Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
preparation and bell of love


__ADS_3

...SEBELUM ITU EL MAU UCAP SELAMAT DAN TERIMA KASIH BUAT SUPPORT SAMPAI 200 CHAPTER QOZ.......


...Thanks guys..i love you all😘...


Ps : Ada yang tanya kenapa Margaret belum mati?.


El jawab ya....


Margaretha tak dibunuh karena dia belum turun langsung mengusik asline dan sahabat-sahabatnya!.


Yang sudah melakukan langsung baru Aubrie,grizela sama Patricia saja.


Margaretha baru mencelakai silver saja tapi itu tidak buat papa silver mati,jadi masih lepas dia.


So...kalau semua mati cerita ini bakal kurang seru,jadi sabar ya nanti ada plot twist.


Dan bagi yang tanya kapan Asline punya baby,El ada plain jadi jangan buru-buru ya 😘


...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...



...Vote,like dan coment...


...Happy reading and stay health...


.........


Srakhhh....


Margaret meraung murka,undangan ala kerajaan itu terhempas begitu keluar dari kotaknya.



"TIDAK!!! BUKAN...BUKAN DIA TAPI HARUSNYA NAMAKU YANG BERSANDING DISAMPING NAMA ANO!! VICTORIA GRISHAM HOW DARE YOU!!" Margaret meraung dan tubuhnya meluruh meremat rambutnya.


"Kenapa harus begini? kenapa cintaku tak terbalas? aku sudah berusaha dari kita kecil dulu,Ano.Kau yang membantuku saat aku merasa kesepian sejak ditinggal mama dan papa yang selalu sibuk bekerja dengan tuan muda sulung Rayganta.Kau yang mengulurkan tangan saat pewaris lainya lebih memilih menggandeng tangan Archana atau Acella! mengapa kini aku ditinggalkan? hiks... Ano bagaimana lagi aku harus menarik perhatianmu? aku sudah bekerja sejak remaja demi bisa menjadi model dunia! aku mandiri agar bisa pantas bagimu....tapi mengapa akhirnya kau hanya menatapku sama seperti wanita lain yang menjadi mainanmu? hiks..hiks... bagaimana kamu akan menikahi Victoria dibanding aku?! apa bagusnya wanita pembunuh itu?! hiks....kalian semua buta!" Margaretha menangis terisak memeluk foto raino kecil yang terlihat mengenaskan dengan topi bisball terbalik dan satu gigi yang tanggal.


..........



..........


Akhirnya hari pernikahan dari para pewaris clan Wiguna famili segera tiba.


Langit musim semi bersinar cerah,angin segar berhembus dengan aroma bunga dan buah yang menyeruak menyambut musim.


Ruang rias terlihat begitu ricuh,para MOU bergerak terampil dan cepat merias 5 orang gadis cantik yang sebentar lagi akan menyandang gelar nyonya muda para pewaris clan Wiguna famili.


"Aduh kenapa korset ini sangat ketat?!" Raels mendelik kala seorang asisten MOU yang bertugas membantunya memasang korset menarik kencang benda itu hingga terasa mencekik tubuhnya!.


"Brushnya terlalu tebal! kurangi!" Victoria berucap horor menatap riasan wajahnya.


MOU yang bertugas menangani gadis tomboy itu menghela nafas.


Tebal apa? ini sudah sapuan paling tipis yang dia berikan! rasanya ingin menangis saja menghadapi calon istri tuan muda ketiga ini!.


"Apa-apaan ini?! anda mau apakan bola mata saya?!" Jihan mundur ngeri melihat softlens yang mendekat kearah matanya oleh sang perias.


Pria gemulai itu menjambak rambutnya sendiri frustasi.


"Nona... softlens ini akan menambah indah penampilan anda...saya bukannya mau merusak mata anda...." Ucap pria bernama dean itu tersenyum frustasi.


"Apa ini mengapa lipstik ini merah sekali?! aku seperti habis terantuk tembok bibirku terlihat lebih tebal!! mengerikan...tolong ganti saya tidak suka warna ini...." Naomi memelas pada MOU yang bertugas untuk meriasnya.


Pria dengan rambut kuning eksentrik itu menatap Naomi dengan kening berkedut jengkel.


