
...Vote,like dan komentar ya...
Maaf untuk up El tidak bisa janji sering,soal musim hujan ini terus banjir juga banyak kesibukan lain,maaf ya semua 🌹
...🍃...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🍃...
Gadis remaja berwajah manis itu mengerjap linglung,menatap dengan manik membulat sempurna kearah pria dewasa seusia kakak sulungnya itu dengan horor.
Yah horor.....
"Kenapa kakak cium bibir archa? kata..kata Daddy, laki-laki selain para ayah juga kakak archa tidak boleh sembarang cium archa.Lalu,mengapa kakak cium archa ?" Archa bertanya dengan.
........🍃.........
Rayga menatap datar para penjaga bayangan yang dikirim olehnya untuk menjaga sang adik tanpa diketahui oleh adiknya itu sendiri.
Pria tampan berwajah sangat minim ekspresi itu mendengus dingin kala mendapati wajah kaku pada pria dengan masker hitam yang berdiri menahan rasa takut mereka.
"Jadi pria ini membawa adikku mengerjar para pencuri itu? hanya untuk sebuah tas berisi hal remeh? kalian fikir aku bahkan keluargaku sudah bangkrut hingga kalian membiarkan adikku pergi begitu saja?!!!" Geraman rendah dengan manik berkilat penuh intimidasi itu sukses membuat keringat dingin mengalir membasahi punggung belakang para penjaga bayangan terlatih itu.
Rayga,pria itu berdiri didepan gerbang besar universitas yang telah ditutup itu.
Menutup mata kala menarik kembali aura iblisnya,benar.Masih ada istrinya didalam mobil tengah menunggu dirinya,dan dia tak boleh sampai membuat asline cemas melihat kemarahannya.
"Kembali!" Rayga berucap rendah,gigi pria itu bergemeratuk bertanda emosinya perlahan stabil.
Para penjaga itu seketika hilang dalam sekali hembusan angin.
Like Ninja!....
Menyatu dengan kegelapan malam.
Menyerigai buas,menyugar rambut hitam legamnya kebelakang dan terkekeh rendah.
"Well.....luar biasa pangeran...." Rayga berucap penuh makna,berbalik ketika ekspresi wajahnya telah melebut.
Klik....
Kemarahan yang tersisa hilang seketika begitu membuka pintu mobil dan mendapati makhluk cantik yang tertidur begitu pulas dengan posisi terduduk.
Membawa satu tangannya merapikan helai rambut panjang bergelombang yang menutupi kecantikan bidadarinya.
Jemari panjangnya mengusap pipi lembut sang istri,membingkai pahatan indah ciptaan Tuhan itu .
"Sayangku.....istriku yang cantik!' Rayga terkekeh gemas,meraih tubuh itu perlahan dan memangku tubuh Asline setelah berhasil mengatur posisi kursi kemudinya.
Ini mobil rancangan yang sudah diatur sedemikian rupa demi kemudahan pemiliknya,menekan otomatis driver setelah menentukan lokasi GPS.
Canggih!...
Ini hanya satu hasil setak biru sempurna yang Rayga rancang sendiri bersama Ryuga.
Mobil beranjak pergi meninggalkan area kampus.
Asline membuka mata perlahan,rasa nyeri di perut nya perlahan mereda.
"Hubby..." Suara serak nan lembut asline membuat manik menajam yang terus menatap ke depan dengan nyalang itu perlahan melembut dengan kilatan cepat.
Sudut bibir pria tampan dengan julukan Zeus tiran itu tanpa sadar bergetar menahan senyum gembira itu.
Hubby?....
Rasanya setiap gadis cantik itu memanggilnya hubby terasa seperti sepasang cakar mungil seekor kucing tengah menggaruk hatinya.
__ADS_1
Astaga...
Terlalu candu!...
"Hm..apa sayang?" Rayga tersenyum teduh,mengusap wajah bantal istri cantiknya itu dengan gemas.
Blushhh..
Asline menunduk,sial...
Wajahnya benar-benar tak mampu menahan rasa panas oleh suara serak nan berat yang sejak mereka menikah terus memanggilnya sayang!.
"Hahahaha...kenapa hm? wajahnya merah,kamu sakit sayang...." Semakin Rayga senang menggoda sang istri melihat wajah cantik itu semakin memerah.
Pukhhhhh..
"Ishhh..jangan sayang-sayang sekarang archa mana?!" Asline melotot jengkel,mengalihkan pembicaraan.Sungguh apakah pria ini tidak tau bahwa dirinya tengah menahan malu?!.
Sungguh terlalu!...
Rayga menarik pipi mulus istrinya gemas dan terkekeh memaklumi rasa malu sang istri yang terus ia goda.
