
...Vote,like dan komentar ya...
...🦂...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🦂...
Asline duduk,menatap malas sosok yang kini duduk dihadapannya menatap dirinya benci dibalik senyum penuh kepalsuan.
Yah,benci.
Tapi apa ia perduli? tidak!.
Asline menyesap gelas expresso dingin miliknya dengan anggun.
"Kalau kau memintaku kemari hanya untuk memberikan tatapan membosankan itu? sebaiknya enyah! kau tau...? aku bahkan ingin muntah melihat kalian berdua!" Asline berucap jenaka,namun nada sinisnya begitu menusuk.
Jonathan mengeram menahan emosinya.
Entah bagaimana dia dulu bisa jatuh cinta pada gadis berhati iblis ini?.
Jonathan menggenggam telapak tangan grizela yang telihat gemetar dengan wajah menunduk.
Dia baru saja tiba dari Indonesia untuk segera membawa grizela refreshing diri akibat penyiksaan yang dilakukan oleh putra sulung generasi ketiga clan Wiguna itu.
"Hiks...hiks... asline..setelah apa yang dilakukan tuan muda Wiguna itu padaku? hiks..kau..kau hiks..justru akan menikah dengannya?! dia telah membuatku kehilangan bayi kami!!"Grizela memulai dramanya,Jonathan mengeram begitu benci akan kelakuan asline kini.
Gadis itu dulu dan sekarang terlihat berbeda jauh dari ingatannya.
"Hik..hik...hik..terus,apa kau ba*i?! bicara yang jelas,aku bukan penerjemah bahasa hewan..." asline berucap dengan senyum miris,penuh hinaa.
BRAKHHH..
"ASLINE!! BETAPA BURUK MORALITAS DAN ETIKA MU SEKARANG!" Jonathan begitu terbakar amarah oleh sikap tenang acuh tak acuh yang kini dilayangkan mantan tunangan kecilnya itu.
"Asline...kami hanya ingin kau menjauhi tuan muda Rayga itu..dia pria yang kejam asline..kami hanya takut dia menyakitimu! kami..kami tau kau kecewa pada kami,namun aku tetaplah sepupumu..masih banyak pria lain yang lebih baik dari pria kejam itu! asline tolong mengertilah...kami hanya mencemaskan dirimu..." Grizela memulai peran saudari yang baik hati.
Asline terkekeh dan merotasi maniknya jengah.
Cemas? omong kosong!.
Asline benar-benar ingin bertepuk tangan sekarang.
"Cemas? siapa kau hingga perlu membuat drama di depanku? Sudahlah Grizela..aku bukan manusia bodoh seperti Jonathan dan para fansmu itu...jangan mainkan dramamu dihadapanku,mataku sakit hanya dengan melihatnya!" Asline menguap malas,tak perduli sama sekali jika mereka mengatakan dirinya sangat kurang ajar!.
Namun inilah dia..
Jika sekali mereka berbuat jahat padanya,maka asline tak sungkan berbuat lebih dari apa yang mereka lakukan,jangan salahkan dirinya!.
Bersidekap dada dan bersandar malas pada kursi cafe yang tengah ia duduki,tak perduli mata para pengunjung yang semakin intens menatap meja mereka.
"Drama apa lagi yang kau lakukan untuk menghancurkan keluarga paman Dante? kau lihat betapa kejamnya pewaris Wiguna itu? dan kau justru ingin menikah dengan dia?! hanya karena aku memutuskan bersama Grizela,kamu berbuat sejahat ini? asline..ternyata begitu dirimu yang sebenarnya!" Jonathan mencengkram kuat lengan asline,kulit putih gadis itu seketika memerah akibat cengkraman Jonathan.
Grizela menyeringai dibalik isakannya begitu melihat para pengunjung cafe yang mulai berbicara buruk tentang asline.
Yah,inilah yang ia inginkan.
Dengan bantuan Jonathan maka reputasi gadis itu akan semakin jatuh.
"Menjijikan!!" Asline menghempas kuat tangan Jonathan dari pergelangan tangannya,meraih sebuah botol hand sanitizer.
Menyemprotkan cairan berisi desinfektan anti bakteri itu di bagian yang disentuh oleh Jonathan.
Pupil mata Jonathan melebar,terhina!.
Bak harga dirinya diinjak-injak oleh perlakuan gadis itu,asline begitu berubah sangat berbeda dari yang ia kenal masa kecil mereka dulu.