"Nona cantik..anda sudah mengganti tiga kali warna lipstik! anda katakan saja pada saya, sebenarnya anda ingin memakai warna apa?! saya bisa gila nona...." Pria gemulai lainya.Candic itu berucap frustasi,maniknya bahkan berkaca-kaca.


Asline menatap para MOU itu iba,entah bagaimana ia harus tertawa atau menangis?!.


Para sahabatnya ini terlihat alergi pada kosmetik!.


Lalu bagaimana mereka bisa dirias dengan tenang?.


Anggi bahkan sudah duduk pundung dipojokkan melihat para calon cucu menantunya!.


Kayra memijit pelipisnya pening dengan Daisy dan Jessy saling melirik prihatin.


"Darling...kalau begini terus kalian tidak akan siap! dan para putra mami akan mengamuk di altar! come on...don't be bad girl...we almost late!" Desis Kayra sembari menatap para gadis itu mengancam.


Akhirnya setelah peringatan dan wajah tegas penuh ancaman kayra turun,para MOU itu bernafas lega karena bisa menangani para gadis muda ini.


Victoria dan raels terdiam bak patung saat kuas demi kuas make up menyapu wajah cantik mereka.


Jihan dan Naomi menutup mata geli saat bibir dan bulu mata mereka mulai dibentuk.


Acella disisi lain lebih tenang,gadis itu tersenyum indah saat membayangkan akhirnya semua ketakutan dalam dirinya tak terjadi.


Gaun demi gaun mulai keluar dari kotak kaca yang dibawa oleh petugas butik Samantha,wanita baya itu sendiri yang bekerja ekstra merancang gaun dibantu Archana dan Anggi tentu saja.


Acella merancang gaunya sendiri mengingat dia tengah hamil mendekati 4 bulan.


Victoria menatap dirinya di cermin,gaun ini sesuai ekspektasi dan senyum bahagia terbit kala melihat bagaimana dirinya terlihat.



...( Abaikan modelnya lihat dress saja )...


Raels menatap dalam diam,maniknya memanas.



Dirinya tak pernah bermimpi,suatu saat anak yatim piatu seperti dirinya akan mengenakan gaun pengantin dan menjadi istri seorang taipan muda!.


__ADS_1


Jihan menangis dalam diam, ditinggalkan seluruh anggota keluarganya dan menjadi sebatang kara.


Kini dia akan menikah,menikahi seorang pria Casanova Eropa yang akhirnya berlabuh padanya.



Naomi menatap gaun tradisional China yang sudah dirombak dengan sentuhan gaya modern klasik.


Apakah ayah dan ibunya akan bahagia diatas sana melihatnya? apakah kakeknya suatu saat akan sembuh?.



Acella menyentuh perutnya yang membesar,tersenyum haru saat masa depan perlahan menyambut bayi-bayinya nanti.


Gaun telah didesain dengan bagian perut yang berbahan karet elastis dan itu cukup menutup kehamilannya.


..........


Sementara itu...


"Bisakah kalian duduk tenang?!" Arkansas meraung emosi melihat kelakuan Maxim juga Raino.


Keduanya berjalan mondar-mandir layaknya setrika baju! tubuh kokoh nan besar keduanya Tremor dengan keringat dingin membasahi pelipisnya.


"Aku..aku gugup dad!" Pekik Raino panik.


"Bagaimana jika aku salah sebut nama?! mempelai wanitanya ada lima orang!" Maxim meremat rambutnya gelisah.


"Atau.. bagaimana jika aku tak sanggup menerima serangan kecantikan Cella? apa Aku akan mimisan!!!" Disisi Dixon,pria itu bergumam ikut terpengaruh ketakutan Raino juga Maxim.


"Kalian fikir hanya kalian?! kami juga gugup! jadi duduk diam dan jangan banyak tingkah!!!!" Raider berucap emosi.


Para stylish yang membantu mempersiapkan para tuan muda pewaris itu hanya bisa menunduk menahan tawa.


Dimana aura kejam yang terkenal itu? mengapa para pria taipan ini terlihat bak remaja yang panik karena ingin menyatakan cinta? manis sekali...


