Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Sena datang disambut Mutsashi


__ADS_3

...Sena datang disambut Mutsashi...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


...Sena datang disambut Mutsashi...


Sayang kemarin di padepokan tidak sempat berhadapan langsung dengan Jalu. Jadi aku belum bisa mengukur kekuatan Jalu sejauh mana. Dan tiba tiba ia muncul dengan orang Asing yang wajahnya seperti wajah wajah Lady Ninja dulu. Jangan jangan dia juga seorang Lady Ninja, wah makin runyam nih urusan. Aku harus kasih tahu Jafar secepat mungkin, kebetulan Ayah nanti juga jadwal melatih di Al-Hikmah. Sidiq harus kasih tahu ayah Soal ini. Sidiq gak mau ceroboh lagi sekarang, batin Sidiq…!?!


Sidiq kemudian menyuruh Lita dan Riska kembali ke kelas saja. Agar tidak diawasi oleh Jalu dn wanita asing yang bersama Jalu. Kemudian Sidiq sengaja menatap Jalu dari kejauhan setelah Lita dn Riska menjauh.


Tatapan Mata Sidiq dn jalu pun beradu seakan keduanya sedang menjajaki kemampuan masing masing.


“Tatapan mata anak itu mengingatkan aku pada orang yang merusak Maskasku. Aku yakin dia memang anak dari orang yang menjadi musuh Kalian kami.” Ucap Mutsashi pada Jalu.


“Yakin begitu, kalau begitu sudah tepat jika kita bekerja sama sekarang.” Jawab Jalu.


“iya, boleh aku coba kemampuan anak itu sekarang ?” Tanya Mutsashi.


“Caranya ? jangan bikin ribut di tempat ramai. Posisiku masih buron saat ini.” Ucp Jalu.


“Tidak, sekedar menguji kemampuannya saja. Dan kita segera kabur  dari sini nanti.” Ucap Mutsashi.


Kemudian mengeluarkan senjata rahasia Ninja nya serta melemparkan ke arah Sidiq dengan kecepatan yang tak kasat mata.


Namun Sidiq yang sudah memiliki ajian Sayeti angin melihat laju senjata rahasia itu seperti Slow Motion saja. Dengan mudah senjata itu di tangkis dengan buku tulis hingga menancap. Tanpa ada yang tahu peristiwa tersebut.


Dan Sidiq pun segera menyembunyikan senjata rahasia tersebut di dalam buku tulisnya. “Untung aku gak menghindar, kalau aku menghindar bisa mengenai orang yang disampingku.” Batin Sidiq.


Sidiq kembali melihat ke arah Jalu dan Mutsashi, tapi keduanya sudah tidak Nampak lagi.


“Lur biasa geraknya sangat cepat, sudah hampir dipastikan ini adalah kelompok Lady Ninja yang dulu. Aku harus lapor ayah nanti.” Kata sidiq dalam hati dn segera meninggalkan kantin.


*****


“Aku jadi makin yakin itu anak dari orang yang merusak markas dan menyebabkan tetua kami harus harakiri bersama semua sahabat ku.” Ucap Mutsashi.


“Lalu apa Rencana kita selanjutnya ?” Tanya Jalu.


“Cari Rumah orang tua anak itu, aku akan buat keluarganya ketakutan dulu.” Ucap Mutsashi.


“Soal anak tadi bagaimana ?” Tanya Jalu.


“Itu gampang, sebelum mengalahkan musuh secara fisik kalahkan dulu mental mereka. Dan aku akan membuat mental mereka jatuh dulu.” Jawab Mutsashi.


Jalu semakin mengagumi kelihaian Mutsashi yang lebih dikenal dengan Susiana. Selain itu Jalu juga mengagumi kecantikan Mutsashi meski sudah cukup umur. Namun pesona dan kecantikannya bak Remaja usia dua puluh tahunan saja.


Salah satu kelebihan klan Ninja Yukimoto dalam merawat tubuhnya. Karena kecantikan mereka juga bisa dijadikan senjata yang mematikan lawan. Jika dengan senjata yang lain tidak dapat mereka kalahkan, itu prinsip Klan Yukimoto.


Jalu hanya bisa menelan ludah memandangi Susiana Mutsashi tersebut.


“Kamu mikir ngeres ya lihat aku begitu ?” tiba tiba Mutsashi merasa diperhatikan Jalu.


“Eeh maaf tidak begitu maksudnya, aku hanya kagum di usiamu yang segitu masih tampak cantik dan awet muda.” Jawab Jalu tergagap.


“Gak usah bohong, aku tahu manusia macam kamu memang sukanya begitu.” Jawab Mutsashi.