"Archa sudah pulang sayang...sekarang kita yang pulang,mau tidur lagi ? tidak masalah jika aku harus menggendongmu nanti saat tiba,lagipula kamu itu tidak ada beratnya sayang..." ucap Rayga sembari memajukan wajahnya tepat didepan wajah cantik asline yang sudah memerah bak tomat masak!.
"Apa? ja..jauh...jauh!!" Pekik asline meletakkan telapak tangannya tepat diwajah tampan yang tengah menyeringai itu,sungguh beruntung mobil ini dilengkapi semi mode otomatis driver dilengkapi dengan GPS.
Grephh.....
Manik Asline bergetar hebat kala telapak tangannya digenggam dengan ekspresi wajah Rayga yang berubah tiba-tiba.
"Sayang....aku....aku sangat kelaparan....kapan....kapan aku bisa membuka puasaku?" Rayga bertanya dengan manik menggelap menahan hasratnya,telapak tangannya yang lain bergerak memasuki blouse bagian bawah istrinya,mengusap kulit perut yang terasa halus melebihi kain sutra berkualitas tinggi sekalipun.
Degggg..
Tubuh Asline menegang disusul gemetar setelah telapak tangan besar nan hangat itu menjalar naik.
"Hub..hubby......" Asline berucap terbata-bata.
Namun Rayga seakan tuli,pria itu terus menatap wajah cantik yang telah berubah merah pekat bak sekuntum mawar itu dengan gelap mata.
Hingga..
Takhhh..
"RAYGA.......!!"
Asline terpekik kala pengait bra yang ia kenakan terlepas,dan begitu suara itu jatuh Zeus itu tersadar.
Dia hampir kelepasan menggarap istrinya ditengah jalan seperti ini dalam keadaan datang bulan lagi.
Grephh....
Memeluk tubuh shock istrinya dengan perasaan bersalah.
"Maaf sayang..maafkan aku,sungguh ....ini...ini diluar kendaliku,ini....maaf sayang jangan menangis oke...." Rayga mengusap punggung sempit bergetar itu dengan helaan nafas panjang sungguh dia tak bermaksud membuat istrinya takut!.
Asline,gadis itu mengusap air matanya yang tanpa sadar jatuh.
Bukan,bukan ia sedih atas perlakuan suaminya.Hanya saja semua terlalu tiba-tiba.
"Tidak hubby..aku yang harusnya minta maaf karena tidak bisa memenuhi kewajiban diriku sebagai istrimu,sabar ya....tidak lama lagi hubby bisa membuka puasamu...." asline berucap dengan wajah memerah malu.
Senyum Rayga merekah tanpa bisa di tahan lagi.
"Benarkah sayang? aku bisa makan besar? memakanmu hm....." Akhiran diucapkan dengan serak menggoda,asline mencubit perut berotot itu kesal dan berakhir membuang wajah dari hadapan wajah tampan yang tengah menyerigai licik itu.
HAHAHA...
"Huft.....kemari sayang,duduk yang benar disini.." setelah puas tertawa,Rayga dengan lembut meraih wajah istrinya yang terlihat merajuk.
Menepuk pucuk rambut istrinya dengan tawa semakin renyah melihat wajah tersipu itu.
Asline dengan gugup mulai mengatur lagi posisi duduknya kala mobil itu melaju semakin lambat.
Haphhhh..
Tubuh ideal itu sukses duduk dengan tepat diatas pangkuan sang Zeus dalam posisi menyamping.
"Mau anak satu atau dua? atau..mau anak laki-laki atau anak perempuan yang manis?" Rayga kembali membuka topik dengan kedua alis naik turun jenaka.
"RAYGA!!!!" dan balasan yang pria itu terima adalah teriakan putus asa asline yang menghujani tubuh atletis itu dengan pukulan -pukulan kesal.
Yah,mobil itu melaju diisi dengan tawa geli Rayga dan kemarahan putus asa asline atas tingkah jahil suaminya.
..........🍃...........
Morio,sang kepala gerbang berjalan menuju sisi luar gerbang awal mansion Wiguna.
Menatap dua sosok yang ia tahu pasti tengah keluar dari mobil berbicara dengan rekannya,sesama anggota BE.
"Prince Brixton,ada hal apa anda kemari menjelang malam seperti ini? tuan kami tidak memberi kabar bahwa akan ada tamu yang harus kami sambut..." morio berucap sarkas.
__ADS_1
Archana melihat kepala penjaga mansion keluarganya itu cemberut.
