
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote, like dan coment...
...🍹 Happy reading 🍹...
...# Flashback on #...
Para wanita muda itu saling menatap,tidak mengenal satu sama lain namun mereka dikumpulkan disini.Disebuah rumah kosong oleh seseorang yang bahkan mereka tak tahu siapa.
"Kalian juga mendapat pesan itu? datang kemari karena memiliki suatu hal yang harus dituntaskan dengan wanita para tuan muda pewaris Wiguna?" Seorang gadis, bukan.
Tepatnya seorang wanita yang berpenampilan bak gadis muda yang polos dan naif bertanya pada Tiga orang wanita muda yang duduk sembari menatap menyelidik masing-masing dari mereka.
Wanita itu menoleh.
"Hebat...ternyata bukan hanya aku saja yang membenci ternyata ada lagi? hahaha...memang pantas dibenci! mereka hanya sekumpulan ja*ang yang berwajah cantik! siapa namamu?" Wanita muda yang tertawa sarkas itu akhirnya bertanya identitas dua lagi yang duduk bersama dirinya menunggu.
"Aku...Aubrie!"
"Aubrie ya...aku...Erika! mantan sahabat palsu dua dari dua orang wanita para tuan muda pewaris itu! yah, Jihan...dan Naomi!" Aubrie menyerigai.
Ternyata para wanita itu menjadi musuh utama wanita lainnya!.
"Kau..siapa yang mengusikmu?" Erika bertanya sembari menatap Aubrie.
"Sera...calon jendral muda arshenio! aku tidak tau siapa yang mengumpulkan kita..tapi jika dengan ini aku bisa melenyapkan Sera..itu akan sangat bagus!" Aubrie tersenyum lebar,senyum culas nan picik.
Wajah polosnya sirna,terganti dengan wajah penuh ambisi.
Keduanya,Aubrie dan Erika kini melirik pada sofa pojok dimana dua orang wanita dengan gaya begitu glamor dan cukup terbuka tengah menghisap sebuah rokok elektrik dan satu lagi sibuk mengikir kukunya.
"Margaretha....sama seperti kalian berdua! tapi aku membenci para wanita yang menjadi milik pewaris Wiguna! Asline...Raels...terutama.... Victoria! aku tidak perduli siapa yang mengumpulkan kita, tapi aku cukup tertarik...sudah lama aku tidak membunuh satu wanita pun..." Margaretha tersenyum miring,Erika dan Aubrie saling melirik bergidik ngeri.
"Grizela...urusanku tidak perlu kalian tau! tapi yang pasti akan bagus jika kita bisa membunuh para wanita ja*ang itu... Asline dan para sahabatnya yang kurang ajar!" Yah,salah satu diantara mereka adalah grizela yang baru saja keluar dari rumah sakit akibat perbuatan asline .
"Kau..kau Margaret?! si model dari secret itu?! dan kau...kau grizela bintang film playboy itu?! wah...kalian berdua cukup panas sebagai wanita yang ingin memasuki clan Wiguna! tidak mengherankan kalian ditolak!" Aubrie berucap sembari tersenyum drama.
Margaretha menatap sinis wajah muda Aubrie,gadis.
Bukan,wanita berusia 18 tahun ini cukup licik.
Sementara grizela hanya melirik acuh.
Hingga...
"Kalian sudah berkumpul rupanya? maaf atas keterlambatan saya...."
Para wanita itu menoleh kearah pintu, seorang wanita paruh baya masuk dengan pakaian serba hitam.
"Siapa kau?" Margaretha merasakan hawa kejam dari sosok itu.
"Margaretha...musuh kita sama,aku...Patricia Alinston! Victoria telah membuat aku kehilangan putri... seorang putra dan suami! selamat datang ditempatku... mari mengatur rencana!"
Patricia,yah.
Dia adalah ibu dari Devano Alinston.Alinston keluarga yang memgadopsi Victoria untuk menjadi pembunuh bayaran berkedot agent dan pendonor jantung bagi putri keluarga itu .
Namun sayang,Wiguna menghancurkan segala.
Victoria terlepas dari genggaman dan kedua anaknya tewas!.
"Musuh kita sama...para wanita itu! jika tidak ada mereka,maka para pewaris itu tidak akan campur tangan dan melenyapkan keluargaku! kini kuajak kalian bergabung...melempar sekelompok burung dengan beberapa kerikil! join with me?" Patricia menyerigai kala para wanita muda itu bangkit dan meraih telapak tangannya yang terulur.
"Mari mulai dengan rencana! satu rencana namun memakan banyak korban! Aubrie.... bagaimana jika dimulai darimu?" Patricia bertanya pada wanita yang termuda disana.
Aubrie menyerigai.
..........
Aubrie menyerigai melihat sosok yang berjalan bersisian dengan seorang pria muda yang begitu ia damba.
