Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Cerita Jalu 2


__ADS_3

...Cerita Jalu 2...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


"Itu adik kamu mau berbuat kurang ajar padaku." Ucap Riska gadungan. berganti rencana jadi mengadu kedua saudara tersebut agar berkelahi.


Sebuah akal licik kembali diterapkan oleh Jalu...!!!


"Aku tanya dulu, sejak kapan kamu berada disini?" Tanya Sidiq pada Riska gadungan.


"Sudah sejak tadi, Riska nungguin mas Sidiq dari tadi. Tapi yang datang Jafar adik kamu dan mau kurang ajar padaku. Padahal sudah kubilang aku ini pacar kakakmu, tapi dia malah Nekad." Kata Riska gadungan.


"Owh jadi begitu, adikku mau kurang ajar sama kamu. Kamu sudah diapakan saja oleh Jafar adikku?" Tanya Sidiq.


"Sidiq,,, tahan emosi kamu gak mungkin Jafar adik kamu begitu." ucap Ihsan.


"Kali ini kamu gak usah ikut campur Ihsan, lebih baik kamu pulang ke Pesantren lebih dulu. Biar aku selesaikan urusanku dengan Jafar dan Riska." Jawab Sidiq.


"Tapi,,,?!? " Ucapan Ihsan dipotong Jafar.


"Benar kata mas Sidiq mas, mas Ihsan pulang dulu biar kami selesaikan urusan kami lebih dulu. " Sahut Jafar.


"Kamu Yakin gak butuh aku sebagai penengah Jafar?" Tanya Ihsan.


"Tidak usah mas Ihsan, biar Jafar selesaikan dengan mad Sidiq saja." Jawab Jafar.


Ihsan pun segera meninggalkan tempat itu kembali ke pesantren. Dan berencana mengabarkan itu pada Kholis agar melerai Sidiq dan Jafar.


Ihsan tidak dapat menangkap pesan Sidiq dan Jafar yang sebenarnya meminta Ihsan pergi dari situ. Bukannya Sidiq dan Jafar akan berkelahi. Tapi ingin membongkar siapa yang menyamar sebagai Riska tersebut. Ihsan tidak bisa menggunakan logika seperti Sidiq. Karena belum lama mereka meninggalkan rumah Riska belajar bersama di sana.


Jadi dengan logika itu Sidiq Yakin yang dihadapan dia bukan Riska yang sesungguhnya.


"Riska kamu minggir dulu, aku mau tanya ke Jafar apa maksudnya mengganggu kamu." Kata Sidiq bersandiwara.


"Mas hati hati ya, kalau bisa adikmu dibilangin baik baik saja. Ucap Riska gadungan sok bijak. Padahal justru berharap Sidiq dan Jafar langsung berkelahi.


Setelah Riska gadungan menyingkir agak jauh, Sidiq pun memanggil Jafar.


" Jafar,,, kesini kamu...!" Teriak Sidiq.


Jafar pun berjalan mendekati Sidiq, Riska gadungan tersenyum penuh kemenangan. Merasa usahanya ada hasil, minimal bisa membuat Sidiq dan Jafar saling menyerang.


Namun ternyata Riska gadungan tersebut harus Kecewa. Karena Sidiq dan Jafar justru duduk berdua ngobrol. Dan Riska gadungan itu tidak dengar apa yang mereka bicarakan. Karena menyingkir cukup jauh.


Riska gadungan hanya berharap Sidiq dan Jafar tidak ada titik temu kemudian berkelahi.


"Kamu mau kemana Jafar bawa, motor Nia?" Hal pertama yang ditanyakan Sidiq pada Jafar.


"Diutus abah guru menyampaikan surat untuk abah guru mas Sidiq." Jawab Jafar.


"Kayaknya ada hal yang penting dan darurat. Sepertinya juga ada kaitannya dengan Riska gadungan itu." Kata Sidiq.


"Dari mana mas Sidiq tahu itu mbak Riska gadungan?" Tanya Jafar.


"Karena aku baru saja dari rumah Riska belajar bersama dengan teman teman." Jawab Sidiq.


"Lalu harus bagaimana kita sekarang?" tanya Jafar.

__ADS_1


"Pura pura bertengkar, kamu nanti aku tendang ke arahnya. Lalu kamu pukul dia tidak usah terlalu keras, tapi yang membuat dia marah dan kelihatan wujud aslinya." Jawab Sidiq.


"Baiklah Jafar ikut saja.Seperti cara Ayah waktu di padepokan dulu." Jawab Jafar sambil bangkit berdiri.


....


