Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Waktu awal krisis


__ADS_3

...Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...STAY HERE...



.........


Sibuk dan tegang!.


Dua kata yang tergambar dalam sebuah mobil besar ekspedisi,dimana didalam tak akan satu orangpun percaya tempat itu kini dipenuhi sederet komputer canggih dengan para ahli yang bekerja dibalik keyboard.


"Simon..apakah pihak royal benar-benar menutup akses bandara,pelabuhan juga stasiun?" Pria dengan kaca mata bergagang putih gading dengan kantung mata hitam bertanya pada sosok pria yang duduk sembari mengemut sebuah permen lollipop disebuah kursi santai disudut ruang.


Simon,pria yang menjabat sebagai kaki tangan sang pangeran Inggris itu mengangguk lemas.


Sungguh,sudah 8 jam dia duduk mengawasi komputer tanpa bergerak maupun beristirahat!.


Kini dirinya roboh,dengan sebuah permen dan satu kursi malas,pria Inggris itu terkulai.


"Kita sudah bergerak cepat! bahkan seluruh tempat yang menjadi titik merah sudah kita acak-acak,sialnya pria itu berpindah dengan cepat dan begitu licik seperti ular! bajingan itu membuatku harus bekerja ekstra dalam tekanan!!" Raung Simon geram.


"Dan seluruh tempat itu tak ada satupun tanda keberadaan istri Zeus itu! benar-benar menjengkelkan! entah dimana pria sialan itu menyembunyikan calon kakak ipar pangeran kami!!"Gerry,tangan kanan kedua Brixton berucap nanar.


Ketiga pria berwajah lelah itu melirik satu sama lain dengan ekspresi tertekan.


Jika saja pria bernama zergan itu berada didepan mereka kini,ketiganya benar-benar tak sabar mencabik-cabik pria gila itu!.


"Ini drone terakhir...Kita sudah menyisir seluruh area tanah pribadi Calvin itu..pria bernama zergan itu benar-benar sesuatu! " Raino berucap dengan senyum dingin.


Hingga...


"Sorry big bro Raino,telpon big boss sedari tadi berbunyi dan sepertinya big boss meninggalkan ponsel ini di meja kontrol utama!" Raino membalik badan dari layar yang tengah ia pantau,seorang anggota delta datang melapor sembari menyerahkan sebuah ponsel smartphone milik Rayga.


Raino menerima dan mengeryit heran.


Nomor siapa ini?.


"Rik,kau periksa ini nomor siapa.lalu beritahu big boss aku mau cuci muka dulu!" Raino berlalu setelah menguap lebar.


Alarik menerima ponsel canggih edisi terbatas itu dengan jengkal,satu lagi pekerjaan tambahan!.


Yah,ini adalah ponsel rancangan Z'industries hanya untuk kegunaan keluarga besar saja!.


Hingga...


Deeeggggggg...


Manik alarik melotot ngeri dengan tubuh sontak berdiri hingga kursi yang ia duduki terjungkal jatuh menyebabkan kegaduhan didalam mobil ekspedisi besar itu!.


"MATILAH !!!!!!" pekik alarik segera berlari keluar mobil menuju mobil lain yang berisi sang bos untuk beristirahat.


"Ini saudari ipar asline! kau pasti mati big bro!!" Batin alarik meringis horor.


Pria itu berlari panik tak perduli raut wajah heran para saudaranya!.


"Kenapa kutu buku itu?" maxim berucap geli.


"Mana kutahu..kau tanya saja sendiri!" Gion berucap jengah.


"Kenapa kau gas begitu menjawab ku?!" Maxim menoleh sengit.


"Mana ada gas! kau jangan mengajak ribut ya.." Sarkas Gion mendelik sengit.


"Ohhh..kau menantang ku?! kau itu menjawab ku seperti orang mengajak battle!" Jawab maxim sengit.Pria berdarah Korea tampan dengan lingkaran panda itu terlihat sangat mengenaskan dengan kemeja tak terkancing rapi serta rambut berantakan.


Rayga benar-benar membuat para saudaranya juga anggota mereka bekerja rodi !.


"Enough!! Gion.. maxim apa kalian anak-anak?! berhenti saling berdebat!" Raider membentak jengkel.


Bisa-bisanya kedua pria yang terkenal dengan kepribadian berbeda itu bertengkar hanya karena hal remeh.