"Kau......" Tunjuk asline pada grizela yang masih menangis layaknya manusia paling tersakiti di dunia.
"Berhenti menangis! suara tangisanmu membuat telingaku sakit! bahkan suara tikus terjepit lebih baik dari suaramu! aku sangat heran... bagaimana seorang penyanyi dengan suara sumbang seperti dirimu bisa debut?!" Asline menggeleng dramatis,Grizela menatap wajah cantik itu penuh kebencian dan dendam, belum lagi suara-suara menahan tawa para pengunjung itu.
"Dan kau....." Kini asline menunjuk tepat kewajah Jonathan dengan jari telunjuk lentiknya.
"Jangan menyentuh kulitku dengan tangan kotor penuh kuman itu! kau dan kau...kalian berdua seperti bakteri yang harus dimusnahkan agar tidak menjadi penyakit!" Asline melirik botol anti kuman diatas meja yang baru ia gunakan layaknya menghapus jejak tangan dari Jonathan.
Mengeram,maniknya melotot murka.
"LINE!! KETERLALUAN KAMU....." Jonathan benar-benar merasa kesabaran ditarik habis,meraung dengan mencengkarm kedua bahu asline dengan wajah gelap.
Plashhhh..
Byurrr...
Asline berdiri,menghempas kedua tangan Jonathan dari bahunya.Dan menyiramkan expresso miliknya tepat kewajah murka Jonathan.
"Kau..pria tidak tau diri! jangan pernah memanggil diriku dengan Line! You are trash...." Asline menatap nyalang.
Para pengunjung bergidik ngeri menatap wajah cantik yang kini terlihat begitu merah terlihat menyimpan banyak kemarahan.
__ADS_1
"Sudah Jonathan..jangan kasar sama asline..dia hanya masih marah pada kita! soal bayi kita..aku sudah merelakan,jangan marah lagi Jonathan..jangan buat asline semakin membenci kita!" Grizela menatap teduh wajah murka Jonathan sembari mengusap wajah basah yang habis tersiram cofe dingin asline,drama yang sungguh menyakiti mata!.
Asline berdecak kagum akan akting sempurna bak malaikat berhati murni itu..
Yah..Dan dialah sang iblisnya.
Asline tertawa tanpa bisa dicegah.
Tawa lembut yang mengalun membuat para pria yang mengisi setiap sudut cafe itu terdiam terpesona.
"Dramatis sekali pasangan ini? aduh sampai menetes air mataku....marah? untuk apa aku marah pada kalian berdua? marah karena Jonathan lebih memilihmu dari aku begitu? ayolah...dibanding Jonathan...Rayga lebih dari itu! kau tau..? bagai bumi dan langit! bahkan untuk menjadi pelayan yang mengelap sepatu tuan muda Wiguna itu saja dia tak pantas! lalu...untuk apa aku marah jika kekasihmu itu akhirnya memilih dirimu dibanding aku? Grizela....Grizela..justru aku ingin berterima kasih! karena dia aku akhirnya mendapat anugrah terindah cinta tulus yang sebenarnya! dan itu semua dari tuan muda Rayga..pria yang kalian sebut kejam itu!" Asline melangkah keluar dari posisi duduknya,berjalan anggun dan tenang.
Jonathan terdiam linglung.
Ekspresi jijik dan penghinaan dibalik kekecewaan yang terukir dimata gadis itu.
Gadis kecil yang begitu manis dan manja padanya dulu telah menghilang,kini hanya ada gadis cantik yang menatapnya jijik tak ada lagi kenangan manis masa kecil yang tersisa.
Musuh....
Mereka kini bagaikan musuh!.
..........🦂...........
Asline menendang ban mobilnya kesal.
Suasana hatinya hancur akibat ulah dua manusia yang paling tidak tau diri yang pernah ia kenal.
Sekarang ditambah lagi ban mobilnya bocor ditengah jalan sepi!.
Dosa apa dirinya hingga menerima kesialan seperti ini?!.
"Sialan!!! bahkan mobil ini juga ingin menjadi musuhku? mau kubakar kau mobil? arkhhh..." Asline terus menggerutu,hari baiknya lenyap hanya karena dua manusia tidak tau diri itu.
Berbalik,meraih tas kecilnya dari dalam mobil dan berjalan mencari halte terdekat.
