Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
But its fell likes... (Ryu spesial part)


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya 🌹...



...♠️........♠️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♠️......♠️...


Aldo memasuki sebuah kamar yang terlihat begitu gelap,tidak ada sedikitpun cahaya hingga dirinya terpaksa membuka tirai-tirai membiarkan cahaya matahari masuk kedalamnya.


Diatas ranjang tak ada siapapun,namun begitu maniknya terarah kesisi ranjang yang berlawanan dari tempat dirinya berdiri,pria itu melihat sahabatnya,Jaiden tengah duduk dengan segelas wine merah pekat yang pria itu putar-putar perlahan gelasnya.


"Kau kenapa tidak berangkat ke hotel hari ini Jai? kau membuatku dan Aira bekerja seperti kuda!" Aldo berjalan mendekat dan duduk disamping sahabatnya yang telihat melamun dengan dahi berkerut dalam.


"Aku melihatnya do.....Aku melihat Rubi bersama pria yang jauh lebih berbahaya dari yang kita mampu! aku melihatnya....sosok itu!" Jaiden bergumam tanpa membalas ucapan Aldo.


Pria itu kembali meneguk wine dalam gelas ditangan,melirik Aldo yang terdiam mencerna informasi yang ia katakan.


"Rubi......pria berbahaya? apa maksudmu?! jadi Rubi menghilang dibawa pria itu?!!" Aldo bertanya dan langsung berdiri cepat didepan sosok jaiden yang terkekeh dingin.


"Pria itu akan mati do.....Niel pasti akan mati tanpa kita harus turun dan membalas atas luka Rubi! aku....aku tak tau kau akan percaya atau tidak apa yang beberapa malam lalu aku saksikan dengan mata kepalaku sendiri!" Jaiden terkekeh,merasakan kepalanya berdenyut akibat semalaman berfikir keras.


Aldo duduk diatas lantai kamar jaiden,menatap lurus pada figuran dimana foto enam orang sahabat berdiri berpose dengan latar sebuah pantai dimana kala itu mereka baru saja berusia 7 tahun.


"siapa? jangan membuatku takut tanpa aku tau sumber dari ketakutan akibat sosok pria itu....bicara jangan berbelit Jai?!" Aldo berseru gugup.


"Hara!"


"HAH? A...APA KATAMU?!!" Aldo bergidik seketika.


"Benar.....tuan muda tunggal Hara...putra dari pengusaha Jepang Ryuiji dan cucu dari Lingga Stevano Hara.Ceo dari Hara Speed! dia...dia bersama Rubi" Jaiden menatap Aldo dengan manik menerawang.


"CEO hara? itu bagus bukan?!! artinya Rubi mendapatkan berlian setelah membuang batu kerikil!! lalu apa masalah nya? selama pria yang membawa Rubi itu tidak jahat!" Aldo berseru antusias,namun wajah jaiden berubah menjadi gelap.


"Apa kau memang bodoh? kau dan para gadis itu tak tau siapa CEO hara itu?! dia...dia itu seorang mafia! psikopat,maka dari itu aku tak benar-benar mau terlalu berhubungan dekat dengan tuan muda Raider...mereka sama!" Suara dingin bercampur amarah jaiden sukses menyentak Aldo, kebahagiannya runtuh seketika.


"A...apa.katamu?! ma... mafia? tidak mungkin mereka itu adalah mafia!! clan Wiguna itu adalah penggerak perekonomian London! mereka raksasa bisnis dengan segala sektor yang berada di bawah nama mereka! hahaha..kau bercanda Jaiden!!" Aldo merasakan serangan kejut luar biasa yang membuat seakan seluruh sendi tubuhnya melemas.


Jaiden menghela nafas,berdiri dan berjalan memasuki kamar mandi,dia harus memastikan sesuatu.


.........♠️.........


Sementara itu......


"Ryu....kau dua malam ini tidak melapor ke markas? kemana saja kau itu?" Gion duduk dan meraih sebuah apel diatas nakas ruang santai markas cabang BE.


Duduk menatap kearah sahabatnya itu yang terlihat melamun dengan sorot mata tajam yang sukses membuat bulu kuduk Gion berdiri.


"Tidak ada...aku hanya ada beberapa urusan saja" Jawab Ryu acuh,pria itu bangkit dan berlalu pergi meninggalkan Gion yang menatapnya penuh arti.


"Rik......apa tidak masalah kita biarkan Ryu bertindak sendiri?" Gion berucap kala siluet bayangan Alarik melintas menuju pintu keluar.


