Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Panas..panas....


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote, like dan coment...


...Happy reading and don't be silent reader...


...♨️...



Gelapnya malam menuju bungalow persinggahan milik Rafendra untuk sang istri Anggi terhias puluhan lampu taman yang berbendar terang.


Asline tak kuasa menahan senyumnya.


Rayga terkekeh mengusap rambut istrinya dengan penuh kasih sayang.


Erwin yang duduk sendiri mengemudi didepan merasa masam.


Katakan bagaimana hatinya menerima dijadikan sebagai obat nyamuk?!.


"Bos....set-"


"Setelah sampai kau pergi..." Erwin melongo atas ucapannya yang langsung terpotong sadis.


"Astaga bos.....saya sudah dengan baik hati mencuri mobil Adam demi kenyamanan bos disini justru bos usir...tega sekali....setidaknya biarkan saya ngopi atau ngeteh dulu? lumayan sudah lama tidak ke bungalow nenek.... terakhir kita kumpul disana saat pesta kelulusan...saya rindu tau bos sama bungalow bergaya alam itu...pelit sekali...."Erwin berucap frustasi sendiri, Rayga masa bodoh dan menatap salah satu sahabat geng masa sekolahnya itu jijik.


"Tidak perlu main drama kau...wajahmu seperti Kukang!" Rayga membalas penuh penistaan.


Erwin mengelus dada sabar,mobil berhenti disebuah bungalow yang terlihat begitu asri.


Didepan gerbang,begitu mobil berhenti segera pintu gerbang didorong dari sisi kiri dan kanan oleh dua orang penjaga.


Benar,bungalow tua ini sudah berdiri sejak masa-masa awal pernikahan Rafendra dan Anggi .


Itulah mengapa teknologi keamanan bungalow ini masih rendah,atau bisa disebut sistem alami masih menggunakan tenaga manual.


"Selamat datang tuan muda Rayganta dan nyonya muda Asline..."


Asline tersenyum lembut saat sederet pekerja dan penjaga bungalow berdiri rapi didepan pintu dan menyambut mereka.


"Terimakasih...." Asline menjawab ramah.


Para pekerja itu terlihat sudah berumur,wajah baya mereka terhias senyum atas balasan ramah sang nyonya muda.


Nasib baik selama ini nyonya tua mereka mendapat menantu dan cucu menantu yang baik.


"Baiklah bos...saya pamit ya soal masih harus mengurus restoran dulu...koper sudah diurus oleh para penjaga jika ada hal hubungi saja...bos masih butuh tur guide?" Erwin bertanya main-main,Rayga mendengus dingin dan menatap sahabatnya itu jijik.


"Mana dari sudur kota ini yang tidak pernah ku jejaki dulu? jangan bicara omong kosong dan enyah!" Erwin meringsut ngeri.


Pria ini apa tidak bisa lebih ramah sedikit? wajah poker dengan ekspresi dingin itu benar-benar bencana!.


"Iya..iya...untung wajah bos good looking and good rekening...coba tidak? Bu bos pasti sudah lama kabur dengan tempramen seperti ANDA.."


Erwin segera lari terbirit-birit masuk mobil begitu sebuah Revolver mengarah pada kepalanya .


Brakkkk...


Erwin menutup pintu mobil hasil pinjaman paksa milik sahabatnya,Adam.


Salah satu anggota Dark Eagle masa remaja dulu juga.


Benar-benar tidak bisa diajak bercanda ini Zeus.


Asline menggeleng geli,setelah para pekerja bungalow pergi dan membiarkan majikan mereka sendiri.


Wanita cantik dengan sweeter rajut putih itu menatap keseluruhan area depan bungalow.


Mengikuti langkah sang suami yang mengarahkannya pada pintu dorong area belakang.


Satu kata yang terbersit.



Indah....!


"Suka?" Rayga merangkul pinggang ramping istrinya,bertanya dengan seluruh nada memanjakan.


Asline tak menjawab,namun wajahnya menatap penuh binar sembari mengangguk cepat.


Rayga tertawa renyah menarik kedua pipi istrinya dengan cubitan lembut.


"Mau aku buatkan yang seperti ini di London? katakan saja ingin bungalow yang seperti apa? satu permintaan darimu dan aku janji akan siap dengan segera!" Rayga berucap penuh keyakinan,membelai bibir ranum ini dengan ibu jarinya dan mengecup pipi halus itu penuh puja.