Yah,biarlah mobil itu diurus oleh montir yang dirinya panggil.
Meraih sebuah tusuk rambut Jepang dari dalam tasnya.
Memelintir rambut panjangnya dan menusuk konde asal buatanya dengan wajah bertekuk.
Tanpa sadar dari jauh,sosok tampan dengan manik berkilau menatap murka leher jenjangnya yang terpampang jelas.
"Huft... segarnya!!" Asline menarik nafas dan mengembuskan perlahan.
Udara terasa sejuk setelah hujan.
Menutup mata dengan damai.
Tin...tin...
"Asline..langit mulai mendung..naiklah,kami akan mengantarmu pulang,lagipula kita serumah bukan?" Itu Grizela,yah.
Mereka melihat asline yang terduduk seorang diri di halte yang terlihat sepi.
Grizela dengan penuh rencana membujuk Jonathan yang masih terlihat marah agar mau memberi asline tumpangan pulang.
Tidak bisakah mereka membiarkannya sendiri dalam damai sejenak?.
Benar-benar lintah pengganggu!.
Asline menyilang kedua kakinya angkuh,duduk tegak tanpa merespon ucapan Grizela.
"Kau tuli? kau dengar bukan apa yang zela katakan?! naik cepat! aku tak ingin karenamu kami kehujanan!!" Jonathan berucap sinis,masih begitu sakit hatinya akan sikap asline padanya.
Cintanya dulu seakam ilusi.
"Kau bodoh? apa aku meminta kalian untuk memberiku tumpangan? pergilah..aku tak butuh kebaikan palsu kalian!" Asline berucap jenaka,memainkan untaian anak rambut yang jatuh dari tusuk rambutnya.
Melihat wajah dengan ekspresi jelek Jonathan,asline tertawa renyah.
Tawa yang selalu mampu membuat Jonathan kembali ke masa lalu.
Tawa renyah gadis kecil yang begitu manis.
"Jonathan...jika kau berfikir aku begitu jahat dan wanita disamping dirimu itulah korbanku.Maka mulai sekarang..aku katakan,terserah kalian mau apa! aku tidak perduli! jadi..menjauh dari hidupku...jangan membuat panggung drama murahan kalian dihadapanku!" Meraih tasnya,lebih baik berjalan mencari taksi dari pada berlama-lama menghadapi kedua orang ini!.
"Asline..jangan marah,kami hanya tak ingin kamu kehujanan..." Suara yang begitu lembut dipaksakan terdengar,asline hendak berbalik dan memaki.
Namun...
Tin........
Sebuah mesereti hitam berkilau berhenti tepat didepan halte tempat ketiganya bersiteru.
Kaca mobil perlahan terbuka dan menampilkan sosok tampan yang kini menatap kearah asline berdiri kesal.
Asline berbinar menatap sosok itu,bibirnya tertarik melihat sosok tampan yang duduk dibalik kemudi itu .
Benar-benar pria tampan tak manusiawi!.
"Dear....come here...." Rayga berucap dengan senyum tampan,berdiri disamping pintu mobil yang telah ia buka khusus untuk calon istrinya.
Asline tersenyum lebar,berjalan cepat menuju sosok tampan itu.
"Kenapa bicara dengan orang asing dear? jangan buang tenaga dan waktumu dengan orang-orang yang tidak penting! lihat..wajahmu sampai kusut begitu!" Gurau Rayga yang sama sekali tak singkron dengan ekspresi wajahnya yang begitu dingin bak badai hujan es.
Asline berdecak kala tangan kokoh itu menarik tusuk konde asal rambutnya.
Tergerai...
Kini rambut coklat panjang bergelombang itu jatuh luruh bak air terjun.
Rayga menarik beberapa helai dengan lembut,mengecup rambut calon istrinya dengan manis.
Asline tersipu,menarik kembali rambut yang berada di tangan Zeus.
"Ck..aku tidak bicara duluan ya..mereka saja yang mulai duluan..aku tidak salah!" Adu asline dengan wajah bertekuk masam.
Rayga terkekeh gemas.
__ADS_1
Cuppp..
Manik Asline membola,begitupula wajah Jonathan yang terlihat geram.
Grizela? Wanita itu sibuk mengigit kukunya menahan amarah dan iri hati!.
Mengapa Zeus itu tak bisa bersikap lembut padanya? mengapa gadis seperti asline bisa mendapat cinta dan bukanya dia?!.