__ADS_1


Jalu tak berani menjawab apalagi memandang Mutsashi lagi. hanya tertunduk malu sekaligus takut dengan Mutsashi.


“Udah ayo pulang, jangan sampai rencana kita gagal aku tidak akan rela rencanaku gagal.” Kata Mutsashi.


Jalu pun mengantar Mutsashi pulang ke rumahnya, sepanjang perjalanan Jalu menyesali kebodohanya yang tak bisa menghindari memandang anggota tubuh mutsashi sampai disadari oleh Mutsashi.


…..


…..


…..


Usai Jam pelajaran Sidiq pun ingin segera pulang dan menunggu ayahnya yang akan melatih anak anak pesantren Al-Hikmah. Sidiq akan menceritakan semua yang dialami di sekolah tadi. Kali ini Sidiq tidak ingin gegabah dengan bertindak sendiri. Sidiq menyadari jika harus belajar banyak dari ayahnya, terutama soal strategi. Teringat dengan ucapan abah gurunya, yang menceritakan kecerdasan ayahnya saat di pesantren dulu.


“Ris aku gak mampir ya, buru buru nanti ada latihan langsung dibimbing ayahku.” Kata Sidiq.


“Owh iya gapapa, salam buat ayah kamu ya mas, berani gak bilang ?” Goda Riska.


“Belum waktunya Ris…!” Jawab Sidiq sambil senyum ke Riska.


Sidiq segera melangkah pulang ke Pesantren AL-Hikmah, ingin segera menceritakan kepada ayahnya.


Dan sesampai di Pesantren Sidiq pun mengamati dulu senjata rahasia yang tadi hampir mengenai dirinya. “ senjata yang aneh, tajam di segala sisi bentuknya seperti ujung mata panah. Bagaimana dia bisa melempar secepat itu ya ?” Tanya Sidiq dalam hati.


Namun Sidiq belum bisa memecahkan teka teki tersebut, hanya berharap Yasin ayahnya mampu memecahkan teka teki tersebut. Karena Sidiq mengakui jika Ayahnya jauh lebih berpengalaman dalam hal tersebut.


“Lapar juga jadinya, makan dulu saja lah biar nanti ayah yang mencari jawaban dari semua ini.” kata Sidiq seperti berbisik pada diri sendiri.


…..


…..


…..


Dan tak lama kemudian Yasin menuju ke kamar Sidiq yang sudah menunggu Yasin untuk menceritakan kejadian di sekolahnya tadi.


Sidiq menceritakan kedatangan Jalu dan seorang wanita asing dan melemparnya dengan senjata rahasia. Dan Sidiq tahan dengan buku tuisnya. Kemudian Sidiq memperlihatkan senjata Rahasia yang berhasil di tahan tadi.


“Ini jelas senjata Ninjutsu Sidiq, biar ayah simpan saja. Biar ayah nanti minta tolong om Hansaimura menyelidiki ini. Soalnya om Hansaimura yang lebih paham dan bisa menjelaskan pada Lady Ninja itu. Biar Om Hansaimura yang bicara padanya, nanti ayah akan menemani om Hansaimura.” Jawab Yasin menjelaskn pada Sidiq.


“Tapi yah, apakah ini termasuk bagian dari Lady Ninja yang dulu ?” Tanya Sidiq.


“Ayah belum tahu, mungkin Om Hansaimura yang lebih paham dan mengenali senjata tersebut ciri khas Klan Yukimoto atau senjata rahasia umum para Ninja.” Jawab Yasin.


“Iya Yah, Sidiq jadi khawatir sama Nisa, Bunda dan yang di rumah yah.” Ucap Sidiq.


“Nisa biar diawasi Jafar, rencana ayah juga akan undang Wisnu sebagai teman ayah yang laki laki di rumah. Biar bisa jagain bunda kamu dan lainnya. Sekarang kamu siap siap untuk latihan, ayah gak bisa lama lama kasihan yang di rumah nanti.” Ucap Yasin.


“Iya Yah, biar nanti Sidiq bantu untuk melanjutkan latihan, kalau ayah buru buru mau pulang.” Jawab Sidiq.


Kemudian Yasin pun segera menuju ke tempat Latihan, memberikan tambahan jurus Suci Hijaiyah kepada santri Al-Hikmah. Setelah memberi contoh beberapa jurus kemudian dilanjutkan Sidiq dan diawasi Yasin juga.


Dan Setelah dirasa Sidiq cukup mumpuni dalam member contoh maka Yasin pun segera pamit pada kyai Nurudin guru Sidiq.


