Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Love is you


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya 🌹...



...♠️.....♣️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♠️.....♠️...


Cuaca cukup terik,Asline dan Aira berjalan memasuki sebuah cafe yang terlihat cukup ramai siang itu.


Waktu makan siang untuk para pekerja kantoran dan waktu untuk mengisi perut mereka yang lapar.


"Line,cari tempat lain saja ya...Ini terlalu ramai!" Aira berucap samar, berjalan semakin rapat pada sosok cantik sahabatnya itu.


Yah,begitu mereka masuk.Seluruh perhatian para pengunjung cafe langsung terpusat pada dua sosok cantik yang begitu menyegarkan mata.


" Tanggung Aira.Cafe ini dekat dari kantor dan kita bisa banyak menghemat waktu selain dekat, makanan dan minuman disini juga enak.Lagipula aku terlalu malas mencari tempat lain setelah tadi mensurvei market!" Asline berucap sabar,menarik lengan sahabatnya yang sedari awal masuk nampak gelisah.


Yah, sebenarnya Aira merasakan sejak mereka melangkah masuk.Ada perasaan seakan diawasi tapi entah siapa?.


Dan tanpa kedua gadis itu sadari.


Alarik,pria tampan yang baru saja menuruni tangga lantai dua itu berhenti.Langkahnya terhenti ditengah-tengah saat maniknya menatap sosok gadis yang beberapa malam yang lalu sukses mengganggu pikirannya.


Rayga menatap sahabat sekaligus tangan kanannya itu dengan wajah dingin.


"Kau mau kulempar pergi dari tangga ini?" Rayga berucap dingin kala Alarik tak juga melangkah turun.


"Eh? astaga!! " Alarik menatap kearah asline juga sosok Aira lalu menatap kebelakang dimana sosok sang bos berdiri bersidekap dada dengan wajah datar andalannya.


Ide licik terbit seketika.


"Bos....i see your girl!" Alarik menyerigai licik kala melihat satu alis sang bos naik.


Rayga meluruskan pandangan dan menyisir kearah keramaian cafe.


Benar,mereka baru saja selesai bertemu seorang client dari Jerman.


Memutuskan makan siang diluar dan berakhir memilih cafe yang baru-baru ini cukup hangat menjadi perbincangan publik.


Tentu saja,ini cafe milik Acella saudari mereka.


Saudari kembar Alarik!.


Senyum miring Rayga terbit.


"Kau boleh pergi!" Rayga berucap penuh arti.


Alarik menyerigai dalam.


"Kemana?" Pancing pria itu jahil.


Rayga menghunus tajam dengan tatapan matanya yang dingin tak beremosi.


Alarik mendengus jengkel.


"Kemana saja,bila perlu keakhirat!" Jengah Rayga dengan kata-kata mutiaranya.


Alarik mengelus dada sabar,sungguh minim akhlak sekali bos sekaligus saudaranya ini!.


"Kau terlalu sekali brother....." Drama Alarik yang kemudian berlalu dengan wajah nelangsa nya.


Rayga mendengus dingin.


"Bodoh!" Ucapnya tanpa riak diwajahnya.


......🎀......


" Aduh line! aku kebelet nih..." Aira meringis kala merasakan sesuatu hendak bocor dan tumpah dari bawah tubuhnya.


Asline yang sibuk memilih menu menatap kearah wajah sahabatnya dan terkekeh geli.


"Ya sudah kenapa berdiri? pergi sana!" Asline berucap geli,Aira mengangguk dan berjalan cepat meninggalkan meja mereka.


Asline menggeleng.


Ting...


Notifikasi terdengar dari arah ponselnya.


From : Your future husband


Makan ?


Asline terkekeh begitu membaca satu kata yang terkirim oleh pria mesum nan jahil itu,yah.Pria yang seenaknya sendiri memasukan nama di kontak ponselnya.


Your future husband!


Asline selalu merasa jantungnya bergemuruh begitu membaca nama kontak yang dimasukan Rayga pada ponselnya.

__ADS_1


Siapa yang menyangka pria berwajah minim ekspresi itu bisa menjadi begitu romantis dan lembut?.


From : My Adorable future wife


Maksudnya apa? kalau nulis pesan itu yang jelas! aku tidak paham ya!


Rayga,pria itu terkekeh samar begitu melihat balasan bernada kekesalan dari sosok cantik yang duduk didepannya dengan punggung menghadap dirinya itu.


Yah,mereka duduk saling bersisian.


