
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Pertempuran di markas Ki Munding Suro...
Setelah siap mereka pun segera berangkat menuju ke tempat Ki Munding Suro akan melakukan acara Pancamakarapuja.
“Kamu yakin Yasin bisa ikut, gak ada jadwal Bekam sama Tabib Ali ?” Tanya Tohari.
“Yakin kang, jadwal Bekamnya besok.” Jawab Yasin.
“Yasudah, kalau begitu kita siap berangkat, kayaknya semua peralatan juga sudah siap.” Kata Tohari.
“Belum Kang, nanti kita mampir beli bahan peledak dan obat nyamuk bakar.” Jawab Yasin.
“Obat Nyamuk bakar ? Memang disana mau tidur pakai obat nyamuk bakar segala… ?” Tanya Tohari gak paham maksud Yasin.
“Udah pokoknya beli saja nanti Kang Tohari akan tahu gunanya apa ?” Jawab Yasin.
Akhirnya mereka pun berangkat, dan berhenti mencari Mushola saat terdengar kumandang Adzan Maghrib. Mereka menyempatkan untuk ikut berjamaah maghrib terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan untuk menyerang markas Ki Munding Suro.
Usai Sholat maghrib Yasin meminta membeli perbekalan minum dan sekaligus untuk beli Potasium, karbon dan bahan bahan lain untuk membuat peledak. Tak Lupa juga obat nyamuk bakar yang akan dijadikan timer peledak tersebut.
Perjalanan mereka harus disambung dengan jalan kaki karena tidak ada akses jalan untuk kendaraan roda empat yang bisa sampai ke Lokasi.
“Apakah Masih jauh tempatnya Yasin ?” Tanya Tohari.
“Lumayan masih setengah jam perjalanan dengan jalan kaki.” Jawab Yasin sambil membuka tutup botol Air mineral ukuran kecil.
“Kamu kenapa beli air mineral kecil kecil begitu, gak sekalian yang besar saja.” Tanya Tohari.
Yasin hanya tersenyum, dan ketika Tohari selesai minum dengan sekali tenggak akan membuang botolnya. Maka Yasin melarangnya.
“Jangan dibuang botolnya nanti ada gunanya.” Kata Yasin.
“Buat apa sih, kenapa juga beli minuman doping kayak gitu. Kalau memang belum sehat mending tadi gak usah ikut.” Ucap Tohari.
“Kang Tohari kayak gak ngerti Mas Yasin saja. Paling dia lagi merencanakan sesuatu.” Sahut Sena.
“Terserah kamu lah Yasin, aku gak ngerti jalan pikiran kamu.” Sahut Tohari.
“Iya…tenang saja yang penting kan maksud kita tercapai.” Jawab Yasin sambil terus berjalan melangkah maju menuju ke arah markas Ki Munding Suro.
“Bener ke arah ini kan Sidiq ?” Tanya Yasin pada Sidiq.
“Iya bener yah, sebentar Yah Sidiq ambil sesuatu dulu.” Kata Sidiq mengambil pohon Lateng dan mencari ulat bulu atau rumahnya untuk membuat sebuah kejutan di dalam pertarungan nanti.
“Mas, ditambah ramuan lagi biar lebih mengena nanti.” Ucap Jafar sambil menyerahkan duri duri kecil kepada Sidiq. Tohari dan Sena hanya diam melihat apa yang dilakukan Sidiq dan Jafar. Mereka belum paham apa yang direncanakan anak anak Yasin tersebut. sedangkan Yasin sudah sedikit mengerti apa yang direncanakan anak anaknya tersebut. “benar benar menurun dari sifatku anak anak ini.” Kata Yasin dalam hati sambil tersenyum.
“Sudah jangan kelamaan, takutnya kita nanti terlambat sampai kesana.” Kata Yasin.
“Iya yah, udah beres kok semuanya.” Jawab Sidiq.
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan perjalanan kembali. Sementara Sidiq dan Jafar malah kelihatan Gembira seperti mendapatkan mainan baru. Sedangkan Yasin,Sena dan Tohari merasa agak tegang karena akan menghadapi musuh yang tidak sembarangan.
Perjalanan semakin dekat dengan markas Ki Munding Suro. Yasin menghentikan langkah mereka dan berniat untuk mengintip sampai dimana persiapan musuh yang akan melakukan acara Pancamakarapuja.
“Kita berhenti sebentar, kita lihat sampai dimana persiapan mereka. Dan bagaimana rencana yang akan kita terapkan.” Ucap Yasin.