Satu playboy insaf dan satu lagi dokter dengan sikapnya yang terkenal acuh.


Sungguh raider pening!.


"Nah..dengar kalian itu jangan berdebat tak mutu seperti itu..dan raider...papa bangga padamu nak.." Diego berucap penuh binar takjub pada raider.


"Bukan! maksudku adalah..daripada mereka ribut seperti wanita lebih baik ambil katana Ryu dan battle sampai mati saja.." Raider berucap dengan wajah tak berdosa.


Maxim tercengang,Gion mengelus dada sabar dan Diego yang tersedak soda yang baru ia minum.


Apakah orang ini tak bisa berfikir dulu baru bicara? saran apa itu?! bisa-bisanya dia menyarankan kedua saudaranya saling membunuh disini?!.


Brixton yang duduk disisi lain menggeleng miris.


Kasihan sekali calon istri kecilnya dengan para kakak tidak waras seperti itu!.


Raider mendelik.

__ADS_1


"Apa-apaan tatapanmu itu?! kau mau mati?" Dengus Raider atas tatapan miris Brixton pada dirinya dan saudaranya!.


Sang pangeran mengangkat bahu acuh,menatap rumit ekspresi lelah para pria tampan keturunan clan Wiguna itu.


"Sekarang kalian terlihat benar-benar seperti...yah,kalian taulah...." Brixton berucap dengan senyum penuh arti,wajah tampan kebaratan pria itu benar-benar terlihat menjengkelkan!.


"Wah...kau mau kuhajar?!" Maxim yang terlihat masih emosi menggulung lengan kemejanya sengit, apa-apaan ucapan pangeran Inggris itu?! mengapa terdengar seperti mengejek mereka?!.


"Seperti apa memang? coba jawab jika kau ingin merasakan jarum beracun ku..." Gion berucap jenaka,kini kedua keturunan Houston dan Smith itu nampak kompak kembali!.


Sudut bibir Gerry berkedut melihat kekompakan kedua orang itu melawan tuan-nya.


Brixton membalik kursi kerjanya dengan memutar benda itu kearah sang dokter muda.


Menaikan kakinya saling menyilang dan tangan bersidekap santai.


"Kalian terlihat....like a real monster,yah...lihatlah tampang kacau kalian ini..aku hanya bersyukur kalian masih punya waktu untuk mandi.." Brixton berujar dengan lemas tanpa basa-basi.


Urat terlihat menyembul dan berkedut di ujung mata Maxim dan Gion.


"BAJINGAN TENGIK! MATI KAU....!!" Kedua pria tampan itu melompat dari kursi mereka dan menerjang kearah Brixton yang menatap santai keduanya tanpa takut.


Berantakan!...


Kacau..


Raider menarik tubuh Maxim yang bergerak emosi,Diego meraih Gion dan memeluk dari belakang tubuhnya dan bergerak dengan suntikan racun dikedua tangan pria itu.


"Sabar Gion..sabar!!! tarik nafas jangan perdulikan mulut busuk pria itu! dia lebih muda tiga tahun dari kita! sabar...." Ucap Diego panik sembari menahan tubuh Gion yang bersiap menyerang jengkel.


"Max...enough! " Raider menahan bahu Maxim dengan kedua tangannya,jangan sampai truck ekspedisi ini hancur oleh amukan kedua saudaranya itu.


Sementara Gerry dan Simon sibuk meminta pangeran mereka untuk diam saja,menjadi rendah hati dan jangan keluarkan kata-kata laharnya kini.


"Minta maaf pada kami!" Dengus maxim menatap sengit wajah tampan Brixton nyalang.


"Yah..cukup minta maaf kami akan melupakan ucapan bodohmu itu!" Gion mengangguk enggan.


Brixton menghela nafas panjang.


Mengapa terlihat kekanakan sekali pertengkaran mereka?.


"Sorry.. sudahkan?" Ucap Brixton dibawah tatapan paksa Raider,Gerry, Simon,Diego dan para anggota yang menatap geli.


"Permintaan maaf apa it- Aduh! kenapa kau memukulku?!" Maxim yang belum tuntas mencibir mengerang seketika saat geplakan maut menampar kepala belakang-nya.


Dan sang pelaku justru menatap dingin dengan manik berkilat mengancam.


Maxim mendengus dibawah tekanan raider.


