Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Hormon bumil


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...🍃 Happy reading and keep health 🍃...



Aroma menyengat menguar dari arah dapur Z Residen.


Asline mengeryit dalam sembari meletakkan toples berisi cookies coklat itu kembali keatas meja.


Tak lama,terlihat sosok yang wajahnya begitu datar tanpa ekspresi keluar dari dapur dengan semangkuk?.


Asline menatap wajah tampan suaminya aneh.


"Hubby.....wajahnya kenapa? masam begitu...tidak ikhlas ya masakan baby....?" Asline berucap lirih sembari mengusap perutnya yang bulat.


Rayga terbelalak panik.


Menggeleng gusar sembari mendekati istrinya dengan senyum hangat.


"Bukan dear...hanya saja aku cemas jam segini kamu belum tidur..lapar sekali ya? maaf ya kamu menunggu lama..." Rayga berucap sesal,alibi sebenarnya ia tak ingin istrinya sampai makan makanan yang ia buat hasil ide tidak waras raino!.


Tapi mau bagaimana lagi?


"Terus kenapa wajahnya dingin begitu? senyumnya mana?" Asline merengek manja disertai kedipan mata menggoda.


Rayga memggeram gemas,menyambar bibir yang sudah maju beberapa senti itu dengan frustasi.


Asline terkekeh begitu ciuman terlepas,bibirnya terasa kebas namun ciuman-ciuman penuh kelembutan segera menghujani wajah dan perutnya.


"Maafkan Daddy ya...baby Daddy menunggu lama untuk makan! sekarang...." rayga terlihat ragu untuk kembali berkata.


Asline mengusap wajah suaminya,ia tahu suaminya ini tengah tertekan.


Tapi mengapa? asline menghela nafas tak tahu.


"I..ini?" Asline menatap semangkuk mie dengan kuah merah beraroma menyengat itu horor.


"Ini apa hubby?" Asline tersenyum miris.


Rasa laparnya hilang!.


Namun melihat wajah suram suaminya rasa tak tega datang.


Akhirnya asline duduk,didepannya mangkuk seblak tak meyakinkan namun senyum manis asline terbit.


Ini usaha suaminya!.


"Dear..jangan makan saja ya..aku masakan western food yang lain bagaimana? " Rayga membujuk frustasi.


Asline tersenyum dan meraih sebuah sumpit.


Menggulung mie didalam mangkuk meniupnya sejenak dan mulai makan.


"Ughh....."Asline menutup bibirnya rapat, wajahnya pias dan rayga segera meraih sebuah toples dan membuang isinya, begitu kosong toples itu segera mendarat dihadapan bibir istrinya.


Huekkkk.....


Asline tak kuasa memuntahkan kembali makanan yang baru sesuap ia kunyah itu.


"Hubby...ini cekernya tidak kamu masak dengan benar?! rasa amisnya tertinggal! Ini lagi ..telurnya hangus bagian bawah! ini bukan seblak...ini kamu pasti masak mie instan punya para maid kan?! astaga hubby....!" Rayga meringis kikuk,sudah ia katakan ia nol besar dalam mengolah makanan selain western!.


"Maaf dear..." Rayga menunduk dalam,wajah tampannya bak anak kecil yang tengah dimarahi ibunya akibat melakukan kesalahan.


Asline menghela nafas,mengusap wajah tampan penuh sesal itu iba.


"Ya sudah..yang penting baby sudah rasa masakan Daddy mereka...sekarang aku mengantuk...kita tidur ya.." Rayga mengangguk senang,pria tampan itu menggendong kembali istrinya tak ingin kaki itu menyentuh lantai!.


"Hubby aku bisa jalan sendiri! jangan gendong terus nanti aku jadi malas!" Rayga terkekeh atas protesan istrinya,pria itu berjalan menaiki tangga.


"Pakai lift hubby..aku berat ini!" Asline tak habis fikir atas isi kepala suaminya ini.


"Tidak apa-apa sekalian olah raga kencangkan otot lengan juga perutku lagi! kamu ringan seringai kapas..." Rayga menunduk mengecup kening istrinya sembari mulai menapaki anak tangga.


Wajah asline merona merah.


Benar!.


Otot-ototnya lengan dan perut suaminya benar-benar jantan! kencang juga kuat.


Dari lantai 1 sampai lantai 3, asline yang beratnya 55 kilo ditambah tiga bayi didalam perutnya.Lihat,betapa kuat tubuh Zeus ini mengangkat istirnya naik!.


..........


Z Residen, 00.00 night...


Manik indah itu dihiasi lingkaran hitam samar.


Huh.....!


Asline bangun dan duduk gusar diatas ranjangnya.


Rayga terlelap disampingnya sembari memeluk perutnya.