"Aku mau yang rasa macha ya..."
"Ini masih cuaca dingin little girl....Jangan ice cream bagaimana kalau hot choco lava?"
Gadis itu merengut dan akhirnya mengangguk meski terpaksa,pria itu terkekeh melihat gadis kecilnya merajuk.
__ADS_1
Menarik hidung mancung itu gemas dan mengecup keningnya sebelum pergi ke sebuah toko dessert diseberang jalan.
Aubrie melihat sekeliling,memakai masker dan topi hitam yang menutupi wajahnya dari cctv sekitar taman.
"Ini saatnya!"
Sementara itu...
Pria itu merogoh sakunya begitu memasuki pintu toko .
Kemana dompetnya?!.
Arshenio berbalik,yah.
Dia ingat dompet ia serahkan pada Sera karena gadis manis itu tadi dengan jahil memeriksa isi dompetnya dan sepertinya dirinya lupa mengambil kembali.
Namun ...
Manik Arsenio bergetar saat sebuah mobil sedan melaju kencang dari belakang dan hendak menabrak Sera yang ingin kembali duduk di bangku taman setelah sebelumnya mengantar arshenio hingga tepi jalan.
"SERA!!"
Brukhhhhh....
Aubrie menghantam kemudi setir saat Sera tak berhasil ia tabrak, Arsenio terlalu cepat hingga keduanya berhasil lolos meski Arshen sedikit mengalami memar akibat terserempet body mobil.
Aubrie tancap gas dan pergi dengan cepat .
..........
Amplop tebal berwarna coklat itu terulur,tangan yang menerima amplop itu gemetar tak percaya.
"Aku tau kamu sedang butuh begitu banyak uang! Uang ini cukup untuk membayar hutang judi ayahmu...membebaskan adikmu dari rumah bordil dan membuat ibumu dirawat dengan perawatan terbaik! kamu hanya perlu menumpahkan minyak dianak tangga paling atas...setelah itu pergilah keluar dari kota ini dan bawa keluargamu!" Wanita muda berusia sekitar 28 tahun itu menatap sosok yang tertutup separuh wajahnya dengan masker.
Maniknya bergetar ragu meski tawaran itu sangat menggiurkan.
"Kau baru bekerja disini belum ada satu bulan...waktu tidak akan menunggu! adikmu akan dijual oleh ayahmu...ibumu akan mati! kau fikir gaji pertamamu nanti akan cukup? aku tidak menawarkan dua kali!" Wanita dengan pakaian ala maid itu menunduk,meremat amplop yang begitu tebal dan sudah pasti isinya adalah uang!.
" Baiklah.....kapan saya harus melakukan ini?" Akhirnya wanita itu mengambil keputusan.
"Siang ini saat nyonya kalian tidak ada di rumah...sebelum itu...ambil obat tidur ini dan pastikan semua pekerja di vila Luksius tertidur!" Kembali,tangan itu terulur meraih sebuah botol kecil dengan serbuk putih terlihat didalamnya.
Margaretha membuka masker wajah yang menutupi hidung dan mulutnya.
Menyerigai sinis.
"Kalian tidak berguna sebagai orang tua! maka izinkan aku membuat kalian sedikit berguna!" Margaretha tertawa sarkas,berbalik dan menemukan Patricia yang menatap dari dalam mobil.
"Time to play!"
..........
Vila Luksius hening ...
Para pekerja jatuh setelah meminum jus buah yang dibagikan oleh pelayan yang dibayar oleh Margaret.
Setelah menuangkan minyak pada tanggal.
Pelayan itu menelpon telpon vila yang berada di lantai satu.
Kamar utama berada di lantai dua,lift sedang masa perbaikan hingga tangga yang beberapa hari ini digunakan para penghuni vila.
Tak lama terlihat silver,tuan rumah itu keluar dari dalam kamarnya.
Kaca mata kerja masih bertengger menghiasi wajahnya.
"Siapa coba yang menelepon buru-buru begini? tidak bisa apa hubungi lewat ponsel?! kemana lagi ini para pekerja?" Silver melangkah terburu-buru.
Dan...
Brukhhhhh....
AKHHH....
Pria itu jatuh dari tangga lantai dua hingga berguling kelantai satu.
Pelaku yang menatap dari balik pilar gemetar hebat,menutup mulutnya dengan tubuh mengigil.
"Sial....untung aku tidak selemah itu langsung mati hanya karena jatuh dari tangga! bisa hancur pamor sebagai mantan kaki tangan Zeus!" Silver meringis kala pinggang dan bagian bekakang tubuhnya sakit,remuk akibat terjatuh.
__ADS_1
Untung dia berpegang pada tiang penyangga tangga terakhir.
Tapi entah bagaimana, Samantha bisa tau dan bergegas pulang lebih cepat dari butik meninggalkan Asline dan raels yang tersisa.
