Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Ketika pertolongan datang


__ADS_3

Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


...Ketika pertolongan datang...


 


“Nisa, Awas…!” teriak Sidiq memperingatkan Nisa.


Namun Nisa sendiri justru malah terkejut tak mampu berbuat apa apa.


Tak ada kesempatan bagi Nisa untuk menghindar ataupun menangkis. Bahkan Sidiq dan Jafar pun tak punya kesempatan untuk menolong Nisa adiknya. Yasin dan Sena hanya menahan nafas melihat keadaan tersebut. Ketegangan dirasakan oleh Yasin hingga membuat Yasin berteriak.


“Hai Dalang Anyi Anyi, kawan aku saja jangan anakku,” teriak Yasin.


Namun dalang Anyi Anyi tidak menghiraukan ucapan Yasin. Dalang Anyi Anyi yang seperti amuba membelah diri menjadi enam sosok tersebut menyerang Sidiq, Jafar dan Nisa. Sidiq dan Jafar memang bisa menghalau serangan dari Dalang Anyi Anyi, namun Nisa hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi.


Kyai Syuhada dan Kyai Nurudin tampak tetap tenang melihat kondisi Nisa yang hampir terkena pukulan dalang Anyi Anyi tersebut.


Namun yang terjadi kemudian diluar dugaan semuanya, sosok Dalang Anyi Anyi yang menyerang Nisa justru lenyap sebelum menyentuh tubuh Nisa. Meski kemudian justru kembali bermunculan sosok Dalang Anyi Anyi dalam jumlah yang semakin banyak.


Yasin dan Sena merasa lega melihat hal tersebut, meski kembali harus senam jantung melihat sosok dalang Anyi Anyi dalam jumlah yang semakin banyak saja.


“Astaghfirrullah…apa yang sebenarnya terjadi? Aku benar benar tidak paham dengan semua ini,” kata Yasin.


“Aku juga bingung Mas, bahkan dua Kyai tersebut tampak sangat tenang. Seakan tidak terjadi apapun. Sementara kita jadi senam jantung,” ucap Sena.


Sebenarnya Kyai Syuhada dan Kyai Nurudin pun sedikit gelisah melihat keadaan yang kurang menguntungkan tersebut. Namun mereka berdua lebih bisa mengendalikan perasaan mereka. Keyakinan jika kebatilan akan kalah dengan kebenaran mereka sangat kuat. Sehingga mampu membuang rasa was was yang ditimbulkan atau ditiupkan oleh iblis ke hati manusia.


“Kapan akan datang pertolongan lagi Kang?” tanya Kyai Nurudin kepada Kyai Syuhada.


“Kamu ini kang? Kyai kok bertanya begitu, serahkan semua kepada Allah. Allah lebih tahu kapan menurunkan pertolongan,” jawab Kyai Syuhada.


Kemudian Kyai Syuhada membaca Surat An-Nashr ( Pertolongan ). Kyai Nurudin pun paham dengan maksud Kyai Syuhada. Dari Surah yang dibacakan tersebut, jelas bermakna jika pertolongan telah datang maka, manusia kan menerima kebenaran. Sehingga disarankan untuk bertasbih dan beristighfar, karena Allah maha menerima taubat.


Apa yang disampaikan Kyai Syuhada tersebut pun seperti dikabulkan oleh Allah. Tanpa diduga datang beberapa orang dari  dua Pesantren beserta Tohari dan juga Jaladara. Mereka kemudian bergabung dengan Kyai Syuhada dan Kyai Nurudin untuk memberikan Support kepada Sidiq, Jafar dan Nisa.


Bahkan tidak hanya sekedar itu saja, Jaladara pun berteriak menyuarakan kepada semuanya.


“Aku Jaladara, kemarin memusuhi dan berniat membunuh keluarga Yasin. Tapi sekarang aku mengatakan, aku mendukung Yasin. Jika ada yang akan melawan maka akan menjadi lawanku,” teriak Jaladara.


Teriakan Jaladara itu membuat semua anak buah Ki Ajar Panggiring yang masih bersembunyi heran. Kenapa tiba-tiba Jaladara berbalik mendukung Yasin. Sebagian jadi semakin gentar, tapi sebagian menjadi marah. Tak luput Gagak Seta yang dalam keadaan terluka pun menjadi sangat marah karenanya.


