
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Sidiq dan Jafar selesaikan tugas Yasin...
Yasin dan Farhan jadi terharu karena bangga Jafar datang di saat yang sangat tepat. Yasin pun segera memeluk tubuh anaknya tersebut.
Sementara Farhan hanya diam, namun air mata Farhan mengalir membasahi pipi, melihat pemandangan haru di depannya…!
“Apa yang diperintahkan Gurumu Jafar ?” tanya Yasin.
“Membaca Tujuh Surat dalam Al-Quran yang dulu disuruh hafal. Dari Al-Mulk Yasin dan lainnya. Kemudian diminta mulai menghafal Al-Quran Yah,” jawab Jafar.
“Jafar? Kamu Jafar kan ayo Ayah kamu diajak masuk ke rumah ?” Tiba-tiba Riska datang meminta Jafar dan lainya masuk ke rumahnya kembali.
Pembicaraan antara ayah dan anak itu pun terjeda, Yasin juga ingat kondisi Lurah Broto yang tadi hampir dicelakai oleh pihak Ki Bujang.
Kemudian mereka kembali masuk ke rumah Lurah Broto, lalu Riska mempersilakan mereka duduk di ruang tamu. Tak lama kemudian ibunya Riska datang membawa minuman dan sajian untuk tamunya.
“Silakan diminum dulu, lah Ini Sidiq teman Riska ?” seru Ibunya Riska.
“Bukan tante, saya Jafar adiknya Mas Sidiq,” jawab Jafar.
“Mereka memang mirip Bu, antara anak saya Sidiq dan Jafar banyak yang mengira kembar malah,” sahut Yasin.
Yasin merasa ada sesuatu yang aneh dengan Riska dan ibunya. Karena tadi Pak Lurah Broto kondisinya tidak bisa ditinggalkan sama sekali. Selalu berteriak kesakitan dan meminta hal yang aneh aneh. Tapi kenapa sekarang mereka berdua bisa menemui mereka di ruang tamu, Pikir Yasin.
“Bagaimana kondisi Pak Lurah ?” tanya Yasin pada Bu Lurah ibunya Riska.
“Alhamdulillah beberapa menit yang lalu sudah sadar total, dan sekarang sedang beristirahat.” Jawab Ibunya Riska.
‘Maaf Tante, boleh Jafar jenguk Pak Lurah, ada pesan juga dari Abah gurunya Jafar buat Pak Lurah ?” tanya Jafar.
Semua kaget mendengar ucapan Jafar tersebut, Yasin sendiri tidak menduga jika Jafar diberi tugas juga untuk melihat kondisi Lurah Broto.
“Kamu diberi tugas apa oleh gurumu Jafar ?” tanya Yasin.
“Ini Yah, membaca surat surat tertentu untuk mohon kesembuhan buat Pak Lurah. Sesuai dengan Surat Al-Isyro’ ayat 82 yang sering ayah Baca,” jawab Jafar.
Yasin tercengang ayat itu memang menerangkan jika diturunkannya sebagian dari ( Ayat ) Al-Quran adalah sebagai Obat dan Rahmat bagi orang Mukmin. Yasin baru sadar, kenapa tidak mengamalkan itu untuk kesembuhan dirinya. Dengan memohon kesembuhan melalui berkah dari Al-Quran.
“Iya, kamu benar Jafar. Itu memang Ayat yang bagus menerangkan ika sebagian ayat itu sebagai obat,” jawab Yasin.
Jafar pun segera diantar ke tempat Pak Lurah Broto yang sedang tertidur. Entah apa yang dibaca Jafar, tapi sesaat kemudian Jafar seakan mengambil sesuatu di tubuh Pak Lurah Broto.
“Biarkan Pak Lurah istirahat dulu Mbak Riska, Insya Allah besok sudah baikan lagi,” ucap Jafar.
“Apa yang sebenarnya terjadi pada Ayah Jafar ?” tanya Riska.
“Tidak apa apa mbak, Tante…yang penting Pak Lurah sehat kembali,” jawab Jafar tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah selesai membacakan doa buat Pak Lurah Jafar pun kembali ke tempat Ayahnya yang sedang bicara dengan Farhan.