“Lalu apa rencana kita sekarang ?” Tanya Tohari.
“Tampaknya mereka sedang mempersiapkan untuk persembahan tumbal darah gadis Suci. Kita harus gerak cepat untuk menghentikan upacara bengis tersebut.” Kata Yasin.
“Bagaimana caranya ?” Tanya Tohari.
“Sidiq… kamu masih ingat cara pasang peledak dulu ?” Tanya Yasin pada Sidiq.
“Masih Yah, yang dengan obat nyamuk bakar itu kan ?” Jawab Sidiq.
“Iya…tapi kali ini waktunya harus lebih cepat saat ledakan pertama dan kedua tidak boleh lebih dari dua menit.” Kata Yasin.
“Cepat sekali Yah ?” Tanya Sidiq.
“Iya karena mereka akan segera melakukan proses penyembelihan Gadis Suci yang belum masuk masa Haid.Jangan sampai mereka sudah melakukan itu.” Jawab Yasin.
“Setelah itu apa ?” Tanya Tohari.
“Sebentar aku jelaskan dulu, pertama Sidiq yang akan masuk dan memasang peledak di sisi timur markas. Sementara Jafar menyerbu ke tempat yang akan dijadikan penyembelihan Gadis itu. Harus cepat Jafar, gunakan Tatar Bayu jika perlu. Kamu cari dan langsung kamu bawa kabur, nanti Ayah yang akan melindungimu.” Kata Yasin.
“Tidak Yah…Ayah gak boleh ikut masuk dulu biar Jafar saja sendirian kesana.” Jawab Jafar.
“Iya Mas, lebih baik Mas Yasin atur strateginya saja. Biar kami yang melaksanakan.” Ucap Sena.
Yasin sebenarnya masih belum tega melepaskan kedua anaknya tersebut. bagaimanapun seorang ayah gak akan tega anaknya dalam bahaya sementara dia sendiri tidak berbuat apapun.
“Terus bagaimana lagi Yasin, apa tugas untukku dan Sena ?” Tanya Tohari.
“Terus bagaimana dengan Jafar kalau hanya sendirian ?” Tanya Sena.
“Makanya aku tetap akan mengawasi dari jauh. Untuk melindungi Jafar.” Ucap Yasin.
“Tidak Ayah… Ayah tetap tidak boleh terjun dulu. Biar Sidiq sama Wak Tohari atau paman Sena saja salah satu mendampingi Jafar. Ayah disini saja, jaga jaga kalau Jafar bawa Gadis itu.” Jawab Sidiq.
Yasin pun tak bisa membantah keinginan anak anaknya, karena memang yasin sendiri merasa fisiknya juga masih lemah.
“Baiklah kalau begitu Kang Tohari bersama Sidiq dan Sena mengawasi Jafar. Nanti setelah Sidiq meledakan tempat baru kang Tohari menyusul. Dan ledakan kedua Sidiq ledakan di arca Persembahan, agar mereka kebingungan. Kemudian cari dan selamatkan para wanita tawanan yang ada.” Kata Yasin.
“Bagaimana menyelamatkan mereka kan harus melalui banyak musuh ?” Kata Tohari.
Nanti salah satu bikin kekacauan dengan bom molotov, bawa korek kan untuk menyalakan sumbu ?” Kata Yasin.
Semua rencana sudah dijabarkan oleh Yasin, dan Sidiq Pun mendahului berangkat untuk memasang peledak pertama dan kedua. Setelah ledakan Pertama dan Sidiq dikejar saat itulah Tohari datang membantu Sidiq. Dan akan disusul ledakan kedua, kemudian Jafar dan Sena yang akan membebaskan gadis kecil calon tumbal.
Setelah itu barulah mereka memikirkan bagaimana caranya membawa kabur wanita wanita tersebut.
….
Sementara di dalam markas Ki Munding Suro sedang mengadakan jamasan Pusaka Keris dan lainya. Sementara Ki Marto menyiapkan Arak untuk acara Mada ( Minum sampai teler ). Sedangkan Jalu dan Gede Paneluh menjaga calon tumbal Gadis Suci di tempat yang akan digunakan untuk menyembelih gadis kecil tersebut. Sedangkan ketiga Murid lama Ki Munding Suro berpatroli untuk mengamankan keadaaan.
“Gagak Seta, Jaladara…kalian harus berjalan ke arah berlawanan. Gagak Seta ke timur dan Jaladara ke barat. Aku sendir akan keliling tempat ini agar tidak ada yang masuk ke tempat kita ini.” Ucap Wiratmojo.