“Hati hati kang, jaga anak istri kamu jangan sampai lengah. Bagaimana perkembangan Utari anakku disana ?” Tanya Kyai Nurudin.


“Alhamdulillah kang, perkembangan Utari cukup Pesat baik dalam berakhlak maupun dalam olah kanuragan. Utari lebih bisa mandir sekarang, kang Nur gak usah khawatir.” Ucap Yasin.


“Alhamdulillah kalau begitu, yang penting dia bisa mandiri dan keinginan dia belajar kanuragan juga bisa terlaksana. Entah mau sampai mana nanti.” Ucap Kyai Nurudin.


“Kita ikuti saja kemauan anak anak kang selama bukan hal yang negatif. Anakku Nisa juga sama, getol banget latihan Kanuragan padahal dilarang sama bundanya.” Jawab Yasin.


“Nisa kan memang keturunan darah Pendekar kang, dari jalur ibunya maupun ayahnya.” Jawab Kyai Nurudin.

__ADS_1


“Memang sih, Yuyut Istriku juga pendekar seangkatan kedua kakekku. Bahkan diantara mereka pernah ada kisah cinta segi tiga. Meski tidak bisa saling memiliki, dan akhirnya aku dan istriku yang digariskan melanjutkan kisah cinta mereka kang.” Jawab Yasin sambil senyum.


“Hahaha… gak usah curhat kang, aku tahu kalau kamu dulu dinikahkan tanpa cinta pada saat kamu dan istrimu sudah ada pilihan masing masing. Tapi kan Abah Thoha memang bijak kang, buktinya kamu sampai sekarang malah selalu akur kan ?” Jawab Kyai Nurudin.


“Sudahlah kang Aku permisi dulu, gak habis kalau cerita begituan terus, Assalaamu’alaikum…!” ucap Yasin sambil melangkah menuju ke parkiran motornya.


“Wa’alaikummussalaam…!” jawab Kyai Nurudin masih sambil tersenyum.


…..


Sementara itu di rumah Yasin Isna dan Utari sedang berlatih berdua sementara Fatimah mengajar ngaji anak anak kecil.


Fatimah yang baru mengajar ngaji tiba tiba mendengar pintu diketuk dan ucapan Salam.


Tok tok tok…


Suara pintu diketuk.


“Assalaamu ‘alaikum…!” Suara salam dari luar pintu.


“Wa’alalikummussalaam…!” Jawab Fatimah.


“Kalian ngaji sendiri dulu, ulangi lagi yang tadi sampai selesai. Umi ada tamu mau bukain pintu dulu ya.” Ucap Fatimah pada anak anak yang mengaji.


Kemudian Fatimah membukakan pintu kepada tamu yang baru datang tersebut.


Dan Fatimah terkejut ketika tahu yang  datang adalah Sena, meski tidak bersama Nurul Istrinya.


“Alhamdulillah…. Dik Sena kamu datang kemari juga, kok gak sama dik Nurul ?” tanya Fatimah.


“Iya mbakyu, tadi mas Yasin kasih kabar kebetulan aku dalam perjalanan tidak jauh dari sini. Dari pada hanya balas Chat Sena pikir lebih baik Sena mampir saja ke sini.” Jawab Sena.


“Owh begitu, yuk masuk dulu mau minum kopi apa teh, tapi Fatimah tinggal ngajar ngaji dulu ya. Lagi tanggung nih, mas Yasin sebentar lagi juga sampai rumah.” Ucap Fatimah.


“Memang mas Yasin kemana mbakyu ?” Tanya Sena.


Namun sebelum Fatimah menjawab sena sudah berteriak.


“Awas mbakyu…!” teriak Sena melihat kelebatan benda asing meluncur ke  arah Fatimah.


Namun Fatimah yang masih menggunakan Mukena jadi tidak bisa bergerak menghindari benda asing tersebut. Sehingga membuat Sena Panik sesaat, dan akhirnya Sena menahan benda tersebut dengan telapak tangannya sendiri demi menyelamatkan Fatimah.


“Akh…!” teriak Sena telapak tangannya tertancap sebuah senjata Rahasia berbentuk segitiga kecil.


Fatimah yang mau menolong Sena malah diperintahkan minggir oleh Sena.


“Mbakyu masuk saja, bahaya disini lindungi anak anak saja.” Ucap Sena sambil menendang pintu agar tertutup.


“Aduh Isna dan Utari dalam bahaya di belakang rumah…!” Teriak Fatimah.


Sena bingung siapa Isna dan Utari yang dimaksud Fatimah tersebut...???


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


 


__ADS_2