Pria itu berdiri diam didepan pintu,menyeringai licik dan berlalu dengan sebuah gumaman samar yang masih bisa ditangkap jelas oleh Gion dan beberapa anggota yang berada disana.


"Biarkan saja dia melenyapkan beberapa orang lagi,ini hidupnya dan kita hanya bisa mendukung" Gion terkekeh licik,berdiri dan berjalan menuju lab,dia harus mengambil beberapa sempel temuan obat baru yang ia kembangkan,membawa serum-serum itu untuk Healthy Hospital.


..........♣️..........


Ryuga,pria muda tampan itu perlahan turun dari motor sportnya,menatap kearah bangunan tradisional Jepang yang dirinya bangun beberapa tahun yang lalu.



Rumah bergaya modern klasik dengan sebuah danau disampingnya.


Turun dengan wajah dingin,menatap keseluruhan penjuru yang terlihat sepi.


Benar,rumah kosong yang bahkan tak ada pelayan satu orangpun.


Para pekerja hanya datang seminggu sekali untuk membersihkan,dan kali ini.


Ada seseorang yang menjadi alasan Ryu untuk cepat kembali pulang.


Seseorang yang tidur terlelap disana bak seorang putri tidur.


Katakan dirinya gila,namun Ryu sudah terlalu tenggelam dalam obsesi yang dirinya sebut cinta pada pandangan pertama.


Berjalan dengan perlahan,memasuki Aula.



Melewati tangga dan memasuki sebuah kamar dilantai dua.


Kreeettt...



Pintu geser itu perlahan terbuka,menampilkan sebuah kamar dengan nuansa tenang dan juga menebarkan aroma halus dari bayang-bayang bambu yang ditanam tepat diluar jendela kamar itu,bambu yang menjulang tinggi hingga hampir setinggi rumah tradisional Jepang itu sendiri .

__ADS_1


Pria itu tersenyum simpul,berjalan masuk sembari membuka jaketnya dan menaruh benda itu di sofa tunggal pada pojok samping pintu.


" Foxy.....tidurlah hingga nafas mereka yang telah menyakiti hatimu yang lembut ini hilang dari dunia... sebentar lagi foxy....sebentar lagi aku meski terpaksa harus membawamu pulang...aku mencintaimu foxy....gumihoku yang manis..." Ryu merebahkan tubuhnya mengelus pipi halus sosok cantik yang telah dua hari tidur dibawah pengaruh obat biusnya,dengan selang infus berisi cairan vitamin dan suplemen nutrisi menancap ditangan kirinya.


Tidur terlelap dengan damai,kala setiap malam sosok Ryu akan terlelap sembari memeluk tubuhnya dengan lembut.


Cup......


"Anata wa watashinojinseidesu,anata wa watashi no ikidesu ( Kamu hidupku,kamu nafasku)" Ryu bergumam lirih,mengecup lamat-lamat bibir semerbak bunga sakura itu.


Rubi tertidur dengan begitu damai,bahkan Ryu sendiri yang mengganti pakaian gadis itu selama dua hari berada di kediaman pria itu.


Meski jiwa predatornya terus meraung panas melihat garis indah bentuk dari tubuh murni sang gadis,namun Ryu tetap teguh hanya akan mengambil jika Rubi bersedia dan rela.


Matahari semakin tinggi,dan dua jam akhirnya berlalu.


Manik sehitam malam itu terbuka,menatap sosok yang terus berada dalam pelukannya dan bangkit setelah kecupan singkat dirinya berikan di kening rubi.


Ryu,pria itu berjalan memasuki sebuah kolam pemandian pribadi tepat dibelakang kamar tidur, membersihkan diri sebelum melakukan sesuatu yang akan membuat ***** membunuh dalam dirinya terpuaskan.


..........♣️.........


Senja telah tiba dengan suara sahutan dari tiupan angin dingin.


Angin dingin berhembus dan matahari perlahan beranjak meninggalkan tempatnya berada.



Lorong panjang dengan kayu-kayu yang terlihat tua menjadi pemandangan awal begitu memasuki kawasan vila Jepang itu lebih dalam,sebuah tempat yang berdiri jauh di belakang vila pribadi ryuga.


Sebuah sekolah tua yang terbengkalai.


Disanalah putra dari sang dewa Yama menapakkan kakinya.


Brakhhhh....


Bughhhh...


Aaaakkkhhh......


Seringai pria itu terbit,ia menatap beberapa anggota dari tim delta yang ia pimpin baru saja selesai memberi hadiah mereka pada manusia malang yang kini terlihat begitu menyedihkan.


