
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Ujian Riyadhoh Jafar...
Fatimah pun segera menotok urat besar yang ada di leher Yasin, sehingga Yasin menjadi kaku dan segera dibawa ke kamar untuk dibaringkan. Ada satu pembuluh darah yang aliran darah antara arteri dan vena yang terbalik. Untung saja segera diketahui oleh Fatimah dan Tabib Ali, sehingga dapat segera diberi pertolongan pertama…!
Di dalam kamar Yasin dirawat oleh Tabib Ali dibantu oleh Fatimah yang lebih paham soal totok dan aliran darah. Sementara Tabib Ali yang lebih memahami soal obat obatan dan membuat ramuan untuk penyembuhan Yasin.
Sidiq, Farhan bersama Sufi juga ikut masuk ke kamar Yasin. Mereka mengkhawatirkan keadaan Yasin yang seperti itu.
“Untung saja tadi Mbak Fatimah ingatkan saya. Kalau tidak bisa terlambat mengobati Kang Yasin. Dan jika itu terjadi aku akan sangat merasa bersalah.” Ucap Tabib Ali.
“Iya Bunda, bagaimana keadaan Ayah…?” Tanya Sidiq sedih dan khawatir
“Alhamdulillah…masih bisa dikembalikan Kang Ali Sidiq tenang saja, gak usah terlalu khawatir.” Ucap Fatimah setelah melakukan totok jari pada beberapa bagian tubuh Yasin.
“Alhamdulillah…aku gak sangka Mbak Fatimah lihai dalam hal totok jalan darah.” Ucap Tabib Ali.
“Hanya kebetulan Kang Ali, Fatimah keturunan Yuyut Siti Aminah yang paham soal begini.” Jawab Fatimah.
“Tampaknya Kang Yasin perlu istirahat, kita lanjutkan di luar saja bicaranya Mbak ?” Kata Tabib Ali.
Kemudian semua kembali ke ruang Mujahadah melanjutkan pembicaraan.
….
“Bagaimana keadaan Yasin Fatimah ?” Tanya Tohari mewakili yang lain.
“Alhamdulillah…bisa dikembalikan tapi masih butuh waktu untuk kembali normal. Dan itu memang terasa sangat sakit, makanya Mas Yasin masih aku biarkan dalam kondisi tertotok.” Jawab Fatimah.
“Syukurlah kalau begitu, suami kamu itu memang agak keras kepala. Tadi juga sudah aku peringatkan sebenarnya.” Kata Tohari.
“Semua ini karena ulah teman teman Otang…!” Ucap Sidiq Emosi dan akan melampiaskan kemarahan pada Otang. Namun dicegah oleh Kyai Nurudin.
“Sidiq…jangan turuti amarahmu. Semua yang terjadi adalah kehendak Allah. Dan Insya Allah Ayah kamu akan baik baik saja.” Ucap Kyai Nurudin.
Di Hadapan Kyai Nurudin Abah Gurunya Sidiq pun takluk dan mengurungkan niatnya.
“Iya Bah, maafkan Sidiq.” Jawab Sidiq.
Kyai Nurudin hanya tersenyum kepada Sidiq. Sekeras kerasnya Sidiq masih ada yang dihormati dan ditaati, sehingga masih bisa dinasehati.
Kemudian Kyai Nurudin masuk ke kamar Yasin melihat kondisi Yasin. Kyai Nurudin tampak membaca doa dan mengusap wajah Yasin yang dalam kondisi tertotok. Suasana rumah Yasin pun menjadi sedikit tegang, semua menanti perkembangan Yasin yang sedang dalam keadaan terbaring tak berdaya.
…..
…..
__ADS_1
…..
Di tempat lain Kyai Syuhada membawa Jafar ke sebuah tempat khusus yang hanya orang tertentu yang tahu tempat tersebut. Kyai Syuhada menyuruh Jafar untuk melakukan riyadhoh di tempat tersebut.
“Nah Jafar, di tempat ini lah kamu harus melakukan persiapan untuk menerima kitab Stambul Al-Quran. Dan kamu harus ‘Topo Mbisu’ (Puasa tidak berbicara) selama empat puluh hari empat puluh malam.
“Baik Guru, tapi bagaimana jika Jafar ke sekolah jika harus ‘Topo Mbisu’ ?” Tanya Jafar.
“ ’Topo Mbisu’ itu maksudnya bukan sama sekali tidak boleh berbicara. Tapi bicaralah jika perlu saja. Termasuk tidak boleh ngobrol yang tak berguna. Kalau Kamu Sholat tetap harus melafalkan bacaan. Juga ketika memang harus berbicara, bicaralah seperlunya saja.” Ucap Kyai Syuhada.
“Baik Abah, lalau apa yang harus Jafar kerjakan di sini ?” Tanya Jafar.
Kemudian Kyai Syuhada mengeluarkan beberapa Lembar kertas berisi bacaan doa khusus.
