
...Vote,like dan komentar ya...
...🍃...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🍃...
Archana berdecak kagum,bahkan gadis itu melupakan tugasnya untuk menarik ekor gaun sang kakak ipar.
Manik bulatnya menyisir seluruh isi ballroom dengan polos.
"Bagus sekali!! seperti istana Disney!" Pekik gadis remaja itu riang,bahkan Rubi dengan panik meraih ekor gaun asline yang dilepaskan begitu saja oleh archana.
Gadis remaja mungil ini sangat lucu!.
Rubi mengangkat ekor gaun asline agar tidak terinjak oleh mereka yang berjalan dibelakang sebagai Bridesmaids.
Arshenio mendekat cepat,meraih telapak tangan lembut adik kembarnya menjauh dari iringan sang kakak sulung bersama ratunya.
Sungguh Arshenio hanya takut adiknya nanti akan hilang akibat terlalu asik sendiri menikmati semarak pesta pernikahan kakak mereka.
"Kakak archa mau lihat dekorasi dulu jangan tarik-tarik ihhh..." Kesal archana kala sang kakak tidak perduli dan membawanya menjauh dari tengah aula.
"Daddy menunggu archa sayang..kita ketempat Daddy dan kakek saya ya..jangan disini nanti kamu terinjak para gajah!" Ucap Arsenio sembarangan.
Archana mengeryit dalam,menatap sosok kakak kembarnya yang begitu tinggi dan kokoh dengan manik memicing.
"Mana ada gajah dihotel kakak! kata nenek tidak boleh suka berbicara bohong.. nanti tuhan marah! " Archana mencubit pinggang Arsen dengan gemas.
Pria tampan itu meringis ngilu.
Haduh adiknya ini benar-benar membuat orang speechless!.
"Itukan hanya perumpamaan saja sayang...kamu lihat tubuhmu itu kecil..lihat para tamu disana..mereka semua tinggi dan besar-besar badannya! bagaimana jika kamu tergencet?" Ucap Arsenio sabar.
Archa menoleh kebelakang tempat dimana ia telah tinggalkan beberapa langkah.
Benar juga!..
Pasrah dan akhirnya gadis itu berjalan riang menuju kursi khusus para keluarganya.
Manik para tamu terus terperangah,tak cukup satu namun dua mix dekorasi disuguhkan begitu memasuki ballroom.
"Selamat datang para tamu terhormat! untuk para generasi tertua silahkan menuju sisi timur...dan untuk para tamu generasi muda silahkan menuju sisi ballroom barat..dan selamat menikmati pesta!" Suara maskulin Alarik terdengar kuat dari speaker-speaker yang terpasang disetiap sudut ballroom.
...( mengenang pernikahan Cinderella step sister )...
Riuh tepuk tangan haru menyambut kedatangan sepasang makhluk indah yang kini telah dipersatukan tuhan lewat sebuah pernikahan suci,melody musik resital mengalun lembut kala pintu besar ballroom hotel yang dikatakan sebagai hotel paling romantis yang pernah dibangun di daerah pantai.
Kini tak cukup mata para tamu terbuai oleh keindahan bangunan hotel megah itu,tapi kedatangan sepasang suami dan istri yang baru saja mengikat janji itu cukup membuat pekikan kagum terdengar riuh.
Rayga,pria tampan dengan toksedo putih itu berjalan dengan memeluk pinggang sang istri memasuki ballroom menuju kursi tahta semalam yang akan mereka duduki.
"Bagaimana? apa suka dengan hadiahku dear..ini adalah tempat pernikahan yang kamu impikan! dua sisi dengan dua dekorasi berbeda.." Rayga berbisik lembut ditelinga sensitif gadisnya, istrinya!.
Asline mengangguk haru,kaki jenjangnya dibawa melangkah ditengah aula dibawah tatapan iri para wanita dan seluruh tamu yang datang.
"Ini sangat..... terimakasih Rayga..." Ucap asline begitu melewati sisi timur para generasi tetua.