Rayga bahkan tak berfikir dua kali mengusir sekelompok pemuda yang duduk disisi meja gadisnya,menyuruh mereka pergi!.


Para pria yang mencuri-curi pandangan menatap gadisnya.


Dan kini,dirinya duduk tepat dibalik punggung gadis yang terlihat menahan tawa itu.


Tawa lembut yang jutaan lebih merdu dari lantunan melodi alat musik manapun!.


Yah...


Sang budak cinta....


Jari kokohnya kembali mengetik.


From : Your future husband


Tidak mengerti? sekolah lagi!


Asline mendengus kesal membaca pesan bernada ejekan itu.


Gadis cantik itu meletakkan ponselnya dengan kasar disisi meja.


Tidak berniat membalas pesan hingga Rayga yang duduk tepat dibelakang gadis itu menatap punggung sempit calon istrinya itu dengan senyum geli yang samar.


Bahkan asline yang terbenam rasa kesal tidak menyadari bahwa lantai satu cafe kini kosong sebagian,tepatnya disisi dirinya duduk.


Yah,lobby satu cafe dibagi atas empat bilik.


Setiap bilik berisi 6 meja dan masing-masing meja berisi empat kursi.


From : Your future husband


Merajuk? jelek sekali.


Asline membaca pesan itu dan manik melotot geram.


Jelek?...


Darimana pria kutub itu bisa mengatakan dirinya jelek?.


Membalik layar ponselnya dan bersidekap dada.


Asline bahkan lupa keberadaan sahabatnya yang tak kunjung kembali.


Tentu saja tak akan kembali,Alarik sudah membawa pergi gadis itu dengan liciknya.


Drttttt...


Asline menghela nafas,kini ponselnya berbunyi.


Menatap layar yang menampilkan nama sosok pembuat hatinya dalam suasana yang buruk.


"Apa?" Langsung asline dengan nada sinis.


Rayga terkekeh renyah.


"Jangan merajuk baby....selamat makan siang and ...i love you!"


Tut.....


Tubuh Asline membatu,maniknya bergetar dan wajahnya memanas!.


"No... Heart? what happened with you!!" Asline berucap lirih dengan telapak tangan menyentuh tempat jantungnya berada.


"Jantung apa kamu sakit?..." Tanya Asline yang kini merasa pipi serta telinganya merah,terlebih jantungnya kembali berulah dengan debaran kencang.


"Jantungmu tidak sakit baby... but...you are love me now,falling in love with me...Your future husband!"


Degggg...


Asline menoleh patah-patah,wajah melongo tanpa sadar ia terbitkan dibawah tatapan mata tajam sang Zeus.


Rayga menyerigai puas.


Membelai pipi merona gadisnya dengan kilatan penuh cinta.


"Kyaaaa...best couple dari Nirwana!!"


"Lihat pria itu begitu tampan dan berkelas!! aku iri sekali!!!"


"Gadisnya juga sangat cantik!! mereka seperti lukisan yang hidup!'


" Betapa irinya!!"


"Eh bukanya itu mantan tunangan tuan muda Fernandez?!"


" Ia benar...wah ternyata dapat taipan baru!"


"Eh tutup mulut kalian...apa kalian tidak tau siapa pria itu?!!"


"Siapa memangnya?!"


"Itu CEO WJC!! aku pernah melihat wajahnya sekali di majalah Forbes!! ya Tuhan sangat sempurna!! wajah tampan seperti itu tidak akan bisa dilupakan meski melihat sekali saja!!"


" Oh astaga!! "


"Miss Gradian sangat beruntung!! setelah Fernandez dia mendapat jekpot lebih besar!! Wiguna!!!"


Senyum puas Rayga terbit begitu mendengar pekikan terakhir.


Benar....


Gadisnya harus mendapatkan hal terbaik di dunia,dan dirinya pastikan.Hanya dialah pria terbaik untuk sosok gadisnya, asline calon ratu clan Wiguna setelah sang ibu, Liora!.

__ADS_1


Rayga duduk tepat dihadapan asline yang menatapnya linglung,menyerigai licik dan menyondongkan wajahnya kearah wajah cantik asline.


Wushhhh..


Berkedip....


Hangat aroma mint segar menerpa wajahnya,Asline tersentak dan menunduk kala merasakan rasa panas membakar wajahnya.


"Makan tepat waktu sayang...." Suara serak nan berat mengalun ditelinga asline,kala pria itu berucap tepat disamping telinganya!.


"Aku tidak mau sampai calon istriku terlalu kurus untuk melahirkan anak-anakku kelak!"