“Baca ini kemudian setelah ini baca tujuh Surat yang aku perintahkan kamu hafalkan dulu. Apapun yang terjadi dan datang padamu abaikan saja. Karena semua itu hanyalah godaan iblis yang akan mengganggu konsentrasimu. Sebelum selesai kamu tidak boleh meninggalkan tempat ini.” Ucap Kyai Syuhada.
Kemudian Kyai Syuhada meninggalkan Jafar seorang diri. Jafar pun mengambil wudhu terlebih dahulu sebelum memulai membaca doa dan membaca tujuh surat yang dia harus hafalkan sesuai perintah Abah gurunya dulu.
Setelah berwudhu Jafar pun melakukan sholat sunah mutlak untuk memulai amalan Suluk yang diperintahkan Abah gurunya tersebut.
Tidak ada hal yang aneh ketika awal awal Jafar memulai membaca doa doa yang diberikan Abah Gurunya tersebut. tapi pada saat mendekati pertengahan dia membaca Doa mulailah timbul hal hal aneh yang mengganggu konsentrasi Jafar. Mulai dari kemunculan sosok sosok menyeramkan hingga sosok orang orang yang dekat dengan Jafar.
“Jafar…kenapa kamu diam diri di situ, tolong aku Jafar. Aku tersesat dan tidak bisa Pulang.” Sosok yang mirip Riska mengganggu Jafar. Namun Jafar masih tetap melanjutkan berdoa. Meski sosok itu berusaha menggoda dan mendekati Jafar sampai kemudian lenyap dari pandangan mata Jafar.
“Jafar…ngapain kamu di situ “ Sosok yang mirip dengan Lita kakaknya Vina pun mengganggu konsentrasi Jafar. Namun Jafar juga tidak bergeming. Tetap melanjutkan bacaan doa dan membaca surat surat yang diperintahkan. Dan dibaca sejumlah yang Abah gurunya perintahkan.
Lenyap sosok Lita datang sosok Vina yang juga mengganggu konsentrasi Jafar.
“Jafar… Ayah kamu sedang sakit, sebaiknya kamu jenguk dia sekarang. Abi ku saja disana bersama Abah Gurunya Kang Sidiq kakak kamu. Masak kamu malah berdiam sendiri di sini ?” Kata sosok yang mirip Vina tersebut.
Sampai soso yang mirip Vina itu menghilang. Kemudian berganti dengan sosok Nia alias Isna yang muncul di hadapan Jafar.
“Kang Jafar, kamu kok egois banget, semua sedang menunggu ayahmu yang tidak sadar di rumah kenapa kamu malah duduk duduk saja disini ?” Ucap sosok yang Mirip dengan Nia tersebut.
Jafar pun bertambah giyah konsentrasinya, mendengar kata kata sosok tersebut yang mengatakan jika Ayahnya dalam keadaan tidak sadar. “Astaghfirrullah… kenapa banyak sekali godaan yang datang.” Ucap Jafar dalam hati yang merasakan banyak sekali godaan yang mengganggu dalam melaksanakan perintah gurunya tersebut.
Kemudian Jafar justru memperkeras bacaan bacaan doa dan ayat ayat Quran yang dia baca. Sampai terdengar teriakan teriakan seperti teriakan kesakitan. Dan setelah itu beberapa saat kemudian bayangan sosok sosok yang menggoda itu pun hilang.
Namun itu juga belum merupakan akhir dari gangguan yang datang menggoda Jafar. Beberapa saat setelahnya muncul lagi Sosok yang mengganggu Jafar. Dan kali ini adalah Sosok Ki Munding Suro dan ketiga Muridnya yang mendatangi Jafar.
“Rupanya anak ini bersembunyi disini. Apakah dia tahu jika Ayahnya sudah kita lumpuhkan sehingga dia takut dan bersembunyi di tempat ini “ Ucap sosok yang wujudnya Ki Munding Suro tersebut.
“Bisa jadi Guru, ternyata Ayahnya tidak sehebat yang kita duga. Begitu kita diberi ilmu tambahan dari Dalang Anyi Anyi seluruh keluarga anak itu dapat kita kalahkan semua.” Jawab sosok Wiratmojo.
“Betul, dan saat ini cukup Kami berdua yang menghabiskan anak ini seorang diri.” Kata Sosok Gagak Seta.
“Iya, sebenarnya Jaladara sendiri juga sekarang sanggup melumpuhkan anak ini setelah mendapat tambahan tenaga dari Dalang Anyi Anyi.” Sahut sosok Jaladara.
Biar adil kita serang saja bersama sama dengan Ilmu Karang, kebetulan anak itu tidak membawa Senjatanya Golok Hitam. Meskipun dia membawa Golok Hitam kita sekarang juga tidak akan Takut karena sudah mendapat tambahan tenaga dalam dari dalang Anyi Anyi.” Ucap sosok Ki Munding Suro.
