Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Jafar dikeroyok Jaka dan Bayu Dengan aji Welut Putih


__ADS_3

...Jafar dikeroyok Jaka dan Bayu...


...Dengan aji Welut Putih...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


Aku dan Fatimah takjub dengan Lusy, dan semangat untuk mengajak Lusy kembali ke jalan Allah...!?!


"Luar biasa Lusy masih ingat ayat ayat Al-Quran yang berisi doa doa. Aku gak nyangka lo Lusy...!" Kata Fatimah memberi semangat kepada Lusy.


"Alhamdulillah,,, pada dasarnya kamu orang baik sehingga Allah menuntun kamu kembali ke Jalan- Nya." ucapku pada Lusy.


"Tapi Lusy saat ini sudah kotor, jangankan Sholat atau mengaji. Tiap hari Lusy bersanding dengan minuman keras dan berganti ganti lelaki. Hampir tiap malam Lusy berzina bahkan tidak hanya dengan satu laki laki. Terkadang dengan banyak laki laki. Baik bersama maupun bergantian. Dengan apa Lusy harus menebus dosa pak?" Tanya Lusy.


Kali ini tangisan penyesalan Lusy aku lihat sangat tulus. Sampai berani bicara jujur tentang semua tindakan buruknya. Aku memberi kode pada Fatimah untuk memeluk Lusy agar semangat hidupnya tumbuh kembali.


"Kamu kira aku ini orang baik baik Lusy, aku juga punya masa lalu yang buruk. Sampai akhirnya aku dinikahkan dengan istriku yang setia mendampingi aku dalam suka dan duka." kataku.


"Iya Lusy tahu, maaf kemarin berlaku gak sopan bu pada suami ibu." ucap Lusy terisak.


"Sudahlah,,, lupakan saja. Pentingnya saling percaya suami istri begitu. Aku percaya suamiku begitu juga sebaliknya." Kata Fatimah membuat Lusy justru makin menangis. Tapi kali ini adalah tangisan harus sebagai sesama wanita.


"Ibu juga beruntung punya suami seperti bapak yang setia." Ucap Lusy setelah agak reda tangisan nya.


"Semua itu atas kehendak Allah, bukan karena suamiku orang baik. Tapi suamiku dulunya tak beda jauh dengan kamu Lusy." kata Fatimah bukan bermaksud membuka aib suaminya. Tapi sekedar memberi support ke Lusy.


"Maksud ibu?" Tanya Lusy.


Fatimah justru bingung merasa keceplosan.


"Udah cerita saja gak papa, aku tidak keberatan jika demi untuk kebaikan." kataku tersenyum pada Fatimah.


Kemudian Fatimah menceritakan masa laluku. Awalnya agak ragu, namun aku memberi isyarat jika tidak keberatan. Akhirnya Fatimah pun menceritakan semua masa laluku yang kelam. Hingga punya anak di luar nikah. Dan Fatimah baru tahu saat sudah menikah dan hamil anak pertama.


"Maafkan Fatimah ya mas, membuka aib suami sendiri." Ucap Fatimah.


"Selama tujuan kamu untuk kebaikan tidak masalah. Aku tidak keberatan, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama. Yang tidak boleh cerita keburukan dengan maksud menjelekkan orang. Atau bagi pelaku cerita dengan kebanggaan, itu bisa menutup ampunan Allah. Jika tidak perlu janganlah kamu cerita meski itu keburukan mu sendiri." Kataku pada Fatimah dan Lusy.


"Jadi Lusy salah pak cerita begitu tadi?" Tanya Lusy.


"Kalau niat kamu sekedar mengakui kesalahan dan berniat taubat makan tidak salah. Tentu kamu kemarin juga sering cerita keburukan kamu pada teman teman kamu dengan bangga kan? Nah yang begitu yang tidak boleh." Jawabku pada Lusy.


"Iya Pak, dulu memang setiap ada yang berhasil memikat suami orang selalu cerita dengan bangga. Karena merasa sukses menyakiti orang lain." Jawab Lusy sedih.


