Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Ilmu Hisab dan klenik 2


__ADS_3

Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


...Ilmu Hisab dan klenik 2...


"Kenapa kamu kembali ke sini lagi Yasin?” sebuah Suara mengejutkan Yasin.


Ternyata itu adalah Abah Thoha, Abah gurunya Yasin yang sudah Almarhum. Yasin pun terkejut, dan segera mendekati Abah Gurunya tersebut.


“Maaf Bah, saya hanya merepotkan Abah saja. Sowan saat membutuhkan,” jawab Yasin sambil mencium tangan Abah gurunya. Aroma khas parfum Abah guru Thoha masih melekat kuat di ingatan Yasin.


“Mau apa kamu panggil panggil Abah, dengan kirim Fatihah?” tanya Abah Guru Thoha.


“Iya Bah, tadi saya mengajari keponakan dan adik sepupu tentang perbedaan ilmu Hisab dan Ilmu Klenik,” jawab Yasin.


“Yo apik to, lanjutkan saja. Agar mereka tahu mana yang boleh mana yang tidak boleh,” kata Abah Guru Thoha.


“Maksud saya, mau konsultasi dengan Abah. Barangkali masih ada kesalahan dalam penyampaian saya,” kata Yasin.


“Ora, uwis bener kok. Kalau salah Abah nanti yang akan menegur kamu,” jawab Abah Guru Thoha.


“Tapi saya kan takut kalau salah Bah?” kata Yasin.


“Memangnya kamu Rasulullah apa, tidak bisa salah. Namanya manusia ya pasti punya salah,” kata Abah Thoha.


“Bukan Bah, maksud saya biar hati hati saja,” jawab Yasin.


“Apa yang kamu sampaikan sudah benar. Abah kasih contoh yang simple. Ilmu Hisab atau perhitungan, kalau orang jawa bilang petung. Itu seperti pedagang yang mengamati hari dan pasaran apa dagangannya laku,” jawab Abah guru Thoha terjeda. Kemudian dilanjut lagi.


“Pedangan pasti tahu, kapan atau dimana, sampai jam berapa jualan dia ramai. Sehingga akan mempersiapkan dagangan sebelum jam ramai tersebut. Dan itu tidak salah, karena manusia dianugerahi akal juga harus dipakai,” jawab Abha Thoha.


“Kemudian yang termasuk Klenik itu yang bagaimana Bah? Biar saya tidak salah dalam memberi penjelasan,” tanya Yasin.


“Kamu harus tahu dulu, apa itu arti Klenik. Klenik itu artinya sesuatu yang mengandung sebuah rahasia, atau sesuatu yang diluar jangkauan akal manusia,” jawab Abah Thoha.


“Tapi Bah, Klenik yang berkembang itu dinisbatkan pada sebuah praktek perdukunan,” kata Yasin.


“Itu karena kata Klenik sudah menjadi sebuah Istilah. Yaitu istilah yang berkonotasi negatif,” jawab Abah Thoha.


“Jadi bagaimana Bah?” tanya lanjut Yasin.


“Jika yang dimaksud Klenik itu adalah istilah untuk pelaku kesesatan, ATau meka yang bersekutu dengan Jin. Maka jelas Hukumnya adalah Haram karena itu sesat,” jawab Abah Thoha.


Kemudian Abah guru Thoha pun memberikan penggambaran sesuatu yang disebut ‘Klenik’ yang masuk kategori Sesat. Diantaranya adalah menganggap sesuatu itu mempunyai kekuatan, sehingga menganggap ada kekuatan selain dari Allah Swt. Menggantungkan Nasib kepada benda dan puncaknya adalah menyembah kepada selain Allah Swt.


“Jadi sekedar memakai ilmu titen sebagai acuan dalam melangkah tidak apa apa ya Bah?” kata Yasin.


“Kalau itu sudah aku jelaskan di awal, yang jelas saat ini Abah tahu, kalau hatimu kini sudah lumayan mapan. Nafsu Amarah dan Lawamah sudah cukup bisa kamu kendalikan,” kata Abah guru Thoha.


“Kaemudian bagaimana Bah?’ tanya Yasin.