Asline memukul dada bidang Rayga yang terbalut rompi anti peluru.
"MESUM!! JANGAN CIUM-CIUM SEMBARANGAN!" Kesal Asline kala bibir pria itu seenaknya menyambar bibirnya ditempat umum lagi!.
Tertawa...
Rayga menarik pipi mulus calon istrinya yang terlihat begitu kesal.
Wajah memerah dengan manik indah membulat .
Sungguh menggemaskan!.
"Tidak sembarangan dear...kamu itu calon istriku,cium kamu tidak masalah bukan?lain cerita kalau itu pria lain..." Rayga berucap jenaka,namun Jonathan tau.
Pria berkuasa itu tengah menyindirnya!.
"Apa maksud tatapan mata anda pada saya tuan muda Wiguna?" Jonathan berusaha sabar, keduanya sungguh pasangan yang serasi dalam mengukur emosi orang lain!.
"Apa kau punya hak bicara padaku? ingat..satu perintahku bisa meluluh lantakan semua bisnis keluargamu di Indonesia! jangan lupa itu..."
Rayga benar-benar sang alpha dengan segala kekuasaannya diusia muda!.
Jonathan menatap wajah acuh asline dan kedua tangannya terkepal erat.
"Jonathan,kita pulang saja..." Grizela membujuk lembut,namun maniknya menatap wajah tampan Rayga penuh damba.
Sungguh wanita hina!.
Asline menatap jijik tatapan Grizela pada calon suaminya.
"Pulang dear...malam ini terakhir aku bisa menghabiskan waktu bersamamu sebelum nenek memulai ritual pinggit-nya!" Rayga meletakkan tangannya diatas kepala asline,menuntun gadis itu dengan lembut memasuki mobil.
Menjaga agar kepala cantik itu tidak terantuk atap mobilnya.
"Hahaha..nenek Valy sangat Indonesia sekali ya...Sabar ya my bodyguard...." Asline terkekeh dengan senyum jahilnya.
Rayga memasuki mobil,menarik tubuh asline kedalam pelukannya.
Sungguh gemas rasanya menghadapi wajah cantik itu.
Kini usahanya tidak sia-sia,Asline telah mencintai dirinya.Sama seperti cintanya pada gadis itu.
Cup....
Menutup mata,ciuman lembut penuh kasih sayang tanpa hasr*t menyapu bibirnya.
Rayga menjelajah setiap jengkal nektar manis yang lebih terasa nik*at dibanding madu murni.
"Mphhh..Ray..Rayga..su..sudah...aku..hah.
tidak bisa bernafas!!" Asline memekik dengan nafas terakhirnya.
Sungguh ciuman ini jika dibiarkan akan semakin menjadi!.
Terkekeh geli,Rayga mengusap bibir bawah asline yang sudah memerah dan sedikit bengkak.
"Manisnya...." Asline menunduk malu,pria gila ini!.
Sehari saja tidak menggodanya apa tidak bisa?.
"Mau pulang...." asline merengek tanpa sadar.
Grephh...
"RAYGA!!!" Asline terpekik kala tubuhnya didudukan diatas pangkuan pria itu.
Rayga dan sifat dominan nya.
"Turun ih....." Asline sungguh ingin menangis,wajahnya sudah merah padam.
" Cium dulu..." Rayga menyeringai licik.
Asline melotot horor...
Dasar predator!.
" TIDAK!!" Balas asline jengkel.
Enak saja dirinya disuruh mencium duluan,harga diri right!.
"Ya sudah diam saja sampai kita sampai ke mansion utama!" Santai sekali,Rayga berucap tanpa terpengaruh wajah masam si cantik yang duduk gelisah dipangkuannya.
Mobil perlahan melaju,Rayga mengeram tertahan setelah bergerak beberapa kilometer.
" Diam dear...juniorku bangun..."
Degggg...
Asline mematung,geraknya yang mencoba turun terhenti kala suara berat nan serak mengalun membuat bulu kuduk mwremang.
Dan apa ini?!...
Sesuatu berdiri diantara area sensitifnya!..
Oh Tidak.....
"See.....get ready to your punisment dear..." melotot horor,asline duduk bak patung tak bernyawa.
Rayga menyeringai puas...
Kucing kecil ini sangat lucu!.
...TBC...
__ADS_1