"Kangen Rexion dan Raindres...baby mau ketemu kakak ya? tapi ini sudah malam....butuh 2 jam sampai ke mansion utama..." Asline mengusap perutnya frustasi.


Bayang wajah lucu Rexion dan Raindres terus bergerak didalam fikiranya,entah mengapa juga harus kedua anak itu!?.


Mengapa tidak putra mereka yang lain? entahlah!?


Melirik jam,sudah hampir pukul 1 lewat 30 menit.

__ADS_1


"Hubby....." Asline menggoyang lengan suaminya yang masih bertengger diperutnya.


Manik tajam itu terbuka samar.


"Kenapa hm? " Rayga menatap istrinya sabar.


"Mau Rex juga Rain!"


Duar......!


Seketika manik sayu itu terbuka cerah,kantuk menghilang dengan wajah suram datang!.


"Buat apa dear kamu cari dua kera itu malam-malam be-"


Tukshhh...!


"Dear...?!" Rayga mengerang frustasi saat jemari lentik itu menyentil bibirnya keras.


"Kera..kera....! itu putra-putra Victoria dan Raels.. putra kita juga beraninya kamu menyebut anak-anak aku kera?! sudah bosan jadi suamiku?!" Raung asline sengit.


Rayga melompat panik,duduk diatas ranjang dengan gelengan ngeri.


"Tidak..tidak...! maaf dear..ya..ya..aku salah,sekarang aku harus apa?" Rayga berucap sembari tersenyum paksa.


Asline mendengus kesal dan bersidekap dada.


"Aku mau putraku tidur disini dan kamu harus jemput mereka sekarang! kalau tidak baby tidak akan biarkan mommy mereka tidur! " Asline berucap sembari mengusap wajah tampan suaminya mengancam.


"Dasar kera kecil ini!! kenapa juga istriku harus meminta mereka?! apa aku saja tidak cukup?!" Batin Rayga gusar.


Dendam kesumat segera tersulut untuk kedua anak laki-laki malang itu.


"Sekarang ?" Rayga bertanya memelas.


Asline tersenyum dan mengecup bibir hangat suaminya manja.


"Sekarang hubby...masa besok?! ya sudah pergi sana jemput anak-anak tampanku!" Asline dengan santainya mendorong tubuh tegap itu menjauh,rayga turun dengan wajah nanar.


Menatap istrinya lagi berusaha membuat keinginan itu batal,namun asline tak perduli dan sibuk meraih toples kue kering disisi nakas dan mulai memakan isinya.


Hamil ini benar-benar membuatnya hobi makan!.


Rayga mendesah panjang,meraih jaket kulitnya dan mulai memakainya.


Biarlah dalamnya hanya memakai pakaian piyamanya.


"Lihat saja akan kubuat kera-kera ini masuk angin! pakai motor sepertinya bagus hahaha...! dan akan kusuruh morio saja untuk menjemput para kera itu! hahahaha.. sementara aku bisa menunggu di pos jaga untuk itu..kau memang pintar Rayga!!" Batin rayga tertawa picik.


"Hubby...." Rayga berbalik binar saat asline kembali memanggil,apa sudah berubah fikiran?!.


" Kenapa dear...tidak jadi ya?! baguslah!!" Rayga hendak membuka lagi jaketnya, sebelum.


Mau marah tapi tak sanggup!.


Rayga bisa apa?!.


Menghela nafas berat, Rayga membuka pintu dan pergi dengan wajah masam.


"Apa istriku sudah jadi cenayang? sabar rayga..sabar...demi calon anak perempuanmu..lihat saja jika diantara calon iblis kecil ini tidak ada anak perempuan! aku akan kirim mereka sekolah militer! " Dendam kesumat Rayga membara.


Ini hampir pukul 2! dan dia harus keluar,nasib malang.


..........


Wiguna great Mansion....


Malam hening dengan para penjaga yang berpatroli silih berganti.


Hingga...


Sebuah mobil Pajero hitam melaju dengan kecepatan angin mendekat.



Para penjaga pos pertama menatap horor,apa ada musuh mendekat?!.


Black, pria yang mengganti posisi morio sebagai kepala penjaga gerbang segera meraih teropong jarak jauh.


"ITU TUAN MUDA SULUNG! BUKA GERBANG CEPAT!!" Raung black panik.


Ini mengapa tuan mudanya seperti mengemudi dalam kerasukan!?.


Wushhhh...!


Bak angin tornado,para penjaga berdiri mematung dengan wajah tegang begitu mobil melewati gerbang.


"Black cepat beritahu white untuk segera buka gerbang kedua!! bisa ditabrak gerbang itu oleh tuan muda sulung dengan kecepatan gila seperti tadi!!" Seorang pria muda anggota penjaga gerbang pertama segera menyadarkan black.