Senyum miring Rayga semakin menjadi kala melihat wajah Asline semakin merona pekat, bahkan kini bulu kuduk gadisnya itu berdiri!.


Rayga mengecup pipi asline cepat dan mengusak rambut panjang gadisnya dengan gemas.


Berlalu pergi dengan kedua tangan tersimpan dibalik saku celana hitamnya.


Deg.... Deg....deg...


"Dia....dia gila.....tidak....aku...aku yang gila!!" Asline terkekeh nanar,otaknya blank dan degup jantung yang menggila ditengah riuh suara pekikan kaum hawa disana melihat aksi sang pewaris Wiguna itu!.


Sementara itu....


Ditempat dan waktu berbeda...


Aira bersidekap dada,wajah manis nan penuh pengertian nya berganti datar.


Menatap lurus kearah dinding yang tak jauh dari pintu toilet.


"What do you want?!" Sarkas Aira kesal.


Sejak malam itu,pria itu selalu mengusik kehidupannya.


Pria yang sayangnya berwajah tampan bak malaikat namun sangat licik seperti iblis.


"Sejak malam itu,kamu bahkan tidak mengucapkan terima kasih padaku" Alarik,yah.


Pria itu bersandar malas pada dinding dengan kedua tangan bersidekap dan kilat penuh arti dibalik manik berbingkai kaca mata berdesain teknologi tinggi miliknya.


Aira mendengus.


Hell....


Dirinya sudah berterima kasih sejak keluar dari mobil itu,dan apa yang baru saja pria ini katakan?! .


"Ingat ini ya Mr Lumiro....Saya sudah mengatakan terima kasih yang sangat banyak kepada anda,bahkan saya sudah membayar biaya sebagai penumpang di mobil mahal anda! jadi...dari mana anda katakan saya tidak berterima kasih?! apa anda waras tuan Lumiro?" Aira berucap jenaka,menekan dengan kata-kata penuh sarkasme.


Alarik terkekeh geli.


Berdiri dengan tegak dan berjalan mendekat diikuti langkah mundur Aira.


Gadis itu merasakan bahaya! insting sebagai cucu seorang panglima!.


"Mau apa kau?!"Sentak Aira kala Alarik menyerigai penuh arti,senyuman yang begitu indah dibalik bencana yang tersembunyi!.


"Pertama...jangan terlalu formal padaku,kedua jangan menyebutku dengan memanggil margaku.Kamu seakan berbicara pada ayah atau bahkan pada kakekku! Lumiro.... Panggil aku Larik! atau mungkin....."


Alarik menipiskan jarak,menuduk dengan pupil mata menggelap melihat garis bibir menggoda gadis itu.


Aira?..


Gadis itu berdiri dengan tubuh meremang...


Tak berani menatap langsung dimana wajah tampan itu tepat berada diatas kepalanya!.


Yah...


Pria itu begitu tinggi dengan wajah yang begitu tampan!.


"Husband !" Bisik Alarik dengan senyum miring.


Aira melotot horor.


Mengangkat kedua tangannya dan bersiap mendorong tubuh kekar Alarik yang sekarang mendekapnya.


"Menjauh!!" Kesal Aira panik begitu melihat situasi mulai memanas.


Bagaimana tidak?.


Lengan pria itu kini melingkar pada pinggangnya!.


"Tidak!" Alarik tersenyum geli tanpa disadari oleh Aira yang sibuk mendorong tubuh kokohnya.


Hingga...


Grephhh..


"AKHHH...WHAT ARE YOU DOING?!!" Aira memekik kala tubuhnya diputar 180° dan kini sukses terkurung diantara dinding dan tubuh kokoh dewa muda IT itu.


"Memakanmu....." Bisik Alarik tepat ditelinga senditif aira.


Dan.


Cupppp


Degggg......


Aira melotot horor kala sebuah benda kenyal nan basah meraup bibir nya!.


"Mphhhh..lep....lepas....hah...hah..." Aira menatap tak percaya akan sosok tampan yang kini sibuk mengusap bibirnya yang basah.


"Hah..kau.. kau..." Aira berucap emosi,menunjuk wajah tampan Alarik yang terlihat melempar senyum penuh kepuasan.


"Hm? manis..betapa manis..." Aira melotot geram,mendengar ucapan pria itu sukses membuat emosinya meledak.


"BAJINGAN MESUM SIA-"


"mphhhh......"


Dan lahar panas Aira kembali tertelan oleh bibir hangat yang kembali mengunci rapat bibirnya dengan lum*tan yang berubah semakin panas!.


...🍁...

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2