"Sudah gak papa aku pun dulu begitu. Bangga bila sudah melakukan maksiat. Bisa mukulin orang, membuat orang jadi suka minum khamar dan kejahatan lain." ucapku pada Lusy.


"Pak dan ibu, bolehkah saya ikut tinggal di rumah ini. Demi Allah, kali ini murni keinginan saya untuk bertaubat. Dijadikan pembantu pun saya rela, asal bisa ikut tinggal di rumah ini. Karena saya belum siap tinggal di luar sana, pastinya godaan akan selalu datang." Ucap Lusy sambil menangis bahkan sampai bersimpuh di depan istriku.

__ADS_1


"Aku keberatan jika kamu mau jadi pembantu. Tapi kalau kamu mau jadi anggota keluarga ini aku bersedia." Jawab Fatimah.


Sungguh jawaban yang membuat hatiku semakin adem. Sebagai suaminya aku pantas merasa bangga punya istri seperti Fatimah. Sekuat tenaga aku menahan air mataku agar tidak menetes.


Percakapan Fatimah dan Lusy mampu membuat hatiku tersentuh. Lusy yang baru hitungan hari mau menjebak aku dengan Syahwatnya. Saat ini justru mau bertaubat.


Benar kata Fatimah istriku, bukan karena aku orang baik. Tapi semua atas kehendak Allah, jika bukan karena kehendak Nya mustahil secepat itu Lusy bisa sadar.


Aku hanya bisa bersyukur, bisa menjadi 'wasilah' (perantara) Lusy sadar. Seratus persen aku yakin Lusy sadar karena Hidayah Allah SWT semata. Aku manusia biasa bisa apa, tanpa pertolongan Allah SWT.


Singkat cerita, Lusy diangkat saudara oleh Fatimah istriku. Dan karena usianya tidak terpaut terlalu jauh. Lusy dianggap adik, dan panggil Fatimah mbak dan panggil aku kakak. Dan Isna serta Utari panggil dia Bibi. Nama panggilan nya pun diganti Sufi bukan Lusy lagi. Sekedar untuk melupakan masa lalunya sebagai seorang Lusy. Kini ibarat lahir kembali dengan nama Sufi.


....


.....


.....


Author POV


Jafar sedang bersiap pulang sekolah.


"Jafar kamu mau langsung pulang atau mampir belanja kebutuhan nDalem di pasar dulu." Tanya Vina.


"Ke Pasar dulu, beli kebutuhan dapur, makanya bawa motor Ning Nia." Jawab Jafar.


"Vina boleh bareng ke pasar gak, Vina mau sekalian belanja juga soalnya. Daripada nanti sampai Pesantren harus balik lagi." Kata Vina.


"Boleh sih, tapi aku agak lama dan Vina gak takut jadi gunjingan nanti?!?" Tanya Jafar.


"Iya sih asal gak seringkali Jafar kira gak papa." Jawab Jafar.


"Langganan ojek kali sering kali." ucap Vina.


"Ya sudah ayuk jalan sekarang..!" Ajak Jafar.


Vina pun bonceng Jafar dengan malu malu. maklum sesama Santri bonceng pun jaga jarak dengan tas sekolah dijadikan Hijab antara keduanya.


Sesampainya di pasar, Vina dan Jafar berpisah dan janji ketemuan di tempat parkir siapa yang lebih dulu nyampai menunggu.


Vina yang hanya belanja sekedar nya selesai lebih dahulu dan menunggu Jafar di tempat Jafar memarkir motor nya.


Vina sempat jadi pusat perhatian beberapa petugas parkir. Tapi setelah duduk di motor yang biasa dipakai Jafar semua jadi pada gak berani gangguin. Motor Nia alias Isna yang sering dipakai Jafar sudah dikenali. Sebagai anak Santri Al-Huda yang cukup terkenal dan disegani.


Tak berapa lama kemudian Jafar datang membawa banyak belanjaan. Vina yang lihat Jafar membawa banyak belanjaan kemudian membantu membawa belanjaan Jafar.


Setelah menata barang bawaan di motor Jafar akan membayar ongkos parkir. Tapi di tolak oleh petugas parkir.


