasa ingin mendapatkan Ajian itu juga tapi ngeri juga melakukan proses Nglandak.


"Aku Sanggup...!" Jalu tiba tiba menyahut dan menyanggupi.


"Aku sanggup, demi tujuan kita bersama asal ditunjukkan dimana ada orang yang mati selasa kliwon atau jumat kliwon. Dan sebelum 40harinya, sukur sukur sebelum tujuh harinya." kata Jalu Mantab.


"Kamu yakin adi Jalu?" Tanya Gede Paneluh.


"Yakin kakang, sekalian Jalu akan Ambil kepala mayat itu juga." Jawab Jalu.


"Kamu mau sekalian kuasai ilmu itu???" Tanya Gede Paneluh. Tanpa menyebutkan nama ilmunya.


"Iya kakang, aku sudah bertekad bulat." Jawab Jalu.


Semua kaget dan terdiam heran dengan keberanian Jalu. Namun semua lantas mendukung dan menyemangati Jalu. Termasuk ki Marto Sentono ikut memberi dukungan.


.....


.....


.....

__ADS_1


Jafar POV


"Aku tidak percaya, dengan berita ini tapi kenapa begitu ramai jadi bahan pembicaraan." kataku dalam hati.


Rasanya gak mungkin jika Ayahku main gila dengan perempuan lain. Tapi berita itu sungguh merisaukan hatiku.


Aku harus jemput mas Sidiq ajak dia pulang menemui Ayah bunda, melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi di rumah.


Aku melajukan motor dengan cepat, tiba tiba aku harus berhenti ada wanita berdiri di tengah jalan.


Namun saat Aku hendak turun memperingatkan tiba tiba Wanita itu hilang. "Gak mungkin ada hantu siang hari begini. Mungkin aku saja yang berhalusinasi." Kataku dalam hati.


Aku kembali menaiki motor, namun belum sempat stater motor Nia wanita itu nampak lagi bahkan lebih dekat dari tadi.


Aku penasaran kemudian turun lagi untuk mendekat. Sekali lagi aku dibuat kecewa, wanita itu kembali lenyap.


Pertanda apa ini, aku di tampakkan wujud wanita tapi selalu hilang saat hendak aku dekati.


mungkin ini godaan saja. tidak perlu aku pedulikan, aku kembali menjalankan motor menuju pondok Mas Sidiq.


Namun baru beberapa Ratus meter aku dipaksa kembali berhenti. Wanita itu muncul lagi menghalangi jalanku.


Aku pun terpaksa kembali turun dari motor untuk menyuruh wanita itu minggir. Namun kejadian sama seperti sebelumnya saat aku berkedip wanita itu tak nampak lagi.


Kenapa saat aku sedang tidak enak hati malah ada yang bikin aku marah, batinku.


Aku gak mau terganggu urusanku, kalau mau menghalangi jalanku terpaksa aku tabrak kamu. Mau kamu Jin atau manusia aku tidak peduli. Aku harus segera bertemu ayah bundaku bersama mad Sidiq, pikirku.


Aku kembali melajukan motor, pengen segera bertemu dengan mas Sidiq dan mengajaknya pulang. Jafar kecewa pada Ayah yang main gila dengan perempuan lain.


Hilang sudah kekaguman Jafar pada Ayah, justru saat ini Jafar benci pada Ayah. Jafar kasihan dengan Bunda, Jafar gak Terima Ayah jadi gila wanita. Apa kekurangan bunda yang rela menerima masa lalu Ayah, bahkan anggap mas Sidiq anak kandung bunda sendiri.


Bahkan Jafar gak peduli jika harus selisih paham dengan Mas Sidiq sekalipun. Demi membela bunda Fatimah, Jafar rela lakukan apapun juga. termasuk jika harus berkelahi dengan mas Sidiq.


"Wanita kurang ajar, kenapa kamu halangi jalan ku...! " bentak ku pada wanita yang menghalangi jalanku.


Wanita Bercaping itu diam saja tidak bergerak, aku jadi makin marah dan turun dari motor.


"Tolong jangan halangi jalanku, maaf jika aku tadi kasar dan tidak sopan. Aku memang sedang ada masalah." Kataku mohon maaf karena tadi sempat mengumpat nya.


Namun wanita itu tetap diam tidak menjawab, bahkan tiba tiba melepaskan capingnya dan memukulkan capingnya ke wajahku.


Secara reflek aku menghindar mundur, dan aku yang sedang marah jadi semakin naik pitam.


Aku melompat berusaha memukul capingnya, masih tidak tega melukaimu wanita itu. Dan caping yang dia gunakan sebagai senjata itu pun terpental jauh. Sehingga tampak seluruh wajah wanita itu.


"Kamu....??? " Aku kaget begitu melihat seluruh wajah wanita itu. Tidak salah lagi ini pasti dia orang nya, pikirku..!!!


...Bersambung....


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...

__ADS_1


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


__ADS_2