Asline dengan wajah memerah menggeleng samar,mengusap rahang tegas itu dan mengecup kembali bibir hangat suaminya dengan wajah malu.

__ADS_1


"Tidak perlu....aku tidak suka kamu menghabiskan uang untuk membangun sebuah tempat tinggal yang berlebihan...bungalow nenek ini bisa dikatakan terlalu mewah dan aku memang suka tapi tidak sampai ingin kami membangun yang seperti ini juga....jika ingin aku hanya butuh rumah kecil berlantai dua dengan sebuah kolam renang dan gazebonya untuk bersantai...." Rayga mengangguk pasrah.


Rayga terkadang tak habis fikir.


Dia memiliki begitu banyak uang dan properti.


Tapi istrinya ini begitu berfikiran sederhana.Tidak suka belanja dan tidak suka bepergian traveling.


Lantas buat apa dia kerja begitu keras jika istirnya ini terlalu enggan membelanjakan semua uang yang sudah tak terhitung karena begitu banyak kartu kredit yang sudah menumpuk di brangkas miliknya?!.


"Jangan lihat aku seperti itu! hidup sederhana itu lebih bermakna hubby.....banyak orang diluar sana hidup serba kekurangan! aku bahkan membenci orang-orang kaya yang selalu pamer harta dengan membeli banyak mobil mewah yang mereka posting di sosial media! belum lagi saat jalan-jalan keluar negeri tapi hasil dari korupsi! inilah hasil kalau punya uang banyak tapi berfikiran sempit jadi menghalalkan segala cara.. ingat ya hubby....saat kita diatas langit, jangan lupa melihat kebawah!"


Rayga menghela nafas dan mengangguk pasrah.


Inilah hasil didikan tuan santanu!.


Jika saja ayah mertuanya itu masih hidup,Rayga bahkan tak sungkan jika harus menunduk dan mengucapkan terima kasih karena pria itu berhasil mendidik seorang anak perempuan yang begitu murni juga penuh rasa kemanusiaan.


Dirinya tak salah pilih,tuhan memang adil saat meski manusia berhati dingin seperti dirinya harus berlumur dosa,namun seorang malaikat dikirim untuk berdiri disisinya dan membantu memperbaiki sedikit jalanya.


Yah,hanya sedikit dan jika ada yang berani mengusik malaikatnya.


Rayga tak akan berfikir dua kali untuk kembali menjadi iblis untuk itu!.


"Ya...istriku memang benar dan aku bersyukur atas dirimu di sisiku!" rayga tersenyum dan membawa istrinya masuk saat malam semakin dingin.


Rayga melirik kepala pelayan paruh baya yang mengangguk padanya.


Takhhhh...


"HUBBY..!" Asline memekik saat lampu tiba-tiba mati dan sosok Rayga tak ada disampingnya.


"Hu...hubby....jangan main-main..." Asline belum mengenal tempat ini dengan benar,dan kini suaminya menghilang?!.


Bukan takut pada manusia! tapi bagaimana jika bungalow tua ini berhantu?!.


Asline benci setan yang berasal dari Indonesia!.


Mereka terlalu menakutkan terutama sosok yang berpakaian putih dengan punggung berlubang penuh belatung!.


Ting....


From : My hubby..


...Jangan takut dear..nyalakan senter ponsel dan melangkahlah kedepan....


Pria ini benar-benar jahil!.


Hingga...


Deggg...



"I..ini?" Asline tergugu,bibirnya kelu hingga tak mampu berkata-kata.


Tangga yang terhias taburan mawar, buket-buket bunga yang menghiasi sepanjang pegangan tangga dan lilin-lilin beraroma Jasmine.


Tingg...


From : My hubby


...Maaf karena terlambat memberimu malam pernikahan yang indah,maaf karena aku begitu bodoh tentang membuat kesan romantis untuk pernikahan kita......


...Maaf istriku...aku cinta kamu....


Air mata haru tanpa sadar menetes saat kaki jenjang itu mulai menapak.


Tangan yang memegang ponsel itu gemetar oleh rasa hangat yang membuncah.


Tiba di lantai atas,asline menemukan seorang wanita baya yang berdiri sembari tersenyum lembut.