"Jadi kamu memang suka sama Riska juga, kita sama sama laki-laki. Kita selesaikan urusan ini secara Jantan. Aku atau kamu yang berhak mendapatkan Riska." Teriak Sidiq seakan marah dengan Jafar.


Riska gadungan pun jadi tersenyum, mendengar apa yang diucapkan Sidiq. Dan Senyum licik Riska Gadungan alias Jalu terlibat oleh Sidiq dan Jafar. Hingga keduanya tidak ragu untuk membuat Riska gadungan itu menunjukkan wujud aslinya.


Sidiq sudah bersiap menyerang Jafar, demikian juga Jafar sudah siap menerima serangan Sidiq.


Dan sesat kemudian sebuah tendangan dilayangkan Sidiq ke arah Jafar.


Riska gadungan sangat senang melihat dua saudara saling bertengkar dan saling pukul. Tidak menyadari jika hanya ditipu Sidiq dan Jafar saja.


Jafar tidak berusaha menghindari ataupun menangkis. Namun justru menyambut serangan Sidiq dengan kakinya juga.


Jafar melompat dan kaki Jafar mengarah ke kaki Sidiq yang menendangnya. Dan Kaki kakak beradik itu pun beradu, namun sebenarnya lah Jafar hanya menggunakan kaki Sidiq untuk tumpuan melompat ke arah Riska gadungan tersebut.


Riska gadungan kaget melihat tubuh Jafar seakan terpental karena tendangan Sidiq. Riska gadungan sama sekali tidak menduga Jika Jafar justru sedang menyerangnya.


"Rasakan ini cewek jadi jadian...!" Teriak Jafar mengayunkan tangan ke arah Riska Gadungan tersebut.


Tak ada ampun bagi Riska gadungan, tubuhnya terpental kena pukulan Jafar. Dan sebelum jatuh ke tanah sudah kembali di sambut pukulan tangan Sidiq.


Riska gadungan marah besar, dan karena amarahnya keluar makan wujud aslinya pun tampak. Sosok Riska pun lenyap yang tampak adalah sosok Jalu.


"Owh ternyata ini wujud aslimu, Tidak kuduga ternyata orang yang disebut Jalu adalah pengecut saja." Ucap Sidiq.


Jalu yang merasa terbongkar kedoknya kemudian mengikatkan kain putih potongan kafan ke kepalanya.


Dan sosok Jalu jadi lenyap tidak kelihatan. Jalu sudah menggunakan aji popok wewe.


Sidiq dan Jafar sempat kaget melihat peristiwa hilang nya Jalu. Namun kakak beradik itu cepat menguasai diri.


Tapi sayangnya Jalu sudah tahu trik Sidiq dan Jafar, sehingga tidak mengejar Sidiq dan Jafar. Melainkan hanya menunggu Sidiq dan Jafar mendekati saja.


"Mas, dia tidak mau mendekati kita sudah tahu jika bisa terdeteksi di sini." kata Jafar.


"Seperti nya begitu, terus apa rencana kita?" Tanya Sidiq,


"Mas awasi saja dulu, Jafar cari sesuatu yang bisa membantu." Jawab Jafar langsung melompat menjauh dari Sidiq.


Sementara Sidiq mengawasi sekitar siapa tahu melihat kelebatan Jalu. Dari gerak Jalu yang mungkin menyenggol ranting pohon di sekitarnya.


Sidiq menyiapkan sebuah dahan sebesar lengan tangan orang dewasa untuk berjaga jaga.


Dan saat Sidiq melihat sebuah ranting yang bergoyang sementara ranting pohon yang lain tidak bergerak. Dengan cepat Sidiq dapat mendeteksi keberadaan Jalu.


Dan dengan gerakan cepat Sidiq memukulkan dahan yang dibawanya ke arah ranting yang bergoyang tersebut.


Namun serangan Sidiq kali ini dapat dihindari oleh Jalu.


Meskipun Jalu juga harus hentikan langkah nya. Karena di depan dia rerumputan yang cukup tinggi. Takut pijakan kakinya diketahui oleh Sidiq.


sesaat kemudian Jafar datang membawa bungkusan kantong plastik.


"Sudah ditemukan keberadaan dia terakhir di mana mas?" Tanya Jafar.


"Dekat pohon perdu itu." tunjuk Sidiq.


Kemudian Jafar merogoh kantong plastik yang dibawanya. dengan menggunakan petunjuk Sidiq kakaknya dan menggunakan felling Jafar juga. Jafar melempar sesuatu ke arah tersebut.