" Maaf para tuan muda putra papi yang bodoh... sebaiknya tarik nafas dan tenanglah...atau penampilan kalian sekalian akan hancur dan para mempelai cantik itu justru akan melirik para tamu pria..."Rion yang kebetulan duduk disisi Rayga hari ini berucap jenaka.


Mata-mata tajam menghunus padanya seketika,Rion tersenyum jenaka dan mengendik bahu acuh.Wajah dan ekspresi para putranya terlihat lebih lucu dibanding sekumpulan badut yang lari panik dikejar anak-anak nakal!.


Rayga menggeleng miris.


Yah,memang beginilah europhoria menikahi wanita yang memang dicintai!.


"Hot news! arshen akan mengisi panggung bersama Cha?! gila dia bahkan mewarnai rambutnya!!!!" Alarik masuk dengan langkah cepat.


"Mana!! wah gila dia mau mencuri perhatian para istri kita? BERANINYA!" Raung Maxim panik melihat wajah tampan luar biasa adik bungsu laki-lakin mereka.


Tab alarik dioper kesana-kemari,disana terlihat sosok arshenio yang tengah dirias diruang lain bernama ibu mereka.


Pantas saja pria muda ini menghindari mereka!.


Mau tampil beda?!


Enak saja!.


Raino dan Maxim menggeleng panik dan mulai berlari menuju meja rias untuk membiarkan para hair style kembali menata rambut mereka.


"Para saudaraku yang malang ..." Batin Xain miris,yah pria ini belum merasakan saja rasanya berdiri di altar demi mengucap janji suci pada satu wanita yang sudah dicintai!.


Tunggu saja...


Para ayah yang duduk santai sembari meneguk secangkir teh dibelakang para putra yang tengah bersiap menggeleng prihatin.


Yah,beginilah rasanya menjalani pernikahan!.


Seumur hidup!.


.........


Akhirnya....


Lonceng katedral berbunyi nyaring.


Para pria tampan dengan toksedo berbeda itu berdiri didepan altar menunggu dengan gugup saat pintu masuk katedral akan terbuka.



Kayra,Jessy dan Daisy berdiri didepan kursi paling depan dengan pakaian selaras berwarna biru gelap.



Disisi lain duduk Amber, Arabela,angel.


Disamping para ibu duduk para ayah sebab jas putih selaras dengan sebuah bunga tulip yang disampirkan disaku jas mereka.


Samantha duduk menatap puas pada Asline,Aira juga Rubi dengan gaun selaras warna.Meski model berbeda namun gaun itu sangat pas didesain sesuai bentuk tubuh mereka.



Dan untuk Archana dan Sera,kedua gadis muda itu terlihat begitu memukau nan cukup membuat mata pria manapun


memanas.



Rayga dan Arkansas hanya mampu mengeram rendah begitu melihat model gaun istri juga putri kecil Wiguna itu cukup mengundang!.


"Apa-apaan gaun ini bunda Samantha?! Mengapa bunda biarkan istri juga adikku pakai pakaian kurang bahan begini?!" Rayga berucap sembari menatap wajah kikuk salah satu ibunya itu dengan senyum iblis.


Lihat belahan dada istrinya begitu menggoda menjadi santapan mata para tamu pria! yah,meski tertutup oleh sebuah kain jaring tipis.


Bagaimana Rayga tidak kebakaran jenggot?!.


Arkansas bahkan melepas jasnya dan menutupi tubuh kecil anak gadisnya dengan mata menghunus Brixton yang sudah hampir mimisan!.


"Aduh...ini bukan salah bunda Rayga...ini salah calon bayi Acella! calon bayi kecil itu merespon saat asline dan archa membalik halaman gambar pakaian ini! sisanya acella akan merasa mual..jadi bunda bisa apa?.." Ucap Samantha getir.

__ADS_1


Rayga menghela nafas frustasi,menarik dan memeluk tubuh istrinya posesive.


Ini miliknya! beraninya mata lain memandang rakus?!.


Sialan!.


"Hubby jangan marah hm....namanya juga baby sindrom...." Asline mengusap manja wajah tegang suaminya itu.


"Awas saja kamu dirumah dear.. pakaian ini akan kurobek dan kamu akan kubuat patah pinggang!"


Glek....


Asline mundur ngeri,namun rengkuhan pada pinggangnya bak belitan seekor ular!.


