Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Sidiq dan Jafar ajak Farayaka. pulang


__ADS_3

Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


...Sidiq dan Jafar ajak Farayaka. pulang...


Sidiq pun terpaksa mengikuti rencana Jafar. Pelan pelan Sidiq mendekati Farayaka diikuti oleh Jafar di belakang Sidiq. Setelah merasa dalam jangkauan lompatan Sidiq pun melompat ke arah Farayaka untuk menangkap Farayaka…!


Sidiq berhati hati, karena Farayaka bukan gadis sembarangan. Dia adalah Ninja Muda calon pemimpin Klan, tentunya memiliki naluri yang tajam juga. Karena itu Sidiq menggunakan Sayeti angin agar bisa bergerak secepat angin.


Ketika Sidiq menangkap Farayaka, Farayaka Sendiri merasakan desiran lembut dari arah belakang. Dengan reflek seorang Ninja Farayaka menengok ke belakang. Namun karena gerakan Sidiq begitu cepat karena dilandasi ilmu sayeti Angin. Maka Farayaka tidak dapat menghindari sergapan Sidiq.


Namun apa yang terjadi, justru Sidiq seperti memeluk Farayaka dari depan. Karena Farayaka berbalik badan. Sehingga pemandangan yang terlihat membuat Riska jadi cemburu, sementara Jafar malah tersenyum menertawakan Sidiq.


“Cepat Jafar, jangan malah ketawa. Maksudku juga gak begini…!” bentak Sidiq.


Sidiq sedikit panik melihat respon Riska yang tidak senang melihat pemandangan itu. Jafar pun jadi kasihan dan takut jika Sidiq melepaskan Farayaka karena sungkan dengan Riska. Dengan gerakan tidak kalah cepat Jafar pun menotok urat besar Farayaka, hingga Farayaka tidak bisa bergerak. Barulah Sidiq melepaskan dekapanya pada Farayaka.


Riska, Lita dan Ihsan pun mendekat ke Sidiq dan Jafar.


“Jafar, kelamaan sih kamu, bergeraknya…!” gerutu Sidiq.


“Habis, Mas Sidiq malah tampak mesra banget peluk Farayaka,” Goda Jafar sambil melirik Riska. Jafar yang pendiam ternyata tetap menuruni sifat jahil Yasin. Meskipun tidak sampai seperti Sidiq.


“Apaan sih kamu Jafar, Sidiq bilangin ke Lita nih. Kalau kamu naksir Vina adiknya,” balas Sidiq.


“Eheem…serius kamu Sidiq?” tanya Lita.


Gantian Jafar yang merah padam wajahnya karena malu. Tidak menduga Sidiq akan senekat itu membalas candaanya.


“Aah Mas Sidiq gitu saja marah, gak kok mbak Riska dan mbak Lita. Jafar sama Vina hanya temenan saja,” ucap Jafar gugup.


Riska yang sempat marah karena cemburu dengan Sidiq jadi ikut tertawa. Kemudian membalas ulah Jafar, dengan ikut menggodanya.


“Iya aja kenapa, mumpung ada Lita kakaknya, kan sekalian minta di restui Jafar,” ucap Riska.


“Syukurin lo, sama kakaknya berani ngerjain. Eeh kalian perlu tahu, diam diam Jafar ini menyukai dua cewek sekaligus. Selain Vina juga…!” belum selesai bicara Jafar langsung membekap mulut Sidiq.


“Jangan menebar fitnah lah, Mas Sidiq,” ucap Jafar.


“Waduh gak nyangka, jangan sakiti hati adikku dong Jafar,” ucap Lita sambil menahan Geli melihat dua bersaudara itu saling ledek.


“Gak kok mbak, Jafar gak nyakitin hati Vina,” ucap Jafar reflek tanganya lepas dari mulut Sidiq.


“Nah, ngaku kan sekarang. Kalau kamu memang suka sama Vina, wkakaka…!” kata Sidiq sambil tertawa ngakak.


Kali ini justru Jafar yang tidak berkutik di kerjain sama Sidiq. Jafar hanya tertunduk sambil melirik ke arah Sidiq dengan muka manyun.


“Udah, itu Farayaka Mas Sidiq bawa pulang sana. Biar disadarkan sama Ayah saja,” kata Jafar mengalihkan perhatian.