"Kembali bekerja dan lihat pesan dari alarik ini! cepat bergerak!!" Raung raider mengeluarkan aura pemimpin dalam dirinya.


Sementara itu....


...# Rayga POV#...


Untuk pertama kali aku menatap langit hitam itu lagi,setelah aku bertemu dengannya.


Aku tak bisa menghentikan perasaan merindu ini, semua orang yang mengenalku berkata aku adalah pria kejam yang tak punya sisi kemanusiaan!.


Apa yang mereka katakan memang benar! tapi itu dulu, dulu sebelum aku melihat dia.


Hingga rasa damba dan pemujaan muncul dihatiku,aku ingin memberinya seluruh kebahagiaan yang ada di dunia.


Aku ingin mencintai dirinya dengan seluruh kelembutan yang bisa aku berikan.


Rasa cinta yang begitu indah menyelimuti diriku sejak bertemu dengan dia.Dia,wanita terindah setelah ibuku.


Bahkan dengan kedua mata yang tertutup aku masih bisa merasakan sentuhan lembut tubuhnya.


Aku tidak bisa lari dari rasa ini!.


Hal paling sulit yang tak bisa kulakukan di dunia ini adalah melepaskan dirinya,hal yang tak akan pernah bisa kulakukan meski harus mati.


Hatiku yang telah mati sejak malaikat pertama dalam hidupku pergi.


Kini perlahan melembut kembali,cinta yang tak sengaja dia berikan tertanam begitu saja dihatiku


Apa yang harus kulakukan tanpamu?


Kumohon pada siapa saja,ajarkan aku bertahan untuk dirinya.


Apa yang harus kulakukan untuk pertama merasakan kehilangan ini?sakit sekali.


Dia membawanya!.


Orang itu membawa milikku!.


Untuk pertama kalinya aku merasakan hal yang sulit didunia,hal yang tak dapat ku terima meski aku mati.


Dia telah tertanam sepenuhnya dihatiku yang begitu dingin.


Dia,kekasih kecilku surga terakhirku.


Ketiadaanya membuatku kesulitan


Mencintainya seperti ini,saat dulu aku melihatnya dengan seluruh bebannya.


Jadi kumohon tunggulah aku


...# Pov end#...


Manik tajam yang terlihat memerah itu perlahan terbuka,aura dingin yang tajam membuat ruang dalam sebuah mobil ekspedisi itu berubah mencekam.


Rayga duduk setelah berbaring sejenak.


Hingga....


Brakhhhh..


Pintu mobil terbuka,alarik masuk dengan wajah terdistorsi mendalam.


Ditangannya sebuah ponsel terlihat.

__ADS_1


"Big bro...kau..kau meninggalkan ponselmu di mobil control,aku..Candid melihat beberapa panggilan tanpa nama masuk beberapa kali,tapi aku mengidentifikasi panggilan itu sembari sibuk menelisir seluruh cctv kota." Alarik berucap dengan nanar,Rayga mengeryit tajam melihat keanehan raut wajah alarik.


Tunggu!..


Panggilan masuk dari nomor asing dan itu di nomor pribadi keluarganya?!.


Rayga bangkit dan menyambar ponsel di tangan alarik dengan ekspresi tajam.


Beberapa panggilan masuk dengan durasi waktu bersamaan,belum lagi itu dari nomor yang sama.


Rayga melirik kotak pesan dan membukanya dengan cepat.


From : 081xxxxxx


...Rayga..ini aku asline,tolong aku...lacak lokasi pesan ini dikirim dan cepat datang...jika kau begitu lambat aku akan membuatmu menjadi duda!......


...Dan tolong jangan balas pesan ini,ini darurat !.....


Pupil hitam yang kelam malam itu bergetar ,terhuyung dan pria bergelar Zeus yang agung itu jatuh terduduk kembali dengan seluruh tubuh menegang.


"Aku sudah menyuruh raider menggerakkan seluruh tim menuju area pesan ini terkirim,dengan kecepatan sekarang kita bisa tiba dalam 24 jam dan tiba pukul 10 besok" Jelas alarik sembari menepuk iba bahu tegap Rayga.


Pria yang terkenal sebagai tiran tak berperikemanusiaan itu terlihat hancur dan bahagia dalam satu waktu.


"Siapkan helikopter..Aku akan memimpin suruh Brixton membersihkan jalan!" Titah Rayga setelah mendapatkan kembali ketenangannya.