Kemudian mereka berempat pun bersamaan mempersiapkan jurus dan ilmu andalan Ilmu karang untuk menyerang Jafar. Hampir saja Jafar pun bergerak reflek mempersiapkan jurus untuk menghadapi mereka. Untung saja Jafar cepat sadar dan ingat akan pesan gurunya jika semua yang datang adalah godaan semata. Sehingga Jafar membiarkan saja keempat sosok itu yang bersiap menyerang Jafar. Jafar justru kembali melafalkan Bacaan Ayat ayat suci Al-Quran yang dibacanya.
Hingga keempat sosok tersebut menjerit dan menutupi kedua telinganya dan kemudian kabur meninggalkan Jafar.
Kembali suasana tenang, sosok sosok Jin yang mengganggu Jafar itu pun lari terbirit birit mendengar bacaan ayat ayat suci Al-Qura.
__ADS_1
Namun itu pun bukan merupakan akhir dari godaan yang datang kepada Jafar. Setelah beberapa saat kemudian muncul lagi sosok sosok lain yang datang silih berganti. Bahkan sosok yang menyerupai Sidiq pun datang menggoda Jafar.
“Jafar…ayo kita pulang Kasihan Ayah beliau membutuhkan kita. Tunda dulu Riyadhoh kamu, utamakan keselamatan Ayah karena kalau tidak bisa sampai membahayakan seluruh keluarga besar kita.” Ucap sosok Sidiq yang mengajak Jafar Pulang.
Jafar pun menjadi sedikit terganggu dengan permainan kata kata sosok yang seperti Sidiq tersebut. Hingga Jafar harus kembali mengeraskan bacaan bacaan doanya untuk mengusir sosok yang mengganggunya tersebut.
Dan sosok Sidiq itu pun menjerit dan kabur meninggalkan Jafar. Hingga Jafar kembali hanya sendirian di tempat tersebut. Suasana kembali tenang tidak ada lagi Godaan.
Namun di waktu menjelang selesainya Jafar membaca doa doa yang diperintahkan. Tiba tiba Jafar dibuat kaget dengan munculnya sosok yang langsung berada di hadapannya. Dan sosok itu adalah sosok Fatimah ibundanya Jafar.
Sosok yang yang sangat dihormati dan ditakuti oleh Jafar. Sosok yang telah mengandung dan melahirkan Jafar. Sosok yang telah merawat dan mendidik Jafar dari kecil.
“Jafar anak Bunda yang paling bunda cintai, ayo nak kita pulang sebentar. Ayah kamu saat ini sedang kritis. Ayah kamu butuh pertolongan kamu dengan Golok Hitam kamu itu.” Ucap sosok Fatimah.
Jafar hanya diam saja, meskipun hatinya gundah mendengar Ayahnya kritis dan yang mengucapkan adalah sosok Ibundanya.
Kemudian muncul lagi satu soso lain yang ternyata adalah Tohari Uwaknya Jafar yang cukup disegani Jafar juga.
“Jafar, Uwak bangga pada kamu yang patuh pada guru dan orang tuamu nak. Tapi saat ini kehadiran kamu dirumah sangat dibutuhkan, Wak minta kamu pulang dahulu, tolonglah Ayah kamu yang saat ini sedang berjuang antara hidup dan mati.” Ucap sosok Tohari.
Jafar tetap diam meski matanya mengeluarkan air mata sedih. Tanda dirinya mulai tergoda dengan kata kata dua sosok tersebut.
“Kang Tohari, coba tunjukkan pada Jafar anakku keadaan Ayahnya biar dia percaya.” Ucap sosok Fatimah.
“Baiklah, perhatikan ke depan Jafar. Wak akan menunjukkan keadaan Ayah kamu dengan kekuatan batin wak mu ini.” Ucap Tohari yang kemudian dengan gerakan tertentu memunculkan sesuatu yang menunjukkan keadaan rumah Yasin.
Kemudian Jafar secara spontan pun melihat ke arah layar tersebut. dan dari layar tersebut Jafar pun mampu melihat keadaan rumahnya. Dai saat Wisnu dan Farhan bertempur dengan Ki Bujang dan Otang. Kemudian ditunjukkan pula kondisi Yasin saat ditotok oleh Fatimah kemudian dibawa masuk ke kamar untuk dirawat oleh Fatimah dan Tabib Ali.
Juga Jaar melihat kepanikan dan kesedihan Sidiq saat melihat Ayahnya dalam keadaan tak bisa bergerak sama sekali serta harus dibaringkan di ranjang. Sementar keluarganya yang lain juga tamoak sedih melihat keadaan Yasin yang memprihatinkan.
Sebagai anak yang berbakti tentu saja Jafar sangat sedih melihat tayangan yang dipertontonkan oleh dua sosok tersebut. dan Air mata Jafar pun semakin mengalir deras karenanya.
“Ayo Jafar, tunggu apalagi, apa kamu tidak kasihan melihat kondisi Ayah kamu yang sudah mendidik dan merawat kamu selama ini jadi seperti itu…?” Tanya sosok Fatimah.
Kali ini JAfar betul betul terpengaruh dengan ucapan dua sosok tersebut. Jafar benar benar terpengaruh dengan kata kata dua sosok tersebut yang sangat menghipnotis Jafar…!!!
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1