Lita pun berbisik kepada Riska, sebelum Sidiq menjawab. Karena masih merasa sungkan dengan Riska jika harus membawa Farayaka pulang.


“Begini saja, Lita sudah berembuk dengan Riska. Riska janji tidak akan cemburu jika Sidiq membawa Farayaka pulang, tapi ada syaratnya,” ucap Lita.


“Apa syaratnya Mbak?” tanya Jafar heran.


“Syaratnya, kamu harus jujur mengatakan suka sama Vina adikku beneran tau tidak…!” jawab Lita.


Jafar tampak makin grogi, menghadapi orang yang lebih dewasa dalam hal tersebut. Sementara Riska hanya tersenyum, di sisi lain Riska justru percaya Jika Sidiq tidak ada perasaan dengan Farayaka. IHsan pun hanya jadi penonton dan pendengar saja, melihat aksi dua gadis itu memperdaya Jafar.


“Bagaimana Jafar, kalau kamu gak mau ya terpaksa kamu sendiri yang harus membawa Farayaka,” ucap Lita.


“Saya haru jaga wudhu mbak, gak mungkin membawa Farayaka,” jawab Jafar.


Tanpa Jafar duga justru Riska malah mendekati Jafar dan memegangi tangan Jafar.


“Aku bukan mahrom kamu, jadi sekarang kamu sudah batal. Sekalian deh bawa Farayaka pulang sekarang,” ucap Riska.


“Eheem…mau bikin Jafar batal atau mau manfaatin suasana, dan balas dendam  nih,” sahut Sidiq menggoda Riska.


“Idiih…adik sendiri dicemburui, Cuma pegang tangan juga gak sampai peluk,” balas Riska.


“Udah Jafar kamu pilih yang mana sekarang, kasihan Farayaka elamaan,” kata Sidiq.


Jafar makin pucat, namun tak mungkin juga dia membawa Farayaka, mau hak mau harus menyatakan perasaannya pada Vina di depan Lita kakaknya Vina, juga Sidiq, Riska dan Ihsan selain ada Farayaka yang tertotok. Namun pastinya juga masih bisa mendengar ucapan Jafar.


“Jafar sama Vina itu gak ada komitmen pacaran, Vina sendiri juga gak mau pacaran kok,” jawab Jafar.


“Bukan soal komitmen, ini soal perasaan,  kamu suka sama Vina atau tidak. Itu saja simple kan?” ucap Lita.


Jafar tak lagi bisa mengelak, didesak Lita dan lainya seperti itu.

__ADS_1


“Udah Bilang saja Jafar, suka gak gak harus pacaran kok,” Ihsan tiba-tiba ikut nimbrung bicara.


“Nah, itu juga maksudku  Jafar,” Sahut Lita.


“Iya,” jawab Jafar lirih sambil tertunduk malu.


“Kurang keras Jafar, aku aja gak denger,” teriak Sidiq.


“Apaan sih Mas Sidiq, bikin kaget saja, Iya…Jafar suka sama Vina,” kata Jafar menahan malu dan kesal pada Sidiq.


Semua pun bertepuk tangan, bahkan Lita sampai kegirangan.


“Aku setuju kok Jafar, nanti aku bilang deh ke Vina,” seru Lita.


“Eeh jangan Mbak Lita, Jafar gak mau pacaran dulu kok, Vina juga gak mau pacaran,” kata Jafar ketakutan.


“Bilang kek dari tadi, berarti kalian sudah ada komitmen menunda meski sudah saling suka, kan beres.” Jawab Sidiq.


“Ya sudah, Mas Sidiq Sekarang bawa Farayaka pulang,” kata Jafar


“Tenang, itu tugasku kamu gak usah khawatir. Kalian tunggu sebentar aku cari pinjaman mobil buat bawa Farayaka pulang,” jawab Sidiq.


“Bukannya Mas Sidiq bopong Farayaka?” protes Jafar.


“Dalam perjanjian tadi tidak disebutkan begitu, hanya aku bawa pulang Farayaka. Jadi dibawa pakai mobil juga gak masalah, gak harus di gendong atau di bopong,” jawab Sidiq Kalem.


Jafar hanya mendengus kesal, merasa dikerjain habis habisan oleh kakaknya dan teman temannya.