Penuh luka dari penyiksaan awal.


"Leader....." Tiga orang anggota delta menunduk hormat begitu ketua mereka tiba.


Ryu mengangguk santai,berjalan meraih sebuah tongkat bisbol berlapis kawat yang terlihat berada diatas sebuah meja besar berisi berbagai macam benda tajam.


Bughhhh.......


AAAAKKHHHH...


Brakkk..


Ryu tanpa bicara,pria itu menghantam tubuh pria malang yang kini menjadi samsak hidup baginya.


Niel.....


Niel,pria itu meraung kala punggungnya yang telah penuh luka terhempas menghantam dinding kayu hingga hancur dan menembus ruang kosong disebelah dirinya disiksa.


Bakhhhh...


Sebelum Niel bisa mengambil nafas,satu kaki berbalut pantofel putih menginjak dadanya dengan kuat.


Berusaha membuka mata,ia melihat seorang pria tampan berwajah oriental tengah menatapnya dingin.


Terengah-engah,niel berusaha menyingkirkan kaki yang menginjak dadanya.


Namun...


Bughhh......


"Akhhhh!!!"


Menjerit......


Ryu dengan wajah dingin menendang wajah Niel hingga terhempas dan sukses membuat hampir separuh giginya pria itu tanggal.


Tetes demi tetes darah mengalir.


Mulut,hidung,bahkan telinga.


Uhuk.......


"Hah...hah....hah.....siap...siapa sebenarnya kalian?! dan...hah...apa kesalahan ku hingga disekap dan tersiksa seperti ini?!" Dengan sekuat tenaga,Niel bersuara meski yang akhirnya terdengar hanya bisikan layaknya decitan angin.


Grephhh......


Manik Niel membola,berusaha fokus saat rasa sakit perlahan datang,tangan itu mencengkram lehernya seakan siap meremukkan dirinya kapan saja.


Penerangan yang minim serta aura gelap yang datang tiba-tiba ini seakan memaksanya untuk terus sadar.


Manik hitam ryuga,menajam dengan kemarahan yang seakan menggelapkan seluruh tubuhnya.


"Siapa yang memberimu keberanian untuk menyakiti gadis itu?! gadisku!!"


Nafas Niel tercekat,gadis? siapa yang pria beraura monster ini maksud?.


Niel tak berani bersuara kala sosok pria didepan ini bagai dewa maut yang kapan saja bisa menebas kepalanya.


Takhhh....


Lampu seluruh sudut ruangan tiba-tiba menyala sempurna,Niel menegang kala kini melihat dengan jelas sosok yang bertanggung jawab atas semua penyiksaan ini.


Pria tampan dengan kemeja putih,terlihat dikelilingi aura bangsawan kuno.


Tenang....


Namun kejam!....


"Si...siapa yang kau maksud? aku.....AKKHHHHH!!" Bahkan sebelum selesai berbicara,Niel telah meraung keras akibat sebuah belati yang merobek dalam dipaha kirinya.

__ADS_1


"Aku tidak menyuruhmu bicara! seberapa hebat dirimu hingga berani membuat gadis milikku menangis?!! bajingan!!"


Jlebbbbb...


"AKKKKKHHHH...SIA.. SIAPA GADISMU?!! AKU TIDAK TAU APA YANG KAU BICARAKAN!" Niel berteriak putus asa.


Ryu bangkit terbahak dengan wajah memerah.


"Aku biasanya tak suka lama-lama dalam membunuh! tapi kau adalah pengecualian.Lihat bagaimana aku menangani jal*ngmu...BERANINYA kau melupakan gadisku!!" Ryu meraung murka,sebuah rantai dirinya tarik dan saat itu juga tubuh lemah Niel mengigil dengan manik bergetar ketakutan.


"Niel...tolong....hiks...tolong aku!!" Disebuah kamar,kamar berlapis kaca tebal.


"Ahhh....tidak...ahhh....jangan....hentikan.....akhhhh!!" Ryu duduk dengan kaki bersilang angkuh,dia bukanlah seorang perokok.Namun semua amarah dalam dirinya membuatnya membutuhkan kembali benda yang selama ini ia tinggalkan sejak tamat senior high school.


Demi sang ibu,demi sang adik,Archana dan angel ibunya.


Namun kini nikotin sangat dirinya perlukan.


Niel terduduk lemas,menatap keruangan serba kaca dimana tubuh kekasihnya dilecehkan dengan brutal oleh 10 orang pria paruh baya.