“Ketika hati sudah bersih, maka akan mudah menerima Nur atau petunjuk Allah. Beda dengan hati yang kotor, hatinya terhalang oleh Hijab dari sifat iri  dan dengkinya. Kemudian menyalahkan menilai orang berdasarkan perasaan dengkinya tersebut.  itulah yang menjadi Hijab atau penghalang Nur masuk kedalam hati,” jawab Abah Guru Thoha.


“Iya Bah,” jawab Yasin.


“Sudah, kamu pulang sana. Lanjutkan terus perjuanganmu, jangan berhenti sampai ajal menjemput,” kata kata penutup Abah guru Thoha.


Yasin pun segera mencium tangan Abah Thoha, dan segera pamit meninggalkan tempat itu.


…..


“Mas bangun, udah hampir Subuh,” ucapan Fatimah membangunkan Yasin. Yasin terkejut dibangunkan Fatimah. Yasn sepet baru saja bertemu dengan Gurunya, tahu tahu saat bangung sudah  dis amping istrinya.

__ADS_1


“Astaghfirullah…jam berapa ini Fat?” tanya Yasin pada Fatimah.


“Udah hampir subuh, udah terdengar Tarhim dari masjid,” jawab Fatimah.


Yasin pun segera beranjak bangu untuk persiapan sholat Subuh.


…..


…..


…..


Flahback saat malam hari


Di tempat Ki Ajar Panggiring dan dua bersaudara murid Ki Munding Suro, mereka sedang melakukan sebuah ritual pemanggilan guru guru mereka. Sebuah ritual untuk pemanggilan pun dilakukan. Tahap pertama, Ki Ajar Panggiring memanggil Ki Joyo Maruto gurunya sendiri. Berkali kali Ki Ajar panggiring menaburkan kemenyan pada anglo yang dihadapannya.


Mulutnya pun komat kamit membaca Mantra mantra untuk memanggil Ki Joyo Maruto. Sampai suatu ketika terasa angin berhebus kencang, disertai juga gemerisik dedaunan yang tertiup angin.


“Ada apa Ajar Panggiring, kamu memanggil aku?” sebuah suara terdengar, kemudian muncul sosok yang menyerupai Ki Joyo Maruto. Ki Ajar Panggiring, mengira itu adalah Ki Joyo Maruto yang sudah berbadan halus.


“Ampun guru, Murid kembali membangunkan tidur guru. Murid ingin memperoleh kembali, semua kesaktian yang dahulu guru berikan,” kata Ki Ajar Panggiring.


Gagak Seta dan Jaladara hanya berdiam saja, melihat sosok yang datang menemui Ki Ajar Panggiring.


“Kenapa kamu bawa dua anak muda segala?” tanya sosok tersebut.


“Mereka sama seperti saya guru, ingin balas dendam kepada Yasin,” jawab Ajar Panggiring.


“Yasin sudah tidak ada kekuatan lagi sekarang, yang berbahaya adalah kedua anaknya,” jawab sosok Ki Joyo Maruto.


“Dia sudah kehilangan hampir separuh kekuatan kanuragannya. Dengan Ilmu Panggiring Sukma kamu bisa kalahkan dia sekarang,” kata sosok Ki Joyo Maruto.


“Benarkahbegitu guru?” tanya Ki Ajar Panggiring.


“Lakukanlah, awali dengan mengirim khodam pengintai. Lihat seisi rumahnya, cari yang paling Lemah. Kemudian perintahkan dia untuk membunuh Yasin, dengan Ilmu Panggiring Sukma,” ucap sosok tersebut.


Sesaat kemudian sosok itu lenyap, Ki Ajar Panggiring pun segera mempersiapkan untuk mengirim khodam ke rumah Yasin. Sesuai dengan perintah sosok yang dia temui. Ki Ajar Panggiring mengirim Khodam untuk mencari sosok terlemah dahulu.


“Malam ini, aku selesaikan dulu tugasku, besok gantian aku akan panggil guru kalian,” kata Ki Ajar Panggiring.


Gagak Seta dan Jaladara hanya menurut saja dengan perintah Ki Ajar Panggiring.


“Baik Ki, selesaikan dahulu tugasmu. Kami akan bantu, dan kita punya tujuan yang sama,” jawab Gagak Seta.


“Iya Ki, kami juga tidak buru buru, biar tugas Aki selesai dahulu,” sahut Jaladara.