🎶
Hingga suara simphoni berganti dentingan awal dari sebuah piano klasik yang berdiri ditengah panggung besar disisi utara aula.
...Looks like we made it...
...Sepertinya kita telah berhasil...
...Look how far we've come my baby...
...Seberapa jauh kita telah sampai sayangku...
...We might took the long way...
...Kita mungkin menempuh jalan panjang...
...We knew we'd get there someday...
...Kita tau kita akan sampai suatu saat nanti...
...They said ' i bet they'll never make it'...
...Mereka bilang 'aku bertaruh mereka takkan pernah berhasil'...
...But just look at us holding on...
...Namun lihatlah kita tetap bertahan...
...We're still together still going strong...
...Kita masih bersama semakin kuat...
Asline menatap Victoria yang tengah bernyanyi dengan acella yang duduk anggun memainkan pianonya.
Menengadah menatap mata teduh yang kini menyorot maniknya teduh.
__ADS_1
Manik indah itu perlahan memerah.
...You're still the one i run to...
...Kaulah satu-satunya tempatku mengadu...
...The one that i belong to...
...Satu-satunya yang kumiliki...
...You're still the one i want for life...
...Kau masih satu-satunya yang ku ingin seumur hidup...
Rayga menurunkan tengannya dari pinggang asline dan beralih menggenggam telapak tangan halus istrinya itu,berjalan tegap dengan wajah penuh kebanggaan.
Manik memerah asline terbingkai senyum bahagia di bibirnya.
...You're still the one that i love...
...Kau masih satu-satunya yang kucintai...
...Satu-satunya yang ku impikan...
...You're still the one i kiss good night...
...Kau masih satu-satunya yang ku kecup menjelang tidur...
Kelopak bunga bunga mawar merah berjatuhan
Asline mengigit bibir bawahnya akan rasa bahagia yang baru kali ini ia rasakan makna sejatinya,makna bahagia dari seseorang yang mencintainya dengan tulus.
...Ain't nothin better...
...Tak ada yang lebih baik...
...We beat the odds together...
...Kita kalahkan perselisihan bersama...
...I'm glad we didn't listen...
...Aku bersyukur kita tak mendengarkan...
...Look at what we would be missing...
...Lihat apa yang akan kita lewatkan...
Victoria menutup matanya,bayangan wajah teduh dan senyum jenaka Raino terpatri.
Senyum sendu gadis itu terbit samar.
...They said 'i bet they'll never make it'...
...But just look at us holding on...
...We're still together still going strong...
"Ya Tuhan aku ingin bersama pria ini dan keluarga mereka..jangan biarkan aku kembali padanya..."
Batin Victoria yang maniknya tanpa sengaja bersitatap dengan manik tajam Raino yang menatapnya intens.
...You're still the one i run to...
...The one that i belong to...
...You're still the one i want for life...
...You're still the one that i love...
...You're still the one i kiss good night...
Rayga membantu sang istri menaiki tangga,menuntun lembut setiap langkah ratunya penuh cinta.
Tatapan lembut dari manik tajam itu sukses membuat para tamu wanita memekik iri,dan para pria yang menggeleng takjub.
Keajaiban dunia...
Pria misterius yang dikatakan tidak tersentuh dan menjaga batas tinggi dengan perempuan kini begitu lembut dan hati-hati dalam memperlakukan seorang perempuan dengan begitu penuh puja!.
Cinta memang luar biasa,bahkan gunung es sekalipun akan mencair.
Tes...
Victoria berbalik,mengusap cepat air matanya namun sayang.Manik tajam Raino menangkap jelas jatuhnya kristal bening itu.
Acella menatap semua itu dalam diam.
"Ada-apa denganmu Ria?...." Acella merasakan perubahan getaran suara dari sosok mantan secret agent itu.
Tapi penampilan belum berakhir.
Victoria berbalik dan menampilkan senyum kembali,seakan tak pernah ada perubahan dalam emosinya.
...You're still the one i run to...
...The one that i belong to...
...You're still the one i want for life...
...You're still the one that i love...
...You're still the one i kiss good night...