“Jaadara, kenapa kamu berkhianat?” ucap Gagak seta.


“Karena aku sekarang tahu mana yang benar dan mana yang salah Kakang. Maka aku mohon Kakang pun sadar jika berada diposisi yang salah,” jawab Jaladara.


“bilang saja jika kamu sekarang berubah jadi pengecut,” bentak Gagak Seta.


“Terserah kakang saja, mau bilang aku seperti apa. Yang  jelas aku merasa kemarin di posisi yang salah, bahkan hampir saja dicelakai Ki Ajar Panggiring. Melemparkan Api saat aku masih di lokasi pembakaran,” ucap Jaladara.


Ucapan Jaladara mampu mempengaruhi beberapa orang anak buah Ki Ajar Panggiring. Mereka merasa jika sejak masih menjadi pengikut Ki Marto Sentono hanya menjadi pesuruh untuk mencapai keinginan beberapa orang saja.


Mereka sadar telah dibohongi selama ini, karena mereka tidak mendapatkan manfaat apapun dengan mengikuti Ki Marto Sentono sampai mengikuti Ki Ajar Panggiring. Kecuali hanya mendapatkan janji janji dan kadang diberikan kenikmatan duniawi sesaat. Dengan Minuman keras dan pancingan beberapa wanita penghibur saja.


Beberapa orang akhirnya sadar, namun beberapa orang tetap bertahan dalam kesesatan. Secara alami mereka pun menjadi dua kelompok yang berseberangan.

__ADS_1


*****


Sementara Sidiq, Jafar dan Nisa masih fokus melawan Dalang Anyi Anyi. Mereka terus berusaha mencari kelemahan Dalang Anyi Anyi. Peristiwa yang baru saja menimpa Nisa membuat Sidiq dan Jafar semakin yakin. Nisa tidak akan dilukai oleh Dalang Anyi Anyi, karena Dalang Anyi Anyi melihat Nisa seperti sosok Begawan Sanjaya. Atau melihat keberadaan Begawan Sanjaya dalam diri Nisa.


“Sebenarnya aku malu, tapi mau gak mau kita harus berlindung di belakang Nisa. Agar tidak diserang oleh Dalang Anyi Anyi tiba-tiba,” kata Sidiq.


“Mas Sidiq saja yang berada dibelakang Nisa, Aku tetap harus melindungi Nisa. Jaga jaga  jika Raja Khodam tersebut nekat menyerang Nisa beneran,” kata Jafar.


“Tapi kita harus memakai siasat Jafar,” ucap Sidiq.


Sementara sosok dalang Anyi Anyi yang semakin bertambah banyak itu berkata dengan keras.


“Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…ada murid yang mau melawan gurunya. Pengaruh apa yang kalian berikan hingga Jaladara menjadi berbalik. Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…?” teriak dalang Anyi Anyi.


Tohari yang baru selesai menyalami Yasin Sena dan semua yang ada disitu kemudian menyahut.


“Itu namanya Jaladara dapat Hidayah, berbeda denganmu. Makhluk yang selalu mengajak kepada kesesatan,” ucap Tohari.


“Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…hmm… rupanya datang lagi seorang musuh lama. Apakah kamu sudah bersiap diri untuk mati bersama semua kerabatmu. Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…?” ucap Dalang Anyi Anyi.


“Aku sudah siap memenjarakan kamu sekarang. Bahkan sudah  aku persiapkan jaring Sutera, untuk menangkapmu,” jawab Tohari dengan tenang.


Jaring  sutera yang dimaksud Tohari adalah jaring Gaib yang dipergunakan untuk menawan makhluk halus berupa Jin Jahat. Dalang Anyi Anyi menjadi sedikit ketakutan. Meskipun dalam penyamaran dalam wujud yang banyak tersebut.


Kemudian Dalang Anyi Anyi memanggil seluruh pasukan gaibnya, dan diperintahkan untuk membuat kekacauan. Agar menimbulkan kegaduhan, agar Dalang Anyi Anyi bisa melarikan diri dari tempat tersebut.


Namun sayang, rencana Licik Dalang Anyi Anyi dapat diketahui Yasin,Sehingga Yasin segera mengajak Sena ikut mengepung Dalang Anyi Anyi dan membacakan doa agar Dalang Anyi Anyi tidak melarikan diri.