Ki Ajar panggiring pun segera melakukan ritual khusus, kemudian datang puluhan mahluk Astral yang mendatangi Ki Ajar Panggiring. Ki Ajar panggiring pun, menyuruh para Khodam itu untuk mengintia rumah Yasin.


Hingga terjadilah kehebohan di rumah Yasin. Namun tak berapa lama para Khodam itu pun sudah kembali lagi ke hadapan Ki Ajar Panggiring.


“Bagaimana, hasil pengamatan kalian?” tanya Ki Ajar Panggiring.


“Ada dua Wanita, yang bisa dikendalikan. Yang satu muda dan ada kanuragan tinggi, yang satu setengah tua dan lemah.” Ucap Pimpinan Khodam yang dikirim Ki Ajar Panggiring.


Yang dimaksud adalah Farayaka dan Sufi, wanita yang bisa mereka kendalikan.  


“Besok dua duanya saja, kita perintahkan untuk membunuh Yasin,” ucap Ki Ajar Panggiring.


“Tapi harus ada mahar, atau salah satunya panggil kemari dahulu,” ucap pimpinan Khodam tersebut.


“Siapa yang akan kita panggil?” tanya Ajar Panggiring.


“Yang Muda, yang tidak ada pengawas khusus. Kalau yang setengah tua ada suami yang punya Mantra mantra juga,” jawab Pimpinan Khodam.


“Baiklah, besok menjelang matahari terbenam kita panggil wanita muda tersebut. Agar bisa kita cuci otak disini,” jawab Ki Ajar Panggiring.


Semua khodam  pun lantas pergi meninggalkan Ki Ajar Panggiring. Ki Ajar panggiring dan kedua bersaudara itu pun lantas beristirahat untuk persiapan malam  berikutnya.


Flasback off

__ADS_1


…..


…..


…..


Sementara di rumah Yasin, Isna da Utari yang diminta mnemani Farayaka merasa ada hal yang aneh pada diri Farayaka. Semenjak pulang Sekolah Isna dan Utari melihat ada perubahan pada diri Farayaka.


“Non, kamu kenapa gelisah begitu?” tanya Isna.


Isna yang sebenarnya merasa sedikit cemburu pada Farayaka tetap berusaha baik, demi menjalankan perintah Yasin.


“Aku tidak tahu, kaya ada manusia ajakin aku jalan ke suatu lokasi. Tapi gak tahu kemana?” jawab Farayaka dengan sedikit gugup dan terbata bata.


Isana dan Utari saling berpandangan, mereka melihat ada keanehan dalam diri Farayaka.


“Cepat kasih tahu Abi Yasin saja,” ucap Utari.


Isna pun kemudian mencar Yasin untuk melaporkan kondisi Farayaka. Sementara Utari menemani Farayaka.


“Kamu jangan kemana mana, biar Abi Yasin dipanggil Isna,” ucap Utari.


Namun Farayaka justru makin kehilangan kesadaran, bahkan memandang Utari dengan tatapan bermusuhan.


“Kamu pergi, sekarang…!” ucap Farayaka setengah berteriak.


Utari semakin khawatir dengan Farayaka, ada rasa ngeri juga melihat Farayaka menjadi seperti itu.


“Salah saya apa Nona?” ucap Utari.


Farayaka hanya diam, menatap tajam wajah Utari. Membuat Utari mundur ketakutan.


“Kenapa jadi begini, kemarin tidak seperti ini,” ucap Utari dalam hati.


Utari menjadi semakin Kaget ketika Farayaka mengambil sebuah pedang dan beberapa senjata lain. Kemudian hendak pergi meninggalkan rumah Yasin. Utari pun tak kuasa menahan kepergian Farayaka yang diluar kendalinya.


Farayaka melangkah keluar rumah, berjalan kaki menuju ke sebuah tempat yang diharapkan oleh Ki Ajar Panggiring.


“Mana Farayaka?” tanya Isna yang tiba tiba muncul bersama Yasin.


“Di…Dia kabur, membawa pedang dan senjata,” ucap Utari ketakutan.


“Celaka, ternyata benar Ki Ajar Panggiring mulai beraksi lagi,” kata Yasin dalam hati.


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...



 


Cerita Roman Asik



Dua Novel Roman rekomendasi


🙏🙏🙏


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2