...I'm so glad we made it...
...Look how we've come my baby...
Victoria menutup matanya dengan denting terakhir permainan acella.
Tepukan terdengar dan dua gadis cantik itu membungkuk ramah.
Pesta pernikahan berlangsung meriah,berbagai pastry juga makanan dari seluruh dunia tersaji disetiap konter,memanjakan perut dan mata para penikmat kuliner.
Shura berlari menggandeng tangan archana untuk berburu kue.
"Woah...ini semua kue ini dan macaron...." Pekik anak laki-laki manis itu heboh.
" Kak ayo ambil yang banyak dan makan puas sebelum para ibu mengomel!" Ajakan setan anak manis itu terdengar mengiurkan ditelinga archana si maniak manis.
__ADS_1
"Jangan lupa candy!!" Keduanya memekik dan berlari cepat menuju meja penuh olahan coklat berbagai rasa dan bentuk.
Sementara itu..
"Woah..aku lapar Ion!! cari makan.." Maxim menarik tangan Gion yang sibuk menggendong spix yang sudah terlelap damai.
"Darimana datangnya abs itu?! makan saja isi otakmu!" Gerutu Gion yang akhirnya beranjak menemani Maxim mencari makanan apa yang akan mereka santap.
Yah,daripada tetap tinggal dan menjadi obat nyamuk.
Gion hendak meraih nampan setelah membiarkan spinx turun dan menjelajah sendiri hingga...
...( stan food )...
Degg..
Sebuah tangan lembut nan halus bersentuhan dengan telapak tangannya yang berniat mengambil nampan untuk mengisi makanannya.
"Eh..maaf..ambil saja duluan..." Suara halus mengalun memasuki gendang telinganya,Gion menolehkan kepalanya dan mendapati seorang gadis cantik dengan gaun biru cyan berdiri disisinya.
"Cantik sekali...." batin Gion yang menatap linglung sosok yang berdiri menatap dirinya risih, bagaimana tidak? Gion menatap gadis itu intens tanpa berkedip!.
"Tuan.....?" Gadis itu memanggil kala antrian dibelakang mereka mulai terbentuk.
Plak...
"Oh astaga..iya?!' Pekik Gion terkejut kala pipinya mendapat tamparan lumayan keras.
"Hahaha..maaf anda tadi melamun,saya sudah menyenggol lengan Anda tapi anda tidak merespon,jadi maaf..terpaksa pipi Anda saya tampar sedikit biar sadar.." Gadis itu berucap kikuk.
Gion menggaruk tengkuknya malu,melirik belakang gadis itu yang mulai ramai tamu yang berniat sama dengannya,makan!.
"Haha..ia tidak masalah nona.." Gion dengan rasa malunya setengah mati meraih asal makanannya dan berlalu cepat kala harga dirinya seakan raib entah kemana.
" Linglung didepan gadis cantik Gion? are you crazy man?!!"Gumamnya kesal luar biasa pada diri sendiri.
Dibelakang Gion,gadis bersanggul rapi dengan rambut jatuh di kedua sisi wajahnya itu menatap sosok Gion dengan senyum geli.
" Tampan sih.. tapi aneh..sebaiknya cari Archa saja..keluarganya taipan semua berasa malu jalan sendiri..ini dua rubah pergi kemana coba?! main tinggal saja!!" Gerutu gadis itu dengan cepat menggambil makanan yang ia inginkan sebelum berlalu pergi.
Sementara dilain tempat...
Maxim menuju konter berisi makanan sejenis sate,hanya saja semua itu adalah makanan khas dari beberapa kota di Eropa juga Asia .
"Ck...jika tidak ada mama disini..sudah kubawa penghuni haremku! naas sekali hidup seorang pria tampan seperti diriku..berada di pernikahan saudara tapi sendiri tanpa kekasih..nasib..nasib...ka-"
"Kalau kau mau berkisah disini lebih baik pergi saja..kau pikir hanya dirimu yang mau makan?! lihat antrian sudah penuh karena dirimu yang meratapi nasib disini!!" Max menoleh cepat kala suara geram namun begitu manis memotong ucapanya.