"KAKAK MORIO...JANGAN BEGITU SAMA KAKAK BRIXTON! apakah kalian tidak lihat kak Brixton kemari itu mengantar archa?" teriakan itu berakhir ucapan frustasi.
Morio maupun para penjaga lainya tersentak begitu menyadari keberadaan putri dari tuan mereka.
"ASTAGA NONA ARCHA!!" Pekik kedelapan pria penjaga gerbang itu horor.
Benar horor!..
Apa jadinya nanti jika para tuan muda iblis itu tau adik mereka diantar oleh putra mahkota,pria yang para tuan muda itu telah anggap sebagai serangga yang harus mereka jauhkan dari adik mereka itu?.
Dan kini justru serangga itulah yang menghantar pulang tuan putri clan itu kembali!.
Bencana!...
Hingga....
Bremmmm...
Raungan sebuah mobil off-road terdengar mendekat.
Morio maupun para rekannya yang lain melotot horor.
Ini lebih menakutkan dari melihat penampakan supranatural sekalipun.
Sementara Brixton maupun Simon berdiri dengan tenang menatap siapa yang datang.
Pintu mobil itu terbuka bahkan saat mesin mobil itu sendiri masih menyala.
Brakhhh..
Dan tak lama suara pintu itu dihempas keras terdengar hingga membuat telinga berdengung .
Arsenio keluar lengkap dengan seragam pelatihan militer miliknya,sepatu booth yang ia kenakan menimbulkan suara berat yang menakutkan kala kaki itu melangkah.
Menatap morio begitu dingin,dan pria itu.Morio segera mengerti, dengan sigap menarik archana dan membawanya menaiki mobil off-road milik arshenio itu dan segera masuk ke wilayah mansion.
Meninggalkan suasana tegang diantara Brixton yang tengah tersenyum dan Arshenio yang menyerigai dingin.
Taph...taph..taph...
Melangkah dengan wajah tanpa ekspresi,hingga keduanya berdiri sejajar.
Meski Arsenio harus sedikit mendongak namun jendral muda itu tak merasakan apapun selain kemarahan!.
"Mungkin didalam semesta ini ada hal yang berada jauh diatas kemampuanku..namun...."Menjeda, Arshenio melewati tubuh sang pangeran dengan Short gun yang tanpa siapapun sadari,mulai terisi.
"Namun tak ada yang tak berani kulakukan meski melewati batasan ku!"
Dorrrr
"PANGERAN!!" Letusan senjata api disertai pekikan Simon yang bergerak cepat meledak seketika.
Brixton setelah semua itu tertawa lepas tak terkendali,meski darah kini merembes diarea lenganya yang terkena peluru meski hanya goresan melewati.
"Lancang! pangeran sudah menolong adik anda , jendral! dan ini balasannya?!" Simon panik bukan main, bagaimana bisa putra mahkota terluka didepan matanya sendiri?.
Bisa hancur reputasi.
Lihat,bukan luka pangeran yang pria itu cemaskan,namun reputasi!.
Brixton merotasi bola mata melihat kelakuan Simon.
"Jangan drama Simon! kau tau aku
pernah terluka lebih dari ini sebagai seorang calon raja masa depan.." ucap Brixton jengah sembari merobek kemeja lenganya dan mengusap darah itu seakan bukan apa-apa sembari menatap Arshenio dengan senyum jenaka.
Jendral muda itu mendengus dan menaiki sebuah motor trail milik salah satu penjaga dan pergi tanpa repot berkata maaf.
Brixton menghela nafas, cintanya begitu rumit!
"Pangeran sebaiknya kita kembali! luka anda harus segera di obati agar tidak infeksi! hah..sungguh luar biasa keluarga ini..." Hela Simon tak bisa berkata-kata.
Para penjaga gerbang lain mendengus.
Sudah tau masih saja cari perkara!.
Brixton menatap sekali lagi bayangan mansion Wiguna itu dari jauh,menghela nafas panjang dan masuk kedalam mobilnya tanpa repot menatap para penjaga yang menatapnya kasihan.
"Aku akan lakukan apapun demi bisa memilikimu my baby girl! kamu harus jadi milikku meski aku harus melepas tahtaku sekalipun jika mereka meminta! aku sudah terlanjur jatuh untukmu archa..." Batin Brixton tersenyum simpul mengingat harinya berlalu dengan warna berbeda yang lebih menarik.
Simon menggeleng miris,cinta memang bisa membuat orang pintar menjadi bodoh dan buta!.
Lihatkah pangeran Inggris inilah contohnya!.
....... TBC......
Hello.. Brixton cast one
__ADS_1
Maaf ya El sekarang up sedikit,tapi setelah Minggu ini El usahakan up setiap sehari meski part tidak sampai 2000.