Menyerahkan sebuket mawar merah muda.


Dan pergi tanpa kata setelah asline menerima buket cantik itu.


Ting...


From : My hubby


...Warna mawar ini melambangkan cantik wajahmu, rona dipipimu dan senyum lembutmu....


...Dear.....


...Kamu lebih indah dari mawar,tapi hanya mawar yang sebanding dengan kecantikan dirimu....

__ADS_1


...Dear.......


...Teamo......


Asline tertawa dengan tangis haru.



Memeluk bunga mawar merah muda itu dan terus melangkah hingga langkahnya terhenti di depan sebuah pintu.


Pintu satu-satunya yang berada di lantai dua itu.


Deg.....deg.....


Jantung asline bertalu-talu,tanganya gemetar terulur meraih handle pintu.


Dan.....


Tubuhnya mematung.



Sosok gagah dengan kemeja putih itu mendekat,meraih buket yang hampir jatuh di tangan sang istri.


"Maaf aku hanya bisa memikirkan seperti ini ..jika kurang suatu saat aku akan buat yang lebih dari i-"


"No...ini luar biasa....hiks...kamu siapkan semua ini?" Asline berucap dengan suara bergetar saat tangis haru itu jatuh.


"Sebenarnya aku hanya memberi ide..dan para pelayan yang mengurus..aku...harap kamu suka..." Rayga berucap dengan senyum kikuk.


Sungguh,pria romantis tidak pernah terbayang akan menjadi bagian dari hidupnya!.


Dan kini demi istri yang begitu ia cinta,Rayga.


Sosok dingin tak tersentuh perempuan selain adik dan ibunya.


Kini berubah menjadi budak cinta yang rela melakukan apapun demi menunjukan cintanya.


Grephhh...


Rayga tertawa renyah saat merasakan serangan kelembutan yang menerjang tubuhnya.


Panas dan lembut serta wangi tubuh asline menyebar ke seluruh tubuhnya,tubuh indah itu menempel kuat saat wanita cantik itu memeluk tubuh kokoh itu dengan tangis bahagia.


Nafas Rayga tercekat,lembut sekali...


Namun saat sosok cantik itu melepas pelukan mereka,seakan sesuatu telah hilang dari dekapan nya.


Rayga memeluk tubuh asline saat wanita cantik itu berbalik kembali menatap kamar indah itu.


"Suka?" Rayga bertanya sembari terus mencium gemas pipi merona itu.


Asline tertawa, tawa renyah yang terdengar bak suara harmoni sebuah harpa yang begitu merdu.


"Suka....!" Asline menjawab saat tubuhnya dibawa berbaring.


Rayga menidih tubuh ramping itu dan asline mulai menjadi gugup.


Manik itu terasa menghujam panas.


"Kalau suka mari buat bayi!"


Rayga menyerigai buas.


"KYAAAAAA....RAYGA!!"


Srakhhh.....


Hilang sudah haru biru perasaan romantis yang asline rasakan saat sweeter rajut yang membalut tubuhnya disobek dengan mudah.


Wajah asline memerah dengan nafas memberat saat tubuhnya dijamah oleh lidah panas dan hidung mancung tegak bak perosotan itu.


"Enghhh...hah...hah... pelan-pelan hubby!" Rayga terkekeh rendah saat melihat wajah penuh gejolak hasrat istrinya.


Sangat cantik dan menggoda bak bunga Peony yang mekar!.


"Hah...hah...AKHHHHHHHH..." Asline menjerit saat penutup terkahir dari aset kembar yang begitu ia rawat ditarik dan benda itu digigit dengan ganas.


Rayga terlihat begitu terobsesi pada dadanya.


"Hm...bulat dan sintal ya....pintar sekali istriku merawat diri..." Rayga berucap jenaka,kedua tangannya merem*s kedua gunung kembar istrinya yang sudah gemetar hebat.


Para pelayan yang mendengar jeritan nyonya muda mereka hanya bisa tertunduk malu,melangkah pergi meninggalkan bungalow untuk kembali pulang ke rumah mereka masing-masing.


Tugas dari tuan dan nyonya tua telah selesai mereka lakukan,sekarang lebih baik pergi dan biarkan majikan muda mereka bercocok tanam!.

__ADS_1



.....TBC.....


__ADS_2