Saat Semua Fokus kepada pertarungan Sidiq dan kedua adiknya melawan Dalang Anyi Anyi, secara sembunyi sembunyi Gagak Seta menyerang Yasin yang sedang fokus melihat pertempuran ketiga anaknya melawan Dalang Anyi Anyi.


Untunglah, Jaladara membaca gelagat tidak baik dari Gagak Seta, sehingga Jaladara segera melompat dan mendorong Yasin agar terhindar dari serangan Gagak Seta kakaknya.


“Awas…!” teriak Jaladara sambil melompat mendorong Yasin. Sehingga Yasin terlepas dari serangan licik Gagak Seta.


Namun Jaladara memilih menghindari bentrokan dengan Gagak Seta. Sehingga Jaladara lebih memilih kabur. Gagak Seta yang dalam keadaan terluka mengejar Jaladara, tidak lagi mampu berpikir jika kemampuanya masih dibawah Jaladara. Apalagi dalam keadaan terluka seperti itu. Namun Jaladara tetap tidak mau melayani Gagak Seta Kakaknya, Jaladara enggan melawan saudara kandungnya sendiri.


“Jangan lari Jaladara,” teriak Gagak Seta.


“Aku tidak mau melawan kamu, apapun yang terjadi,” jawab Jaladara.


Gagak Seta dan Jaladara kejar kejaran namun Jaladara sekedar menghindari bentrok dengan saudaranya saja. Sementara Gagak seta menjadi sangat marah dan berniat membunuh Jaladara adik kandungnya sendiri.


“itu kenapa kakak beradik malah jadi saling kejar?” tanya Sena.


“Gak tahulah, aku juga heran kenapa Jaladara begitu saja luluh dan berbalik membantu kita,” ucap Yasin.


Dalang Anyi Anyi melihat hal tersebut kemudian menyebar wujud yang lain, untuk membuat keadaan semakin kacau. Bahkan dengan kekuatan yang dimilikinya Dalang Anyi Anyi menyebarkan pengaruh buruk kepada semua anak buah Ki Ajar Panggiring. Sehingga semua menjerit dan dengan segera menyerang siapapun yang ada di hadapannya. Tidak peduli siapapun yang ada di hadapannya akan di serang oleh anak buah Ki Ajar panggiring .


“Kenapa semakin kacau begini?” ucap Yasin.


“Kamu fokus pada pertempuran anak-anakmu. Beri mereka aba-aba agar jangan salah dalam melangkah. Biar aku yang coba tenangkan situasi,” kata Tohari.


Namun bersamaan dengan itu, kehadiran makhluk Astral kembali menambah suasana menjadi semakin kacau. Farayaka dan pasukannya pun tiba tiba ikut menyerang orang orang Yasin. Kembali mereka dikuasai oleh makhluk Astral. Bahkan kali ini Farayaka pun ikut terkena pengaruh tersebut. Kondisi demikian tentu saja membuat konsentrasi Sidiq, Jafar dan Nisa menjadi terpecah.


Untunglah Yasin cepat menyadarkan ketiga anaknya.


“Jangan terpengaruh keadaan sekitar. Wak Tohari sudah turun tangan, kalian Fokus kepada lawan kalian saja,” teriak Yasin.


Sidiq dan kedua adiknya pun kembali fokus untuk melawan Dalang Anyi Anyi. Agar tidak semakin memperpanjang lama pertempuran. Sidiq dan Jafar berbisik pada Nisa.


“Nisa, kamu serang dalang Anyi Anyi. Aku akan lindungi dari belakang,” kata Sidiq.


“Tapi tetap harus hati-hati, kamu pura pura saja. Kalau sudah dekat kamu segera melompat mundur, biar aku dan Mas Yasin yang menyerang beneran,” sahut  Jafar.

__ADS_1


“Sosok yang mana yang harus Nisa serang, kan wujud nya sangat banyak?” tanya Nisa.


“Kamu perhatikan, sosok yang hanya berdiam di tengah tersebut. Aku Yakin itu sosok yang asli, yang lain hanyalah bayangan saja,” kata Sidiq.


“jangan pedulikan sosok yang lain, aku dan Mas Sidiq yang akan menghalangi mereka jika menyerangmu,” kata Jafar.