White,saudaranya yang menjaga gerbang kedua harus segera tau!.


Black segera menekan walkie talkie .


"Second gates here...what going on ?"


"Jangan banyak tanya dulu! cepat buka gerbang kedua...tuan muda sulung datang dengan kecepatan gil-"


Brakhhh...


Black bungkam,para penjaga gerbang pertama mendengar jelas tubrukan besi!.


"Second gates?!!" Black memangil panik.

__ADS_1


"Ha..hahahaha...tuan muda sulung benar-benar gila brother! dia menabrak gerbang yang baru saja terbuka setengah! gila....gerbang ini harus diganti! kenapa juga tuan muda sulung seperti iblis yang hendak menelan orang? seram sekali....!"


Tawa getir terdengar,dan black hanya bisa mengelus dada sabar.


Rayga disisi lain.


Mobil bahkan tidak dalam kondisi mesin mati.


Namun mobil itu telah berhenti didepan pintu masuk mansion utama dengan bagian depan penyok!.


Penjaga yang melihat kedatangan tuan muda sulung mereka segera bergidik.


Ada-apa dengan ekspresi bak badai mengamuk itu?!.


"Tu-"


"Jangan banyak basa-basi! cepat bawa Rexion dan Raindres kemarin....!" Rayga berucap dengan wajah gelap penuh kekesalan! bahkan pria itu tak keluar dari dalam mobil.


Para penjaga yang bertugas didepan pintu masuk segera berlari tanpa banyak bicara lagi!.


Siapa yang mau berhadapan berlama-lama dengan Zeus yang wajahnya sudah menghitam penuh badai?!.


Rayga ,pria itu menatap jam tangan tak sabar.


Sedang para penjaga yang tersisa sudah berkeringat dingin!.


"Jika mereka tak keluar dalam waktu 10 detik...akan kuledakkan taman depan ini!" Batin Rayga membara.


1..... detik..


5.....detik...


Keringat sebesar biji jagung terlihat dari wajah-wajah tegang para penjaga!.


Sebenarnya apa yang membuat Zeus ini marah?!.


10....


"Tuan muda ini..ini tuan muda kecil...." Dua orang penjaga tiba dengan wajah pucat pasi sembari menggedong dua anak laki-laki yang nampak tertidur pulas tanpa tau iblis seperti apa yang sedang mengincar!.


Rayga menyeringai.


"Bawa mereka masuk mobil cepat!" Para penjaga itu hanya bisa memandang iba kedua rekan mereka yang tengah membawa dua tuan muda kecil.


Rexion dan Raindres dibawa duduk dikursi belakang.


Setelah memasang seat belt kedua penjaga itu mundur.


"Tu-"


BRMMMM....WUSH....!


Mobil sudah melaju kencang dan tak lama.


"HUAAAA... PENCULIKAN!!!"


"MAMI... PAPI BANGUN!! TOLONG REX DAN RAINDRES!!!"


Sepanjang mobil melaju meninggalkan gerbang tanah pribadi Wiguna.


Para penjaga itu hanya mampu melambaikan tisue putih sebagai doa demi keselamatan sang tuan muda kecil!.


Rayga tertawa rendah,membawa mobil itu dengan kecepatan tinggi tak perduli kedua anak itu saling berpelukan dan berteriak histeris dibelakang.


"Hahaha..rasakan itu siapa suruh kalian para kera kecil berani membuat istriku berpaling?! sekarang rasakan !" Batin Rayga picik.


"HUAAAA..DADDY PELAN!!"


"HUEKK.. DADDY REX MUAL!"


Jerit kedua bocah tampan itu pias.


Rayga memicing tajam.


"Rex... jaga-jaga jika kau berani muntah di mobil Daddy ..kau akan jadi mainan lagi Laxross!"


Deggg..


Kedua bocah itu akhirnya tenang dengan air mata menderai penuh dendam.


"Dasar iblis jahat!" Rex membatin pilu.


"Bagaimana bisa mommy cantik kami memiliki suami jahat dan jelek sepertimu?! lihat saja jika aku dewasa aku akan carikan mommy,Daddy baru!" batin Raindres penuh dendam.


Dan malam itu,untuk pertama kali mereka tak ingin pergi ke Z Residen meski ibu cantik mereka ingin!.


Tubuh kecil mereka terlempar kesana-kemari oleh laju mobil yang menggila.


Beruntung didalam mobil sudah di modifikasi dengan bagian dalam yang dipenuhi bantal lembut nan tebal.


Tapi meski begitu...


Mereka pusing!.


Ya Tuhan apa salah mereka?!


Putra Raino dan Raider itu hanya bisa berpelukan saling memberi semangat !.


Yah, Daddy mereka ini memang gila!.


.....TBC.....

__ADS_1


__ADS_2