"Gak usah mas, do'akan saja rejeki saya lancar." ucap petugasnya parkir tersebut.


"Jangan gitu mas, gak baik nolak rejeki, malah jadi gak lancar rejeki nya nanti." Jawab Jafar memasukkan uang ke kantong petugas parkir.


Kemudian Jafar pun buru buru pulang ke pesantren bersama Vina.


."Kalau belanja banyak gini sendiri gak repot kamu Jafar?" Tanya Vina.

__ADS_1


"Gak biasa saja." Jawab Jafar Singkat.


Vina hanya senyum saja, "kakunya Jafar belum berubah tapi kok Vina malah makin suka aja ya sama Jafar." kata Vina dalam hati.


Sementara Jafar agak terburu buru bawa motor karena masih ada acara lain.


Namun di tengah jalan yang sepi Jafar kembali dapat masalah. Jika kemarin di hadang Jalur, sekarang film hadang Jaka dan Bayu Aji ingin menguji ilmu barunya. Ilmu Welut putih yang barusan dipelajari nya.


"Vina,, kamu bisa bawa motor kan. Kamu pulang sendiri bilang kang kholis aku ada kendala di jalan." kata Jafar.


"Tapi Jafar, kamu jangan nekat begitu." ucap Vina.


"Ikuti saja kataku, gak usah bantah." ucap Jafar kemudian mendekati Jaka dan Bayu.


"Urusan kalian hanya dengan aku, biarkan temanku Lewat jika kalian laki laki sejati." Ucap Jafar.


Jaka dan Bayu yang merasa punya ilmu baru jadi over confidence.


"Kamu pikir kami pengecut, suruh teman kamu pergi secepatnya." kata Jaka.


Jafar pun menyuruh Vina segera pergi meninggalkan tempat itu. Dengan perasaan berat Vina pun segera pergi meninggalkan Jafar.


Setelah Vina pergi, Jaka dan Bayu segera mendekati Jafar. Dan diam diam sambil melafazkan mantra mantra ajian Welut putih.


Dan jarak kurang dari lima meter wujud Jaka dan Bayu lenyap. Jafar kaget, namun terlambat tubuh Jafar sudah terkena pukulan dan tendangan dari Jaka dan Bayu. Hingga tubuh Jafar terjatuh ke Aspal jalan yang sepi.


Jafar sama sekali tidak bisa mendeteksi keberadaan Jaka dan Bayu. Yang dipijak aspal, jauh dari air dan tidak menemukan sesuatu untuk mendeteksi keberadaan Jaka dan Bayu.


Bahkan kembali merasakan tendangan dan pukulan dari Jaka dan Bayu. Jafar hanya dapat menahan dengan Membentengi diri dengan ilmu Lembu sekilan pemberian ayahnya.


Berkali-kali Jafar dipaksa jatuh bangun oleh Jaka dan Bayu. bahkan ketika Jafar hendak lari ke rerumputan sudah ditendang kembali ke aspal.


Jafar benar benar jadi bulan bulanan Jaka dan Bayu.


Meskipun Jafar masih mampu bertahan, dengan lembu sekilan nya. Namun tetap saja berpengaruh ke tubuh Jafar.


Jafar menunggu Jaka atau Bayu bersuara untuk melancarkan serangan, namun Jaka dan Bayu sana sekali tidak mau bersuara.


Seakan semua hal yang bisa menunjukkan keberadaan mereka sudah diantisipasi dengan baik.


Kali ini Jafar anak kesayangan Yasin dan Fatimah dipaksa berpikir keras. "ayahku orang yang cerdas dan banyak akal, aku gak boleh menyerah pasti ada jalan keluar dari masalah ini." kata Jafar dalam hati.


Jafar berdiri tegap bersiap menerima serangan Jaka dan Bayu. Dan ketika dadanya merasakan ada desiran angin secepat kilat Jafar menangkap dan membantingnya. Namun serangan datang juga dari belakang mengenai punggung Jafar. sehingga Jafar gagal membanting salah satu musuhnya.


Dan kembali Jafar terjatuh di aspal hingga lututnya lecet dan berdarah...!!?


...Bersambung....


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2