“Ayah, Pak Lurah sudah bisa tidur nyenyak. Malam ini Jafar mau pulang bersama Ayah,” ucap Jafar.
“Apakah sudah diijinkan Abah Gurumu Jafar ?” tanya Yasin.
“Sudah Ayah, bahkan Jafar memang diminta pulang ke rumah malam ini. Karena besok hari minggu tidak berangkat ke sekolah,” jawab Jafar.
__ADS_1
Kemudian Yasin beserta Jafar dan Farhan pun pulang kerumahnya. Riska dan Ibunya mengantar hingga di depan pintu. Melepas kepergian Yasin, Jafar dan Farhan.
…..
…..
…..
Sementara di rumah Yasin Sidiq dan Wisnu mondar mandir di depan rumah.
“Aku agak was-was dengan kondisi Ayah, bisa jadi Ayah salah perhitungan. Musuh tidak kesini tapi ke rumah Riska,” kata Sidiq.
“Itu juga yang Wisnu pikirkan Mas Sidiq. Karena sampai saat ini tak ada tanda-tanda musuh datang kemari,” jawaban Wisnu.
Belum sempat Sidiq menyahut, terdengar suara Isna dan Utari berteriak dari dalam rumah.
“Umi…ada suara aneh di belakang rumah !” teriak Isna memanggil Fatimah.
Sidiq dan Wisnu yang mendengar teriakan tersebut langsung berlari ke dalam rumah. Dan menuju ke tempat Isna dan Utari yang baru keluar dari kamar mandi.
“Ada apa ?” tanya Sidiq.
“Itu Kang, kayak dengar suara auman harimau di belakang rumah ?” ucap Isna sambil gemetar.
“Masak sih Mbak, Mbak Isna dan Mbak Utari takut ?” tanya Wisnu.
“Iya Wis, kami paling takut dengan binatang buas,” jawab Utari yang berpelukan dengan Isna.
“Kita lihat ke belakang rumah, kalian masuk saja ke kamar,” kata Sidiq
“Ada apa Sidiq, kamu jangan nakutin Isna dan Utari dong,” seru Fatimah yang muncul dari dalam kamarnya.
“Gak kok Bunda, tadi katanya ada suara auman harimau di belakang rumah,” jawab Sidiq.
“Baiknya saya dan Wisnu yang pastikan Bunda,” Ucap Sidiq.
“Baiklah tapi hati-hati ya !” jawab Fatimah.
Kemudian Sidiq dan Wisnu keluar menuju ke belakang rumah dengan hati hati. Wisnu sempat mengambil sebuah golok untuk berjaga-jaga jika memang ada Harimau yang mendekati rumah.
“Kayak dengar ribut ribut, ada apa mbak Fatimah ?” Sufi terbangun dan keluar kamar menyapa Fatimah.
“Tadi Isna dan Utari mendengar suara Auman Harimau Bibi, sekarang baru dilihat Kang Sidiq dan Wisnu,” Jawab Utari.
“Haah…Harimau ? Apa pernah begitu Mbak Fatimah ?” tanya Sufi.
“Pernah sih, saat Merapi mau meletus dulu. Tapi ini gak ada tanda tanda mau meletus,” jawab Fatimah.
“Kita tunggu saja mereka, semoga tidak terjadi apa apa,” ucap Sufi.
Saat suasana sedang hening, terdengar pintu rumah depan dibuka. Karena Sidiq dan Wisnu lupa tidak menguncinya.
“Siapa itu membuka pintu depan ?” tanya Fatimah yang hendak melihat siapa yang membuka pintu.
“Biar kami saja yang lihat Umi, Umi disini saja sama Bibi Sufi.” Ucap Isna. Kemudian berjalan pelan melihat siapa yang membuka pintu.
…..
“Ini kenapa Pintu tidak di kunci tapi tidak ada orang ?” kata Yasin yang datang bersama Farhan dan Jafar.
“Umi, Abi Yasin datang bersama Kang Jafar Juga…!” Teriak Isna memanggil Fatimah.
Kemudian Fatimah dan Sufi pun bergegas menuju ke ruang depan rumahnya.