Dan Niel tau siapa mereka semua.


Para senior bej*d dan para petinggi rumah sakit dan agensi model kekasihnya,Gladis.


Tubuh gadis itu sudah nak*d,tubuh polosnya penuh noda sper*a juga luka cambukan dari para pria gila didalam sana.


Niel meraung,menangis dengan keras memukul lemas kaca dinding yang membatasi dirinya dan Gladis berada.


Ryu,pria penerus dewa Yama itu terkekeh sarkas,membuang rokok yang terasa menyesakkan dada.


Bukankah gadisnya melihat pasangan itu melakukan adegan seperti itu hingga Rubi nya menangis?.


Kini Ryu akan membuat mereka membayar dengan kenikmatan berdarah!.


"Ketua" Ryu menoleh saat seorang anggotanya memanggil.


"Hampir tengah malam...saatnya hampir habis" Pria dengan earphone disalah satu telinganya itu berucap tegas.


Ryu mengangguk dan kembali berdiri.


"Bunuh wanita itu,biarkan tubuh kotornya dimakan oleh semua piranha di danau buatan kakek Rafen...dan kau..." Suara dingin Ryu membuat Niel menoleh dengan tubuh mengigil dan wajah pucat pasi.


"Inilah akibat dari tangisan gadisku....kau telah melewati batas kesabaranku!" Ucap Ryu berbalik pergi setelah memberi kode pembersihan untuk para anggotanya.


"Si..siapa gadismu?" Detik terakhir Niel pasrah,namun rasa penasaran membuat bibirnya kembali berucap.


Ryu berdiri diam,tak menoleh.


"Rubi sander......" Ryu berucap dingin.


Niel tergugu,nafasnya tercekat kala suara tarikan sebuah pedang datang.


Tubuhnya remuk dengan rasa paling menyiksa yang membunuh jiwa dan raganya.


Dengan aroma darah yang ikut menyambut.


Menutup mata dengan tawa penyesalan.


Zrashhhhh....


Akhirnya, penghujung nasib.


Tubuh dan kepala niel terpisah dari tempatnya,menyebar seluruh noda darah yang mengisi keheningan malam sebuah sekolah tua tak terpakai .


Api berkobar,dan sang Dewa Yama kembali dengan satu lagi nyawa yang masuk dalam list korbannya.


.........♠️..........


Suara langkah kaki berlari terdengar ribut disalah satu apartemen sederhana di pinggir kota.


Nafas yang terdengar saling memburu.


"Ru..Rubi.."


Jaiden berjalan cepat memasuki apartemen diikuti oleh Aldo juga raels.


Aira? gadis itu tengah berada di luar kota untuk menghadiri acara keluarganya.


Yah, apartemen.


Ayah Rubi tak tau menahu prihal Rubi yang hilang dibawa pergi oleh ryuga.


Pria tua itu hanya tau putrinya kembali tinggal sementara di apartemen lama gadis itu.


Yah,hanya para sahabat Rubi saja yang tau prihal Rubi yang dibawa pergi oleh sosok tuan muda Hara.


Semua tersembunyi apik.


Dan saat jaiden menerima sebuah pesan,pria itu langsung berlari menghubungi teman-temannya dan berakhir menuju apartemen gadis itu.


Rubi telah dipulangkan kembali,dalam keadaan utuh,dan gadis itu kini terbaring lelap diatas ranjangnya.


"Jangan katakan apa yang aku fikirkan ini benar?!" Raels berucap nanar,menatap sepasang cincin emas berukir terpasang apik dijari manis sahabat nya itu.


"Benar raels....kita tidak bisa berbuat apapun lagi,Rubi...dia telah ditandai!" Jaiden berucap dengan helaan nafas berat.


"Jaiden....boleh aku bertanya?" Raels menatap lamat wajah lelah jaiden.


Pria itu mengangguk.


"Apakah yang kau katakan pada Aldo itu benar? mereka...mereka adalah organisasi mafia? tuan muda Raider...?" Raels bertanya dengan suara tercekat.


Ada ketakutan dimatanya.


Bagaimana dia bisa terjebak bersama pria seberbahaya itu?!.


Raels mengigil kala sebuah cincin yang kini melingkar di lehernya sebagai mata kalung.


"Ya Tuhan...pria seperti apa sebenarnya yang sudah kubiarkan berada di jarak aman hidupku?!" Batin raels nanar.


...♣️...

__ADS_1


...TBC...


Jika punya ide atau saran,bisa komen El akan balas semua....thanks guys😋


__ADS_2