“Siap Kakang, aku akan berjalan ke timur.” Jawab Gagak Seta.
__ADS_1
“Dan aku ke barat, nanti kita kembali bertemu di tempat ini lagi.” Sahut Jaladara.
“Bagus…tetap harus waspada bukan tidak mungkin Yasin akan sampai ke tempat ini juga malam ini.” Kata Wiratmojo.
Belum selesai mereka berbicara dan belum sempat berpisah dalam Patroli. Mereka dikejutkan dengan suara ledakan yang besar dan mampu membakar bangunan Sisi timur. Mereka pun berhamburan untuk melihat dan memadamkan api.
Belum lagi mereka sampai ke lokasi terdengar lagi ledakan kedua di tempat arca pemujaan. Maka konsentrasi mereka jadi terpecah dan kehilangan komando. Semua panik dengan ledakan yang terjadi tersebut. Anak buah Ki Marto pontang panting kebingungan.
Yasin lihat reaksi anak buah Ki Marto yang pontang panting tersebut jadi tersenyum. “Ternyata tidak sesulit ketika menghancurkan markas Yukimoto.” Kata Yasin dalam hati.
…..
Tohari sudah berhasil menyusu Sidiq, dan mengajak Sidiq mencari penjara wanita wanita calon budak s*x dalam acara Pancamakarapuja.
“Ayo cepat Sidiq kita harus cepat menemukan penjara wanita tersebut.” Kata Tohari sambil menggandeng tangan Sidiq.
Sidiq pun mengikuti kemana Tohari melangkah, dan tak lama kemudian Tohari berhasil menemukan penjara wanita tersebut. Kemudian Tohari segera membobol Pintu penjara kayu tersebut.
“Cepat kalian keluar ikuti kami, jangan sampai jauh dari kami.” Teriak Tohari.
Sementar api yang membakar markas itu semakin menjalar dan menyala terang dengan kepulan asap dan bias warna merah apai menjadikan tempat tersebut jadi terang. Namun akibatnya kehadiran Sidiq dan Tohari pun jadi ketahuan dan segera didatangi oleh Ki Bujang dan Kala Srenggi.
Sementara Jafar masih agak kesulitan membebaskan gadis kecil calon tumbal.
“Paman…apakah Paman bisa melemparkan benda ini ke arah orang orang yang mengepung ke Gadis itu ?” Tanya Jafar pada Sena.
Kemudian Sena menerima bola bola kecil senjata Ninja yang biasa digunakan jika hendak Kabur. Dan Sena pun segera bersiap melempar bola bola kecil tersebut.
Jafar pun segera menyusup masuk dan mau melepas ikatan pada Gadis Kecil tersebut. dengan dilambari Tatar Bayu Jafar dapat dengan cepat mendekati Gadis kecil tersebut. tepat saat Sena berhasil melemparkan bola pertama yang mengeluarkan asap kekuningan.
Dan dengan Cepat Jafar membawa Gadis itu pada ayahnya, dan menyerahkan gadis kecil itu ke ayahnya.
“Ini Yah calon korban yang harus diselamatkan, Jafar bantu Paman Sena sekarang.” Kata Jafar langsung lenyap dari pandangan Yasi,
Dan tahu tahu Jafar sudah berada di samping Sena yang sedang dihadang oleh Jalu dan Gede Paneluh,
“Hah Bocah ini lagi…!” Ucap Jalu yang menyepelekan Jafar.
Dan Jafar tak mau berlama lama karena berniat akan membantu Sidiq yang melawan musuh dalam jumlah yang jauh lebih banyak. Jafar segera bergerak cepat menotok Jalu dan Gede Paneluh.
“Ayo Paman kita Susul mas Sidiq dan Wak Tohari…!” kata Jafar mengajak Sena.
“Tidak usah buru buru Bocah, saudaramu sudah jadi abu terkena Ilmu karang milikku.” Ucap Ki Munding Suro yang tiba tiba datang menghadang Jafar dan Sena.
“Tidak mungkin itu terjadi kalian hanya pembual saja.” Jawab Jafar.
“Kamu boleh tidak percaya, tapi kamu lihat ini apakah ini baju saudaramu atau bukan ?” Kata Ki Munding Suro sambil melemparkan baju Sidiq.
Jafar melihat Baju Sidiq ada di tangan Ki Munding Suru jadi merasa Khawatir. “apakah Mas Sidiq benar benar dikalahkan oleh orang tua ini…???” kata Jafar dalam hati yang menjadi bimbang dan gelisah…!!!
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...
Â