Ternyata yang dilemparkan Jafar adalah lumpur sawah. dan lemparan Jafar yang menyebar itu sebagian mengenai tubuh Jalu. Sehingga noda lumpur itu memberi pertanda keberadaan Jalu.

__ADS_1


Selanjutnya Jafar kembali melempar Jalu dengan lumpur sehingga semakin banyak lumpur yang menempel dan meninggalkan noda di baju dan tubuh Jalu.


Sehingga keberadaan Jalu dengan mudah di ketahui Sidiq dan Jafar. Jelas kemudian Jalu menjadi mainan bagi Sidiq dan Jafar.


Ditendang ke sana kemari oleh Sidiq dan Jafar tanpa ampun.


Serangan Sidiq dan Jafar yang beruntun tidak memberikan kesempatan bagi Jalu bernafas lega. Untuk merapalkan mantra aji giling wesi pun Jalu tidak sempat.


Melihat kondisi Jalu yang bisa di deteksi oleh Sidiq dan Jafar, Gede Paneluh berlari menuju ke tempat persembunyian ki Bujang dari Kulon.


.....


"Maaf ki, Jalu ketahuan dan sekarang di keroyok dua anak Yasin." Kata Gede Paneluh.


"Dua anak Yasin, kebetulan bisa aku habisi sekaligus keduanya." kata ki Bujang dari Kulon.


"Iya ki, kebetulan mereka saat ini sedang bertempur melawan Jalu sendiri." kata Gede Paneluh.


"Antarkan aku ke sana sekarang juga. Sudah gatal ingin coba Lebur Saketi bocah itu.Ucap ki Bujang dari Kulon.


Gede Paneluh pun mengantar Ki Bujang ke tempat pertempuran Jalu melawan Sidiq dan Jafar.


.....


Sementara Ihsan yang pulang ke pesantren sudah sampai di pesantren dan langsung bertemu Kholis yang juga mengemban tugas dari gurunya juga.


" Gawat kang, Sidiq dan adiknya si Jafar sekarang sedang berantem di sekitar persawahan dan kebun kosong...!?! " Kata Ihsan terengah-engah.


"Jangan asal bicara kamu, bilang yang jelas kebetulan Ayah mereka juga ada di sini sekarang." Jawab Kholis.


Kemudian Ihsan pun di hadapkan ke Kyai Nurudin yang sudah beberapa saat mengobrol dengan Yasin.


Singkat cerita Ihsan menjelaskan pada Yasin dan Kyai Nurudin tentang apa yang terjadi dengan Sidiq dan Jafar serta Riska.


"Tunggu tunggu,,, Kamu Yakin itu Riska?" Tanya Yasin pada Ihsan.


"Yakin abi Yasin, itu memang Riska teman sekolah kami." jawab Sidiq.


"Kamu tadi bilang pulang sekolah belajar kelompok di rumah Riska. Riska ikut belajar tidak?" tanya Yasin.


"Ada Riska juga belajar." Jawab Ihsan.


"Saat kamu pulang, Riska masih di rumah atau sudah keluar?" Tanya Yasin.


"Masih di rumah." jawab Ihsan.


"Saat kamu bertemu Jafar, Riska sudah bersama Jafar. Tapi saat kamu pulang dari rumah Riska kata kamu Riska masih di rumah nya. Apa Riska suka ngebut kalau bawa motor. Dan apa jalan lain dari rumah Riska ke tempat itu selain jalur yang kamu lalui?" Tanya Yasin pada Ihsan.


Sampai di situ Ihsan baru menyadari adanya keanehan tersebut.


"Jadi bagaimana Abi Yasin, tadi Ihsan lihat dan dengar sendiri Sidiq dan Jafar mau menyelesaikan urusan mereka. Dan Saya dipaksa pulang duluan." Kata Ihsan.


"Pertama, aku tidak percaya kedua anakku bertengkar karena masalah Gadis. Kedua sosok yang Mirip Riska itu misterius. Mungkin anak anakku bermaksud menyelesaikan urusan dengan sosok yang mirip Riska itu. Dan tidak mau melibatkan kamu. Jadi kamu disuruh pulang lebih dulu." Kata Yasin.


"Kalau begitu Sidiq dan Jafar dalam bahaya bisa jadi itu hanya pancingan. Ada orang lain yang berada di balik itu. Cepat susul mereka, perasaanku jadi tidak enak." Ucap Kyai Nurudin abah gurunya Sidiq.


Dan Yasin segera menyusul ke tempat Sidiq dan Jafar bertemu Riska. Dengan didampingi Kholis dan juga Ihsan...!?!


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...

__ADS_1


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


__ADS_2