Kemudian Nisa pun berjalan mendekati sosok yang dimaksud oleh Sidiq dan Jafar. Melewati beberapa sosok Dalang Anyi Anyi yang sebenarnya hanyalah bayangan untuk mengecoh Sidiq dan Jafar. Dengan hati-hati Nisa mendekati sosok Dalang Anyi Anyi, kemudian setelah dekat Sidiq berkata.


“Cepat kamu mundur, biar aku dan Jafar yang menyerang,” kata Sidiq berbisik.


Rupanya Dalang Anyi Anyi yang asli memang sedang menyebarkan pengaruh untuk menguasai jiwa jiwa manusia. Sehingga yang terpengaruh membuat gaduh dengan menyerang orang orang yang mendukung Yasin, termasuk Farayaka dan anak buahnya.


Sidiq dan Jafar dengan cepat menyerang sosok Dalang Anyi Anyi tersebut. Keduanya menggunakan jurus suci hijaiyah untuk menyerang Dalang Anyi Anyi. Namun masih juga gagal, karena Dalang Anyi Anyi bergerak lebih cepat sehingga serangan Sidiq dan Jafar hanya mengenai ruang kosong.


“Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…mau main curang juga kalian. Jangan harap bisa menyerangku dengan mudah. Yang ada sebenarnya tiada, yang tiada sebenarnya ada. Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…” ucap Dalang Anyi Anyi.


“Kenapa dia sudah berpindah tempat, padahal tadi jelas dia duduk bersila disini,” kata Sidiq.


“Apa maksud kata katanya tadi?” sahut Jafar.


“Entahlah, aku juga tidak paham,” jawab Sidiq.


“Tunggu Mas, Yang ada ada sebenarnya tiada, yang tiada sebenarnya ada. Itu kan seperti kata kata pengikut Syekh Siti Jenar dalam aliran ‘Manunggaling Kawulo Gusti’,” kata Nisa.


“Jadi maksudnya, Dalang Anyi Anyi ini yang ikut menyesatkan dengan pemahaman yang salah dari “Manunggaling kawulo Gusti. Yang menganggap dirinya adalah Tuhan dan Tuhan adalah dirinya?” kata Sidiq.


“Sepertinya begitu, makanya manusia yang memujanya merasa tidak terikat dengan hukum Syariat. Karena merasa dirinyalah Tuhan, atau Tuhan ada didalam dirinya serta merasa berhak menentukan segalanya,” sahut Jafar.


“Benar benar gila, kalau begitu kita harus menggunakan cara Kanjeng Sunan Kalijaga untuk mengalahkan Raja Khodam itu.” kata Sidiq.


“Kalau begitu, siapa yang akan jadi eksekutornya?” tanya Jafar.


“Sebentar, masalahnya ini dari bangsa Jin bukan manusia. Apakah bisa dengan cara seperti itu?” tanya Nisa.


“Iya juga ya, tentu saja berbeda dengan manusia,” jawab Sidiq.


Di tengah kebingungan ketiganya, Dalang Anyi Anyi muncul dengan tiba-tiba dan menyerang Sidiq dan Jafar. Sehingga Nisa berteriak memperingatkan kedua kakaknya tersebut.


“Awas di belakang Mas Sidiq dan Mas Jafar…!” teriak Nisa.


Sidiq dan Jafar terkejut, karena merasa yang dibelakangnya tadi adalah sebuah pohon. Untunglah Sidiq dan Jafar bisa segera menghindar. Sehingga lepas dari serangan Dalang Anyi Anyi.


Bahkan keduanya balik menyerang Dalang anyi anyi dengan cepat. Namun sayang, Dalang Anyi Anyi segera lenyap seperti masuk ke dalam pohon.


“Aku curiga, Jin tersebut berada di dalam pohon ini dari tadi. Sedangkan sosok yang lain hanya untuk mengecoh kita saja,” kata Sidiq.


“Kalau begitu, kita hancurkan saja pohon ini sekalian,” kata Jafar.


Kemudian keduanya bersiap untuk menghancurkan pohon tersebut agar sosok Dalang Anyi Anyi muncul. Sementara Nisa berada di belakang Sidiq dan Jafar untuk berlindung.


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 

__ADS_1


 


__ADS_2