Riska pun sampai memegangi perut karena tawa. Akhirnya mereka pun membawa Farayaka kerumah Sidiq. Sementara Jafar langsung kembali ke pesantren karena harus mengajar beladiri di pesantren.


…..


Sidiq dan kawan kawannya mengantar Farayaka pulang ke rumah Sidiq.


“nanti kalau sampai di rumah kamu siapa yang akan melepas totokan Farayaka, kalau Jafar gak ikut?” tanya Riska.


“Bunda juga bisa kok, tenang saja,” jawab Sidiq.


“Kok kamu gak belajar juga?” tanya Riska.


Sidiq kebingungan menjawab, merasa belum saatnya bercerita jika Dia dan Jafar itu satu Ayah tapi beda ibu. Sidiq sudah berjanji menjaga rahasia itu, kecuali kepada calon istrinya nanti sesudah yakin akan menikah.


“Kok diam saja, jangan jangan kamu juga bisa tapi tadi lebih memilih memeluk Farayaka?” desak Riska.


“Gak kok, aku gak bisa. Sudah berkali kali diajari tetap gak bisa. Jadi ya sudah biar Jafar saja yang bisa,” Jawab Sidiq gugup.


“Serius gak bisa?” tanya Riska.


Tak seberapa lama kemudian mereka pun sampai di rumah Sidiq. Riska dan Lita ikut membopong  Farayaka yang dalam kondidi tertotok. Farayaka dibawa masuk ke rumah Sidiq dan di baringkan di ruang mujahada.


Setelah itu, Farayaka ditangani oleh Yasin dan Farhan, agar pengaruh ilmu Panggiring Sukma hilang. Beberapa saat kemudian Farayaka pun sudah sadar kembali.


“Kenapa saya ada di sini?” ucap Farayaka.


“Kamu tadi kerasukan terus lari dari rumah?” jawab Isna.


“Apa itu kerasukan?” tanya Farayaka.


Isna jadi bingung untuk menjelaskan, bahkan Utari pun harus angkat tangan, sama gak mamunya. Semua mencoba menjelaskan namun Farayaka masih belum bisa memahami juga.


“Lita, kamu kan ada keturunan orang luar. Bisa gak bantu jelasin ke Farayaka,” ucap Sidiq.


“Masalahnya bahasa Jepang aku gak ngerti juga?” jawab Lita.


“Riska,kamu cari deh di kamus bahasa Jepangnya kerasukan itu apa?” ucap Sidiq.


Riska pun membuka ponselnya dan mencari padanan kata Kerasukan menurut bahasa Jepang,


“Ada tapi gak bis bacanya, tulis saja.” Jawab Riska.


Kemudian Riska menulis beberapa kata dalam bahasa jepang untuk di tunjukan pada Farayaka.


Saimin Jutsu \= Hipnotis


Seire            \= Jin


Yurei           \= Hantu.


Dengan susah payah akhirnya Riska dan Lita berhasil memberi tahu maksudnya. Setelah itu, Sidiq dan teman temannya menghadap Yasin dan  Fatimah. Mereka menyempatkan bertanya tentang  ajaran Bairawa tantra yang hampir memakan korban .


Yasin pun kemudian menjelaskan sesuai dengan cara pemahaman anak Muda.


“Aliran tersebut pernah ada dulu di indonesia, karena unsur Pilitik,Agama ( Spiritual ) dan Darah,” jawab Yasin.


Kemudian Yasin menceritakan, salah satu raja yang pernah menganut aliran itu dan menerapkan di kerajaannya.


“Adityawarman, seorang Raja dari kerajaan Melayu (yang menjadi menantu raja Majapahit) menerima penasbihannya di tengah-tengah lapangan bangkai, sambil duduk di atas timbunan bangkai, tertawa minum darah, menghadapkan kurban manusia yang menghamburkan bau busuk, tetapi bagi Adityawarman sangat semerbak baunya”.

__ADS_1


 


Ritus kematian juga tidak kurang mengerikan. Bila seorang suami meninggal, maka ia akan dibakar dalam upacara. Tapi tidak berhenti di situ, resiko perempuan yang hidup dalam falsafah swarga nunut neraka katut, mewajibkan sang istri ikut dibakar hidup-hidup bersama jenazah suami. Upacara sati terbesar terjadi saat meninggalnya raja Blambangan, Tawang Alun.