Asline pasrah dan hanya bisa mengelus dada sabar.


Lonceng katedral berbunyi nyaring dan pintu utama terbuka dengan hujan mawar merah menyambut para mempelai.


DEGGGG...


Lima pria tampan dengan toksedo jahitan tangan itu mematung dengan manik tak berkedip.



( Stelan toksedo kembar Raider dan Raino )



...( Gion yang memakai toksedo Burgandi maron menyesuaikan dengan warna gaun Naomi)...



...( Maxim dengan toksedo biru Cyan)...



...( Dixon dengan toksedo putih bergradasi biru, abaikan latar)...


Manik para pria tampan itu bertemu dengan manik indah para calon istri mereka.


Getaran bak kejut listrik bertegangan tinggi terasa membuat seluruh tubuh para pria itu gemetar cukup hebat.


Hingga deheman keras Rafendra yang berdiri disisi sang pendeta agung menyadarkan.


Para gadis ini adalah anak-anak perempuan malang yang sudah tak memiliki orang tua selain Acella tentunya,maka Rafendra sendiri yang akan menjadi wali sekaligus para gadis muda ini.


Raider tersadar pertama kali dan menunduk tak sanggup menatap kecantikan raels yang nampak bak bunga Peony yang baru mekar.


Raino bahkan tak berkedip,mana gadis tomboy-nya? mengapa ada sesosok bidadari yang kini berjalan kearahnya sembari tersenyum malu?.


Raino panik saat Rafendra dengan kasar menampar sebuah tisue kearah wajahnya!.


Sial,dirinya mimisan!.


Mengapa gumaman Dixon justru terjadi padanya?! mimisan?!.


What the hell...!


Demi neneknya tapasya ! betapa malunya saat riuh tawa para tamu bergema dan Victoria yang menatapnya iba?.


Harga diri! sudah melambai pergi dengan senyum mengejek!.


Gion disamping hanya bisa menggelengkan kepalanya miris,dirinyapun sama!.


Sudah habis lembar demi lembar tisue yang dirinya gunakan demi menghilangkan basah pada telapak tangan.


Maxim dengan wajah bodoh menatap Jihan bak menatap makhluk paling cantik! Jihan bahkan menunduk malu dibelakang Raels.


Sedang Dixon? Putra Hyuga itu berdiri dengan senyum bak manusia bodoh! Wibawa sebagai Hyuga corp hilang seketika saat bibirnya tak sanggup tertutup,Acella yang ditatap begitu intens bergidik.


Para ayah menatap putra mereka miris.


"Bukan putraku!" Rion berucap malu kala melihat darah yang tersumbat tisue di hidung mancung putra keduanya.


"Aku merasa malu...." Marsel berucap kala melihat wajah Maxim.


"Jangan kekanakan..."


Para generasi kedua Arkansas segera melirik kursi pojok,mendengus jijik.


"Siapa ya..." Hyuga yang baru saja duduk untuk menghadiri pernikahan putra tunggalnya menghela nafas sabar.


"Perlu kita berkenalan lagi tuan Houston?" Hyuga tersenyum jenaka,Marsel mendengus jijik dan membuang muka.


"Tidak perlu menyebut nama,namamu cukup pasaran !" Ryuga berucap sembari tersenyum remeh.


Mulut lahar Ryuga ini..!


Memiliki nama yang hampir mirip membuat Ryuga dan Hyuga terkadang menjadi bak tikus dan kucing yang saling bermusuhan!.


"Lama tak bertemu kau semakin tak tau malu ya..." Ryuga berucap sinis.


"Dan kalian semakin kekanakan.." Balas Hyuga kalem.


Para inti generasi kedua mengeram jengkal,andai bukan pernikahan putra-putra mereka,sudah pasti mereka dengan senang memberi pukulan sayang pada wajah sombong itu!.


"Silent..." Ucap Arkansas jengah.


Para ibu terkekeh,yah.


Dendam sudah sirna dan pertemanan para suami mereka terjalin bersama Hyuga dengan sikap saling menghina dan memaki!.


Hari bahagia ini tersambut cerah hingga malam nanti akan pesta resepsi.



.....TBC.....

__ADS_1


__ADS_2