Sebentar lagi, sebentar lagi dan dia bisa melihat bunga hatinya lagi!.


Alarik berdiri dengan manik menerawang,entah mengapa perasaanya tidak baik!.


Alarik sedari lahir memang memiliki kepekaan tinggi dibalik sikapnya yang masa bodoh,dan feeling pria itu tak pernah meleset.


"Kuharap apa yang mengacau hatiku tidak terjadi!' Alarik membatin sembari menatap sang bos yang sibuk merakit senjata api dan memakai rompi anti peluru serta senjata lainya yang terselip .


............



.........


Derap langkah kaki terdengar riuh disertai lolongan anj*ng juga letusan senjata api yang terdengar memecah malam.


Asline berlari dengan keringat dingin mengalir membasahi kening jatuh disepanjang lehernya yang jenjang.


"Dengar..aku melihat sebuah pondok kecil tak terpakai diujung hutan dekat pantai! pergi ke sana dan aku akan kembali ke vila,kita tak bisa pergi begitu saja bersama,jika tertangkap tidak ada yang bisa mencari bantuan!" Flair berucap sembari meraih telapak tangan dingin asline dengan iba.


Keduanya sudah keluar vila dan entah bagaimana acara kabur itu langsung terungkap hingga terdengar lolongan an*ing ganas peliharaan zergan dari jauh.


Bahkan menembus hutan.


"Ba.. bagaimana bisa kau kembali? mereka akan membunuhmu!" asline berucap dengan senyum penuh kewaspadaan.


"Tidak ada yang tau aku bersamamu,yah..untuk sekarang aku bisa pastikan itu.Asline aku sudah menganggap mu layaknya adik perempuanku,aku bisa mengelabui penjaga itu dan pergi sebelum zergan kembali " Flair berucap dengan senyum tegas.


Meski sebenarnya apa yang ia katakan sangat berlawanan dengan isi hatinya.


Takut.....


Tentu saja,namun flair tak bisa melihat asline harus kembali ke vila itu.


Hingga...


"ASLINE!!"


Deg....


Suara rendah menyeramkan terdengar dari jauh,itu jika didengar jelas seperti suara wanita,namun suara itu hampir sama beratnya dengan suara pria!.


Apa ini?!.


Degggg...


Flair menegang kaku.


"Cepat pergi aku akan berbalik kita sudah susah payahnya keluar dari tempat terkutuk itu! per-"


Zlashhhhh..


"DOKTER FLAIR......!!" Asline meraung saat sebuah belati tajam menusuk punggung flair dari belakang.


Sudah terlambat!...


Flair terkekeh rendah,darah keluar dari bilah bibirnya.


"Sial...." Flair berucap rendah,belati ini beracun dan sebagai dokter dirinya tau meski tak mematikan dalam waktu cepat, namun itu tetap saja racun.


"Maaf Mrs Wiguna....."


Brukhhhh..


Asline menopang tubuh flair yang melemas jatuh dengan hati nurani tercabik.


Pria ini celaka akibat menolong dirinya.


"Berani sekali kau mencoba lari dari tuanku?" Sebuah suara wanita yang terdengar berat terdengar mengeram.


Asline meraih belati yang tertancap dipunggung flair dan dalam diam menaburkan sebuah obat untuk menghentikan darah dari luka mengangga itu.


Obat itu adalah persiapan flair sebelumnya,dan siapa yang tau kini obat itu berguna? .


Dan wanita cantik yang terlihat tenang terselimuti badai itu berdiri menatap sosok wanita dengan pakaian serba hitam yang dibelakangnya terlihat empat ekor an*ing besar hitam yang menyalak ganas.


"Aku adalah robot pembunuh tuan zergan..jangan melawan jika tak ingin dokter penghianat itu mati.." Wanita dengan bekas luka mengerikan dari ujung mata hingga dagu itu berucap rendah,dingin tanpa emosi.


Pegangan asline pada belati itu mengerat.


Erangan flair terdengar menyakitkan meski pria itu telah jatuh tak sadarkan diri.


"Kau tau....butuh waktu 1X24 jam sebelum dia mati !" Wanita itu kembali berucap dengan wajah merendahkan.


"Dan Tuanku berkata untuk...."


......TBC......

__ADS_1


__ADS_2