 


Tawang Alun II banyak ditulis dalam arsip Belanda, justeru pada masa akhirnya tahtanya. Yakni ketika upacara pembakaran jenazah nya yang digelar secara spektakuler. Alkisah, dalam upacara sebanyak 271 istri dari 400 isteri Tawang Alun ikut membakar diri (sati).


 


“Mengerikan sekali, kalau istri yang masih hidup harus ikut dibakar hidup hidup, gak kebayang Riska,” kata Riska.


 


“Makanya, waktu itu para Aulia masuk ke Indonesia, khususnya tanah jawa sangat diterima masyarakat. Dengan membawa ajaran dari yang sederhana dulu, melarang MO limo. Untuk menghindari acara Pancamakarapuja,” kata Yasin.


 


“Maaf Yah, berhubung sudah sore Sidiq dan teman teman pamit dulu. Ayah jaga diri ya. Bunda Sidiq balik ke pesantren dulu,” pamit Sidiq sambil cium tangan Ayah bundanya.


Riska dan lainya malah jadi kaget, kenapa Sidiq buru buru pamit. Mereka masih ingin mendengar cerita Yasin Ayahnya Sidiq.


 


Namun sudah terlanjur pamit, akhirnya mereka pun segera meninggalkan tempat itu menuju ke rumah Riska. Karena Motor Ihsan dan Lita di tinggal disana.


 


Di tengah jalan Sidiq di Protes oleh Riska.


“Mas Sidiq, Riska masih penasaran dengan ceritanya malah diajak pulang,” kata Riska.


“Iya nih Sidiq,gak seru kamu,” sahut Lita.


“Maaf teman teman, bukan apa apa, yang Sidiq tahu ketika ayah habis membicarakan hal tersebut terlalu lama, sering kali di datangi oleh gangguan gangguan dari kelompok tersebut.” jawab Sidiq.


“Serius kamu Sidiq?” tanya Lita.


“Itu pengamatan Sidiq loh ya, jadi Sidiq juga gak mau dong Ayah Sidiq jadi kena bahaya lagi,” ucap Sidiq.


 


Suasana jadi hening, sampai mereka tiba di rumah Riska. Kemudian Lita duluan pulang. Kemudian Sidiq dan Ihsan menyusul setelah mengembalikan  kunci Mobil.


 


“Kamu tadi serius Diq, soal cerita upacara itu, yang habis cerita ayah kamu didatangi bahaya?” tanya Ihsan.


“Sepanjang yang aku amati begitu, dari awal ketika aku masih kecil sampai yang terakhir kemarin,” jawab Sidiq.


Ihsan hanya mengangguk, sepertinya Sidiq memang tidak sedang bercanda. Mereka pun melanjutkan perjalanan ke Pesantren.


 


Tanpa mereka sadari jika ada beberapa pasang mata yang mengawasi mereka.


 


“Owh jadi itu salah satu anak Yasin, yang menghalangi kehadiran gadis muda yang aku panggil tadi,” ucap orang yang mengawasi Sidiq. Tidak lain adalah Ajar Panggiring dan dua bersaudara Gagak Seta serta Jaladara.


“Betul Ki, yang satunya pun wajahnya juga mirip seperti anak kembar,” kata Gagak seta.


“Atau memang bisa jadi keduanya kembar Guru,” Sahut Jaladara.


“Tidak mungkin anak Yasin kembar, kalau kembar berarti anak dia tiga laki laki. Karena waktu itu istrinya hamil. Dan Yasin punya anak dari wanita lain saat itu berumur dua tahunan,” kata Ajar Panggiring.


Gagak Seta dan Jaladara jadi terkejut, mendengar keterangan Ki Ajar Panggiring.


“Gak nyangka, ternyata Yasin itu juga buaya,” kata Gagak Seta.


“Itu artinya Yasin pasti punya kelemahan juga. Ini harus dicari biar ketemu apesnya dia,” sahut Jaladara.


“Malam ini, kita coba lagi mengamati sepak terjang Yasin lewat Prewangan seperti semalam,” ucap Ki Ajar Panggiring…!


 


 


 


 Extra Part hari ini



 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2