Degggg..
"Ini mataku membuat fatamorgana? kenapa ada perempuan begitu indah seperti ini?!! bahkan para penghuni haremku saja tidak ada apa-apanya!!" Maxim melamun dengan mata berkedip cepat.
Gadis cantik dihadapannya menghela nafas jengkel.
"Minggir!!" Dengan tidak sabarnya gadis itu mendorong jauh tubuh Maxim dari jalur antrian dan mulai mengisi piringnya dengan makanan.
Maxim tersenyum bodoh,melihat semua tingkah laku gadis itu dalam terpesona.
Hingga.......
Bukhhh...
"Aduh!! anak tuyul....kenapa kau memakul kaki kakakmu ini?!!" Geram max kala tulang keringnya seakan berdenyut keras oleh tendangan maut shura.
"Kakak maxim bodoh ya?! pegang piring terus melamun ditengah jalan konter seperti ini! halang-halangi orang mau makan saja!" Sembur putra Tristan itu pedas.
Maxim berkedip cepat,melirik sekitar yang menatapnya lucu.
"Eh?! astaga kemana malaikat cantik itu?!!" Max meliarkan pandangan matanya.
Nihil...
Gadis cantik nan galak itu hilang...
Max mengusak rambut yang telah ia cat silver dengan gusar.
"Gara-gara kamu malaikat kakak hilang! dasar kribo!!" Maxim berlalu sembari terus mengomel dan dengan bodohnya masih membawa-bawa piring kosong ditanganya.
Disisi lain...
Para tamu mulai berjalan hendak memberi selamat.
Ryu dan Rubi berjalan paling depan.
"Selamat ya Brother..asline....well..aku tidak menyangka kau akan menikah juga dengan monster ini line...padahal kami sudah berfikir dia akan melajang sampai tua..." Kekeh Ryu dengan wajah kalemnya.
Rubi mencubit pinggang calon suaminya itu tak enak saat wajah Rayga begitu mengerikan menatap dirinya juga Ryuga.
"Line..ini hadiah dariku juga Ryu..selamat ya..Ryu cepat turun!" Rubi memberi kado pernikahan pada aslien dan menarik kejam tubuh Ryu dari sana sebelum pria itu semakin lemas berucap .
"Sweety pelan-pelan nanti kita jatuh !" Ryu terkekeh melihat cara cepat Rubi berjalan.
"Diam..." Desis Rubi dan Ryu akhirnya bungkam kala kekasihnya itu nampak marah.
Kini Max yang berdiri setelah memberikan piring kosognya pada sembarang tamu.
"Asline...aku hanya berpesan.. hati-hati dengan monster ini..dia akan memakanmu habis!" Max menyerigai jahil,wajah asline sukses merona pekat tau akan maksud kata makan itu.
"Pergi kau!" Desis Rayga tajam.
Max merenggut kesal dan turun setelah memberi sebuah kotak merah besar entah apa.
"Dear..sekarang bukan waktunya gugup dan merona seperti ini...nanti malam..wajah merona cantik ini baru boleh terlihat setelah aku memakanmu..." Bisik Rayga jahil.
Blushhh..
"MESUM SINTING!!' Bisik Asline tajam dengan berjinjit dan berucap dapat ditelinga pria itu,nafas hangat asline sukses membuat bulu kuduk rayga meremang.
"Damn it!! " Maki Rayga kala menoleh dan menatap bibir ranum asline yang tepat berada didepan matanya kala gadis itu berjinjit.
Para inti mendengus jengah,dasar predator!.
"Bisa tidak mesum-mu ditunda dulu brother?! lihat antrian masih panjang...kasihan gadis kami menunggu karena ingin bersalaman dengan aslien dan kau justru menunda itu dengan kelakuan frontalmu!" Sarkas raider jengkel.
"Urusanmu?" Balas Rayga acuh.
Para inti mengelus dada sabar,percuma menghadapi kembaran gunung Everest!.
...🍃...
__ADS_1
...TBC...