Patricia dan Margaretha yang melihat dari jendela luar vila menyerigai,tersisa satu poin lagi yang akan membunuh dua sahabat baik Victoria .
Istri Zeus dan calon Raider,raels.
Dan itu akan menjadi bagian dari Grizela.
Tapi siapa yang mengira,Rayga dan raider datang begitu cepat dan mengacaukan segalanya?!.
...# Back off #...
Air danau yang begitu dingin,sisa hawa dari musim dingin yang bahkan masih menyisakan beberapa lempengan es tipis dipermukaan air.
Taksi itu jatuh,jatuh dengan bebas meluncur dan menghantam lapisan es hingga pecahan es menyebar ke seluruh permukaan air.
Rayga menarik tubuh asline yang sudah kehabisan tenaga,efek gas bius serta segala usaha yang wanitanya lakukan sebelum kedatangan dirinya,membuat asline lemas tak bertenaga begitu tubuhnya terhantam debit air danau.
Air dingin menenggelamkan tubuh keduanya,Rayga berusaha tetap memeluk tubuh istrinya,berenang naik begitu dirinya berhasil membawa istrinya keluar dari mobil taksi.
Rahangnya mengeras kala hawa dingin membuat bibir istrinya memucat.
Rayga tak bisa mengetahui seberapa dalam dirinya kini harus melawan arus demi bisa naik ke permukaan,Danau ini penuh dengan lumut yang menyebar dan melayang menutup pandangan.
"Bertahan Amour...." Rayga membatin sembari meraup bibir istrinya dan menyalurkan oksigen meski hanya sedikit.
Asline dengan patuh,memeluk pinggang Rayga yang membawa tubuh keduanya naik dengan susah payah.
Jika saja airnya tidak begitu dingin,dan jika saja ini bukan waktu malam hari!.
Kecepatan berenang naik Rayga perlahan menurun,meski dirinya memiliki stamina yang kuat,namun suhu telah menghantam batas imun manusia normal!.
Dadanya mulai terasa sesak,namun dirinya harus bertahan .
Memeluk istrinya semakin erat,Keduanya saling menatap.
Asline memberi senyuman teduh.
Meski lemas dirinya masih sanggup bertahan demi kerja keras Rayga,semua usaha Rayga demi keselamatan mereka membuat asline kembali tegar.
10 Menit yang menyiksa,Rayga berhasil keluar dari air bersama istrinya yang terus dirinya peluk dengan erat.
Terbatuk dengan keras dengan manik memerah dan wajah pucat.
"Dear...masih bisa bergerak? daratan tak jauh disana! " Rayga bertanya nanar pada asline yang tubuhnya terasa begitu dingin dengan wajah yang pucat pasi.
Dirinya masih lebih kuat dari imun sang istri,Rayga laki-laki dan semua pelatihan yang diberikan sang kakek dan sang ayah cukup membuatnya mampu menangani situasi seperti ini.
Tetapi,istrinya berbeda!.
"Peluk aku dan tutup matamu...aku janji kita akan pulang... istriku,bertahan sebentar lagi!" Rayga mengecup kedua mata indah itu, asline tersenyum lemas dan akhirnya jatuh tak sadarkan diri.
Rayga mengatur nafasnya,mengukur jarak antara posisinya dengan daratan ditepi danau.
mengangkat tangannya,menatap dingin jam tangan canggih yang sudah rusak ditanganya.
"Sialan!" Menghela nafas panjang dan mulai bergerak lagi menuju tepi.
Entah sudah pukul berapa,namun Rayga yakin ini sudah memasuki tengah malam dilihat dari keheningan juga suara kegelapan yang menemani pergerakan sinar rembulan.
"Demi nama ibuku...dan cintaku pada istriku..jika aku menemukan siapa kalian... bersiaplah! "
Rayga akhirnya bernafas lega saat berhasil membawa dirinya dan sang istri kesadaratan,danau ini begitu luas dan dalam.
Jika orang lain,sudah dipastikan akan mati terkena hipotermia.
Rayga terkekeh rendah,meraih kalung istirnya yang beruntung masih berfungsi.
Rayga membongkar bandul kalung itu dan segera mengirim sinyal lokasi pada alarik yang dirinya yakin masih bersama Ryuga juga beberapa inti be di ruang kontrol markas.
Rayga menjatuhkan dirinya terbaring diatas tanah bersama istrinya,memeluk tubuh dingin itu dengan nanar.
"Sebentar dear...kita akan pulang....."
Menutup mata hingga beberapa waktu suara baling-baling helikopter Terdengar disertai angin berhembus kencang.
Ryuga datang bersama Maxim sebagai pilot dan co-pilot dan Gion yang sudah siap dengan sarung tangan medisnya!.
__ADS_1
.....TBC.....