“Mas bikin kaget saja, bukanya ucap salam dulu. Eeh kok bisa bareng sama Jafar ?” seru Fatimah.
__ADS_1
“Iya, tadi Jafar datang disaat yang tepat. Aku heran saja Pintu tidak dikunci orangnya pada gak ada, Sidiq dan Wisnu kemana ?” tanya Yasin.
Kemudian Fatimah menceritakan apa yang dialami oleh Isna dan Utari.
“Jadi saat ini Sidiq dan Wisnu di belakang rumah ?” tanya Yasin.
“Biar Jafar ikut susul mereka Yah,” ucap Jafar langsung menyusul Sidiq dan Wisnu.
Jafar ke belakang rumahnya mencari Sidiq dan Wisnu yang sedang mencari kebenaran suara Auman Harimau. Apakah benar atau hanya sekedar halusinasi Isna dan Utari saja.
“Mas Sidiq, Wisnu sudah gak usah dicari. Itu bukan Harimau beneran, kita masuk ke rumah saja.” Teriak Jafar.
Mendengar suara Jafar, Sidiq pun kaget tidak menyangka Jafar adiknya datang tiba-tiba. Kemudian Sidiq dan Wisnu pun menghampiri Jafar.
“Jafar? Kamu sudah selesai melakukan Riyadhoh ?” tanya Sidiq.
“Kapan datangnya Mas Jafar, Tau-tau sudah ada di sini ?” Wisnu ikut menyapa Jafar.
“Iya, kita ke dalam saja, ada tugas untuk kita. Yang akan Jafar bicarakan bersama Ayah dan semuanya,” jawab Jafar.
“Tugas apaan memangnya ?” Tanya Sidiq.
“Kita disuruh menangkap semua musuh Ayah kemarin, dan kita harus membagi tugas. Agar Ayah tidak diganggu mereka lagi,” jawab Jafar.
“Siapa yang memberi tugas Jafar ?” tanya Sidiq.
“Nanti saja kita bicarakan di dalam rumah bersama Ayah juga,” Jawab Jafar.
Sidiq dan Wisnu pun masuk kedalam rumah kembali mengikuti Jafar. Jafar tersenyum bahagia, karena suara Auman Harimau itu adalah sebuah pertanda jika keluarganya akan disegani seperti Harimau. Bukan lagi dianggap remeh seperti seekor kucing.
“Benar-benar Abah guru itu Waskito, semua tanda-tanda yang beliau sampaikan sudah hampir seluruhnya terjadi.” Jafar berkata dalam hati.
Meski mendapat tugas yang berat namun Jafar Yakin jika tugas yang diembannya untuk memusnahkan aliran sesat yang menumbalkan manusia akan berhasil. Jafar yang hatinya bersih memang cepat menyerap ilmu, karena hati yang bersih akan memudahkan dan mencerdaskan otak. Karena tidak terkotori na*su keinginan pribadi.
Setelah sampai maka Jafar pun menceritakan Amanah Abah Gurunya dan Abah Gurunya Sidiq juga. Jika Sidiq dan Jafar mendapat tugas untuk mencari dan menangkap semua orang yang kemarin terlibat dalam rencana acara Pancamakarapuja.
“Jadi mereka saat ini masih menyebar dan akan berusaha untuk membalas dendam ?” tanya Yasin.
“Iya Yah, dan itu harus dihentikan. Karena setelah itu kita masih harus memikirkan cara untuk menghadapi Jin Raja Khodam yang dulu Ayah penjarakan,” jawab Jafar.
“Ya, mungkin memang sudah saatnya sebentar lagi Raja Khodam itu akan lepas dari penjaranya,” Ucap Yasin.
Sidiq dan Wisnu mendengarkan dengan seksama, meskipun tidak mengalami atau melihat peristiwa saat itu. Namun mereka sudah mendengar semua cerita itu.
“Apa kalian akan mencari bersama-sama ?” tanya Yasin kemudian.
“Tidak Yah, untuk musuh yang berwujud manusia kita disuruh berbagi tugas. Kecuali nanti saat menghadapi Raja Khodam itu baru kita disuruh melawan bersama-sama,” Jawab Jafar.
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1